Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jawaban dari pertanyaan
"Maaf aku lama!" ucap Arnold setelah membuka pintu ruangan dan melihat Regan menunggunya di sofa ruangannya.
"Tidak juga!" jawab Regan tersenyum.
Arnold pun duduk di samping Regan seraya menatap pria itu intens. "Ada apa?" tanya Arnold.
Regan pun memejamkan mata setelah mendengar pertanyaan dari pria itu, lalu ia menghembuskan nafasnya perlahan dan membuka matanya.
Setelah itu Regan mengambil sebuah amplop dan menyerahkan amplop tersebut pada pria itu. "Apa ini?" tanya Arnold seraya menatap Regan dengan kening yang mengerut.
"Itu adalah jawaban dari pertanyaanmu selama ini!" ucap Regan seraya menatap Arnold dengan perasaan bersalah.
"Maksudnya?" tanya Arnold bingung.
"Bukalah! Setelah kau membukanya kau pasti akan tahu segalanya." Regan tersenyum kaku.
Arnold pun mengikuti titah pria itu. Ia mengambil amplop tersebut dan ia juga mengerutkan kening setelah melihat sebuah Flashdisk di amplop itu.
"Flashdisk?" Arnold menatap Regan penuh tanya.
"Itu adalah jawaban dari apa yang kau cari selama ini, itu adalah rekaman CCTV dari kejadian di hotel Vixel saat kau mabuk," ucap Regan.
Arnold pun terkejut saat Regan memperjelas ucapannya. "Dari mana kau tahu kalau aku mencari bukti ini?" tanya Arnold yang semakin penasaran.
"Jika kau melihat rekaman CCTV itu, maka kau akan tahu apa yang sebenarnya terjadi!" ucap Regan.
Arnold yang penasaran, akhirnya memutuskan untuk mengambil laptopnya dan melihat apa yang terjadi di hotel saat pria itu mabuk.
Arnold mulai melihat semuanya dari awal, sementara Regan mengalihkan tatapannya dari layar laptop.
Arnold mengepalkan tangannya saat melihat Regan membayar seorang pelayan untuk mencampuri sesuatu pada minumannya dan Arumi.
Namun, tatapannya berubah saat melihat perbuatannya pada Arumi yang membuat wanita itu salah paham. Perlahan Arnold meluruskan tangannya karena merasa lemah.
Pria itu dapat mendengar dengan pasti saat ia mengatakan cinta pada Arumi yang ia kira Regita, dan Arumi pun menjawabnya dengan penuh ketulusan.
Arnold meneteskan air matanya karena tidak tega melihat Arumi yang sangat mempercayai ucapannya saat ia mabuk.
Arnold mengucapkan cinta dengan tatapan yang mendalam pada Arumi hingga membuat wanita itu bahagia karena kesalahpahaman, Arumi pun menyerahkan segalanya pada Arnold karena ia berpikir bahwa Arnold memang mencintainya dengan penuh ketulusan.
Sementara Regan semakin merasa bersalah setelah mendengar obrolan Arnold dan Arumi yang terdengar dengan jelas di layar CCTV itu.
Arnold terus menonton Video itu tanpa menjedanya. Setiap gerakan yang ia lakukan pada Arumi membuat tangisan pria itu semakin menjadi.
Hingga akhirnya setelah ia selesai melampiaskan hasr*tnya pria itu mengungkapkan cinta lagi, tapi diikuti dengan nama Regita hingga membuat Arumi terlihat pucat pasi di layar laptop itu.
Arnold yang melihat Arumi memunguti baju-bajunya sambil menagis, ia juga ikut menangis mengikuti tangisan wanita itu.
Arumi membereskan semuanya dengan isakan demi isakan di setiap langkahnya hingga pria itu semakin dipenuhi dengan perasaan bersalah. Ia memegang dadanya dengan tangisan yang teramat memilukan.
"Kenapa Rum, kenapa kau memilih menyembunyikan semuanya dariku? Sejak kepergianmu aku sadar, bahwa aku juga mencintaimu, aku juga mencintaimu!"
"Kenapa harus kamu yang menjadi korban? Kanapa harus kamu? Aku yang menghancurkan hidupmu, Aku yang menghancurkannya!" Arnold terus menangis setelah melihat apa yang terjadi di malam itu.
Regan yang tidak tega melihat Arnold lemah, pria itu mencoba untuk mendekati Arnold dan menenangkannya. "Maafin aku!" ucap Regan dengan perasaan bersalahnya.
Regan memegang pundak Arnold berharap pria itu menghentikan tangisannya. Namun, seketika Arnold mengepalkan tangannya saat tangan Regan menyentuh pundaknya. Arnold langsung berdiri dan mencekik leher Regan hingga pria itu kesulitan untuk bernafas.
"Jika kau mau balas dendam, seharusnya kau balas dendam padaku! Bukan malah merusak kehidupan orang lain!" ucap Arnold seraya melepaskan leher pria itu kasar.
Setelah itu, Arnold melayangkan bogem mentahnya pada Regan untuk melampiaskan kemarahannya.
Bug
"Untung aku ingat kalau Regita sedang hamil, jika saja tidak, mungkin aku akan membunuhmu saat ini juga!" ucap Arnold dengan wajah merah padam.
Lalu pria itu keluar dari ruangannya meninggalkan Regan yang masih tersungkur di lantai.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
...TBC...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu