Takdirku di tentukan oleh diriku sendiri, jika ada yang mengatakan aku lemah,akan aku hancurkan dengan pedangku,jika ada yang mengatakan aku sampah akan aku bunuh dengan pedangku, jika seluruh dunia ingin menundukkan aku, akan ku tebas dengan pedangku sekalipun itu adalah Dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Melawan boneka perang level 8.
Bab 21. Melawan boneka perang level 8.
Lama berkutat dalam pembuatan ramuan elixir, akhirnya setelah 3 Minggu Revan berhasil membuat ramuan bintang 9. Ramuan itu dia beri nama ramuan peningkatan kekuatan. Ramuan ini 100% tanpa efek samping yang merugikan.
Kalau pun ada itu adalah reaksi normal dari tubuh yang kelelahan akibat bekerja lebih keras dari yang seharusnya di tanggung oleh tubuh itu sendiri. Tubuh akan sangat lemas, lemah dan tak berdaya selama 1 bulan.
Jadi selama satu bulan tubuh akan terasa sangat lemah seperti manusia biasa. Durasi peningkatan kekuatan ini adalah 1 jam. Dan kekuatan yang bisa di tingkatkan setara dengan 2 tingkatan level di atasnya, bukan tingkatan bintang.
Setelah berkutat dengan ramuan elixir, kini dia memutuskan untuk berhenti, dan melanjutkannya di lain hari. Setelah sekian lama kini saatnya melawan boneka level 8.
Dia tidak tahu keterampilan apa yang akan dia lawan dari boneka itu. Tidak lama kemudian Revan menemui Silvia yang bermain bersama seekor kelinci kecil di samping sungai yang airnya terlihat begitu jernih.
"Dek,hari ini kakak ingin melawan boneka level 8" Ucap Revan saat dirinya sudah mendekat.
Mendengar panggilan adik dari kakak barunya itu membuat Silvia sangat senang. Dengan semangat dia menjawab.
"Oke kak, ayo kita ke arena pertarungan biasa kakak berlatih" Ucapnya tersenyum manis.
Melihat tingkah adiknya itu Revan tak kuasa menahan gemas, dan langsung saja mengacak acak rambut Silvia pelan. Sementara di sisi lain, Silvia sangat menikmati perlakuan sayang dari kakaknya itu.
*****
Di arena pertarungan.
Kini ada sosok yang berhadap hadapan. Di sisi kanan adalah seorang pemuda dengan wajah yang tampan dan pandangan mata yang tajam. Di sisi kiri adalah sosok boneka perang level 8 yang kemampuannya belum Revan ketahui sampai sekarang.
Di antara keduanya berdiri sosok mungil Silvia yang bertindak sebagai wasit,akan tetapi sebelum Silvia mengucapkan kata mulai, tiba tiba tanah bergetar hebat.
Seakan akan ada gempa bumi yang melanda, dari kejauhan tepatnya di area hutan kematian lima monster raksasa berukuran 3 meter berlari kencang dan mendekat.
Di dunia ini tingkatan monster di bagi menjadi beberapa tingkatan.
*Monster tingkat rendah. (Level 1-3).
Setara dengan Kesatria pedang bintang 1 -3.
*Monster tingkat menengah. (Level 4-6).
Setara dengan Kesatria pedang bintang 4-6.
*Monster tingkat atas. ( Level 7-9)
Setara dengan Kesatria pedang bintang 7-9
Monster tingkat King, di bagi menjadi 3.
*Ordinary king (Raja biasa) Bintang 10 level 1-4.
*True king (Raja sejati) Bintang 10 level 5-8.
*Great king (Raja Agung) Bintang 10 level 9-10.
Setara dengan Kesatria pedang bintang 10 level 1-10.
Monster tingkat kaisar.(Level Demi God).
Di dunia ini hanya monster tingkat Raja saja yang di anggap kuat, sementara tingkat Kaisar itu di anggap legenda. Karena belum pernah ada yang melihatnya selama ribuan tahun terakhir.
Revan di kejutkan dengan aura monster yang sangat kuat dari arah hutan, tapi keterkejutan itu hanya sesaat, selebihnya hanya seringaian mengerikan yang dia tunjukkan. Niat pertempuran langsung melonjak dari tubuhnya.
Naluri binatang buas yang ada di dalam dirinya menuntut untuk memulai pembantaian. Tapi dengan mudah Revan mengontrolnya. Bahkan dengan sedikit aura naga saja, Revan yakin mereka akan di tekan dan tunduk sepenuhnya.
Bagaimana pun Naga adalah eksistensi dari perwujudan Monster purba yang sangat di takuti. Selain itu, tidak ada dendam juga di antara mereka. Jadi dia hanya akan bertarung tanpa menggunakan kemampuan naganya.
Monster itu adalah Ular piton raksasa, Badak bercula satu, Gorila putih, Beruang hitam dan Kalajengking biru. Lima monster itu mendekat ke arah boneka perang level 8. Dan menundukkan kepalanya.
Ular piton raksasa berada di tingkat atas bintang 7. Badak bercula satu berada di tingkat menengah bintang 6, Gorila putih berada di tingkat atas bintang 8,Kalajengking biru berada di tingkat menengah bintang 5 dan terakhir Beruang hitam berada di tingkat atas bintang 9.
Hah !
I ini !
Hmm !
Jadi begitu !
"Ternyata boneka perang level 8 ini memiliki keterampilan menjinakkan monster, keterampilan yang bagus. Ayo kita mulai sekarang juga." Ucap Revan semakin bersemangat.
"Pertarungan di mulai." Ucap Silvia.
Tanpa menunggu lama Revan segera melesat ke depan, kali ini tubuhnya kembali di tekan hingga tingkat 8 puncak. Tapi itu bukan masalah besar, sekarang dirinya sudah bertambah kuat.
WUSH ! WUSH ! WUSH !
BUGH ! BUGH !DUAG ! BUGH ! BUGH !
BRAK ! WUSH ! WUSH ! SRAING !
TRANG ! TRANG !
BUGH ! BUGH ! DUAK ! DUAK !
Revan melesat ke depan sambil mengayunkan tinjunya tanpa rasa takut. Di keroyok lima binatang iblis tidak membuatnya gentar sedikitpun.
WUSH !
sebuah ayunan kuat dari ekor monster kalajengking yang berniat menusuknya dari belakang.
"Bagus, ini kesempatanku." Ucap Revan dengan cepat membalik tubuhnya dengan tinju yang terkepal erat. Tinju itu di dilapisi oleh api biru yang menyala nyala.
WUSH ! BRUAK !
1 detik, hanya 1 detik ke yang di butuhkan Revan untuk menghindari serangan itu. Bagaimana pun dengan special eyes miliknya dia mampu menghentikan waktu selama 3 detik dan itu sangat membantu.
Saat serangan ekor itu meleset di saat bersamaan tangannya menghantam kepala kalajengking itu hingga hancur. Setelah mengejang beberapa saat akhirnya kalajengking itu mati.
"Hah, a apa !"
Dahi Revan berkerut,dan semakin lama kerutan di
dahinya semakin dalam.
"Dia mati ?!" Ujarnya sedikit kecewa,lalu dia kembali bergumam
"Haist, kenapa kau lemah sekali sih, maafkan aku" Ucap Revan menyesal.
Dia benar benar serius dan tulus mengatakan itu, karena dia memang benar benar tidak berniat membunuhnya.
Tapi bagi binatang lain kata kata itu seperti penghinaan bagi mereka. Gorila putih segera menerjang ke arah Revan dengan amarah yang membara di matanya.
Tinjunya terkepal erat dan
WUSH ! BLAR !
Tanah bergetar hebat dengan serangan yang begitu kuat dari kepalan tangannya. Debu debu berterbangan menutupi area sekitar. Sesaat setelah debu menghilang terlihat Revan tidak ada di sana. Justru tubuh kalajengking itu kini hancur menjadi pasta daging.
Dari jarak dua meter Revan terus berkedip dengan kemampuan teleportasi jarak pendek. Lalu dia maju ke arah Gorila besar dengan tangan terkepal erat dia meninju ke depan
BUGH ! BUGH ! DUAG !
BUGH ! BUGH !
Revan melayangkan puluhan tinjuan dalam waktu beberapa detik, dia terus bekedip kedip dengan melayang kupulan ke berbagai titik vital monster itu.
50 kali tinjuan,80 kali lalu ratusan kali, bahkan monster gorila itu hanya dia mematung seolah pasrah untuk di hajar.
hingga akhirnya saat pukulan ke seribu Gorila itu tumbang dengan bunyi
"BOOM" yang sangat kencang hingga menggetarkan tanah dalam radius 100 meter.
Sebenarnya beberapa hari yang lalu Revan merasakan keanehan pada tubuhnya, setelah menyempurnakan jiwa milik Abraham dirinya merasan aura asing dari dalam tubuhnya. Itu membuatnya sedikit tidak nyaman pada awalnya, tapi lama lama akhirnya dia terbiasa juga.
Saat dia memeriksa dengan kekuatan jiwanya aura itu sangat kuat dan mencekam.
Aura itu berwarna merah bercampur gelap, bahkan aura itu cenderung ganas dan liar. Penuh dengan niat pembantaian yang pekat.
Setelah merenung dan berfikir cukup lama akhirnya dia menyimpulkan sesuatu yang dia fahami dari banyaknya novel novel fantasi yang dia baca saat di bumi.
"Aura membunuh !" Gumamnya pelan.
Ya, ini adalah aura membunuh, tidak salah lagi. Kini Revan menunjukkan berbagai macam ekspresi, Ada rasa senang, rasa was was dan rasa terimakasih juga pada Abraham.
Jika bisa di kendalikan dengan baik aura membunuh itu bisa jadi senjata truf yang luar biasa bagi lawan. Dan kini saat mencoba aura pembunuh ini pada meraka yang tersisa. Itulah yang dia fikirkan.
Setelah Gorila putih tumbang, Revan memutar kepalanya ke arah para monster yang masih terkejut melihat salah satu dari mereka kalah.
Dengan lantang Revan berteriak
"Sekarang giliran kalian semua." Ucapnya tersenyum menyeringai.
Maksudnya "merawat orang sakit" kah ....??? 😭😭😭😭
Masa 1 chapter bs 2-3 di ulang2 🙄🙄🤦♀️🤦♀️
apa gak ada