NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Reinkarnasi / Pembunuhan / Balas dendam. / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Perubahan Hidup / OMG, protagonis ini sangat kuat!!! / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Annchi adalah seorang dokter jenius yang bisa mengobati segala penyakit dan ahli mengunakan senjata tajam serta menguasai ilmu bela diri.

Banyaknya pasien tentu saja uang mengalir terus hingga Annchi menjadi gadis yang paling kaya raya di negara itu hingga suatu ketika pamannya memberikan racun yang sangat kuat.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui kalau paman dan bibinya yang telah meracuni dirinya membuat dirinya bersumpah di depan mereka jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka.

Annchi terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh kalau pemilik tubuhnya banyak mengalami penderitaan.
Bagaimana cara Annchi membantu membalaskan
dendam?
Ikuti Novelku yang ke 19

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengolesi obat

" Kalau tidak di jual lalu untuk membayar orang itu bagaimana? Apakah kamu mau setiap hari di siksa oleh daddy dan bisa saja kita di usir dari mansion ini." Ucap Ririn yang mengetahui kalau putrinya sangat matre dan menyukai bermacam - macam bentuk perhiasan.

Valen menghembuskan nafasnya dengan kasar sesungguhnya dirinya tidak rela tapi apa yang dikatakan oleh mommy ada benarnya juga membuat Valen memasukkan kotak yang berisi perhiasan ke dalam tasnya untuk di jual.

" Ingat pesan mommy jangan coba - coba kamu mengambil salah satu perhiasan milik mommy karena orang itu tidak mau jika uangnya kurang." Perintah Ririn.

" Baik mom." Jawab Valen

Valen keluar dari kamar mommynya tanpa memberikan salam ataupun mengecup punggung tangan mommynya karena mommynya tidak pernah mengajarkan hal itu, Valen menuruni anak tangga dan berjalan ke arah pintu utama.

" Pelayan, panggil sopir untuk mengantarku pergi keluar." Perintah Valen dengan nada sombong.

" Maaf nona, sesuai perintah tuan besar jika nona atau nyonya besar ingin pergi silahkan memesan taksi sendiri." Jawab kepala pelayan kemudian pergi meninggalkan Valen tanpa memperdulikannya.

" Si*l, awas kalian semuanya jika rencana kami berhasil kalian semua akan aku usir dari mansion ini!!" Teriak Valen.

Valen mengutak atik ponselnya untuk memesan taksi online sambil mulutnya tidak berhenti mengomel sedangkan penghuni mansion tidak satupun yang perduli hingga sepuluh menit kemudian pesanan taksi online datang dan Valen pun keluar dari pintu utama menuju ke pintu gerbang sambil ke dua kakinya di hentak - hentak.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Di tempat yang berbeda Katarina masih sibuk membuat beberapa jenis obat termasuk obat penawar racun hingga empat jam kemudian tuan Albert dan paman Rey datang menemui Katarina.

" Sayang, kalau masih lama dilanjutkan besok saja." Ucap tuan Albert

" Sebentar lagi dad." Jawab Katarina.

Setelah lima menit kemudian Katarina sudah selesai membuat beberapa jenis obat kemudian memasukkan ke dalam kotak satu persatu.

" Kok obatnya hanya di tulis satu huruf, apa nanti tidak pusing untuk tahu ini obat apa?" Tanya tuan Albert.

" Tidak dad, contohnya huruf P berarti obat pusing, huruf E berarti obat encok, huruf D berarti obat diare, huruf J berarti obat jantung." Ucap Katarina sambil memasukkan ke dalam tas yang berbentuk kotak juga.

" Apa kamu yakin obat itu tidak ada efek sampingnya?" Tanya tuan Albert

" Tidak ada dad." Ucap Katarina dengan nada yakin.

' Obat yang aku buat lebih ampuh tuan Albert karena aku adalah dokter genius orang - orang mencari ku untuk membeli obatku.' Ucap Annchi dalam hati.

" Sudah selesai dad, kita pulang yuk?" Ajak Katarina.

" Ok." Jawab tuan Albert singkat.

Mereka bertiga pulang ke mansion tempat mereka tinggal tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di mansion. Mereka berjalan dengan santai memasuki mansion dan melewati ruang keluarga tanpa memperdulikan keberadaan Ririn yang menggunakan kursi roda dengan ditemani Valen membuat ke dua wanita itu menahan amarahnya.

" Maaf tuan, apakah ada yang bisa aku bantu lagi?" Tanya Rey

" Tidak ada Rey, kamu istirahatlah." Ucap tuan Albert.

" Baik tuan." Jawab Rey.

Rey berjalan ke arah kamarnya yang berada di lantai satu, sebenarnya semua penghuni mansion diberikan rumah minimalis oleh almarhum ibunya Katarina secara percuma untuk masa tua mereka namun karena Rey menjadi bodyguard sekaligus sopir Katarina membuat Rey tinggal di mansion. Tuan Albert dan Katarina berjalan dengan santai menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka masing - masing.

" Kamu lihat sendiri kan daddy sudah tidak memperdulikan kita." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.

" Iya mom, kapan rencananya dijalankan mom?" Tanya Valen tidak sabar.

" Lusa." Jawab Ririn singkat.

" Kenapa mesti lusa?  Bukankah lebih cepat lebih baik?" Tanya Valen yang tidak sabar ingin melenyapkan tuan Albert ayah tirinya.

" Memang benar tapi apakah kamu tidak lihat mereka berdua selalu bersama - sama dan besok pagi mereka berdua libur pasti tidak ada waktu untuk meracuni mereka. Lusa daddy akan pergi kerja sedangkan anak wanita murahan itu kuliah kita bisa menjalankan rencana kita" Ucap Ririn sambil tersenyum devil.

" Baik mom, obatnya manjur ya mom badanku tidak lagi sakit seperti kemarin dan pagi ini." Ucap Ririn

" Iya donk makanya mommy bisa bangun dan luka bekas cambuk kan milik mommy menghilang walau tidak semuanya." Ucap Ririn.

" Iya mom walau awalnya sangat sakit waktu diolesi tapi hasilnya sangat bagus." Ucap Valen.

" Ya sudah kita istirahat saja." Ucap Ririn yang malas berlama - lama di ruang keluarga.

" Baik mom." Jawab Ririn.

Valen mendorong kursi roda di mana Ririn duduk di kursi roda sebenarnya Ririn sudah sembuh hanya saja dirinya berpura - pura sakit agar mendapatkan simpati suaminya tapi sayang suaminya tidak memperdulikannya. Di tempat yang sama namun berbeda ruangan Katarina sudah selesai mandi dan memakai baju santai.

" Bekas cambukan nya yang dulu masih membekas aku akan minta tolong bibi untuk mengolesi obat yang tadi aku buat." Ucap Katarina sambil mengambil obat tersebut di kotak yang tadi dibawanya.

Katarina keluar dari kamarnya menuju ke kamar paman Rey di mana dirinya ingin menyuruh istrinya paman Rey untuk membantu mengolesi obatnya. Lima menit kemudian Katarina sudah sampai di depan pintu paman Rey dan Katarina mengetuk pintu sebanyak 3 kali.

Ceklek

Rey membuka pintu kamarnya dan melihat Katarina berada di hadapannya sambil membaca botol.

" Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya paman Rey.

" Paman, apakah ada bibi? aku ada perlu dengan bibi." Ucap Katarina dengan nada sopan.

" Ada apa nona? Ada yang bisa aku bantu nona? " Tanya bibi

" Maaf bibi, aku minta tolong olesi obat di punggungku." Ucap Katarina

" Kita ke kamar tamu saja nona." Ucap bibi sambil keluar dari kamarnya.

" Baik bi." Jawab Katarina

Mereka berdua berjalan ke arah kamar tamu sedangkan Rey kembali istirahat yang tadi sempat tertunda. Katarina membuka pakaiannya dan berlanjut membuka bungkusan dua gunung kembarnya membuat bibi menutup ke dua mulutnya menahan agar tidak menangis dan hatinya terasa sesak karena melihat punggung Katarina penuh dengan bekas luka cambukan.

" Apakah masih sakit nona?" Tanya bibi sambil menyentuh punggung Katarina dengan tangan gemetar.

" Tidak bi." Jawab Katarina.

" Nona berbaringlah, bibi akan mengolesi obatnya." Ucap bibinya.

" Baiklah bi." Jawab Katarina kemudian berbaring di ranjang.

Bibinya dengan hati - hati mengolesi obat di punggung Katarina hingga lima menit lebih bibinya sudah selesai mengolesi punggung Katarina. Katarina kembali memakai pakaiannya sedangkan bibinya hanya memperhatikan Katarina sambil berdoa dalam hati agar Katarina memperoleh kebahagiaan.

" Nona, kata paman Rey kalau nona bisa membuat beberapa jenis obat." Ucap bibi.

" Benar bi." Jawab Katarina.

" Semoga bibi cepat hamil karena kami berdua sangat mengharapkan keturunan. Kami berdua sudah berobat kemana - mana tapi tidak ada hasilnya akhirnya kami hanya bisa pasrah." Ucap bibinya.

" Amin bi, di minum yang rajin ya bi biar cepat hamil." Pinta Katarina

" Baik nona." Jawab bibi

" Terima kasih bi sudah membantu mengolesi punggung Katarina." Ucap Katarina.

" Sudah tugas bibi nona." Jawab bibi.

" Oh ya bi, nanti malam dan besok pagi tolong bantu olesi lagi ya bi." Pinta Katarina.

" Baik nona." Jawab bibi.

Mereka berdua keluar dari kamar tamu menuju ke arah ruang makan karena waktunya makan siang. Katarina melihat tuan Albert sudah selesai menyiapkan makanan untuk mereka berdua.

" Maaf tuan besar, seharusnya saya yang memasak." Ucap bibi.

" Tidak apa - apa bi, santai saja kebetulan aku masak agak banyak bawalah ke kamar." Ucap tuan Albert.

" Terima kasih tuan." Jawab bibi sambil tersenyum bahagia karena tuan Albert kembali seperti dulu menyayangi Katarina sebelum kedatangan dua wanita ular itu.

Tuan Albert dan Katarina makan dalam diam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum kemudian meninggalkan meja makan sedangkan bibi membereskan meja makan kemudian membawa makanan yang di buat tuan Albert untuk diberikan oleh suaminya.

" Mau di bawa kemana makanan itu bi?" Tanya seseorang sambil menatap tajam ke arah bibi.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Siapakah dia? Apakah rencana ke dua wanita ular itu berhasil? tunggu di bab selanjutnya ya, terima kasih.

Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.

Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya

1
Anna Andriani
ceritanya pendek,panjang ulangannya doank🤣
Onzha Aloych
Luar biasa
Hamilyah Lia
sangat sangat bangus
Yundari Gayosa
Luar biasa
Khoerun Nisa
aku kasih tau Dady yah Taylor itu tukang jahit
Khoerun Nisa
klu di pikir2 masih bodoh aja..udh tau daddy-nya kena racun knp GK di bikinin obat anti sgala racun aneh kn GK sesuai omongan otor yg bs sgla obat
Khoerun Nisa
kau sibuk ingin membalskn dendam tubuh kehidupan sekrng lantas gmn dgn dendam mu yg lalu..
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
Reno
wine wins
kseleo si othor nulisnya
Yayuk Triatmaja: Maaf akan Author perbaiki
total 1 replies
Aisyah Suyuti
menarik
anis suranti
Luar biasa
Yayuk Triatmaja: terima kasih banyak
total 1 replies
A&R
bagus
Siti S
Luar biasa
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Sintia Dewi
kok msih punya aset aja si rini? gmna itu si ray yg ngawasin wktu berkemas
Sintia Dewi
lahhh si valen ini begok atau gmna? klok daddy mati emang hartanya buat elo gitu, hello dia masih punya anak kandung ya apa lg emaklu kan mau dicerai ada hubungan apa lu bisa2nya ngarep dpt warisan/ngambil kekayaannya klok dia mati. kocak si valen/Sweat/
Sintia Dewi
nahhh itu ajaran yg km terapkan ke anakmu jd bumerang buat dirimi sendiri rini ditinggal pas susah sm anakmu sendir...makan itu derita sendiri/Proud/
Sintia Dewi
katanya nikah demi anaknya, lah anaknya difitnah2 terus km malah hukum dia demi istri yg tdk km cintai...harunya ya selidiki dulu bener gk anakmu abcd jangan ujuk2 percaya istrimu itu. nah sekrng entah dimna arwah anakmu yg sekrang km lihat ya hanya tubuh tp bukan dgn arwahnya/Sweat/
Hani: mampir dikaryaku ya thor dan readers /Rose/
total 1 replies
Wazliza
Luar biasa
Derid Lesmana
seru banget
Siti Mariyam
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!