Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kang santri lagi..
Malam telah berlalu fajar telah menyingsing di ufuk timur....
Bagi kami kaum santri bangun sebelum Matahari bangun sudah jadi makanan sehari hari hari..
sesudah ngaji subuh aku bergegas siap siap untuk berangkat sekolah karna hari ini aku dapat tugas piket..
sebelum berangkat aku memeriksa segala sesuatunya dengan teliti jangan sampai ada yang tertinggal...
setelah aku rasa semua sesuai aku berpamitan ke mbak mbak yang ada di kamar..
"mbak aku berangkat dulu ya.."
kata ku..
"pagi bener Fikk.."
tanya mbak Anis..
"iyya mbak karna aku dapat tugas piket hari ini..."
"ohh...ya udah...hati hati..jangan ketimpuk bolpaint lagi"
kata mbak Anis ketawa...
dan semua yang ada di ruangan itu sontak tertawa..
"bener..jalan itu jangan hanya nunduk tengak tengok juga perlu agar seimbang..bener kan mbak Devi.."
kata mbak May ..
sepertinya mereka mulai faham dengan kebiasaan kebiasaan yang aku lakukan...
dan jadilah aku bahan canda'an..
"udah..Fik buruan berangkat kalau kamu tetep di sini bisa bisa habis sama mbak mbak ..apa lagi kalau nunggu geng huru hara bisa sampai bell masuk baru nyampek sana... ga jadi piket tar.."
kata mbak May
"iyya mbak May... Assalamu'alaikum"..
ucap ku sambil mengambil sepatu di depan kamar..
aku turuni anak tangga satu demi satu..pelan tapi pasti setelah sampai di lantai bawah yang menunjukan batas suci baru aku paki sepatuku..
aku sengaja lewat belakng agar lebih cepat nyampek....ga apa apalah lewat jalan sempit sempit yang penting cepet nyampek...
dan setibanya di ujung jalan aku baru teringat ..kalau di jalan ujung itu adalah Rumah mbak tutus..
mbak tutus adalah teman seDiniyah ku dan ibu mbak tutus jualan makanan untuk kang Santri dan sekalian tempat kang Santri nongkrong-nongkrong atau sekedar ngopi... bisa dikatakan CAFE nya kang Santri lah...
kaki ku rasanya berat mau melangkah..
ya sudahlah ...bismillah ..mudah- mudahan belum banyak kang santri yang di situ
"Bismillah....bismillah...gak akan ada apa-apa.."
belum aku sampai 5 langkah tiba tiba aku di kagetkan dengan suara yang kayaknya aku kenal...
"mbak...mbak..mbak Santri..tunggu"
pangilnya..
aku yang merasa cuma sendiri sepontan saja menoleh...
"Ahirnya...mbak yang kemarin kan.."
tanya dia sambil mengontrol nafas..kelihatan banget kalau ngos ngosan..
"iyya ...ada apa ya.." .
jawab ku sambil terus berjalan ..
"maaf mbak bisa berhenti bentar enggak"
pinta dia..
"maaf kang ini tempat sepi saya takut jadi Fitnah.."
"ok...ok..saya jalan dulu...tak tunggu di rumah itu ya.."
katanya sambil nunjuk ke rumah mbak Tutus...
tanpa persetujuan ku dia langsung saja jalan dengan cepat...
dan aku mengikutinya dari belakang pelan pelan..
hati ku rasanya tidak karuan ..aku bener bener takut akan terjadi masalah di kemudian hari..
kulihat dia audah masuk Rumah dan aku bermaksyd cepat cepat dan enggak mau nemuin dia..tapi tiba tiba ibunya mbak Tutus memanggil ku..
"mbak...mbak...sini dulu.."
katanya..
"iyya buk ada apa "..
jawab ku..
"sini ... mampir bentar..."
paksanya...
"saya mau piket low buk..entar aja pulangnya ya"..
tiba-tiba kang santri melonghok dari pintu
"mbak tadi udah janji low.."
katanya...
"lohh...kenal ya.."
kata ibu Umi
"belum..."
jawab kami barengan dan buk Umi ketawa melihat kami yang saling bertatapan dengan binggung...
"saya janji cuma bentar..koq mbak"
kata kang santri...
baiklah tidak ada salahnya ..kata hatiku..
aku melangkah menuju pintu dengan sangat berat hati kulangkahkan juga masuk ke dalam...
mbak tutus yang melihat ku masuk ke rumahnya langsung menyambut ku..
"ohhh....kamu juga sekolah SMK.."
tanya mbak Tutus...
"mbak Tutus kenal...??
tanya kang santri..
"iyya ..dia kan teman Diniyah saya.."
"wustho...???
tanya nya lagi..dan aku hanya diam masih tetap berdiri...
"iyya..."
"ohhh...ehhh duduk dulu.."
kata mbak Tutus mempersilahkan aku ..
"aku buru buru.. mbak. mau piket..."
"gitu...jadi mau sarapan ke sini.."
"enggak mbak..".
jawab ku...
"enggak mbak ..saya mau ngomong sama mbak Santri ini..."
jawab kang santri ..
"ohhh...saya tahu.. ya udah aku tinggal kebelakang ya.."
rasa rasanya aku mau berlari ikut mbak Tutus saja..
"gini ya mbak ...saya bener bener minta maaf saya kemarin ga sengaja..."
"ga papa kang..."
jawab ku memotong dan hendak berdiri untuk keluar...
"mbak....gomana kalau saya ganti kerudungnya...dan nanti sepulang sekolah saya tunghu di sini..."
"enggak usah kang...Trimakasih.."
jawab ku...mulai melangkah..
"benar mbak saya ga enak itu kan kerudung sragam.."
aku melangkah keluar dari situ..dan kang santri masih bicara di belakang ku..
"saya akan tetap ganti mbak santri..nanti saya tunggu di sini sepulang sekolah.."
aku terus melangkah dan melangkah aku merasa syudah membuang buang waktu dengan berhenti disana tadi..lagian kenapa sihhh kang Santri itu ngeyel banget..
dalam hati kecil sihh sebenernya kesel..tapi aku lebih kesel kalau mesti ketemu lagi dan lagi.....