NovelToon NovelToon
Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:205.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eouny Jeje

Ketika Perbedaan status menjadi penghalang hubungan.

"Ethan, bisakah kita hanya akan menjadi Anna & Ethan, tanpa harus nama keluarga mengikuti kita?" tanya Anna berkca-kaca, dia merasa terancam akan kehilangan Ethan setiap saat.

Ethan menyadarkan dagunya, dan memeluk Anna, "aku akan berusaha untuk itu, hanya ada Anna & Ethan...."

"Tetapi Ruan darah dagingmu...."Anna terisak.

"Tetapi kau adalah Jantungku, Anna!"

"...."

Anna Su sadar, kehidupan miskinnya hanyalah debu kotor untuk sepatu Tuan muda Ruan, apalagi kepercayaan Anna Su terhadap cinta Ethan, sangat di uji, berkali-kali Anna dan Ethan harus mengalami tarik ulur kasih sayang.

Ketika, mereka sepakat menjalin hubungan, kembali keluarga besar Ruan, dengan berbagai cara mengakhiri hubungan Anna dan Ethan.

Sanggupkah hubungan perbedaan status ini, tetap berakhir bahagia?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan bunuh diri

Bunyi guci jatuh mengejutkan, dan semua terasa berhenti bernafas, ketika satu demi satu  berbalik, yang mereka lihat kening Tuan muda Ruan telah berdarah, dia terhuyung sebentar menahan perih kepalanya. Gadis ini berani.

Ethan memegang kepalanya sebentar, sedikit pusing, bercak darah jelas menempel di telapak tangannya, segar dan merah, mengerjapkan matanya sebentar, dan tidak butuh waktu lama, perlahan rasa hanyut sudah hilang, seakan pukulan ini sangat biasa bagi Ethan. 

Ethan tersenyum garis, seakan hal ini bukan masalah, dia malah menunjukan sisi sangat tertarik dalam sorot matanya. Karena Anna tidak bisa di beli dengan uang, tidak ciut akan kuasa dan kekuatan di depannya. Bagus, inilah sosok yang selama ini Ethan cari, yang berani menggigit, menampar wajah, dan kini menghancurkan kepalanya. Hanya Anna Su.

Anna masih tidak bergeming. Sorot matanya  jelas suram tetapi juga sedih, dia bahkan ketakutan dalam hatinya, bagaimana jika Tuan muda kaya raya ini marah, dan mengirimnya ke penjara.

Tidak. dia tidak ingin masuk penjara. Tetapi dia kembali teringat akan kalimat Nana, ibunya,-- hidup hanya satu kali, seorang perempuan harus menjaga diri, untuk harga dirinya, di depan suaminya kelak.

Benar. Ethan bukan calon suami yang baik. dia hanya bermain sebentar, dan hanya ingin menginjak harga diri Anna sebagai wanita, dicium, dipeluk, besok-besok, entah apalagi yang akan dia rampas.

Nana mengajarkan harga diri harus di atas apapun. Penjara lebih nyaman menjadi tempat tinggal, daripada hidup di rantai emas.

Anna tidak perlu menyesal. Pukulan tadi pantas untuk Ethan. Tetapi kembali dia gentar akan pikirannya sendiri.

Sorot mata Ethan terlihat keji. Tentu, siapa yang tidak akan marah, jika kepalanya dipecahkan dengan guci. Guci itupun guci beharga dalam keluarga besar Ruan. Anna tidak yakin bisa menggantinya.

Apalagi, kening Ethan, terluka,dengan darah yang mengalir turun sepanjang rahang kokoh itu, seakan baru sadar apa yang telah di lakukan tangannya, Anna mulai bergetar melihat telapak tangannya sendiri, dan sisa batang guci dengan ujung yang ternganga dengan sisi-sisi tajam, barulah dia  mulai sangat takut, tetapi tidak ada tempat untuk menyesal, "Tuan muda Ruan, menyentuh Anna Su, bearti mencari mati sendiri."

Lidah Ethan tercekat, dia tidak tau, apa yang harus dia katakan, denyut sakit di kepalanya tidak menyita perhatiannya, yang menyakitinya adalah deyut jantung, yang terasa sangat pelan, seakan jantungnya tengah mogok memompa. Sampai kapan, Anna percaya bahwa dia mencintai gadis ini dengan sangat tulus, dia sudah jatuh hati semenjak pertama bertemu.

Mendapatkan penjagaan yang kurang, Anna segera melompat pergi melewati garis pintu lobby, ketika derap kaki bergerak banyak mengikuti, tanpa berbalik, dia hanya mengancam dengan suara lantang, "jika kalian mengikuti terus, aku yakin akan bunuh diri."

Bunuh diri.

Ethan melihat sesuatu, matanya tertuju pada potongan guci yang masih tergenggam erat, sisinya sangat tajam, dia menjadi takut. Gadis ini memiliki lidah yang membuat jantung nya bergetar ingin mati, "lepaskan beling itu, dan pergilah."

Anna tidak akan melepas senjatanya, "aku tidak bodoh Tuan muda Ruan, kau mendekat, aku akan mati."

Mendengar itu, semua mundur, tidak berani mendekati.

Ethan bangun dari lantai, namun matanya terus mencari celah, agar bisa mematahkan niat Anna, dan mencari akal agar menghancurkan batang guci di tangan Anna.

tetapi nyali Anna, berasal dari hati yang seorang gadis keras kepala, bukan dari karakter keras kepala yang terbentuk dan di didik seperti Tuan muda bertangan emas, dengan penuh perhitungan, Ethan mengambil opsi kedua. Bertaruh, Anna tidak akan berani bunuh diri.

dia diam-diam bergerak mengikuti Anna yang pergi, Anna berjalan, dia ikut berjalan. Anna lari, dia ikut lari, Anna berbalik, dia ikut membalikan badan.

Anna menggigit bibirnya sendiri, mengapa Ethan terus menguntitnya?

"Jangan mengikuti aku!" hardik Anna, tangannya terkepal marah, matanya menghunus punggung Tuan muda kaya raya itu, tetapi diam-diam Anna lebih lega, jika Ethan bisa pergi menguntit dengan baik, bearti kepala emas pria itu, sungguh terbuat dari lapisan emas baja yang kuat.

Syukurlah...

Ucap Anna dalam hatinya, namun tetap meloloskan kata marah pada Ethan, "berhenti ikuti aku!"

tetapi Ethan bersikap acuh tidak acuh, seakan kalimat itu bukan untuk dirinya, jadi dia hanya mengangkat tangannya, agar orang-orang kembali mundur, dan isi mulutnya terdengar menghardik dengan perintah yang terdengar sama, kecuali kata ganti kalimat, "jangan mengikuti kami!"

Segenap pria-pria besar yang bak serdadu militer yang tengah berbaris, kini serentak membungkuk hormat, dan mundur dalam hitungan detik.

Anna terperangah sebentar. Sejak kapan ganti--aku menjadi-- kami.

Ethan melihat situasi, seakan mendapatkan kesempatan besar dalam satu tangkapan matanya, mendekatkan dirinya, hingga hanya berjarak 1 meter dari Anna.

Tepat sesuai dugaannya, Anna mengacungkan batang guci yang berujung tajam-tajam, mulutnya menghardik, "kau juga jangan ikutin aku."

"Ckckk.." decak Ethan terdengar berusaha mengalihkan perhatian Anna, "apa kau berani pulang sendiri, dan bertemu bandit di tengah jalan, mereka bisa melakukan sesuatu, hmmm yang---"

Kata--hmmm, terdengar menjijikan, tetapi Ethan kurang lebih bandit yang bisa menerkamnya.

"Kamu juga bandit, apa bedanya? Tidak ada."

Ethan terkekeh, "tentu saja berbeda, contohnya bisa kau lihat dari wajah anakmu kelak, kau ingin mencoba, pergilah keluar, beradu dengan bandit di jalan--"

Anna tersandung kalimat Ethan, hal itu terlalu menjurus, matanya mulai berkaca-kaca, dia memaki Ethan, "Ethan, kau masih sekolah, sudah sangat berpikiran mesum."

Ethan meluruskan punggungnya sendiri, dia telah mempersiapkan ancang-ancang apa yang harus dia lakukan, dia pun mulai mengalihkan emosi, "tenanglah, aku belum siap menjadi ayah, jadi untuk apa kau takut denganku."

Anna menelan ludah. Ethan membuat dirinya bingung, raut linglung terlihat seperti patung dengan mata yang berkaca-kaca. Melihat mata itu, Ethan turut sedih dan hatinya merasa tidak nyaman.

Tetapi, dia telah menguasai dirinya, dia hanya terus mengamati gerak-gerik tangan Anna.

Melihat tangan Anna terlihat sudah bergetar, karena temakan isi mulutnya, dalam satu tangkapannya yang sangat cepat, Ethan menangkap pergelangan tangan Anna, mencengkram kuat, membuat Anna bergindik takut, dan sakit.

Anna bahkan tidak melihat kapan gerakan Ethan yang sangat cepat, yang dia tau tangan Ethan telah mencengkram sakit tangannya, rasanya seperti ingin meremukan tulang.

"A,aaaa.."

Pletak!

Anna menjatuhkan batang guci ke tanah. Melihat benda itu jatuh ke tanah, Ethan bisa lega. Anna membuka matanya lebar, seakan menyadari, dia telah kehilangan senjata.

Belum Anna berpaling marah pada Ethan, Ethan sudah mengangkat tubuh Anna dalam dua tangannya yang besar memikul Anna, menghipit tubuh Anna pada dada bidangnya, membawa gadis itu berjalan kembali ke hotel.

Mata Anna berkaca-kaca, kembali lagi, dia kembali lagi pada si Tuan muda emas ini, dia memberontak akan turun, tetapi malah terisak pasrah kemudian, bibirnya gemetar takut, seakan memohon, "tolong, jangan lakukan hal itu padaku..."

***

1
Jeje
/Smile/
resti rizkia Fitri
akhirnya update juga kak eouny..apakabar kak..semoga sehat selalu..kutunggu karya2mu selanjutnya
Jeje: makasih.... apa bisa bantu ingat .. nama papa Stephan siapa yah ... wkwkkwkw thor malas buka bab lama ... 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
total 1 replies
𝕳𝖆𝖜𝖆
done jeje
Jeje
Kembali update maraton... secepatnya mau Jeje tamatin sblm April berakhir... krna ada dua judul sedang menyusul dalam draft otak Jeje wkkwkw
Sarma Tinambunan
lanjut
Siska Natalia
lanjutkan
Nangin Bre Karona
lama x update nya ya.
S_nur.08
lama tak up
Jeje: shi itu artinya empat harafiah mati 😑 benar nggak sih
total 1 replies
Nangin Bre Karona
kapan update lagi ni kelanjutannya
NOname 💝
semangat terus kak🌹❤️
Nangin Bre Karona
lanjut
Noer
like ❤️
RidhoSaef193
semangat, kakakku
Fajriyah Siti
mmmmhhh aku juga donk thor.... semakin lope2 sama pasangan ini.... semamgat yaa...👊✊✊✊✊👍👍👍👍👍👍👌
Fajriyah Siti
mhhhhb.... tragis nasib Emily.....
GreenLee
smngttttt
GreenLee
oh astaga, nasib ya nasib
GreenLee
aku diam. Krn keren
Fajriyah Siti: iya... selalu suka & bikin merindu...
total 1 replies
GreenLee
aduhhh
GreenLee
geerrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!