NovelToon NovelToon
Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

5 tahun cukup membuat Topan Arsyanendra dikenal sebagai designer hebat dengan hasil karya yang selalu mumpuni.
Berdiri di bawah nama Joyodiningrat dan Abinawa tidak membuat Topan seenaknya sendiri. Ia selalu melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.
Banyak wanita dari kalangan selebritas maupun biasa yang mengidolakan Topan. Namun tiada yang tahu bahwa hati pria itu telah terpaut kepada seorang wanita yang selalu menyemangatinya saat di masa masa sulitnya.
Namun karena statusnya saat ini dia harus memendam rasa itu. Karena Ana adalah kakak nya. Terlebih Anandita Senja Abinawa saat ini tengah menjalin hubungan serius dengan seseorang. Bahkan Topan berjanji akan membuatkan baju pengantin untuk sang kakak.
Apakah Topan bisa mewujudkan dream wedding dress Ana?
Atau Topan akan mendeklarasikan rahasia hatinya kepada sang kakak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RHSD 21. Tunggu dan Lihat Dulu

Selepas menjalankan ibadah sholat subuh, Topan meminta anggota keluarganya kembali ke rumah dulu. Pemuda itu merasa kasihan melihat wajah wajah lelah dari kakak kakaknya. Terlebih mereka harus datang ke perusahaan. Kai, Akhza, dan Abra pun setuju. Bagaimana pun mereka memang harus bersiap untuk bekerja.

" Mom, Ayah, sebaiknya pulang dulu saja. Biar aku yang menjaga Kak Ana."

Sita dan Rama berpikir sejenak, mereka memang harus pulang untuk mengambil beberapa baju untuk mereka pakai ganti saat menjaga Ana.

" Baiklah. Kami tidak akan lama. Titip kakak mu sebentar ya."

Topan mengangguk, ia kemudian menyalami tangan kedua orang tua itu berganti gantian. Rama dan Sita melenggang keluar dari rumah sakit.

Topan memasuki ruangan Ana. Kali ini pria itu tak dapat membendung air matanya. Sakit, satu kata itulah yang mewakili perasaannya. Topan mengambil nafasnya dalam dalam dan membuangnya perlahan lahan. Ia berusaha mengatur nafasnya yang terasa amat sesak melihat wanita yang dicintainya itu terbaring lemah tak berdaya.

Ia menghapus air matanya. Sebisa mungkin air matanya itu tidak merembes keluar saat ia berada di dekat Ana. Topan meraih lembut telapak tangan Ana lalu duduk di kursi yang berada di samping brankar. Ia mencium lembut tangan halus gadis itu.

" Dek."

Satu kata yang membuat Topan mengangkat kepalanya dan kemudian berdiri menatap wajah cantik Ana.

" Kak, Sudah bangun? Mau apa hmm?"

" Mau sholat."

Topan mengangguk mengerti. Ia membantu Ana menutupi kepalanya dengan kain selendang yang ia bawa dari rumah. Ana melakukan gerakan tayamum, meskipun tangannya masih sedikit lemah.

Ana pun melakukan ibadah dua rakaat dengan semampunya. Topan tertegun melihat apa yang Ana lakukan. Ia kembali meneteskan air matanya namun secepat kilat ia menghapusnya.

" Pan," panggil Ana sesaat setelah ia selesai dengan ibadah wajibnya itu.

" Ya kak, kakak butuh apa?"

Ana menggeleng, saat ini ia tidak butuh apa apa. Melihat Ana diam, Topan pun menjelaskan kemana semua anggota keluarga nya berada saat ini. Ana pun mengangguk paham.

" Pan, Mas Kama mana?"

" Oh, Mas Kama? Pas banget sebelum kakak sadar dini hari tadi mas Kama pulang. Abang yang suruh soalnya kan kasian Mas Kama harus mengurus pekerjaannya dan tesisnya."

Bohong, tentu saja Topan berbohong. Setelah sore kemarin Kama pulang dan tidak kembali lagi hingga saat ini.

" Apakah Mas Kama sudah tahu kalau aku sudah sadar."

" Maaf kak belum, aku belum sempat memberitahunya. Sebentar ya aku kabarin dia dulu."

Ana mengangguk lemah. Topan pun segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia kemudian menuliskan pesan mengenai kondisi Ana. Tapi kemudian ia menghapusnya kembali lalu dengan cepat menelpon Kama.

Tuuuuut tuuuuuut

Topan menunggu beberapa saat tetapi panggilannya tak kunjung dijawab. Lagi, Topan mencoba menghubungi lagi tapi nihil, di seberang sana tidak menjawab sama sekali. Akhirnya Topan kembali ke niat awal yakni dengan menuliskan pesan.

" Tidak dijawab ya pan?"

" Iya kak, mungkin mas Kama nya sedang di jalan atau sedang sibuk."

Ana kembali mengangguk dengan lemah. Ia kembali memejamkan matanya. Rasa kantuk menyerbu mata nya setelah tadi diberi obat oleh dokter. Ana memang melihat kakinya tengah di gantung dan di gips tapi dia belum menanyakan kondisi nya saat ini.

Melihat Ana kembali tidur, Topan hanya tersenyum kecil lalu bangkit dari duduknya dan berdiri. Ia menunduk mendekatkan wajahnya di kening Ana dan menciumnya sekilas.

" Tidurlah kak dan bangunlah dengan lebih baik lagi nanti."

*

*

*

Berkali kali panggilan dari Topan Kama acuhkan karena saat ini ia tengah berbicara dengan papi dan mami nya. Setelah mendengarkan penjelasan dari teman dokternya, kedua orang tua itu bersikap diluar dugaan Kama.

Bagiamana tidak, Agus dan Rima dengan tega menginginkan Kama menyudahi hubungannya dengan Ana. Tentu saja hal tersebut membuat Kama geram.

" Papi sama mami bener bener nggak punya hati ya. Bisa bisanya minta Kama buat ninggalin Ana saat kondisi Ana sedang begini. Pap, mam, Ana butuh support Kama. Ana butuh Kama sekarang."

" Halah, support support an. Orang tuanya ada, saudaranya banyak. Biar mereka yang support Ana. Kamu mau kapan nungguin gadis itu. Pemulihan Ana tidak sebentar. Bukan hanya sebulan dua bulan bahkan bisa setahun dua tahun. Emangnya kamu mau jadi perjaka tua. Umurmu sudah 27 tahun. Lagian menikah untuk kamu bisa dilayani dan diurusi istrimu bukan kamu yang kudu ngurusi istrimu."

Kama tertegun mendengar kata demi kata yang dilontarkan sang papi. Ternyata papi nya ini menganut paham patriarki, yang menempatkan pria di atas segalanya. Kama mengusap wajahnya dengan kasar. Setelah membiarkan beberapa panggilan tidak terjawab, dia acuh terhadap pandangan kedua orang tuanya, Kama pun melirik pesan pesan yang masuk.

Kama sedikit terkejut, namun senyuman melengkung di bibirnya saat membaca pesan dari Topan. Ia pun segera berdiri dan berlari keluar. Teriakan papi nya sama sekali tidak ia hiraukan.

" Dasar bocah tidak tahu diuntung. Dikasih tahu ngeyel banget," ucap Agus dengan begitu kesal.

Di dalam mobil, Kama langsung mempercepat laju kendaraannya. Ia sungguh senang mengetahui Ana sudah sadar.

" Alhamdulillaah, alhamduliiaah Ya Allaah Ana sudah sadar."

Kama sungguh tidak sabar ingin menemui Ana di rumah sakit. Sungguh ia tidak akan peduli dengan apa yang diucapkan oleh kedua orang tuanya. Saat ini yang ada dalam pikirannya adalah menemui Ana. Ia akan mengurus mami dan papi nya nanti.

Sesampainya di halaman rumah sakit, Kama langsung memarkirkan mobilnya dan segera berlari menuju ruangan Ana. Dalma pesan Topan, adik Ana tersebut memberitahu dimana kamar Ana berada.

Tok tok tok

Kama terlebih dulu mengetuk pintunya, seseorang melangkah mendekat pintu dan membuka untuknya.

" Eh Mas ,masuk."

" Thanks Pan, kamu sudah memberitahuku."

Topan mengangguk, kemudian pria itu meninggalkan Kama berdua dengan Ana. Ia cukup tahu diri untuk tidak mengganggu keduanya bertemu dan berbicara.

Topan pun memutuskan untuk pulang ketempat Amar sejenak sambil memeriksa perkerjaan para penjahit nya. Namun sebelum itu Topan terlebih dulu menghubungi mommy dan ayahnya. Entah mengapa ada rasa tidak enak meninggalkan Ana.

Pemuda itu pun berjalan menjauh meninggalkan ruangan Ana. Namun ada suatu hal yang menarik perhatian Topan. Ia kemudian menghentikan langkahnya dan melihat apa yang tengah terjadi.

" Liana? Kenapa dia bisa di rumah sakit?"

Topan semakin terkejut saat melihat seseorang lain yang ada di sana. Mata Topan memicing, ia kemudian mendekatkan tubuhnya di pintu ruangan yang ada Liana di sana. Beruntung pintu tersebut terbuka sehingga ia bisa mendengarkan pembicaraan orang yang ada di dalam itu dengan sangat jelas.

Topan semakin tersentak saat mendengar apa yang diucapkan mereka. Darahnya seketika mendidih, ia pun ingin sekali langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Namun sebuah tangan menghalanginya.

" Jangan gegabah, tunggu dan lihat dulu saja."

TBC

1
Titin Maryati
wah author jangan jangan topan sama Brigitta adik kakak tuh
Mimi Sanah
semoga kamu mendapatkan hidayah yg terbaik , sehat selalu calon debay dan mama nya 🙏
Mimi Sanah
tidak bisa melepaskan tapi bercocok padi terus bersama gurita , stres lu
Mimi Sanah
dasar gurita , ambil lah buat
Mimi Sanah
gurita bertandang ke rumah hiu 😄🙏🙏😄
Mimi Sanah
😭😭😭😭
Jumi Eko
bagus
𝖓𝕯o🕷
curiga, kama yg bocorin design topan
Bunda Fiya
/Good//Good//Good/
🌹🪴eiv🪴🌹
aku nggak bisa nggak nangis kalau konfliknya hubungan keluarga,anak ilang atau apalah
cinta ortu itu the best

terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
bagaimana......bila sang penguasa bertindak

ha ha ha ha😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
🌹🪴eiv🪴🌹
bos BRI,dirimu kurang update
peristiwa 4 tahun lalu masa nggak tahu .hu.... desainer apaan tuh
ngeri2 sedap menantimu 🤣🤣👻👻👻
Film_ Kimus
apa judul cerima rama dan sita ka?
penasaran
puspa endah: keren2 thor ceritanya👍👍👍👍
total 2 replies
Andrea
/Rose//Heart//Heart//Heart//Rose/
Susanti Sie
Luar biasa
Susanti Sie
Lumayan
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Yanti Parera
ending yg memuas kan❤️
Yanti Parera
mantaaap topaaan sprt nm mu topan👍
Yanti Parera
sp sih kok jht bangeet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!