Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.
Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.
" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."
" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "
Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MR Bab 21: Tatapan menusuk
Ketika baru keluar dari gerbang kampus, tiba-tiba ada sebuah mobil sport yang berhenti di depan Seva dan juga Anne sehingga menghalangi jalan mereka.
" Siapa, Kak?" tanya Anne yang merasa asing dengan mobil itu. Dan Seva pun hanya menjawab dengan gelengan kepala serta sikap siaga karena dia tak tahu siapa pemilik mobil itu.
Tak lama kemudian, terlihat seorang pria dengan tubuh atletis dengan memakai kaca mata hitam, keluar dari mobil itu. Pria itu mulai berjalan mengitari mobilnya guna menghampiri Anne.
" Kak Brian ...," seru Anne tatkala menyadari siapa pria yang tengah membuka kaca matanya.
" Hai Anne, Sev," sapa Brian seraya berjalan mendekati kedua wanita itu.
Setelah mengetahui siapa orang yang menghalangi jalannya, membuat Anne langsung memasang wajah sangar serta tangan yang dj lipat depan dada.
"Tatapan seperti apa itu, Anne?" tanya Brian yang merasa aneh dengan tatapan wanita pujaannya itu.
"Tatapan menusuk!" jawab Anne sembari menunjuk kedua matanya, lalu bergantian ke arah Brian.
" Wow, pantas sakit sekali!" Brian sembari memegang dadanya seakan-akan ia habis tertusuk.
Melihat Brian yang bersikap bodoh, tentu saja membuat Anne dan Seva tertawa melihatnya. Karena biasanya pria itu selalu bersikap sok cool dan berwibawa, tapi sekarang?
" Kamu lebih cantik kalau senyum," puji Brian yang langsung membuat pipi Anne bersemu merah. Sedangkan Seva justru terlihat canggung karena ia seakan merasa seperti sedang menjadi obat nyamuk.
" Kenapa aku merasa kalau mereka lebih terlihat layaknya sepasang kekasih daripada Kakak beradik, ya...?" gumam Seva seraya mengamati gerak - gerik serta gestur tubuh Anne dan juga Brian.
" Oh, ya Sev. Saya pinjam mau bawa Anneta pergi, jadi kamu pulang naik taksi saja, ya," ujar Brian yang membuat sepasang netra Seva melebar.
" Tapi Tuan___"
" Sudah, Anne 'kan perginya sama Saya. Jadi, Kamu tidak perlu khawatir, karena saya akan menjaganya dengan baik." Brian memotong ucapan Seva sebelum ia menyelesaikannya.
Anne pun melirik ke arah Seva seakan memberikan kode kalau Seva mdnurut saja. Lagian, Anne juga perginya bukan sama orang asing. Melainkan Brian, Kakak Angkat sekaligus pria yang mendapatkan amanah untuk menjaganya ketika masih tinggal di negeri ini.
" Em, Baiklah Tuan."
Setelahnya, Brian segera membukakan pintu mobil untuk Anne. Ketika sang pujaan hati telah naik dengan aman, barulah Brian yang masuk ke dalam mobil.
***
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mereka sampai juga di sebuah butik yang tempatnya sudah di pesan oleh Brian sebelumnya.
" Kita dimana, Kak?" tanya Anne yang masib terlihat bingung.
" Kita pilih baju dulu, sebelum pergi ke acara," ujar Brian yang diangguki oleh Anne.
Ketika memasuki butik, kehadiran mereka di sambut begitu ramah.
" Halo Darling ...," sapa seorang pria lemah gemulay yang berjalan menghampiri Brian.
" Halo Miss," balas Brian dengan senyuman tipis.
Menyadari jika Brian tak datang sendiri, membuat pria lemah gemulay itu mencoba melihat siapa orang itu. Sepasang Netranya langsung melebar tatkala melihat penampilan wanita yang datang bersama Brian.
Menyadari jika ia sedang di perhatikan dari ujung Kaki sampai kepala, tentu saja membuat Anne merasa canggung bercampur risih.
" Halo," sapa Pria lemah gemulay itu yang mulai berjalan mendekati Anne. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti gara-gara lengannya di cekal oleh Brian.
" Jangan terlalu mendekatinya, cukup melihat dari kejauhan," ujar Brian dengan tatapan tak seperti biasanya.
" Oh, ya. Sorry," ujar pria lemah gemulay itu dengan suara manja.
" Dia siapa?" tanya pria lemah gemulay itu yang bernama Miss Stevani.
" Dia__ " Brian sengaja menggantung ucapannya guna memicu rasa penasaran.
" Kelihatannya apa?" lanjut Brian.
" Your girlfriend?" tebak Stevani. Pasalnya, tatapan serta perilaku Brian terhadap wanita ith terkesan spesial.
"No! Aku bukan pacarnya, melainkan adik perempuannya, " jawab Anne yang tak ingin di salah pahami.
" Oh ... Adik perempuan ...," ulang miss stevani dengan penuh penekan sembari menatap ke arah Brian yang terlihat kecewa karena Anne langsung menjelaskan kalau dia hanya adik perempuannya saja.
Ya ... Adik perempuan, bukan kekasih.
Mendengar Anne mengatakan kalau dia adalah adik Brian, miss stevani langsung ingin menggandengnya. Tapi, lagi-lagi Brian mencegah dengan mengatakan kalau dia tak boleh sembarangan menyentuh Anne.
Melihat sikap Brian yang over protek, tentu saja membuat miss Stevani merasa aneh. Ada apa sebenarnya.
Di tatap dengan tatapan penuh akan pertanyaan meminta penjelasan, tentu saja membuat Brian risih. Jadi, Ia pun terpaksa menjelaskan kenapa miss Stevani tak boleh menyentuh Anne.
Setelah mendengar penjelasan sari Brian, miss Stevani pun mengerti dan mencoba memahami.
Karena waktu mereka tak banyak lagi, miss Stevani pun langsung mengajak Brian dan Anne pergi untuk memilih busana yang akan mereka pakai.
Untungnya, miss Stevani masih mempunyai stok gaun panjang yang cukup tertutup. Tapi, gaun itu tetap akan terlihat sangat seksi jika di pakai Anne.
" Apa anda punya Blazer dan scraft?" tanya Anne. Dikarenakan sedang tidak berada di Indonesia, jadi Anne harus bisa memikirkan bagaimana konsep bajunya sendiri.
" Ada," miss Stevani pun mengajak Anne pergi ke tempat dimana blazer dan juga scraf berada.
Anne pun memilih-milih beberapa style yang akan ia coba. Seusai memilih, Anne langsung masuk ke ruang ganti. Tak lama kemudian, Ia keluar untuk menanyakan apakah pakaiannya cocok apa tidak.
Ketika tirai ruang ganti terbuka, sepasang netra Brian seketika melebar. Tatapannya pun hanya tertuju pada satu titik, dimana sang pujaan hati berada.
" Apakah bagus?" tanya Anne yang meminta saran.
...****************...
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
sana pergi cari kamar lain🙄
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭