Jessica terpaksa menikah dengan sosok pria yang diinginkan Papa nya agar hidupnya tetap berkecukupan seperti biasanya. Bisnis Sang Papa yang mendadak bangkrut, membuat mereka jatuh miskin dan Sang Papa tak mau Jessica hidup serba kekurangan. Jadi Sang Papa mengatur pernikahannya dengan seorang pria kaya bernama Leo yang merupakan sahabat dari saudara kembar Jessica, Brian.
Jessica ingin menolak pernikahan itu karena dia susah punya seorang kekasih bernama Harry. Selain itu juga, Jessica tidak mau menikahi Leo karena dia tidak pernah mengenal Leo lebih jauh. Bagi Jessica, Leo merupakan sosok pria yang membosankan.
Namun yang terjadi setelah pernikahan justru berbeda. Leo yang dikenalnya membosankan ternyata sosok pria yang sangat manis dan baik, terlebih Leo ternyata pria yang sangat bucin akan dirinya. Tapi Jessica tetap bersikap dingin pada Leo yang bucin itu.
Akankah Leo si suami bucin itu akan meluluhkan hati Jessica istri dingin nya itu?
Untuk kelanjutannya, kuy baca disini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saran Om Jonathan
Dia meninggalkan rumah dan memutuskan untuk pergi ke rumah Om nya.
Kepala pelayan menuntun Leo untuk pergi ke sebuah ruangan di mana Om Jonathan tengah bekerja di meja kerjanya. Saat Om Jonathan melihat kedatangan Leo, dia pun langsung berkata kepadanya.
"Aku tidak menyangka bahwa aku bisa melihatmu sekarang juga. Aku pikir bahwa aku tidak akan melihatmu sampai hari senin nanti. Bagaimanapun kau lah yang sudah membuat keputusan untuk tidak datang bekerja selama akhir pekan ini. Jangan katakan kepadaku bahwa kau merubah pikiranmu." Ucap Om Jonathan.
Leo melihat kearah pria paruh baya itu.
"Jessica tidak mau menikah denganku Om. Aku benar-benar begitu bahagia karena berpikir bahwa dia menginginkan pernikahan ini sama seperti yang aku inginkan. Apakah Om menyadari bahwa dia memang menentang pernikahan ini?" Tanya Leo.
Om Jonathan menghela napas dan tampak memutar kursinya.
"Apakah kau yakin bahwa dia memang menentang pernikahan ini?" Tanya Om Jonathan.
"Dia membuat semuanya tampak begitu jelas Om. Dia berkata bahwa dia memohon kepada Papa nya untuk tidak memaksa dia dalam pernikahan ini dan dia terus mencoba untuk bicara kepadaku pada saat malam pesta pertunangan itu. Tapi karena aku harus menghadiri meeting bisnis kita, jadi dia tidak bisa melakukannya. Oh ya, dan hari ini dia juga menginformasikan kepada ku bahwa dia ingin menjadi wanita singel." Ujar Leo panjang lebar.
"Apakah kau pernah bicara dengannya sebelum acara pernikahan kalian? Kau bisa saja setuju untuk menghentikan pernikahan kalian bukan?" Balas Om Jonathan.
"Tentu saja aku tidak mau dia menjadi bagian dari pernikahan ini jika dia memang tidak menginginkannya. Tapi kami belum pernah sempat membicarakan hal ini sebelumnya." Ucap Leo.
"Jadi, Tuhan memang ingin kau pergi menghadiri meeting bisnis kita dan saat kau bisa melakukannya, semuanya berjalan lancar. Ucap Om Jonathan.
Leo sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Om nya itu.
"Aku benar-benar tidak menyadari setiap detail yang coba dia tunjukkan kepadaku terutama pada malam kamis di pertunangan kami itu. Aku sama sekali tidak memahaminya sampai hari ini. Aku masih ingat dia menggunakan gaun serba hitam yang digunakan pada saat pemakaman Mama nya malam itu, karena dia pikir dengan dia menikah denganku itu sama halnya dia akan mati." Ucap Leo.
Hal yang semakin membuat Leo begitu terkejut adalah Om nya malah tertawa terbahak-bahak.
"Wah, dia memang wanita yang sangat menggemaskan." Ucap Om Jonathan.
"Bagaimana Om bisa menertawakan semua ini?" Ucap Leo yang tampak kecewa dan juga kesal.
Hati Leo begitu terluka karena wanita yang dia harap untuk bisa menghabiskan sisa hidupnya baru saja mengatakan kepadanya bahwa dia tidak mau hidup dengannya dan Om nya malah bertingkah seolah semua itu tidak penting.
Om Jonathan berhenti tertawa dan melihat kearah Leo yang berdiri dan dengan sorot matanya dia seolah memerintahkan Leo untuk duduk di hadapannya. Leo memutar mata malas, tapi dia tetap mengikuti apa yang di instruksi kan oleh Om Jonathan.
Om Jonathan lalu mendekat kearah meja menaruh sikunya di atas meja yang ada dihadapan Leo.
"Aku melihat bagaimana cara kalian berdansa di malam resepsi pernikahan itu. Dia sama sekali tidak bertengkar dengan mu di lantai dansa itu. Aku rasa dia sangat menikmatinya." Ucap Om Jonathan.
"Tapi saat aku membawa dia pulang ke rumah, dia mengatakan kepadaku bahwa dia tidak mau hidup bersama dengan ku." Ucap Leo.
Om Jonathan tampak melambaikan tangannya seolah mengusir kata-kata yang diucapkan oleh keponakannya itu.
"Dia melakukan penolakan dengan alasan yang begitu klasik." Ucap Om Jonathan tersenyum.
"Apa maksud Om?" Tanya Leon penuh tanda tanya.
"Iya, dia mengetahui bahwa kau itu pria yang menarik. Tapi dia tidak mau mengakui fakta itu. Aku rasa dia kesal karena dia tidak mau memberikan kesempatan untuk pernikahan kalian. Papa nya mungkin saja mengatakan kepadanya bahwa dia akan menikah dengan mu dan itulah yang terjadi karena dia masih wanita yang berusia 24 tahun, dia masih harus melawan rasa mandiri yang ada di dalam dirinya itu. Dan sebagai hasilnya, dia yakin bahwa dia bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan dia mau menikah dengan orang yang dia putuskan untuk dia nikahi sendiri. Secara alamiah ini semua menuntun dirinya berpikir bahwa sikapmu begitu negatif terhadapnya." Ujar Om Jonathan panjang lebar.
"Lalu kenapa dia tidak mau memberikan kesempatan?" Tanya Leo.
"Karena Papa nya yakin bahwa dia akan hidup sengsara jika dia tidak menikah denganmu. Maka hal itu membuatnya semakin ingin membuktikan bahwa dia bisa hidup mandiri dan mencari pasangan tanpa bantuan orang lain. Dia mungkin wanita yang cantik dan juga manis. Tapi dia adalah tipe wanita yang pemalu kepada pria. Jadi dia tidak bisa menemukan seorang suami tanpa beberapa bantuan dari orang lain terutama Papa nya. Aku bisa mengatakan bahwa kau memang sudah mencintai dirinya sepanjang waktu. Tapi kau tidak pernah membuat suatu kemajuan dengan mengatakan isi hatimu kepadanya. Dan ini semua adalah hal terbaik yang Papanya dan aku lakukan untuk kalian berdua, dengan memutuskan untuk mengatur pernikahan kalian." Ujar Om Jonathan begitu panjang lebar.
Leo hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang. Bagaimanapun, dia memang sangat menyukai Jessica. Tapi dia tetap tidak mau memaksakan kehendaknya dengan tetap mempertahankan pernikahan yang sama sekali tak diinginkan Jessica.
"Aku akan membiarkan dia mendapatkan apa yang dia inginkan Om, termasuk membatalkan pernikahan kami." Ucap Leo.
Namun Om Jonathan langsung menggelengkan kepalanya.
"Itu tidak perlu kau lakukan." Ucap Om Jonathan seraya menggerakkan jemari nya di atas meja.
Tiba-tiba Om Jonathan tampak tersenyum.
"Cium dia." Ucap Om Jonathan.
Leo tampak begitu terkejut karena dia tidak menyangka bahwa itulah yang akan dikatakan oleh Om nya itu.
"Apa?" Ucap Leo begitu terkejut.
"Bawa dia ke dalam pelukanmu dan berikan dia ciuman yang penuh hasrat. Kau bahkan harus memperdalam ciuman mu karena itu akan membantu dirimu mendapatkannya." Ucap Om Jonathan.
"Om Jonathan!!!" Seru Leo begitu keras.
"Apakah kau masih mau menjalani hubungan pernikahan yang bahagia dengannya atau tidak?" Tanya Om Jonathan lagi.
"Om pasti sudah tahu apa jawaban dari hal itu." Balas Leo dengan lembut.
"Kalau begitu kau harus memperjuangkan pernikahan mu, jika kau menciumnya. Dan saat kau merasakan sedikit respon darinya atas ciuman itu, maka kau tahu bahwa ada sedikit ketertarikan dari dalam dirinya untuk dirimu. Dan dalam hal seperti itu, maka kau harus bertanya kepadanya untuk memberikan mu kesempatan untuk waktu satu bulan kepada pernikahan kalian. Pada saat itu biarkan dia memiliki kamarnya sendiri. Dan buat semua itu tampak jelas kepada semua staf yang ada di rumahmu bahwa mereka semua tidak boleh membiarkan kabar tentang kalian yang tidak tidur bersama diketahui orang lain di luar rumah. Jadi kau bisa melindungi reputasi nya. Kau katakan saja padanya, nantinya setelah satu bulan berakhir, dia bisa mendapatkan pembatalan pernikahan yang dia inginkan itu. Nah yang harus kau lakukan dalam waktu satu bulan itu adalah, berikan dia perlakuan yang sangat romantis darimu dan tunjukkan kepadanya bahwa kau benar-benar peduli kepadanya. Berikan dia banyak ciuman dan pelukan, serta perlakukan dia seolah dia adalah wanita paling penting yang pernah hidup di dunia ini. Aku yakin bahwa dia akan luluh kepadamu nantinya." Ucap Om Jonathan memberikan ide terbaik yang ada di dalam kepalanya pada Leo.
"Tapi, itu ide yang sangat gila Om." Ucap Leo.
"Oh ya, apa seperti itu?" Tanya Om Jonathan seraya menggelengkan kepalanya. "Leo, jika kau mencobanya maka akan ada kemungkinan bahwa dia bisa merubah pikirannya. Dan hal yang paling buruk adalah dia akan tetap melakukan pembatalan pernikahan. Itu sama saja hal nya bahwa kau berada di posisi yang sama seperti yang kau dapatkan sekarang. Bagaimanapun jika kau mencoba hal itu dan dia merubah pikirannya maka kau bisa mendapatkan wanita yang kau cintai. Bukankah semua itu sepadan hanya dengan melakukannya selama satu bulan, kecuali kau bisa menemukan jalan lainnya." Ucap Om Jonathan lagi.
Leo pun memikirkan semua ucapan Om nya dan dia pun menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Om nya itu memang ada benarnya. Akhirnya dia pun menganggukkan kepalanya.
"Aku akan mencobanya Om." Ucap Leo.
"Keputusan yang bijak. Gunakan waktu satu bulan itu untuk menunjukkan semua rasa cinta yang kau punya untuknya. Meski dia terus cuek padamu, jangan menyerah. Terus lakukan semuanya. Dan Om yakin, dia pasti akan luluh padamu." Balas Om Jonathan.
...****************...
Beberapa saat kemudian, Leo pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
Saat Leo kembali ke rumah, dia menghela nafas saat dia melihat bahwa Jessica sudah menginstruksikan kepada pelayan dan kepada kepala pelayan untuk memindahkan semua barang-barang miliknya ke pintu depan rumah. Jessica seperti sudah bersiap untuk pergi dari rumah Leo, padahal Jessica belum sempat satu malam pun untuk tidur di dalam rumah itu.
Leo begitu terkejut melihat bagaimana Jessica bisa membawa dirinya dari kebahagiaan di hari pernikahan mereka dan sekarang malah membawanya ke pada kesengsaraan yang begitu dalam saat dia membawa Jessica masuk ke dalam rumah dan berencana untuk membangun masa depan mereka bersama dengan hidup bahagia.
Tapi semua itu hanya khayalan Leo saja. Karena pada kenyataannya Jessica tidak pernah mau menikah dengannya, apalagi sampai menjalani hari-hari sebagai suami istri.
Leo tidak tahu kenapa Jessica bersikap seperti itu sehingga dia bahkan lebih memilih untuk menghabiskan hidupnya seorang diri dibandingkan dengan dirinya.
Leo tidak yakin kemana Jessica pergi sekarang, jadi dia pun bertanya kepada pelayan.
"Nona Jessica ada di gazebo di halaman belakang Tuan." Ucap seorang pelayan menjawab pertanyaan Leo.
Leo pun berterima kasih kepada pelayan itu dan berjalan ke arah beranda belakang rumah. Dia berhenti melangkah beberapa saat. Dia tidak yakin bagaimana dia akan mendekat kearah Jessica. Om nya tampak berpikir bahwa masalah ini sangat sederhana dan mudah untuk diselesaikan. Tapi bagi Leo semua ini begitu sulit. Leo pun menyadari bahwa seluruh dunianya akan jatuh jika Jessica pergi dari hidupnya.
Dia lantas melihat Jessica yang tengah duduk di sebuah bangku. Jessica terlihat masih menggunakan gaun pernikahan nya yang saat ini tampak seperti gaun yang digunakan dalam sebuah drama komedi bagi Leo.
Leo begitu bodoh berpikir bahwa Jessica begitu bahagia karena menikah dengannya.
'Bagaimana aku bisa begitu salah dalam menanggapi semua hal ini?' tanya Leo pada dirinya sendiri dalam hati.
Leo berpikir bahwa Jessica menikmati dansa yang dilakukan bersamanya pada malam resepsi pernikahan mereka itu.
Leo lalu berpikir bahwa dia harus mendinginkan kepalanya menghadapi semua ini. Dia mengambil nafas dalam dan bersiap untuk mendekat kearah Jessica. Dia sudah setengah jalan saat dia mendekat ke arah Jessica saat Jessica menyadari kehadiran dirinya.
Jessica duduk dengan menatap lurus ke depan dan menunggu sampai Leo mendekat ke arahnya. Leo begitu terpesona karena kecantikan yang terpancar dari wajah Jessica. Leo berpikir bahwa Jessica adalah makhluk yang paling indah yang pernah diciptakan oleh Tuhan.
Saat dia berdiri di depan Jessica, dia langsung memegang tangan Jessica dengan lembut.
Bersambung....