NovelToon NovelToon
Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Dikelilingi wanita cantik / Romansa Fantasi
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: maminya nathania bortum

Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part .21 Tangisan kepedihan

Wanita itu tidak bisa menjawab perkataan bapak

paruh baya tersebut, dibenaknya hanya tersisa

ingin pulang ke desa bersama kedua orang tuanya.

************

Tina menatap pria paruh baya itu yang ada bersamanya didalam ruangan gubuk kecil itu.

Tidak sabar rasanya ingin cepat malam ini berlalu

dan pergi meninggalkan gubuk itu tempat derita

dalam hidupnya.

"Ya, Tina merasa sedikit risih dan kurang nyaman berduaan bersama pria itu disebuah gubuk ditengah-tengah hutan. Sungguh penyesalan besar bagi dirinya memilih pergi menjauh dari orang sekitar dan permukiman demi memuaskan kesedihan dan kekecewaanya. Bayangkan saja, seorang gadis remaja yang berparas cantik dan ayu tinggal berdua dengan pria paruh baya disebuah gubuk kecil. Apakah gadis itu tentram? oh tentu tidak, sangat tidak tentram. Dirinya dibalut oleh ketakutan yang menghantuinya terhadap pria yang berada bersamanya di gubuk kecil itu. Dirinya berjaga-jaga selalu akan terkaman pria itu ketika

dimasuki oleh iblis. Namanya juga laki- laki, terlebih sudah lama berpisah dengan istrinya tiba-tiba menghabiskan malam bersama gadis remaja, niat buruk pasti akan terpikir olehnya.

"Kamu tidak lelah duduk terus, nona? atau kamu

sedang mengkhawatirkan sesuatu? tenanglah

semuanya pasti baik-baik saja. Kamu boleh tidur biar saya yang menjagamu, besok pagi kita pergi

menuju perkampungan", ujar pria itu menawarkan dengan nada lembut dan membujuk.

"Tidak pak! biar saya duduk saja, karena saya tidak mengantuk.Tidak sabar lagiuntuk pergi dari sini

menuju desaku, orang tuaku pasti sudah menunggu", jawab Tina dengan cepat dan salah

tingkah diselimuti ketakutan dan kekhawatiran.

"Oh ya, apa karena kamu takut sesuatu?

Nona lebih baik kamu mendengarkan saya dulu, tidurlah tidak ada yang perlu kamu takutkan. Saya akan menjaga dan mendampingimu sampai kamu bertemu keluargamu", sahut pria itu sembari menghampiri Tina.

"Maaf pak, kenapa harus mendekat? kamu sudah membuat suasana hatiku menjadi gundah gulana. Saya benar-benar takut tolong kasihani saya menjauhlah dariku!" imbuh Tina ketakutan

sembari mundur pelan-pelan ingin menjauhi pria

paruh baya itu.

Pria itu pun menghentikan langkahnya, namun sikap pria itu semakin mengkhawatirkan dirinya yang sedang memandang tajam padanya tanpa berkedip. Pria itu tersenyum manja menyapa Tina dan kembali melangkahkan kakinya yang semakin mendekati Tina. Dengan cepat pria itu menangkap

dan menarik tangan Tina dengan keras dan memeluknya sangat kencang. Tina menarik kembali tanganya dan berusaha memberontak dan melawan, tetapi tenaga pria selalu kalah dengan tenaga wanita. Semakin Tina mengelak, semakin kuat tegangan tanganya menggemgam Tina.

"Kenapa kamu berusaha kabur dariku? apa maksudmu ingin menjauhiku? kamu sangat cantik malam ini terlebih mengenakan daster pemberianku terhadapmu. Oh wanitaku", imbuh pria itu mengelus-elus kepala Tina dan sesekali

membelai rambut panjang Tina.

Tinapun hanya shock atas perkataan pria tua itu.

Dirinya benar-benar ketakutan hingga pucat dan

keringat dinginya bercucuran mampu membasahi

tubuh dan wajahnya disebabkan oleh ketakutan itu. Tina menatap pria itu dengan sangat tajam,

lalu berusaha melepaskan dekapan pria itu.

Wanita cantik itu berdiri dihadapan pria itu, dengan wajah tegang dan terlihat jelas tanganya bergetar dengan kencang, bagaimana tidak tegang dan takut? saat ini dirinya berada didekapan pria itu.

Pria itupun melemparkan senyumnya terhadap wanita itu dan menggendong tubuh mungil Tina.

Dirinya tidak peduli hentakan kaki dan tubuh Tina

yang berusaha melawan. Tinapun menangis histeris dan mulut Tina ditutup pria itu dengan tangan kananya. Sontak Tina semakin meronta- ronta ketakutan, dirinya dihantui rasa kehancuran dan kematian. Pria itu menarik satu sudut bibirnya

tanpa mengalihkan tatapanya terhadap Tina. Wanita itu semakin bingung, dirinya bersiap akan merasakan kehancuran yang mungkin ditakdirkan

malam ini. Tina hanya bisa meram ketika pria itu

mulai melucuti pakaianya. Dirinya benar benar tidak kuasa menerima semua ini.

"Tidak, saya tidak rela mahkotaku harus direnggut

pria cabul ini. Saya harus bertindak sebelum semuanya terjadi", gumam Tina mulai cari strategi hingga menoleh kekiri dan kekanan. Tina melihat sebilah pisau tajam yang tidak jauh dari keberadaan mereka. Tina cari akal biar bisa meraih pisau tersebut tanpa disadari pria cabul itu.

Blam....!

Pria itu tersungkur dan jatuh beberapa meter ke lantai akibat tendangan maut Tina mengenai

keperkasaan pria itu. Namun karena perlakuan pria itu, Tina tidak terhenti disitu saja. Rasanya dirinya seolah -olah membalaskan sakit dan derita yang dirinya tahankan.

Blamm..blam...blam, tendangan itupun terdengar berulang kali hingga pria itu tidak berdaya lagi.

Augh...augh, cukup nona, berhentilah saya bisa mati lho. Jika saya mati, siapa yang akan menemanimu disini? ini hutan sangat berbahaya.

"Saya tidak akan pernah takut dengan kematian, jika harga diriku dihancurkan dan dilecehkan.

Saya juga tidak takut dengan semua isi hutan ini. Lebih baik saya mati dari pada harus hidup bersamamu pria najis!" seru Tina berseru diiringi emosi tingkat dewa sembari mengepalkan kedua tanganya.

"Kamu benar benar mempermainkanku.

Pertama kamu sudah poloskan tubuhku tanpa sehelai pakaian apapun, dan sekarang ini kamu memaksa saya untuk memuaskan hasrat birahimu kamu yang akan mati ditanganku!" seru Tina sembari menarik sebilah pisau tajam tersebut.

Tidak, diantar dua pilihan: saya atau kamu yang akan mati. Jika saya memberimu kesempatan hingga dipagi hari, kamu kembali berdaya dan saya yang akan kamu korbankan. Sebelum itu terjadi, kamulah yang harus saya korbankan karena ulahmu. Saya tidak peduli harus mati dipenjara sebagai takdirku. Setidaknya saya bisa kembali

kekeluargaku walaupun sekejap", imbuh Tina sembari mengangkat pisau itu di kepalan kedua

tanganya.

Saat mendengar itu, pria itu diam dan berusaha bangkit berdiri. Lagi-lagi Tina menendang keperkasaan pria itu berulang kali sampai akhirnya pria itu lemas dan pingsan. Begitulah selalu Tina lakukan selama malam terlalui, hingga pagi hari pergi meninggalkan gubuk itu beserta pria bejat itu.

Tina berlari mengikuti jalur jalan persawahan itu,

dirinya tidak menyangka sampai ketitik empat persimpangan. Dirinya sempat bingung harus melalui simpang jalur yang mana, tiba-tiba dirinya

tersentak dengan suara memanggil dirinya. Dia tersungkur menangis dan pasrah akan kembali ketangan pria bejat itu lagi. Tetapi Tina sedikit waras dan sadar mengingat pria bejat itu tidaklah mengetahui namanya. Dirinya berusaha mendongakkan kepalanya, sangat dikejutkan dengan kehadiran Aldi dan beberapa aparat kepolisian berdiri di hadapanya.

Pria yang bernama Aldi itu nampak meraup wajahnya dengan kasar. Mengingat beban dirinya begitu berat semenjak menghilangnya Tina. Selama beberapa hari ini, Aldi memendam berbagai macam rasa: amarah, kesal, kepikiran,terpojokkan bahkan terbebani.

Disisi lain, dikantor polisi Tina menjelaskan sangat rinci, awal dari menghilangnya dirinya hingga bisa

melarikan diri dari gubuk ditengah hutan dengan

sekapan pria bejat itu. Kapolrespun menurunkan anggotanya terjun ketitik lokasi hutan yang Tina ceritakan.

Tina nampak sinis ketika melihat wajah pria yang mendampinginya dikantor polisi yang bernama Aldi itu.

"Hey gadis bodoh, apa yang kamu lakukan? kenapa kamu salah presepsi semua perkataanku? Padahal saya yang selalu melindungimu dan saya hanya ingin kamu berubah menjadi gadis bijak dan tegas biar tidak selalu ditindas. Atas perlakuanmu saya sangat menderita dan banyak beban yang harus kuterima serta tanggung jawab besar yang harus saya pikul. Saya selalu mengingat isi surat wasiat ayahmu untukku yang akan bertanggung jawab sepenuhnya denganmu!

"Apa ? surat wasiat? emangnya ayah kenapa, Al?

katakakan padaku, ayahku kenapa?" Seru Tina mendesak Aldi yang terdiam seribu bahasa sembari memukul-mukul tubuh Aldi.

"Aduh, kenapa saya keceplosan? mengingat skis Tina belum stabil seharusnya saya tidak mengutarakan ini dulu", gumam Aldi sembari memegang tangan Tina yang memekuli tubuh Aldi sembari menggemgamnya.

"Hentikan! cukup kamu membuat menderita anak saya karena ulahmu. Sekarang kamu sudah ditemukan terbukti anak saya tidak bersalah, dan jangan coba-coba mendekati anak saya lagi!" seru ibu Aldi dengan sangat marah sembari mendorong

kasar tubuh Tina.

"Aldi mari kita pulang sekarang, masalah surat wasiat ayahnya kamu sudah penuhi bertanggung jawab mencari wanita desa itu sampai ketemu. "Ayahnya meninggal bukan karena kamu, tetapi karena ulahnya sendiri. Tidak perlu kamu merasa bersalah dan merasa terbebani," imbuh ayah Aldi sembari menarik Aldi membawa pulang.

A...aaayahhh, ayahhh kamu meninggalkan Tina?

tiidaakk ayahh, saya tidak bisa terima ini.

Tinapun keluar dari dalam kantor polisi, berlari dan menangis memanggil-manggil nama ayahnya. Dirinya berlari kecil sambil mutar-mutar dikompleks

kantor polisi seperti linglung dengan berurai air mata.

Aldipun tidak kuasa melihat penderitaan wanita desa itu, apa lagi saat menghilang beberapa hari dirinya mendengar sendiri perjuangan dan penderitaan Tina hingga bisa keluar dari gubuk kecil ditengah hutan itu.

Aldi dengan segera ingin menghampiri dan mengejar Tina, tetapi....

bersambung

1
Rey Nababan
lanjut thor
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
Julia Asyura
crta nya bgs Thor tapi lebih bgus lagi pakai tanda petik agar memudahkan pembaca,dan Masi bnyak sekali kesalahan ketik
Sihotang Naulilagu
wao luar biasa tur alur ceritanya mengandung bawang juga😭
Maminya Nathania Bortum: terima kasih ito
total 1 replies
Tondi Tondiku
penasaran part berikutnya thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob, mohon ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pak Tuakeladi
kasihan Vivibdan Tina adiknya Vivi, bagaimana kabarnya thor?
Maminya Nathania Bortum: Di episode berikutnya, akan ada cerita Tina sob, ditunggu ya🙏
total 1 replies
Mas Bro
sepertinya saya lagi nonton didunia drama perfiliman sungguh ikut terbawa suasana thor pas saat baca
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mas
total 1 replies
Pratama Yahoi
hebat karyanya thor, i like
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Derita Deritamu
alur ceritanya bagus dan sangat berbeda dari novel lainya
Derita Deritamu
penasaran part selanjutnya thor agak gimana gitu
Maminya Nathania Bortum: ok ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pratama Yahoi
ada-ada saja musibah menimpa gadis malang itu
Mychael Butar-butar
lanjut...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih nak
total 1 replies
mom mimu
semangat terus Mamih... satu iklan mendarat untukmu mam...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mom
total 1 replies
Rita Loho
antap ceritanya
good job dekq
seperti sinetron ahhhh
Maminya Nathania Bortum: terima kasih kk
total 1 replies
Valen Tino
ceritanya bagus dan menarik bikin baper dan mengandung bawang.
Valen Tino
ceritanya ringan tapi kwalitasnya bagus, lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Susanty Armaida
baru kali ini dapat cerita novel berbeda daribyang lainya, pertahankan thor kesederhanaan ceritanya akan tetapi menarik dan bikin baper
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mbak
total 1 replies
Delvin
lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Ungkapan dan Suarahati
lanjut thor👍
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Didit Pratama
hmmm, makin naik episode ceritanya makin seru thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Boru napogos Situmorang
ditunggu up selanjutnya thor
Maminya Nathania Bortum: ok, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!