Bella berulang kali disakiti oleh sikap kasar dan dingin suaminya. Hati wanita itu merasa sangat sedih, dia sangat menginginkan perhatian dan kebaikan suaminya. Berharap kehidupan rumah tangganya bisa seperti rumah tangga orang lain.
Dia terus berusaha meluluhkan hati suaminya, ketika Bella hamil, dia merasa sangat senang dengan harapan suaminya -- Reynal akan menerima dirinya sepenuh hati.
Hancur hati Bella, remuk jiwanya ketika menjelang melahirkan sang suami pergi meninggalkan nya bersama selingkuhan nya. Saat itu juga rasa cinta berubah menjadi benci. Hatinya menaruh dendam pada sang suami karena telah menodai pernikahan mereka dengan sebuah pengkhianatan.
"Aku bersumpah kalau berani kamu meninggalkan ku sekarang, rumah tangga kita akan hancur sekarang juga. Rasa cinta ku akan berubah menjadi benci?!" sentak Bella menatap tajam suaminya yang berdiri di depan pintu.
"Bagiku sumpah mu itu hanya sampah yang tiada artinya bagiku!" balas Reynal datar lalu pergi begitu saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mental yang Tertekan
Reynal langsung melahap rakus bibir Bella secara tiba-tiba, wanita bertubuh mungil itu tersentak kaget, Bella mendorong dada bidang Reynal, akan tetapi pria itu enggan melepaskan nya.
Eumm.
Reynal meringis saat Bella menggigit bibir bawahnya sampai berdarah, namun tetap tak membuat Reynal patah larang. Pria itu malah semakin memperdalam ciuman tersebut.
‘tidak apa-apa, terserah kamu mau gigit atau pukul aku, karena saat ini rasa rindu ku yang mengambil alih kesadaran diriku, Bell.’
‘aku rindu banget sama kamu, andai saja dulu aku gak jahat sama kamu, pasti saat ini kita masih hidup bahagia bersama, dan aku akan menemani mu melakukan perawata,’ batin Reynal penuh sesal.
Pria itu melepaskan rasa rindunya melalui ciuman tersebut. Bella tak lagi mendorong karena merasa shock saat ciuman Reynal turun ke leher jenjangnya.
Ingin sekali berteriak atau memukul Reynal, dia tak bisa. Dikarenakan respon tubuhnya sangatlah aneh, bukan berhasrat, tetapi lebih ke rasa takut.
‘siapa itu? Kenapa tiba-tiba kepala ku pusing? Seperti ada bayangan seorang pria yang juga menciumku? Ah … kepala ku sakit!’ jerit Bella dalam hati.
Wanita itu tiba-tiba merasa pusing karena kepalanya seperti di tusuk ribuan jarum.
“sa-sakit,” lirih Bella pelan, membuat Reynal yang sedang menghirup aroma harum ceruk lehernya pun merasa terkejut. Pria itu terhenyak saat merasa tubuh Bella bergetar.
Reynal segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Bella, pria itu panik saat melihat wajah Bella berubah pucat pasi.
Bibir Bella yang tadinya ranum dan merah kini telah kering dan pecah-pecah.
Apa yang sedang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?
Menjadi tanda tanya besar bagi Reynal.
“Sayang … Bella! Hey, are you okey?” tanya Reynal saat Bella pingsan dalam pelukannya.
Reynal menepuk pipi Bella berusaha menyadarkan wanita itu, namun, tak bisa. Reynal panik, segera saja dia menggendong tubuh Bella dan berlari membawa mantan istrinya itu ke parkiran kampus.
Banyak pasang mata melihat, namun tak ada yang tahu bahwa dalam gendongan Reynal itu adalah Bella, karena tubuh mungil Bella seperti hilang dalam gendongan Reynal yang memiliki tubuh besar dan kekar.
“Sayang, yang sabar ya! Sebentar lagi kita tiba di rumah sakit!” ujar Reynal panik setelah memasang sabuk pengaman Bella.
Kemudian pria itu segera menyusul masuk ke dalam mobil, lalu menancap gas melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Satu pasang mata memandang dingin ke arah mobil Reynal yang menghilang di balik gerbang kampus. Pria itu terkekeh kecil melihatnya.
“Menjijikkan,” gumam Dika merasa kesal melihat Reynal dan Bella.
*
*
Saat tiba di rumah sakit, Bella segera di bawa ke ruang UGD, pria itu mondar-mandir di depan UGD karena merasa khawatir dan gelisah dengan keadaan Bella saat ini. Dia merasa sangat gelisah dan menyesal di satu sisi yang lain.
“Aku kembali menyakiti kamu, Bell! Aku memang gak guna, baru dua kali kita bertemu dan aku udah buat kamu masuk rumah sakit!”
“Maafin aku, Bell. Aku gak sanggup menahan rasa rindu aku tadi! Aku kangen sama kamu, kangen pelukan kamu, ciuman kamu dan kangen sama kamu yang manja~”
“Aku lepas kontrol, Sayang. Maafin aku … Ahhh.”
Reynal meninju tembok karena merasa marah pada dirinya sendiri, sebab karena nya Bella msuk ke rumah sakit lagi.
Bila terjadi sesuatu pada Bella, Reynal benar-benar tida akan mau memaafkan dirinya, pria tampan itu menyeali kekhilafan nya tadi.
Dua puluh menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD. Reynal langsung bertanya tentang keadaan Bella saat ini.
“Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Kenapa dia bisa pingsan?” tanya Reynal gelisah.
“BODREX!” teriak seseorang murka membuat Reynal segera menoleh ke pemilik suara itu.
Degg.
‘mati aku’ batin Reynal kaget.
*
*
*
Sedikit cerita : author punya temen yang dilecehkan, tapi gak sempat di ekhm. Dia bilang kalau saat kejadian naas itu, dia gak bisa berteriak minta tolong, karena dia merasa shock, bahkan untuk gerak aja gak bisa.
Karena mental nya drop, bayangin aja gini, wanita yang tidak pernah disentuh laki-laki luar sama sekali terus tiba-tiba di lecehkan pasti kaget dan shock kan, apalagi kalau kita takut, maka seluruh tubuh rasanya lemes dan bergetar.
Dia cuma bisa nangis dan Alhamdulillah si pelaku sadar saat temen author itu nangis dan minta maaf. Apalagi kalau pelaku nya itu orang dekat, pacar kakaknya sendiri. Tapi, alhamdulillah kakak nya udah putus sama si pelaku itu.
Itulah sebabnya author buat Bella gak bisa teriak atau memberontak.
Bersambung.
Jangan lupa like, komentar, Vote dan rate 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh.