NovelToon NovelToon
Cinta Tak Salah

Cinta Tak Salah

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Cintapertama / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:261.6k
Nilai: 5
Nama Author: ♡MirDa11♡

Ziandra Putry Malik adalah seorang gadis sederhana yang memiliki kecerdasan tingkat rata-rata. Hal itulah yang membawanya menjadi seorang mahasiswa tingkat akhir profesi ners. Zia, begitu dia sering disapa memang sangat menyukai profesi perawat. Dia sudah memiliki berbagai planning kehidupannya untuk ke depan dan semua orang disekitarnya sudah memprediksi bahwa kehidupannya akan sukses. Namun siapa sangka karena satu kejadian yang menimpanya membuatnya harus mengubur impiannya dan harus menjalani kehidupan di luar planning yang sudah dibuatnya.

"Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Dosa apa yang telah aku perbuat hingga harus melalui ini." Adu Zia sedih.

Akankah Zia bisa menjalani takdirnya? Mampukah dia mengubah kembali takdirnya menurut planning yang telah dibuatnya?Akankah cinta yang berawal dari kesalahan itu akan menghampirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡MirDa11♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Kini Zia dan Rasti sudah dijalan menuju kediaman Pras. Zia sangat cantik dengan gaun panjangnya dan juga make up natural. Sementara Pras setelah membeli jas dia sudah lebih dahulu sampai di kediamannya.

“Kak, kau sangat cantik.” Ucap Rasti yang dari tadi tidak bisa memaling wajahnya dari Zia dan terus saja memuji Zia.

“Kau dari tadi memuji kakak, apa kau tidak bosan?” ucap Zia.

“Aku tidak menyangka hari ini kau akan menjadi kakak iparku. Aku sagat bahagia kak. Aku menyayangimu. Ingat jika nanti kak Pras menyakitimu, kau harus mengatakannya kepadaku.” Ucap Rasti memeluk Zia erat.

Zia pun hanya membalas pelukan Rasti sambil berpikir apa keputusannya ini sudah benar menerima pernikahan dengan laki-laki yang sudah merusak semua impiannya. Disisi lain dia juga berpikir bahwa Pras berhak diberi kesempatan.

Zia dan Rasti pun larut dalam pikirannya masing-masing.

***

“Kita akan dibawa kemana pak? Kenapa kalian memaksa kami ikut?” tanya Zea tajam yang kini dia dan orang tuanya sudah ada di sebuah mobil yang dia sendiri tidak tahu kemana mereka dipaksa dibawa pergi.

“Maaf nona, saya tidak bisa mengatakannya. Tapi saya janji ini untuk semua kebaikan. Ada yang ingin menemui kalian.

“Kau selalu sajaj mengatakan itu dari tadi dan tidak pernah mengatakan dengan jelas alasan kau membawa pergi kami.” Ucap Zea yang dari tadi selalu saja protes, sementara orang tuanya hanya diam sambil berpikir siapa yang menyuruh orang ini untuk membawa mereka dan siapa yang ingin menemui mereka.

Sopir yang dari tadi mendengar ocahan Zea tanpa henti hanya bisa bersabar.

***

Kini Zia dan Rasti sudah tiba disebuah kediaman yang begitu besar dan megah. Zia pun segera keluar dari dalam mobil dengan ditemani Rasti.

“Ayo kak kita masuk!” ajak Rasti menggandeng tangan Zia dan membawanya lewat pintu samping menuju sebuah kamar yang memang sudah disiapkan untuk Zia. Pras juga berada dikamarnya mengganti pakaiannya dengan jas.

“Ini kamar siapa?” tanya Zia begitu sampai disebuah kamar.

“Ini sementara kamar kakak. Nanti setelah kalian menikah kau akan tinggal bersama kak Pras dikamarnya.” Ucap Rasti.

“Kamar kakakmu?” tanya Zia kaget karena dia tidak memikirkan sampai kesana. Entah kenapa dia sudah menjadi bodoh.

“Ada apa kak?” tanya Rasti.

“Emm,, gak ada kok.” ucap Zia sedikit gugup. Rasti pun hanya tersenyum karena menyadari kegugupan di wajah Zia.

Zia pun dengan ditemani oleh Rasti tetap berada di kamarnya. Rasti menemani calon kakak iparnya itu sampai akad dilaksanakan.

***

Sementara diluar semuanya sudah siap, ruang tamu keluarga itu disulap menjadi sebuah tempat yang indah dengan di hiasi bunga-bunga aneka warna dan lampu-lampu.

“Nak kau sudah siap?” tanya Andrew begitu melihat Pras keluar dari kamarnya dengan setelan jas lengkap berwarna putih sama dengan gaun yang dipakai oleh Zia.

“Aku sangat siap kak.” Ucap Pras dengan tegas.

“Itu baru putraku. Aku sangat senang akhirnya kau mempertanggung jawabkan kesalahan yang telah kau lakukan di masa lalu.” Ucap Andrew.

“Terima kasih pih, kalian sudah membantuku untuk mendapatkan gadis seperti dia.” Ucap Pras memeluk papinya.

“Dia adalah kandidat terbaik untuk menjadi menantu kita. Papi tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.” Ucap Andrew.

“Ingat nak, kau harus menjaganya dengan baik.” ucap Celine tiba-tiba.

“Tentu mih.” Ucap Pras.

Celine pun segera memeluk putranya itu.

“Apa dia sudah tiba mih?” tanya Pras.

“Iya, dia sudah ada. Dia bersama Rasti dikamar.” Jawab Celine.

Tiba-tiba datanglah sebuah mobil dari luar.

“Itu pasti mereka. Ingat kau harus bisa meyakinkan keluarganya.” Ucap Andrew menepuk bahu putranya.

Andrew, Celine dan Pras pun menuju teras untuk menyambut keluarganya Zia.

“Ini rumah siapa?” tanya Zea begitu turun dan menatap sekeliling.

“Ini rumah kami nyonya. Selamat datang!” ucap Andrew mendekati keluarga Zia.

“Kalian siapa?” tanya Gibran.

“Lebih baik masuk dulu. Tidak baik bicara disini. Ayo masuk!” ajak Andrew.

Gibran, Alya, dan Zea pun hanya bisa ikut masuk mengikuti sebuah kelurga yang ada di depan mereka. Begitu masuk Zea selalu melihat sekeliling dan kini matanya fokus dengan dekorasi yang ada di ruang tamu tersebut.

“Cepat katakan, siapa kalian? Dan kenapa kalian membawa kami kesini?” Tanya Gibran begitu mereka duduk.

“Hmm,, untuk itu kami minta karena sudah membawa kalian kesini dengan terpaksa tapi ini kami lakukan karena ada yang ingin menemui kalian. Ohiya perkenalkan saya Andrew dan ini istri saya Celine dan itu putra pertama kami Pras.” Ucap Andrew memperkenalkan keluarganya.

“Baiklah. Kami ingin tahu kenapa kelian memaksa kami kesini? Kami tidak perlu menjelaskan kan siapa kami. Kami yakin kalian pasti sudah mengetahui orang yang kalian culik.” Ucap Gibran.

Andrew hanya tersenyum mendengar laki-laki yang seumuran dengan itu. Kini dia tidak ragu lagi dari mana sikap tegas Zia itu dilahirkan karena ayahnya saja sangat tegas, “Kami tahu kalian pasti bertanya kenapa kalian membawa dibawa kesini. Tapi saya yakin kalian pasti akan sangat berterimah kasih begitu tahu kenapa kalian dibawa kesini.” Ucap Andrew.

“Maaf tuan, saya menyela. Apa sebenarnya yang ingin tuan katakan? Kenapa dari tadi terbelit-belit.” Ucap Zea.

Andrew lagi-lagi tersenyum mendengar protes dari adik Zia itu, “Ah, sepertinya kalian memang sangat ingin tahu kenapa kalian dibawa kesini. Baiklah saya akan memberitahukan alasannya tapi begitu kalian tahu kalian harus menyetujui permintaan dari kami.” Ucap Andrew menatap keluarga yang ada dihadapannya.

“Pih.” Panggil Pras. Sementara Andrew hanya tersenyum menanggapi putranya.

“Kenapa kami harus menyetujui permintaan kalian?” tanya Gibran.

“Karena,,” ucap Andrew terpotong begitu melihat Zia dengan ditemani Rasti menuju ruang keluarga tersebut. Yah, Andrew sudah memberi isyarat kepada putrinya untuk membawa Zia ke ruang keluarga. Pras pun sangat terpesona melihat Zia, dia seolah-olah terhipnotis dengan kecantikan Zia padahal riasan Zia sangat natural.

Zea pun menengok ke belakang dengan diikuti oleh Alya dan Gibran, “Kakak!” panggil Zea berlari mendekati kakaknya.

“Dek!” ucap Zia memeluk adiknya itu.

“Kakak, ini beneran kau kan?” tanya Zea tidak percaya.

“Apa kau berpikir ini rohnya kakak.” Ucap Zia melepaskan pelukannya.

“Mama! Papa!” panggil Zia kepada kedua orang tuanya.

“Kakak, ini kau?” tanya Alya menangis sambil memeluk putrinya.

“Mama, kakak merindukan kalian.” Ucap Zia memeluk kedua orang tuanya yang saat ini ada dihadapannya.

“Papa, Zia merindukan papa. Apa papa tidak merindukan Zia?” tanya Zia kepada papahnya.

“Apa kau bodoh? Kemana saja kau selama ini? Kenapa harus memutuskan pergi? Kenapa kau tidak pulang?” tanya Gibran memeluk putrinya itu dengan erat.

“Papa, Zia baik-baik aja kok.” ucap Zia begitu pelukan papahnya dilepaskan.

“Kakak, kau sangat cantik? Kenapa kau memakai gaun?” tanya Zea begitu menyadari kakaknya ternyata memakai gaun.

Zia pun hanya diam, “Kenapa kau diam kak?” tanya Zea.

“Nona, kakakmu akan menikah dengan putraku.” Ucap Andrew menyela pembicaraan kedua kakak beradik itu.

“Apa? Menikah?” tanya Zea, Alya dan Gibran kaget sambil memandang Zia dalam seolah-olah meminta kepastian.

“Tuan, itu benar. Saya dan putri anda akan menikah hari ini. makanya dari itu kami membawa anda sekeluarga kesini karena Zia ingin ayah kandungnya sendiri untuk menjadi wali nikahnya.” Ucap Pras memberanikan diri karena dia tidak ingin menjadi laki-laki pengecut lagi yang tidak bisa membela wanita yang dia cintai.

“Apa hakmu bicara begitu?” tanya Alya menatap Pras tajam.

“Kami tidak bertanya padamu? Kami bertanya pada putri kami. Katakan kak, itu tidak benar kan?” tanya Gibran menatap putrinya dalam.

Zia hanya tersenyum lalu menatap Zea, Alya dan Gibran dalam, “Itu benar. Kakak akan menikah.” Ucap Zia.

“Apa?”

*

*

Happy reading guys !!😊

Jangan lupa like, komen, vote, dan favoritin.🙏🏻

Mohon maaf jika ada typo guys,,🙏🏻😉

Mohon maaf hanya bisa up satu part karena author masih dalam keadaan sakit.🙏🏻🥺

1
flower
/Smile//Smile//Smile/
Ryan Jacob
semangat Thor
Nendah Wenda
Heppy ending bagus ceritanya banyak pelajaran yang di petik dari kisah hidup mereka makasih Thor semangat💪💪
Nendah Wenda
tetapla bahagia keluarga beras mereka
Nendah Wenda
🥰🥰🥰
Nendah Wenda
next seruuuuuu Thor the best
Nendah Wenda
lanjut Thor
Nendah Wenda
Lian beli rumah berdekatan dengan pras dan zia
Nendah Wenda
selamat datang kembali zea ke rumah
Nendah Wenda
belum jadi nih benihnya
Nendah Wenda
seru nih ceritanya asistennya pada jatuh cinta
Nendah Wenda
manja nya Rasti Sama faris
Nendah Wenda
lanjut
Nendah Wenda
bahagianya mereka tak bisa di ungkapkan
Nendah Wenda
Alhamdulillah zea sadar rencana Zia dan Rasti berhasil
Nendah Wenda
cara apa yang akan di lakukan zia
Nendah Wenda
sabar Lian belum waktunya
Nendah Wenda
alhamdulilah kalau semua baik baik saja
Nendah Wenda
tegang sangat sangat tegang
Nendah Wenda
tegang sangat sangat tegang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!