Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikan Hias Mahal! Mendadak Jadi Miliarder dalam Sekejap!
Tiger Fish Albino liar?
Bima lumayan paham soal ikan mas, gurame, dan patin liar. Tapi kalau urusan ikan hias, dia beneran blank.
Tiap kali melihat orang memelihara ikan hias mahal dengan telaten, pikiran pertamanya cuma: Gimana ya rasanya kalau dipepes atau digoreng kering? Beda nggak ya rasanya?
Menurutnya, orang-orang itu cuma buang-buang duit buat hal nggak penting alias bayar "pajak kebodohan".
Tapi, sekarang setelah mendapat ikan hias liar yang katanya bernilai fantastis ini, ia tetap mengeluarkan ponselnya untuk berselancar di internet.
Tiger Fish Albino rupanya adalah mutasi kasta tertinggi dari jenis ikan Datz (Indonesian Tiger Fish), dengan ciri khas warna putih-kecokelatan yang menyala dan corak yang sangat cantik.
Tapi, yang benar-benar hidup liar di alam itu sangat langka. Susahnya minta ampun dicari. Ibarat kata, cewek cantik hasil makeup, skincare, dan operasi plastik mah banyak, tapi yang murni cantik natural dari lahir itu langka banget!
Tentu saja, bukan itu yang bikin Bima jantungan. Begitu melihat harga pasar untuk Tiger Fish Albino liar... matanya nyaris copot.
Satu ekor ikan ini harganya bisa tembus Rp 1.200.000.000!
Gendeng, itu seharga satu unit BMW Seri 5 tipe tertinggi keluaran 2024!
Buat rakyat jelata sepertinya, menukar seekor ikan dengan sebuah BMW Seri 5 adalah konsep yang sulit dicerna akal sehat.
Yang lebih gila lagi, ikan jenis ini stoknya gaib. Sekalinya muncul, pasti langsung jadi rebutan para sultan 'budak ikan'. Bukti nyata kalau di dunia ini banyak banget orang gabut yang kebingungan cara ngabisin duit.
Masih tak percaya, Bima berteleportasi masuk ke dalam game dan menatap ikan hadiah dari kurcaci itu lekat-lekat. Masa iya ikan sekecil ini harganya semahal itu?
Duit segitu jauh lebih besar dari total keringatnya nanam semangka, stroberi, dan okra selama ini!
【Tiger Fish Albino Liar: Kualitas 2!】
【Catatan: Ini adalah ikan dengan penampilan luar biasa indah. Nilai Estetika +2, Tekstur +2, Lezat +2, Hasrat Membeli +2!】
Wah, ternyata atribut tekstur dan lezatnya tetep ngikut ya~
Walaupun di otaknya orang yang rela ngeluarin Rp 1,2 Miliar buat seekor ikan itu agak sedeng, tapi sekarang dia justru ngebet banget pengen ketemu sama orang sedeng itu.
Antara ikan mahal atau uang 1,2 Miliar, Bima jelas bakal milih duitnya tanpa mikir dua kali.
Tapi masalahnya, jualnya ke mana? Meski katanya bakal jadi rebutan, dia nggak punya koneksi ke sirkel orang-orang kaya itu.
Satu ide terlintas. Bima membawa wadah kaca berisi ikan liar itu keluar dari game. Ia memesan taksi online GrabCar, lalu dengan sangat hati-hati mendekap wadah ikan itu dan masuk ke dalam mobil.
Kabupaten Jatiroso punya satu toko ikan hias yang lumayan besar. Meski toko itu pasti nggak jual ikan seharga miliaran (paling mentok jualan ikan ratusan ribu), tapi si owner toko minimal punya link atau jalur ke komunitas ikan hias sultan, kan?
Menyadari ia sedang memangku uang 1,2 Miliar, begitu pantatnya nempel di jok, Bima langsung wanti-wanti, "Pak Sopir, nyetirnya pelan-pelan aja ya. Jangan sampai ikannya kaget."
"..." Sopir Grab itu melirik Bima dari kaca spion, dalam hati membatin kalau dia ketiban apes bawa penumpang aneh.
Cuma bawa ikan seekor aja lebay amat minta jalan pelan-pelan? Emang di jalanan kabupaten begini bisa ngebut seberapa kenceng sih? Paling banter juga nyalip dua tiga motor.
Tentu saja sang sopir tidak tahu kalau ikan di pangkuan pemuda itu harganya setara BMW Seri 5 varian tertinggi. Kalau tahu, bisa-bisa dia langsung cancel orderan saking tremornya.
Tak lama kemudian, Bima tiba di depan sebuah toko bernama Toko Ikan Hias Banyu Bening. Begitu melangkah masuk, ia melihat seorang pria sedang bersiul santai sambil menaburkan pelet ikan satu per satu ke dalam akuarium dengan penuh kasih sayang.
Sikapnya mungkin jauh lebih lemah lembut dibanding perlakuannya ke istrinya sendiri di rumah.
"Permisi, Bosnya ada?" sapa Bima sambil menggendong wadah Tiger Fish-nya.
"Saya sendiri bosnya, Mas!" pria Tionghoa itu menoleh dan menjawab. Namun, detik berikutnya, pandangannya langsung terkunci pada wadah di tangan Bima. Matanya melotot kaget. "Tiger Fish Albino?! Corak dan warnanya ini... tangkapan alam liar?! Wah, barang super grade A ini!"
"Masnya ke sini mau cari akuarium atau beli pakan? Kalau akuarium, waduh, stok di sini nggak ada yang levelnya pantes buat ikan sekelas ini, harus custom. Kalau pakan sih ada..."
Bima langsung memotong, "Bos, saya ke sini niatnya mau jual ikan ini. Kira-kira Sampeyan punya channel pembeli nggak?"
Ucapan itu kontan membuat mata sang owner berbinar seterang lampu neon. Ia langsung menyambut Bima dengan antusias dan mempersilakannya duduk.
"Mas, kenalkan, saya Ko Lim. Masnya mau cari buyer buat ikan ini? Wah, kebetulan banget saya punya jalurnya. Saya bisa bantu carikan harga mentok paling tinggi. Tapi sesuai SOP perantara, saya minta fee komisi 2% dari total nilai transaksi, gimana?"
Itulah alasan kenapa Ko Lim mendadak super ramah. Tiger Fish Albino liar! Dia tahu persis harga gila ikan ini. Dan kebetulan, di grup WhatsApp kolektor sultan yang diikutinya, ada beberapa orang yang lagi hunting ikan di range harga segini.
Ini mah namanya dewa rezeki turun dari langit, pas di depan pintu tokonya! Harus jualan ikan komet sama akuarium murah berapa ribu buah coba buat dapet untung setara komisi ikan ini?
"Boleh, Ko. Kita main sesuai aturan aja, fee komisinya pasti saya bayar full," Bima menyetujuinya tanpa ragu.
Di dunia bisnis, wajar kalau pakai jasa perantara alias makelar. Ko Lim ini jelas lagi merangkap jadi makelar dadakan. Masalah fee 2% itu wajar atau kemahalan, Bima tak mau ambil pusing. Toh ikan ini modalnya nol rupiah. Daripada dia mumet nyari buyer sendiri tanpa koneksi, buang-buang waktu, dan rawan kena tipu, mending bayar komisi ke ahlinya.
"Wah, Mas ini memang orangnya blak-blakan dan asyik!" Ko Lim tersenyum lebar.
Demi menghindari drama Bima mangkir bayar komisi, ia dengan profesional mencetak surat perjanjian perantara dan mereka saling membubuhkan tanda tangan.
Setelah itu, Ko Lim memotret dan merekam video ikan tersebut dari berbagai angle, sekalian mengecek apakah ada microchip atau tanda registrasi di tubuh ikan.
Setelah memastikan ikannya murni dan bersih dari chip, ia mulai sibuk menelepon dan mengirim pesan ke berbagai grup WhatsApp.
Proses lobi-lobi ini memakan waktu hampir satu jam.
Ko Lim akhirnya meletakkan ponselnya dan menoleh ke Bima. "Mas, udah dapet nih! Ada tiga sultan yang minat serius. Tapi penawaran tertinggi jatuh ke Bos Darmawan, pemilik Pusat Akuarium Darmawan di Surabaya. Beliau berani nembak di harga Rp 1.300.000.000! Lokasinya sekitar 2 jam dari Jatiroso, dan beliau sekarang lagi otw ngebut ke mari."
"Sip!" Bima mengangguk. Nggak nyangka para budak ikan ini level ngebetnya lebih parah dari bayangannya.
Dua jam rasanya berlalu cukup cepat. Sebuah mobil Rolls-Royce hitam mengkilap merapat di depan toko. Seorang pria necis berusia menjelang 40 tahunan melangkah masuk dengan tergesa-gesa.
"Ko Lim, mana ikannya?!" todongnya tanpa basa-basi.
Ko Lim langsung menunjuk wadah di atas meja. "Bos Darmawan, ikannya di sini. Nah, yang di sebelahnya ini Mas Bima, owner aslinya."
"Halo, Mas Bima. Izin lihat ikannya dulu ya!" Bos Darmawan yang tampak tak sabaran hanya mengangguk sekilas ke arah Bima, lalu matanya langsung terpaku menginspeksi ikan di dalam wadah dengan tatapan tajam.
Bima membiarkan pria itu fokus menilai. Namun, perlahan-lahan Bima menyadari perubahan ekspresi di wajah Bos Darmawan... Kenapa raut mukanya jadi kelihatan mesum begitu?!
"Cantik... bener-bener cantik..." gumam Bos Darmawan dengan wajah memerah kegirangan. "Matanya... lekuk tubuhnya... tekstur kulitnya... jian sempurna! Yang murni tangkapan alam tanpa genetik breeding buatan emang kasta tertinggi!"
Ekspresi dan gerak-gerik Bos Darmawan persis kayak hidung belang yang lagi ngiler ngeliatin supermodel. Bima cuma bisa melongo cringe melihatnya. Sumpah, di matanya, ikan itu cuma kelihatan 'sedikit lebih bagus' dari ikan biasa. Nggak ada seksi-seksinya acan!
"Mas Bima, ikannya deal saya bungkus! Saya transfer sekarang juga!" seru Bos Darmawan tak sabar setelah puas mencuci mata beberapa menit.
Ikan liar secantik ini kondisinya sangat prima dan dirawat dengan baik. Ini bakal jadi primadona utama untuk pameran ikan hias di Pusat Akuarium miliknya bulan depan!
Dan entah kenapa, sejak pertama kali matanya menatap ikan itu, ada dorongan hasrat menggebu-gebu di dalam dadanya untuk segera memiliki ikan tersebut. Instingnya meronta, kalau dia sampai gagal beli, dia bakal menyesal seumur hidup!
Bima tentu saja setuju dengan senang hati. Walaupun ia gagal paham melihat kelakuan maniak para pehobi ikan ini. Kelakuan Bos Darmawan ngeluarin duit 1,3 Miliar ini ngebetnya bener-bener kayak cowok yang udah pegang kunci kamar hotel dan mau narik pacarnya masuk.
Yah, efek atribut 'Hasrat Membeli +2' emang sengeri ini rupanya!
Tak lama setelahnya.
Bos Darmawan keluar dari toko dengan wajah sumringah bahagia, memeluk wadah ikan itu layaknya harta karun. Tentu saja, ponsel Bima juga bergetar menerima notifikasi transferan raksasa.
"Transfer masuk ke rekening Anda... Sebesar Rp 1.300.000.000. Saldo Anda saat ini: Rp 2.071.559.200."
Bima menelan ludah. Dalam hitungan jam... dia resmi jadi miliarder?!