NovelToon NovelToon
Cinta Setelah Perpisahan

Cinta Setelah Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Obsesi
Popularitas:598.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: rafizqi

JANGAN LUPA DUKUNG KARYA INI YA!

🌸Setelah tiga tahun menikah, Arjuna mengomentari istrinya sangat membosankan, tapi orang yang membosankan inilah yang melemparkan perjanjian perceraian di wajahnya pada perayaan ulang tahun perusahaan di depan semua orang, yang membuatnya kehilangan muka.

tetapi siapa sangka, setelah berpisah, Arjuna malah merasa sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan istrinya, dan memulai mengejar cinta istrinya kembali.

Mampukah Arjuna kembali memperjuangkan kepercayaan dan cinta Luna kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Pembelaan Tak Terduga

Winda menyadari bahwa kakaknya datang. Ia pun dengan gayanya yang manja, mendekati Arjuna, menangis dan menggelayut kepada Arjuna dan mengadu semua perbuatan Luna kepadanya barusan, seakan bahwa yang telah membuat keributan adalah Luna sehingga membuatnya basah kuyup oleh guyuran air kopi di wajah dan rambutnya.

"Kak! Wanita itu menyirami aku dengan air kopi. Rambutku jadi rusak karena dia, kakak harus menghukumnya! Kalau bisa, pecat saja dia dari perusahaan ini. huhu" Kata Winda mengadu dengan ekspresi menangis yang sengaja di buat-buat.

Luna yang mendengar itu pun mendecah dan hanya memutar bola matanya malas. Selama beberapa tahun terakhir, Winda selalu memfitnah dan mengatakan keburukan dirinya kepada Arjuna. Bahkan sekarang pun masih sama, Winda begitu pandai membuat drama dan memanipulasi keadaan sehingga membuat semua orang percaya kepadanya dengan mudah, sungguh wanita bermuka dua.

Namun sekarang Luna merasa tidak peduli lagi, karena itu sudah terbiasa untuknya dan dia tidak berharap bahwa Arjuna bisa mengatakan apapun untuk membelanya. Toh, Arjuna akan selalu membela Winda Walaupun adiknya itu berbuat salah. Begitulah pikiran Luna.

Luna yang merasa malas atas drama yang di buat oleh Winda pun, berpamitan kepada Dias, "Dias! Kamu tunggu disini ya! Aku mau pergi ke kamar mandi dulu" Ucap Luna setengah berbisik. Ia ingin segera mengobati luka ditangannya akibat air kopi panas yang di siram oleh Winda tadi kepadanya. Dari pada melihat drama yang gak penting, lebih baik mengobati luka di tangannya.

Dias pun menyadari pergelangan tangan sahabat itu terlihat begitu merah, dan dia pun menarik tangan Luna kembali dengan khawatir yang mengakibatkan Luna menghentikan langkahnya.

"Luna! Tangan mu terluka,.." Dias khawatir dan langsung menunjuk tangan Luna yang sangat merah dan terlihat memar akibat air panas itu.

Luna hanya tersenyum tipis, "Gak apa-apa Dias. Hanya merah sedikit" Jawab Luna berbohong. Pada kenyataannya, tangannya itu begitu sakit dan terasa sangat perih. Karena tidak ingin membuat keributan lagi bersama Winda, Luna memilih untuk pergi dan mengobati tangannya. Namun hal itu sudah lebih dulu diketahui oleh sahabatnya, dan membuatnya kembali tertahan disana.

Saat ini. Arjuna juga mendengar perkataan Dias yang mengatakan bahwa tangan Luna terluka. Dia langsung menatap tangan Luna. Dan Ia pun baru mengetahui bahwa tangan Luna ternyata sangat merah, hingga membuatnya terkejut dan khawatir.

Tatapannya kini beralih kepada adik perempuannya. Tatapan tajam yang begitu mendominasi, sehingga membuat Winda sedikit ngeri melihat tatapan tajam kakaknya itu. Seumur-umur, Arjuna tidak pernah menatap adiknya itu seperti itu sebelumnya.

"Winda! Apa yang kau lakukan kepada Luna?" Pekik Arjuna marah.

Winda terkejut dan sampai takut mendengar kemarahan kakaknya itu. Dan dengan terbata-bata ia pun menjawab, "A-aku tidak melakukan apapun kepada dia kak. Dia yang duluan membuat masalah kepadaku tadi. Wanita itu sangat licik kak, jangan mudah percaya sama dia" Jawabnya berbohong dengan menatap jijik kepada Luna. Pada kenyataannya, dialah yang lebih dulu membuat masalah kepada Luna sebelumnya.

Dias sampai menggeleng tidak percaya mendengar perkataan Winda barusan. Sungguh tatapan kebencian begitu mendominasi, membuat wanita itu murka dan tidak terima atas perkataan Winda yang selalu menjelek-jelekkan Luna sejak tadi.

"Bohong! Dia yang lebih dulu membuat masalah kepada Luna! Dia juga menyiram air panas ke tubuh Luna tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Sungguh wanita tidak tau diri, bisa-bisanya memfitnah Luna seperti itu" Teriak Dias tidak terima dan membela Luna. Winda pun melayangkan tatapan tajamnya penuh kebencian kepada Dias dan Luna.

"Dias! Udah! Aku gak apa-apa kok!" Lagi, Luna mencegah sahabatnya itu untuk berbicara dan ikut campur tentang masalahnya bersama Winda. Lagi pula dia tidak butuh pembelaan dari siapapun. Termasuk Arjuna.

"Winda! Cepat minta maaf sama Luna! Kakak tidak suka melihatmu seperti ini! Jangan membuat kakak malu!" Sahut Arjuna yang membuat mata Winda melebar sempurna. Bisa-bisanya kakaknya itu menyuruhnya untuk minta maaf kepada Luna, tentu saja dirinya tidak mau. Bahkan tidak akan pernah mau melakukannya.

Perkataan Arjuna pun membuat Luna merasa terpanggil. Matanya kini menatap Arjuna dengan tidak percaya. Dia tidak menyangka Arjuna akan membelanya kali ini, karena pada saat mereka masih menjadi suami istri dahulu, Arjuna tidak pernah membelanya walau sekalipun.

Setelah bercerai selama setahun ini, Arjuna malah membelanya. Luna merasa pembelaan itu sudah tidak bearti lagi untuknya. Kenapa tidak dari dulu melakukannya? Disaat Winda selalu menindas dirinya dan memfitnahnya dan membuatnya selalu berada di dalam kehinaan, Arjuna selalu diam dan malah memarahi dirinya yang jelas-jelas tidak bersalah sama sekali.

"Apa yang kau katakan kak? Aku tidak ingin meminta maaf kepada wanita itu" Protes Winda tidak terima.

"Sampai kapan pun aku tidak akan mau" Ia bersikeras dengan pendiriannya. Tatapannya begitu tajam, bahkan bisa menembus jantung seseorang yang melihatnya.

Arjuna menjadi kesal melihat adiknya itu, "Jika kau tidak mau mengubah sikapmu dan bersikeras dengan pendirian mu, maka jangan salahkan kakak jika tidak mengijinkan kamu untuk keluar dari rumah sebelum kamu meminta maaf kepada Luna!" Ujar Arjuna serius dengan penuh penekanan.

"Kak...." Pekik Winda tidak terima. Belum sempat ucapannya selesai. Arjuna sudah lebih dulu memotong perkataannya.

"Rian! Bawa Winda pulang! Dan ingat jangan biarkan dia pergi tanpa ijin dariku! Dia harus merenungkan kesalahannya dahulu, sebelum dia benar-benar akan meminta maaf" Ucap Arjuna lagi memotong. Dan memerintahkan Sekertarisnya untuk membawa Winda pergi.

Winda menganga lebar, wajahnya nampak sangat marah. Dia tidak terima jika kakaknya membela Luna yang menurutnya adalah wanita pembawa sial.

Dia pun mendecah kesal. Tanpa mengatakan apapun, dia pun pergi dengan kesal sampai menghentakkan kakinya dan di ikuti oleh Rian di belakangnya.

Setelah kepergian Winda dan Sekertarisnya. Arjuna berjalan mendekati Luna. Matanya kini menatap tangan merah yang ada dipergelangan Luna.

"Aku akan membawamu kerumah sakit!" Ucap Arjuna.

Namun tawaran itu cepat-cepat Luna tolak, "Tidak perlu repot-repot mengantarku! Aku bisa pergi sendiri! Lagipula, tanganku juga tidak kenapa-kenapa." Jawab Luna dingin. Sebenarnya, Luna menolak tawaran Arjuna bukannya tidak ingin kerumah sakit. Namun, Luna tidak ingin pergi kerumah sakit di antar oleh Arjuna.

"Oh ya! Tidak perlu membelaku di depan adikmu itu. Aku sudah terbiasa berada di posisi itu dimana kamu tidak pernah membelaku disaat adikmu membuat ulah"

"Tanpa kamu antar pun, aku bisa pergi sendiri. Lebih baik urus saja urusanmu, jangan khawatirkan aku lagi" Lanjut Luna dengan ekspresi wajah dinginnya.

Raut wajah Arjuna pun langsung tidak senang mendengar perkataan Luna. Mereka berdua pun terbelenggu oleh kebisuan masing-masing.

.

.

.

.

Bersambung.

Jangan lupa dukung karya ini dengan like dan komen ya ☺️

Happy Reading 🌺

1
Yunerty Blessa
makasih banyak kak thor 😘😘
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
cerita nya tidak nyambung
Yunerty Blessa
apakah cerita ni masih sambung..
Elli Arlina
Luar biasa
Doel Doel
bagus sih tapi mana sambungan nya
Doel Doel
kok tdk bersambung lagi
Nur Aini
lama ga up thor, ga lanjut lagi kah?
Fadhil Maulana Fakhri
sangat menarik dan bagus
Fadhil Maulana Fakhri
lanjut ceritanya bagus
Yuliati
semoga bab selanjutnya semakin seru
Yuliati
suka jalan ceritanya luna orang yg berkarakter
tris tanto
kata atau bhs obrolannya kaku,,campur2
Ina
kasian bgt rencana nenek sihir gagal
Ina
ikuti saran kakek Liu aja Lun... dpt sahabat Juna spy lbih hancur tuh Juna
Ina
kakek bnar, sebnarnya Arjuna cemburu n gk pernah menganggap Juna ada.
iyalah bknnya Luna udah sepantasnya gt krn klian udah bercerai Juna
😀😀😀😀😀😀😀
Ina
ibu2 yg cma mengutamakan sosialita n menantu cantik tp otak licik
Rina
Up nya lama sekali
A.R
sampe lupa alur ceritanya😂
Ka'Unna
haloo kak,,mampir yuk kak ke novel pertama ku.Mohon untuk dukungan nya kakak.Terima Kasih🥰
Harti Kuswati
1tahun nunggu cuma itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!