Berharap bisa lari dari kenyataan yang ada, namun justru membuat Killa terjatuh ke dalam kejadian yang tidak pernah dia duga dan itu membuatnya sangat terpukul.
Hubungan yang tidak pernah dia ingat dengan seorang pria bule, membuat Killa memilih untuk pergi sejauh mungkin. Hingga Killa memilih kembali dengan membawa seorang anak laki-laki berusia lima tahun.
Killa pikir, setelah dirinya pergi lama meninggalkan negaranya, dia akan kembali dengan tenang dan memulai hidup baru bersama putranya. Akan tetapi, ternyata tidak segampang itu. Dia dipertemukan kembali dengan seorang pria yang wajahnya masih melekat di ingatan Killa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 21. Kabur
Bab. 21
Killa tersentak kaget dengan perlakuan Vano. Bagaimana bisa pria itu dengan beraninya menggendong dirinya di tempat umum seperti ini.
"Turunkan aku!" Pinta Killa dengan suara teryahan. Natanya melotot ke arah Vano yang justru melempar senyum sedari tadi.
"Aku bukan pria bodoh yang bisa kamu tipu untuk kedua kalinya. Ingat itu."
"Ya tapi turunin aku dulu. Malu!"
Killa menoleh ke arah sekitar. Takut-takut kalau ada yang melihat mereka dengan posisinya yang seperti sekarang ini. Terlebih lagi takut kalau sampai Nadia melihatnya dalam keadaan seperti ini. Bisa-bisa wanita itu akan berpikiran yang tidak-tidak mengenai dirinya. Di tambah lagi Killa sekarang bersama dengan pria bule. Di mana ras tersebut terkenal dengan sebutan yang negative.
Vano menghentikan langkah kakinya. Menatap Killa dengan begitu dalam dan tanpa berkedip sedikit pun. Membuat Killa merasakan sesuatu yang tidak menguntungkan dirinya akan terjadi.
"Kenapa natapnya gitu?" tanya Killa penuh curiga.
Vano tersenyum. "Janji dulu," ujarnya.
"Apaan sih!"
Killa tidak bisa diam dan menurut seperti ini. Ia harus segera turun dari gendongan Vano sebelum ia benar-benar dikira akan melakukan hal yang sangat mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang menyenangkan.
Ketika ada orang lewat di depan mereka, dengan cepat Killa meminta pertolongan dari pasangan paruh baya tersebut.
"Tolong ... tolongin saya, Pak, Buk!" Teriak Killa. Membuat pasangan paruh baya tersebut menghentikan langkah mereka. Menatap bingung ke arah pasangan muda yang ada di hadapannya. Sedangkan Vano terlihat begiru tenang dan santai sekali.
"Apa yang terjadi?" tanya pria paruh baya itu sembari menunjuk ke arah Killa.
"Saya mau diculik, Pak. Tolongin sa--"
"Biasa, Pak. Pengantin baru," potong Vano cepat. Membuat Killa melotot tidak percaya.
Wanita itu mencoba mencubit Vano sangat keras, dengan harapan jika pria itu merenggangkan tangannya yang tengah menahan tubuh Killa. Namun, harapan tinggalah harapan. Pada kenyataannya Vano tidak lengah sama sekali.
Raut pasangan paruh baya yang berpapasan dengan mereka pun berubah. Bahkan mereka secara bersamaan menarik sudut bibir mereka.
"Seperti kamu dulu, Mi. Bilangnya aja nggak mau, takut, tapi pas udah enak, malah merem melek dan minta nambah," kekeh sang pria. Di mana ucapannya itu mendapat balasan cubitan dari sang istri.
"Apaan sih, Pi. Udah punya cucu, juga. Masih aja bahas hal begituan," sahut wanita paruh baya tersebut. Wajahnya merona karena malu dengan ucapan suaminya sendiri.
Pria itu terkekeh lalu menatap ke arah Vano dan Killa. "Ya sudah, kalian lanjut aja. Asal jagan di tempat terbuka, biar nggak ada yang pingin."
Setelah mengatakan hal tersebut, pasangan paruh baya itu pergi meninggalkan mereka yang masih berada di tempat seperti tadi. Vano masih tersenyum melihat kepergian pasangan paruh baya itu.
Sementara Killa yang sudah sangat geram dengan sikap pria ini yang seenaknya sendiri, dengan nekad Killa menggigit lengan Vano bagian atas dengan sangat keras. Sampai-sampai membuat Vano menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Hingga sangat terpaksa pun Vano menurunkan Killa agar wanita itu melepaskan gigitannya dari lengan Vano.
"Jangan salahkan aku." Tekan Killa di kala melihat tatapan tidak percaya yang terpancar dari mata bule tersebut.
Vano mengusap lengannya yang mungkin jika dia buka baju, akan terlihat bekas dari gibitan Killa. Bahkan di bajunya saja sampai muncul noda merah dari balik baju tersebut.
"Aku ingatkan lagi sama kamu, ya! Kita nggak pernah saling ketemu sebelumnya, dan jangan pernah ikutin aku lagi." Tegas Killa.
Wanita itu tidak suka kalau sampai Vano mengikutinya hingga ke Malang. Bisa-bisanya nanti ia akan ketahuan kalau mempunyai anak dari hasil yang pernah mereka lakukan di masa lalu.
Killa tidak membuang waktu ketika melihat ada kesempatan untuknya kabur dari Vano.