kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.
SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!
jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Semilir angin membuat rambut dua gadis yang terduduk itu melayang-layang di sapu angin pagi yang begitu dingin dan damai, Daun-daun yang menguning yang perlahan berjatuhan mengotori pelataran di sekitanya menjadi hiasan yang manis. Naya dan key yang harus terduduk di luar gedung karena dosen yang tidak masuk. Padahal key sudah sangat mengumpulkan niatnya untuk mandi pukul tujuh pagi, tapi dosen berkata lain. Dumalannya pada naya terhenti saat hawa dingin dan damai menyeruak ke dalam jiwanya.
“ Eh key gmn hubungan lu sama kak grey?” tanya naya di sela-sela kesibukannnya memainkan smartphone berwarna hitam itu.
" Nggak ada kemajuan..” jawwab key acuh sembari membuka halaman demi halaman buku di pangkuannya.
" Lah ngapa? Bukannya dia sering nungguin lu ya?” naya menghentikan aktivitas memainkan handphonenya.
" Tiap gue mau berduaan, selalu aja datang si manusia siluman. Emang sih bener kalo berduaan tuh satunya tuh syetan..” jawab key sembari menatap lurus matanya ke depan dan kedamaian yang ia tadi peroleh lenyap seketika saat teringat wajah arka.
" Lah emang sapa? Reza?”
" Bukan..” key sembari menggelengkan kepalanya. " Terus siapa?” tanyanya lagi.
" Dosen ganteng lu !!” jawab key dengan wajah yang penuh dendam.
" Pak arka? Ngapain dia nongol?..” naya terkejut.
" Mana ku tau, tiap gue lagi ngobrol sama kak grey tuh siluman datang mulu !!.” sinis key.
" Oh iya gue jadi keinget deh, lu sama pak arka kenapa?" pertanyaan yang langsung membuat key berdesis.
" Kenapa apanya?" key mencoba cuek.
" Eh lebih tepatnya elu, kemarin yang gue nanya lu ngapelin pak arka ke rumahnya terus lu marah marah nggak jelas. Itu kenapa??” tanya naya yang kini menggerakan badannya lebih dekat dengan key.
" Lah masa lu ga tau? Gue kan sama dia nggak pernah akur..” jawabnya santai.
" Iya sih gue tau, tapi muka lu kemarin tuh keliatan banget kesel tapi pengen nangis gitu...” jawab naya mencoba mencari kejujuran dalam raut wjah key yang tidak berani menatapnya.
" Nggak usah di bahas deh, gue malas bgt ...” key mulai menggeser badannya ke arah lain. Mereka berdua sedang terduduk di samping gedung fakultas yang terdapat beberapa tempat duduk dengan pohon yang rindang tak jauh dari kantin.
"Yaudah yaudah..” jawab naya akhirnya.
" Eh tugas SDM lu gmn? Udah dapat objek?” naya mencoba mencari pertanyaan lain, karena raut wajah key mulai tidak bersahabat.
" Blm nih, gue masih bingung. Ini yang kita bahas itu masalah Oprek nya kan? Atau masalah hubungan karyawan dengan atasan?
" Oprek nay ..”
" Eh kira kira di materi SDM ada pembahasan tentang hati engga ya?..”
" Hah? Hati ? Maksud lu?..” pertanyaan yang membuat kedua alis key bertautan.
" Ya hati kita ini, kan sdm kepanjangan sumber daya manusia nah gue kan manusia yang sedang galau, butuh belaian karena belum kunjung move on...” jawab naya dengan raut wajah gaaunya.
" Ya ampun apa hubungannya jerapahhh!!” key di mulai di buat kesal ...
" Ya ada lah, lu pelajari dengan baik- baik dong !!.”
" Eh jerapah setau gue SDM itu mempelajari manusia di dalam organisasi. Bagaimana hubungan
karyawan dengan atasan dan sebaliknya. Ngapa lu bawa bawa hati sih?” key mulai ngegas.
" Ah elah engga usah ngegas juga kali, terus sekarang lu ngapa jadi manggil gue jerapah sih?” naya tak mau kalah.
" Lu kan tinggi, kurus terus tepos pulak !!” jawab key santai tanpa merasa tidak enakan. " Huasyemm parah lu, lu Kalo ngehina nggak kira-kira ya !!” cerca naya.
" Ck nggak usah ngambek nanti cantik lu ilang...” jawab key pada akhirnya.
" Gue cantik?” tanya naya berbunga-bunga. Karena key adalah tipikal orang yang tidak suka memuji orang.
" Cantikan gue sih ...” jawab key dengan cengiran.
" Eh woy ngapain kalian di sini? Mojok ya lu?” teriak reza yang masih beberapa langkah dari tempat key dan naya duduk.
" Akhirnya ketemu lu ga...” jawab key polos.
" Lu? Maksdnya gue? Ga? Ga apaan dah ?.” tanya reza heran.
" Gagak .." tawa key pecah seketika tapi tidak untuk kedua temannya..
" Sett dahhh kalo manggil orang enak banget dah.” Sahut reza yang langsung terduduk di depan key dan naya.
" Lu hobi banget manggil nama orang pake binatang..” sahut naya menggelengkan kepalnya.
" Lah gue mah ganti pake nama binatang juga bukan binatang sembarangan.
" Sembarangan apanya?” tanya key pura-pura polos.
" Gue nggak pernah manggil kalian-kalian si anjing, babi atau kasar lainnya. Pokoknya yang biasa di sebut panggilan kasar...” jawab key membela.
" Lah tadi lu ngomong apa?” tanya reza.
" Itu contoh woy..” jawab key santai.
" Sama aja lah, kita kan punya nama !!” reza terlihat tak terima dengan julukan barunya.
" Ih itu tuh nama kesayangan tau, jadi kalian nggak boleh tersinggung...” jawab key mencari-cari jawaban pembelaan.
" Kesayangan?..” tanya reza.
" Perasaan lu sering manggil pak arka dengan nama binatang juga. Berarti lu sayang dong ke arka...” jawab naya santai.
Uhukk uhuk.
" Lu kalo ngoceh asal aja ya!!” key tak terima sembari menepuk-nepuk dadanya.
" Lah kan elu yang bilang...” jawab naya santai dengan cengiran kudanya.
“ uda-..” ucapan reza terpotong saat tiba-tiba terdapat dua manusia berjenis wanita dengan tinggi badan yang lumayan tinggi dengan raut wajah sadisnya.
“Eh cewek buluk, lu siapanya pak arka hah? Berani banget lu sampe datang ke rumah dia.” Tanya sosok gadis berbaju merah dengan makeup tebalnya.
Key segera mendongak dan menyemprot manusia yang bahkan lebih tidak mempunya sopan santun itu. “Eh cabe kering, ngapa lu kepo banget woy!!” ujar key dengan wajah yang masih datar.
“ Eh apa lu bilang? Cabe kering? Maksud lu apa?.” Tanya gadis itu tak terima.
Sedangkan naya dan reza kini mulai melirik satu sma lain, mencoba berkomunikasi dengan lirikan dan ekspresi wajah mereka.
“ Eh kok situ protes sih, gue aja yang di bilang buluk biasa aja!!” jawab key santai.
“ Eh jangan kurang ajar ya, ngaca lu. Tampang buluk macam lu mana bisa jadi pacarnya pak arka.”
Semprot gadis lain berpakian serba pink dengan heels yang memperlihatkan bahwa dia salah kostum.
“ Dihh sapa juga yang mau pacaran sama si butek. Kalian aja yang nggak tau sifat aslinya jadi lu menggagungkan itu orang terus...”
“ Eh jangan kurang ajar ya lu, lu bilang apa tadi? Pak arka butekk? Jaga ya tuh mulut, gue bisa laporin lu ke dia ya...” jawab gadis berbaju merah itu mulai mendidih.
“ eh eh udah-udah, nggakbaik bertengkarr..” sahut naya mencoba menengahi.
“ DIEM LU !!” sentak gadis berpakian serba pink itu dengan pelototan matanya pada naya, yang
membuat naya langsung ciut. Namun tidak dengan reza, reza melihat ketiga manusia yang sedang beradu itu dengan tatapan datarnya, dalam hati ia percaya bahwa key bisa mengalahkan dua gadis sok cantik ini.
Key juga mengabaikan naya dan reza yang memperhatikannya sedari tadi. “ Ohh dengan senang hati.. dia aja biasa aja kok kalo gue bilang muka dia butek. Kok jadi situ yang seweot?”
“ Lu cari ribut sama gue hah?” tanya gadis berbaju merah itu dengan tangan yang sudah mengudara sedari tadi.
“ Lah siapa juga yang nyari ribut sama elu? Gue mah nyari ribut sama orang juga pilih- pilih cuy..” jawab key santai dengan wajah datar dan tangan yang di lipat di dada.
“ Eh songong banget lu jadi orang!!” cerca gadis berpakaian serba pink itu dengan mengangkat tangannya menunjuk wajah key.
Key melengos. “ Eits mau ngapain? Tangan lu mau gue patahin atau gue buat keseleo aja?” tanya key.
“ Lu pikir gue takut?” gadis berbaju merah itu maju satu langkah.
Key segera berdiri. “ Ohh bagus-bagus, kita mulai awal aja. Gini aja gue ngajak lu sparing. Gue nggak mau ya kita jambak- jambakkan terus tampar-tamparan gitu. Terlalu sinetron !!” jawab key sanati dengan melipat kain di lengannya sedikit ke atas.
Wajah dua manusia di depan key menyiratkan kebencian yang cukup mendalam. “ Lu nggak tau gue ya? Ati-ati aja lu !!” sahutnya.
“ Uhh takut, lu juga nggak tau gue ya? Kenalin. Gue Keysa azzura Al-Ghifari atlit kebanggaan SMA Pancasila dulu, tapi tenang. Alhamdulillah semester kemarin gue udah dapat sabuk merah mbakk bro. Tapi sayang gue di suruh off nih dari taekwondo. Jadi ya udah lama gue nggak sparing gitu. Nah pas banget kan sekarang mbak bro ngajakin. Ya jelas gue terima dong..” jawaban key sontak emmbuat dua gadis di depannya membulatkan matanya kaget namun tidak dengan naya dan reza mereka kini menahan tawanya setengah mati.
“ Hah? Apa?” pertanyaan dari gadis berpakaian serba pink itu.
Key tersenyum sinis. “Kenapa jadi melotot gitu mbak? Awas matanya keluar.” Ujarnya.
“ Sebentar mbak saya simpen tas dulu, mari kita pemanasan. Biar nggak kram. Okey?” lanjut key yang segera meletakan tote bagnya di kursi yang ia tadi duduk.
Raut kedua gadis di depannya mulai gelagapan. “ Aa..anu gue lupa ada kuliah, gue kelas dulu ya.’ Ujar gadis berpakaian pink itu dan segera berlari kecil meninggalkan temannya.
“ Eh mbak mau kemana?” teriak key. Tak lama gadis berbaju merah itupun tersadar bahwa kini ia sendirian dan langsung mengajir meninggalkan key.
“ Gue udah gatel nih pengen nendang orang ..” sahut key sembari berteriak..
“ Mbakk... Yuhuuu...” teriak key lagi yang membuat tawa naya dan reza pecah.
“ huasyemm ngakak parah !!!” teriak reza di sela-sela tawanya.
“ ya ampun gue liat ekspresi mereka yang ketakutan itu lucu banget woy!! Makeup mereka itu sampe pecah gitu !!’ naya.
" dia kakak tingkat kan?" tanya naya menhentikan tawanya.
" mana gue tau .." jawab key acuh.
" wah key gosip lu yang main ke rumah pak arka udah nyebar luas nih, hati-hati aja lu. orang kaya mereka datang lagi.."
" lu kalo ada apa-apa jangan diem aja, lapor ke gue !!" sahut reza.
" ngapain lapor ke elu?"
" ya gue nnati ngelindungi lu lah.."
" lindungi gue? lu aja kagak bisa ngelindungi diri sendiri !! haluu amat lu za.."
*
Mereka menyantap sarapannya dengan lahap, mereka adalah segelintiran orang yang emnjadi korban harapan palsu dari sang dosen. Di hari jumat jam tujuh pagi mereka harus mengumpulkan nyawa untuk berangkat kuliah namun nasib berkata lain.
“ mbok ya pak kus tuh kalo nggak masuk bilang gitu loh !!” kesal key sembari mengunyah makanannya.
“ ini bocah masih aja ngoceh jadi korban php pak kus ...” ucap naya.
“ iyalah, gue mah nggak biasa di phpin jadi ya nggak terima. Emangnya elu?” ujar key dengan menatap naya lurus.
“ sumprettt lu !!”
“ loh bener kan? Iya nggak za?” tanya key pada reza yang duduk di sampingnya.
“ makannya jadi cewek tuh jangan bentar-bentar demen. Liat yang bening dikit demen..” sahut key menyalahkan
naya.
“ cihh kaya situnya kagak aja, lu juga demen banget liat cogan..” naya menyaut tak mau kalah.
“ ya gue mah cuman memandang ciptaan tuhan yang indah itu aja nggak lebih, emangnya elu??” jawab
key.
“ apa??” naya mendelik.
“ ya itu lu jadi korban si adi kan? Karena dia ganteng?” ujar key.
“ eh ralat, agak ganteng.” Lanjutnya.
“ lah emang dia ganteng, mata lu aja yg bermasalah.” Sentak naya.
“ eh enak aja..” key melotot, ia sudah terlalu sering mendengar ocehan dari orang di sekitarnya yang mengatakan mata dia tidak normal.
“ eh bener ya, fakta!!” cerca naya.
“ apanya yang fakta?.” Tanya key tak mau kalah.
“ lu nggak suka sama pak arka. Itu fakta dari mata lu yg bermasalah..” ujar naya dengan mengebu-ngebu.
“ eh itu mah beda lagi ya, kalo nggak suka ya nggak suka...” ujar key semakin tak mau di kalahkan.
“ ya tapi dia ganteng banget key..” bela naya pada arka.
“ bodo!!” ketus key.
“ emang dasar mata lu yg nggak beres !!’ sahut naya kesal.
Akhirnya reza mulai muak mendengar ocehan yang semakin lama semakin tidak berfaedah. Ia yang sedari tadi memakan nasi uduknya mencoba bersabar mengahadapi dua manusia ajaib yang selalu membukat telingannya terasa panas. “ ah elah lagian bukan cuman key doang yg nggak beres. Lu juga nay.” Ujar reza pada akhir suapannya.
“ loh kok gue?” naya terheran-heran.
“ yaiyalah kalian berdua ini matanya nggak ada yg beres.” Ujar reza sembari menutup sendoknya.
“ lah ?” naya semakin bingung.
“ iya kalian kan nggak pernah bilag gue ganteng !! Padahal kegantengan gue itu ada di urutan ke 99 dari 100.” Ujar reza yang membuat key dan naya segera menutup mulutnya.
“ hueksss...”
Reza manusia berjenis kelamin laki-laki yang tingginya tidak jauh dari key, berkulit sedikit kecoklatan dengan kumis tipis yang membuatnya semakin manis. Rambut klimis, alis tebal dan hidung cukup mancung yang membuat reza berada di urutan cowok ganteng di prodi manajemen di kampusnya. Hanya saja dua manusia berjenis kelamin perempuan yang tak lain adalah sahabatnya tak pernah mengakui kegantengannya itu.
“ 99? 66 kali? Itu juga lu harus bersyukur za..” sahut key di sela-sela tawanya.
“ tuh kan emang mata kalian rusak semua !!.” ujar reza.
Tawa kedua gadis itu pecah melihat raut wajah reza yang sedikit sendu karena ulah mereka. Keadaan kantin cukup sepi karena ini kelas masih berlangsung.
“ sabar ya za, hidup ini emang kejam..” ujar naya sembari memberikan cengiran kuda pada reza.