NovelToon NovelToon
Demi Anakku (Turun Ranjang Adik Ipar)

Demi Anakku (Turun Ranjang Adik Ipar)

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:367.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Kehilangan istri yang paling dicintai adalah sebuah duka yang paling besar yang dirasakan oleh Rengga Leksmana. Apalagi kepergian istrinya meninggalkan seorang anak yang baru saja lahir ke dunia ini.
Rasa sakit itu semakin bertambah parah ketika sebelum meninggal Rania meminta Rengga menikahi adiknya untuk menjadi ibu sambung bagi anak mereka.

Shania Isnari, gadis yang masih berusia 21 tahun itu harus mengubur impian dan cita-citanya demi keponakan dan wasiat terakhir sang kakak.

Pernikahan atas dasar keterpaksaan itu benar-benar penuh drama. Selama dua tahun Rengga tidak pernah menganggap Shania sebagai istrinya.
Hingga di akhir batas kesabaran, seorang lelaki yang menjadi cinta pertama Shania kembali muncul.

Mana yang akan Shania pilih? Rumah tangga yang menyakitkan atau kembali pada orang yang mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rengga Dan Galang

Pagi-pagi sekali Rengga sudah berada di perusahaan. Bahkan dia lebih dulu datang daripada Bayu yang biasa paling cepat.

Wajahnya masih pucat, tubuhnya terasa lemas dan kepalanya benar-benar berat untuk diajak bekerja. Dua hari tidak tidur, tidak makan dengan benar dan ditambah dengan tekanan perasaan yang membuat kondisi tubuhnya menurun.

Ingin beristirahat, tapi sungguh Rengga sangat takut untuk berdiam diri di rumah. Dia takut jika Shania akan terus meminta berpisah dengannya. Ya, Rengga takut dan tidak siap jika hal itu terjadi.

Kata perpisahan yang baru terucap dari mulut gadis itu membuat perasaan Rengga berkecamuk. Dia sangat takut dengan kehilangan.

Ceklek

Pintu yang terbuka membuat Rengga sedikit terkesiap. Dia menoleh, memandang Bayu yang juga terkejut melihatnya.

“Pucat banget itu muka? Gak enak badan?” tanya Bayu dengan beberapa berkas di tangannya.

“Jam berapa meeting?” tanya Rengga, tanpa ingin menjawab pertanyaan adiknya.

Bayu mendengus, dia berjalan dan meletakkan berkas itu di atas meja sambil terus memperhatikan wajah Rengga yang memang berbeda. Terlihat lesu, kusut dan juga pucat. Dia sedikit khawatir sekarang, tapi dia juga masih kesal dengan kakaknya ini.

“Nanti jam sembilan.” Bukannya pergi, tapi lelaki itu malah duduk di hadapan Rengga. Memandangi wajah Rengga dengan lekat.

“Gak mau buat ribut sama Galang kan?”

Rengga tertegun. Bahkan tangannya yang baru akan menandatangani berkas itu langsung terhenti. Ya, meeting kali ini adalah meeting bersama dengan perusahaan Galang. Dan sudah pasti mereka akan bertemu lagi.

Dia menghela nafas dan menggeleng pelan. Mencari ribut? Ah, sudah jelas jika itu dia lakukan Shania akan semakin marah, sebab bukan Galang yang menjadi penyebab retaknya hubungan mereka, tapi karena sikap acuh Rengga selama ini.

“Beneran?” Bayu kembali memastikan, membuat Rengga menyelis ke arahnya dengan tajam.

“Tajem banget, bos. Kan cuma nanyak. Ya kali masalah pribadi dibawa-bawa ke kerjaan. Proyek besar loh ini,” Bayu beranjak dan sedikit menjauh dari meja Rengga. Dia takut melihat tatapan tajam kakaknya itu.

“Apa kau pikir aku sebodoh itu?” tanya Rengga dingin. Masih terus menatap Bayu dengan tajam.

“Iya, iya, enggak. Gitu aja udah langsung marah, sensi banget,” gerutu Bayu. Dia langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Rengga. Jangan sampai Rengga mengamuk karena ucapannya. Padahal Bayu hanya mengingatkan tapi Rengga malah terlihat tidak suka.

Atau dia yang salah bicara? Entahlah.

Rengga kembali menghela nafas ketika Bayu sudah keluar dari ruangannya. Sungguh, dia tidak fokus untuk bekerja. Dia memijat kepalanya yang terasa berat sambil menyandar di sandaran kursi. Dan itu terus dia lakukan sampai beberapa jam kedepan.

“Shanum, mana bos kamu? Kok belum keluar, udah jam berapa ini,” Bayu keluar dari ruangannya dan mendatangi Shanum. Sekretaris Rengga yang cantik.

“Oh iya, maaf pak. Saya juga lupa, duh bentar ya.” Buru-buru Shanum merapikan semua barang-barangnya dan meraih iPad serta berkas untuk meeting. Dia berlari menuju ruangan Rengga meninggalkan Bayu yang kembali menggerutu kesal.

“Nggak bos nggak sekretaris, semuanya sama aja,” gerutunya kembali.

Tidak lama kemudian, bisa Bayu lihat Rengga keluar dari ruangan itu diikuti oleh Shanum. Lelaki itu masih dengan wajah pucatnya tapi tetap saja tidak membuat ketampanannya berkurang. Keren sekali memang kakaknya itu. Tapi sayang, bodoh.

Mereka berjalan beriringan menuju ruang meeting, mungkin sebentar lagi Galang dan beberapa stafnya akan tiba. Rengga duduk di kursi utama karena hari ini dia yang memimpin rapat. Tuan Sam selaku presiden direktur tidak hadir saat ini karena dia sedang ada keperluan di tempat lain.

Tidak lama kemudian, Galang dan rombongannya tiba di sana. Untuk beberapa saat kedua lelaki berbeda usia itu saling pandang dengan lekat dan tentunya dengan perasaan yang sama-sama tidak menentu. Membuat Bayu yang ada di sana langsung memandang kakaknya dengan takut.

‘Suami dan mantan kekasih. Mereka tidak akan membawa perasaan di meeting kali ini bukan,’ batin Bayu takut-takut.

Tapi apa yang dia takutkan, tentunya tidak terjadi. Baik Rengga maupun Galang nyatanya mengalah dan bisa bersikap profesional untuk urusan pekerjaan yang sudah sejak dulu terjalin.

“Selamat datang di perusahaan kami, Tuan Galang,” sapa Rengga. Dia menjabat tangan Galang seperti biasa. Meski ada sesuatu yang terasa terbakar ketika melihat lelaki berkacamata ini.

Galang mengangguk sambil menjabat tangan yang terasa dingin itu. “Maaf kami sedikit terlambat, Tuan Rengga.”

“Tidak masalah, silahkan duduk,” ujar Rengga.

Galang tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Dia duduk di kursinya dan saling pandang dengan Bayu sejenak. Untuk beberapa saat Rengga dan Galang menarik nafas mereka masing-masing agar bisa tetap tenang dan tidak membuat keributan dengan hati yang sedikit memanas ini.

Tapi beruntungnya rapat kali ini berjalan lancar meskipun sedikit lebih dingin dan tidak ada suasana hangat yang terjadi seperti beberapa waktu lalu sebelum mereka menyadari jika mereka terlibat dalam hubungan bersama orang yang sama.

Meskipun sudah lama berpisah, tapi cinta Shania dan Galang tetap sama, dan sayangnya yang menjadi pemilik Shania adalah Rengga. Lelaki yang baru menyadari semuanya setelah semua keyakinan itu mulai goyah dan ingin pergi.

Dua jam berada di dalam ruang meeting dan akhirnya semua berjalan dengan lancar.

“Terima kasih untuk hari ini, Tuan. Kita bertemu di lain hari,” pamit Bayu pada Galang sedangkan Rengga masih diam di kursinya.

“Ya, sama-sama,” ucap pria berkacamata itu.

“Tuan Galang,” panggil Rengga tiba-tiba ketika lelaki itu ingin keluar.

“Bisakah kita berbicara, berdua saja,” pinta Rengga.

Bayu langsung melebarkan matanya mendengar itu. Bahkan dia yang terlihat gelisah sekarang.

“Ya, tentu,” jawab Galang pula.

Rengga menoleh ke arah Bayu dan Shanum, meski heran tapi mereka tetap mengangguk dan mengajak seluruh staf untuk pergi dari dalam ruangan itu. Begitu pula dengan Galang yang meminta asistennya untuk menunggu di luar.

Kini, tinggalah mereka berdua di dalam ruangan itu. Duduk dengan wajah datar masing-masing.

Untuk beberapa detik tidak ada diantara mereka yang memulai pembicaraan. Suasana di dalam sana benar-benar hening dan tegang.

Hingga beberapa saat kemudian, Rengga mulai memandang Galang.

“Kau pergi dengan istriku beberapa waktu lalu, Tuan Galang?”

Galang tersenyum simpul dan menjawab dengan santainya. “Ya.”

“Kau tahu jika dia istriku bukan?”

“Tahu?” jawab Galang.

Alis Rengga tergerak mendengar jawaban lelaki ini yang sangat santai dan tidak takut sama sekali.

“Tapi tenang, Tuan. Saya bukan seorang pebinor yang akan merebut istri anda,” ucapnya. Kali ini mereka saling pandang dengan lekat. “Tapi saya pastikan, jika Shania tidak bahagia maka saya benar-benar akan merebutnya.”

Lagi dan lagi, jantung Rengga dibuat berdenyut nyeri mendengar ini. Dia nampak menghela nafas panjang.

“Anda pasti tahu jika saya dan Shania pernah menjalin hubungan, tapi sayang takdir begitu kejam hingga membuat dia harus menikah dengan anda,” ucap Galang yang sepertinya kali ini dia yang sedang melupakan isi hatinya pada Rengga.

“Saya tidak masalah, saya ikhlas dan rela. Tapi sungguh, jika dia tidak bahagia, tolong lepaskan dia!”

Rengga tidak mengatakan apapun, untuk beberapa saat dia hanya diam dan hanya memandang Galang dengan lekat. Hingga akhirnya, dia berbicara dengan Galang, tapi terdengar pelan, bahkan dengan mata yang sedikit berair.

Perkataan yang Rengga ucapkan membuat raut wajah Galang berubah, bahkan matanya sedikit melebar karena dia begitu terkejut.

..

Hayo, apa yang diucapkan Rengga ya?

1
Ibnu Rizqi
jangan pelit mamas Rengga,masa istrinya tdk di kasih apapun,minimal isi dompet ya ga thoor .
Ibnu Rizqi
pernikahan kita adalah wasiat,jangan mengharap apapun hi..hi..hi itu lagi lawas mamas Rengga,ku doakan kamu bucin sama Shania...😍😍😍
Nining Moo
🤣🤣🤣🤣🤣 lucu kamu rengga
Nining Moo
horeee😄😄😄
Nining Moo
keran tante👋🫰🫰🫰
Nining Moo
bagus shania,,,kamu harus tegas ,,,jangan lemah
Riani
Luar biasa
Deswita
terimakasih karya Nya Thor, berhasil bikin 😭
Deswita
🙏😀
Deswita
👏👏🎉🔥
Deswita
😀🎉
Deswita
🙏👍
Deswita
🙏💪💪
Deswita
🙏🙏
Deswita
🙏💪
Deswita
🙏🙏🙏
Deswita
🙏🙏
Deswita
💪💪💪
Deswita
🙏🤔
Deswita
🙏💪💪💪🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!