NovelToon NovelToon
PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:413.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lastri Azahra

Dunia Anindya hancur ketika calon suaminya Yudhistira tidak datang ke pernikahan mereka. Rasanya seperti mau kiamat ketika tiba-tiba ayahnya memaksa untuk mengganti mempelai pria dengan Rio sahabatnya sendiri. Pernikahan tanpa cinta harus mereka jalani. Meski pada akhirnya cinta itu muncul seiring berjalannya waktu. Tapi di hadapan teman kerja ,mereka harus menyembunyikan identitas pernikahan mereka. Sampai Vino direktur perusahaan itu menyukai Anindya. Prahara mulai muncul...dan memporak porandakan biduk rumah tangganya. Mampukah mereka bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lastri Azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 Rio Mabuk

Anindya menangis sejadi jadinya dalam kamar. Ia merasa sangat sedih. Hubungannya dengan Rio memang sudah tidak bisa di lanjutkan lagi. Hanya kesakitan yang akan mereka dapat jika terus bertahan. Itu sebabnya Anindya tidak ingin membalas cinta Rio dari dulu. Ia takut kejadian ini menimpa dan menghancurkan hubungan persahabatan mereka.

Drrrttt....!

Sudah Tidur?

Anindya melempar ponselnya keatas kasur. Bertambah rasa sakitnya ketika ia mengingat Vino. Kehadiran laki laki tak terduga itu sanggup mengubah keadaan dalam sekejap mata. Ia tahu hal ini membuat Rio begitu tidak percaya diri, tapi kenapa dia begitu cepat menyerah. Menganggapnya sudah pasti akan memilih Vino karena hartanya.

Anindya mendengus kesal. Tak menyangka Rio berpikir sepicik itu mengenai dirinya.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka. Rio masuk membawa sebungkus nasi goreng. Ia tahu Anindya belum makan dari semenjak mereka pulang kerja.

Anindya menyeka air matanya, tidak ingin terlihat begitu lemah di hadapan Rio.

" Makan dulu, aku tidak ingin kamu sakit. " Rio duduk di samping Anindya yang tengah berbaring membelakanginya.

" Hentikan semuanya Rio, tidak usah begitu baik sama aku. " suara Anindya terdengar parau.

Rio menarik nafas. Sudah tidak ingin juga kah kamu menjadi sahabatku? Apakah posisi itu juga ingin kamu hentikan? Rio terdiam, seperti teriris menerima semua penolakan dari Anindya. Laki laki itu keluar dari kamar Anindya dengan perasaan hampa. Bukan seperti ini akhir yang dia inginkan.

Anindya tersentak ketika mendengar suara mobil Rio meninggalkan rumah. Mau kemana dia malam malam begini? Menemui Gendis? Mana mungkin di waktu selarut ini.

*****

Pukul 01.00

Terdengar suara pintu di buka dari luar. Anindya yang baru saja terlelap seketika bangun kembali. Ia mengintip dari pintu kamarnya. Terlihat Rio berjalan sempoyongan. Ia mencoba berpegangan pada tembok dan barang sekitarnya untuk membantu menopang tubuhnya yang sudah tak bertenaga.

Anindya berhambur meraih tubuh Rio yang hampir jatuh. Memapahnya dengan susah payah.

" Lepaskan aku, nggak usah bantu aku Anindya. " suara Rio terdengar seperti orang mabuk. Ia mencoba menepis tangan gadis itu, tapi tangannya kembali terkulai. Tercium bau alkohol yang menyengat dari mulut Rio. Pria itu benar benar mabuk.

Anindya mendengus. Baru kali ini ia melihat Rio mabuk. Apakah permasalahan ini begitu berat untuknya? Anindya bersusah payah memapah tubuh Rio yang berat dan membaringkannya di atas kasur. Posisi Rio yang berdiri tepat di depan kamarnya membuat ia berpikir untuk membiarkan laki laki itu beristirahat di kamarnya. Lagipula untuk membawa Rio ke kamarnya di belakang ia sudah kehabisan tenaga.

Dibukanya sepatu Rio perlahan. Sekilas Anindya menatap wajah Rio yang kuyu dan sedikit berantakan. Tubuhnya sudah sangat lemah.

Anindya membuka kancing kemeja Rio. Masih tercium bau Alkohol menyengat di hidungnya. Kenapa kamu jadi kaya gini Rio?

" Jangan tinggalkan aku Anindya. " Rio menarik tangan Anindya hingga wajahnya begitu dekat dengan wajah Rio yang menatapnya sayu. Anindya menyentuh lembut pipi Rio perlahan. Kenapa hatinya sakit melihat Rio seperti ini.

" Aku sangat mencintaimu, kenapa kamu lebih memilih dia yang baru kamu kenal sebentar saja? " Rio mendorong tubuh Anindya menjauh. Anindya menarik nafasnya.

Tiba tiba tangan Rio menarik tangannya kembali ketika gadis itu berdiri hendak menaruh baju kotor Rio di keranjang cucian. Rio menarik tangannya begitu kuat hingga ia terjerembab diatas tubuh Rio.

" Tidur disini. " Rio mulai memejamkan matanya. Anindya pun akhirnya membaringkan tubuhnya disamping Rio. Membiarkan laki laki itu memeluk erat dirinya sebelum akhirnya mereka sama sama terlelap.

*****

Pagi ini begitu cerah, kicau burung terdengar bersahutan menyambut pagi yang baru saja di mulai. Mahluk Tuhan itu kembali bersiap mencari rezeki untuk mempertahankan hidupnya. Ia yakin Tuhan adil kepada setiap umatNya. Pasti ada makanan untuknya hari ini.

Cahaya matahari menerobos melewati sela sela gordeng. Rio yang baru saja berusaha membuka matanya menutup matanya kembali beberapa saat karena silau. Hari ini tubuhnya terasa lemas sekali, kepalanya terasa sangat pusing. Ia menatap langit langit kamar. Ini bukan kamarnya. Rio terkejut melihat disampingnya tergolek tubuh Anindya yang membelakanginya dengan punggung putihnya yang terlihat mulus dan halus karena Anindya memakai pakaian tidur yang terbuka.

Ah,,, ini pasti karena tadi malam ia begitu mabuk hingga tak sadar malah tidur di ranjang Anindya. Bodoh sekali kamu Rio. Rio memukul mukul kepalanya sendiri menyesali perbuatannya semalam.

Anindya menggeliat ia membalikan tubuhnya menghadap Rio. Dia masih terlelap. Rio mengamati wajah tanpa make up itu. Begitu cantik. Wajah ini selalu bisa membuat Rio terpikat. Jantungnya berdebar debar seketika.

Anindya tiba tiba membuka matanya perlahan. Membuat Rio yang sedang memandangnya terkejut dan pura pura tertidur.

Anindya bangun dari tidurnya. Meraih ponsel di atas nakas. Sudah setengah 8.Mereka bangun kesiangan karena sama sama tidur larut malam. Sudah tidak mungkin lagi untuk masuk kerja. Apalagi Rio masih tertidur pulas.

Anindya turun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi. Sementara Rio mencoba untuk berdiri setelah terdengar bunyi gemercik air dari dalam kamar mandi. Namun tubuhnya limbung. Dia ambruk kembali di atas kasur.

Sial, kenapa aku sangat tidak berdaya. Pengaruh alkohol yang tidak biasa membuat badanku drop. Rio mengutuk dirinya sendiri. Kepalanya terasa semakin berat. Badannya terasa lemas tak bertenaga.

Anindya yang baru selesai mandi terkejut melihat Rio meringis kesakitan diatas tempat tidur. Bibirnya begitu pucat. Ia meraba kening Rio. Panas sekali. Rio demam.

Dengan sigap Anindya mengambil air dan mengompres kening Rio. Gadis itu terlihat sangat khawatir.

Anindya pergi ke dapur untuk membuatkan bubur untuk Rio. Dia juga segera menelepon memberi tahu tentang keadaan Rio saat ini yang tidak bisa masuk kantor karena sakit, begitupun ia meminta izin untuk cuti karena harus mengurus Rio.

Anindya merawat Rio begitu telaten. Setiap jam ia cek suhu tubuhnya. Tapi tidak kunjung turun. Malah kini Rio jadi sering muntah.

"Kita ke rumah sakit ya. " Anindya tidak tega melihat Rio seperti ini. Bubur yang ia buat pun hanya di makan sedikit oleh Rio.

" Nanti juga baikan, maaf ya sudah merepotkan kamu." Rio menolak dengan badan yang masih lemah bersandar di sandaran tempat tidur.

" Kamu harus ke dokter Rio. Kamu harus sembuh. " Anindya sedikit memaksa.

Rio akhirnya setuju. Badannya sudah sangat lemah dan ia pun sudah tak tahan dengan sakit di kepala dan perutnya.

Anindya mendudukan Rio di dalam mobil. Dia nekat membawa mobil meskipun belum punya SIM. Mudah mudahan hasil belajar nyetir dari Rio ada gunanya kali ini.

" Bismillah.... " Anindya mulai menstarter mobil lalu menjalankan mobil perlahan karena masih sedikit takut. Tapi akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit yang di tuju. Rio langsung di tangani di IGD sebelum akhirnya di pindah ke ruang rawat inap karena harus opname.

BERSAMBUNG ***

1
nana supriyatna
Luar biasa
Ratnasihite
jd ga seru lg diputusin bgtu aja🤪
Ratnasihite
jd sedih ko ya
Ratnasihite
Biasa
Ratnasihite
Buruk
Lilis Liss
mana sih ko g ada lanjutannya
Lilis Liss
udah 2 judul yng menggantung g.ada lanjutannya
Lilis Liss
ko g ada lanjutanya
Lilis Liss
kaya ny poto mantan rio deh
Lilis Liss
andin gk punya pendiriian udah tau rio cemburu eh mlh nempel sama vino
Lilis Liss
murahan siandin
Lilis Liss
kesannya andin kaya wanita murahan mudah dirayu sama vino
Lilis Liss
mah gitu dong jdi semangat mbacanya andin
Lilis Liss
males ah baca nya kok perempuan kaya andin,,udah mending siandin tinggalin sama rio dan vino biarin sendiri gk suka karakter andin
Lilis Liss
sebel ah kesianindya plin plan
ibeth wati
karakter disini yg TDK aku sukai kurangnya keterus terangan ..apa" disimpen entar klo dengar dr yg lain bisa jadi penyakit kan
mungkin karakter othornya gitu(⁠•⁠‿⁠•⁠)
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Mel Lisanti
endingnya masih gantung ya thor??
Asri
lanjut
RisaRis27670746
astaga aninnn malah tinggal diapartemen vino...tambah parahlah salah pahamnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!