NovelToon NovelToon
Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Kecelakaan maut dalam perjalanan ke puncak, mengantar Senja menjadi seorang janda diusia yang masih sangat muda. Suami dan putra satu-satunya dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Setelah peristiwa itu, takdir membawa Senja bertemu dengan Deandra dan Aleandro. Pasangan yang sudah lama menikah tetapi belum juga dianugerahi keturunan.

Deandra adalah atasan Senja di tempatnya bekerja. Karena sesuatu hal, Senja diminta untuk menjadi surrogate mother untuk calon anak dari Deandra dan juga Aleandro.

Bersediakah Senja menerima permintaan atasannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Deandra pergi .

Mansion Hutama sudah lumayan ramai dengan relasi dan kerabat yang ingin menyampaikan ucapan bela sungkawa untuk Keluarga Hutama dan Keluarga Zanetti.

Keluarga Hutama adalah keluarga dari pihak Deandra sedangkan keluarga Zanetti adalah keluarga dari Aleandro. Keduanya sama-sama memiliki kerajaan bisnis yang sangat diperhitungkan di Indonesia dan di negara S.

Hutama menamai perusahaannya Mahendr, karena sesuai dengan nama putra pertama mereka yang juga papa dari Darren Mahendra.

Suasana duka sangat terasa di tengah keluarga Hutama saat ini. Aleandro dengan khusyu berdoa di samping jenazah Deandra yang sudah di kafani.

Ayah Deandra sekaligus Opa dari Darren yang bernama Hutama duduk bersila disamping Aleandro juga mendoakan putrinya. Sementara Sarita dan suaminya--Mahendra, menemui beberapa kerabat yang mendengar kabar kematian Deandra. 

Aleandro menutup buku bacaan yasin dan tahlil yang baru saja selesai di bacanya, lalu memundurkan badannya dari jenazah Deandra. Hutama mengikuti apa yang dilakukan oleh menantunya itu. 

"Kita harus ikhlas Al, Lihatlah kematian istrimu sangat sempurna, Kita saja belum tentu bisa meninggal dalam keadaan tersenyum seperti itu. Rupanya istrimu begitu bahagia diakhir hidupnya. Terimakasih Al, Dari awal pernikahan sampai saat ini kamu sudah membahagiakan anak papa dengan sangat baik,"ucap Hutama sembari menepuk pundak Aleandro. 

"Terimakasih papa memberikan Al kesempatan untuk hidup bersama putri papa yang luar biasa. Deandra sudah mendapatkan semua keinginannya pa. Impiannya ingin memberikan Al keturunan sudah Andra penuhi. Meski dari rahim orang lain, tapi itu tetap anak Andra dan Al. "ucap Aleandro begitu tulus. 

"Ah ... Ya ... Papa baru ingat. Di mana perempuan yang mengandung anak kalian sekarang?" tanya Hutama, karena dia memang belum pernah melihat Senja. 

"Dia masih di rumah sakit pa. Dia sangat shock dengan kepergian Andra. Selama ini dia selalu menemani Andra dan membantu semua urusan Andra. Saat terakhir pun hanya Al dan Senja yang ingin ditemui Andra," jelas Aleandro. 

"Kasihan perempuan itu ... Papa dengar dari Sarita dia sebatang kara. Suami dan anaknya meninggal di usianya yang masih muda. Siapa yang mengurusnya di rumah sakit?" tanya Hutama lagi. 

"Darren pa," jawab Aleandro singkat. 

Hutama menganggukkan kepalanya. Dalam hati merasa heran karena biasanya Darren sangat cuek pada urusan orang lain. 

Sarita berjalan dengan lututnya mendekati Aleandro dan Hutama. 

"Darren baru saja memberi kabar, Senja bersikeras ingin pulang. Dia tidak ingin menginap di rumah sakit," bisik Sarita. 

"Biarkan saja Kak." Aleandro mencoba sedikit tersenyum.

"Dokter tidak mengizinkan Senja melepas infusnya sebelum 1 x 24 jam Al. Meskipun semua sudah normal, tapi untuk antisipasi mereka mengharuskan memasukkan vitamin dan obat melalui infus." Sarita menhelaskan sesuai apa yang disampaikan Darren padanya.

"Apa Darren tidak bisa mengatasinya sendiri?" ucap Hutama ikut berbicara. 

"Bukan tidak bisa pa, tapi mereka memang tidak bisa akur. Mereka tidak akan mendengarkan Satu sama lain." Sarita menjelaskan pada papa mertuanya.

"Baguslah ... akhirnya anakmu bertemu dengan perempuan yang berani menentangnya. ini kemajuan." ucap Hutama dengan senyuman tipis di bibirnya. 

"Biarkan Senja pulang Kak. Suruh Darren meminta layanan Home care dari rumah sakit dengan dua perawat." Aleandro memberikan solusi yang tepat untuk Senja.

"Baik ... Akan kakak sampaikan pada Darren." Sarita kembali berjalan dengan lututnya, keluar dari ruang jenazah berada.

"Papa istirahat dulu Al. Kamu juga jangan lupa istirahat dan juga makan. Andra tidak akan senang jika kamu sakit." Hutama mengingatkan menantunya untuk menjaga kondisi.

Kini Aleandro sendirian bersama jenazah Deandra. Aleandro kembali mendekati jenazah istrinya.

"Selamat jalan Bee ... Terimakasih untuk akhir yang indah. Aku Akan memenuhi janji kita bertiga .Setelah anak kita lahir aku akan menikahi Senja. Aku akan membuat anak kita mempunyai keluarga yang utuh. Aku sangat mencintaimu Bee, kamu tau itu. Tapi aku tidak keberatan untuk menikahi Senja. Dia perempuan yang baik. Mungkin sejak mengenalnya, aku bisa saja jatuh cinta padanya. Tapi aku mencintaimu lebih besar, aku tidak sanggup mengkhianatimu. " ucap Aleandro lirih. 

Aleandro tidak menyadari ucapannya di dengar oleh Papanya Darren. Mahendra menjadi penasaran dengan sosok Senja yang sering diceritakan istrinya. Sarita selalu memuji perempuan itu dan selalu berharap dia berjodoh dengan Darren.

"Al ... Terimakasih sudah menjaga adikku sampai akhir. Aku bangga dengan cinta kalian." ucap Mahendra mengagetkan Aleandro.

"Sama-sama Kak, terimakasih selalu merestui dan mendukung kami sampai sekarang." Aleandro tersenyum hangat pada Mahendra.

"Setiap yang hidup, pasti akan menemui kematian. Kita hanya tidak tau kapan. Di mana dan bagaimana kematian akan menjemput kita. kematian yang datang pada Andra adalah kematian yang indah." Pandangan Mahendra menerawang jauh.

Aleandro tersenyum. Dia sangat bersyukur karena semua yang melihat Jenazah Deandra selalu mengatakan hal yang kurang lebih sama dengan ucapan Mahendra.

******

Senja terus menampakkan wajah kesalnya pada Darren. Karena laki-laki itu terus menahan dan seperti tidak mengijinkannya untuk keluar dari rumah sakit.

"Makanlah! bukan untukmu, tapi untuk anak Aunty Andra. Aku tidak akan peduli padamu jika tidak ada anak itu dalam tubuhmu." Darren sedikit kesal, begitu sulit menyuruh Senja makan.

Senja menyambar piring yang ada di atas meja samping ranjangnya. Berdoa dalam hati sebentar, lalu langsung memasukkan makanan yang ada di sana sendok demi sendok, hingga akhirnya habis tak bersisa.

"Kita akan pulang ke mansion opaku. Tapi kamu akan tetap memakai infus. Ada dua perawat yang akan menjagamu. Sekarang kita hanya menunggu perawat yang aku pilih siapa." ucap Darren agak lembut .

"Kenapa mesti Tuan yang memilih?" tanya Senja, sangat heran.

"Ya karena aku yang mengurus kamu sejak kamu pingsan tadi sampai sekarang. Bersikaplah baik sedikit padaku. Kalau kata terimakasih itu berat bagimu, setidaknya diamlah. Jangan terus berbicara, jika yang keluar dari mulutmu hanya membuatku kesal." Darren mendengus dan mencebikkan bibirnya.

"Jika anda mengajak saya bicara dengan baik, saya pun akan membalasnya dengan baik - baik Tuan," tegas Senja dengan tenang .

"Tidak ada satupun alasan yang aku punya untuk berbuat baik padamu. Kalau saja tidak ada Kejadian ini, aku juga malas menjagamu. Aku tidak akan mengurus segala hal tentangmu. Aku hanya menghargai mama dan aunty Andra yang sudah terbuai dengan wajah sok polosmu." Lagi-lagi Darren memicu kekesalan perempuan di depannya.

"Kebaikan tidak memerlukan alasan, Tuan. Kalau Anda tidak ikhlas, silahkan Tuan pulang duluan saja. Saya sama sekali tidak keberatan menunggu perawat sendirian di sini," tegas Senja.

"harusnya kamu ngomong begini dari tadi. Kalau baru ngomong sekarang, itu namanya gak niat ngusir. Tuh perawatmu datang! itu artinya kita akan tetap pulang sama-sama." Darren tidak kalah santai dengan Senja.

Dua perawat memang mendekati mereka. Mendorong kursi roda yang pastinya akan digunakan Senja.

"Kami sudah siap pak," ucap salah seorang suster .

"Baiklah ... pastikan kalian bisa menjaga Senja dengan baik. Karena dia sedang mengandung keturunan Mahendra." Darren memberi tahu tugas perawat dengan sikap angkuhnya.

Senja hanya bisa mengelus dada melihat Darren yang sikapnya gampang berubah seenaknya sendiri. Sebentar baik sebentar juga menyebalkan .

1
yuiwnye
eeh om Al sdh DP ya
yuiwnye
untung aja burjkhalifa blm di robohkan sama Abang Dar 😆😆😆
yuiwnye
mulut mu chuiuuun 😆😆
yuiwnye
yg sakit Zain sptnya ya tour.....
yuiwnye
suruh pak Tarno nanem dl tunggu sampai panen, itu LBH lama lg Darren 😁😁
yuiwnye
Firly adalah Rafly
betsy kissia
luar biasa nofel ini betul2 menguras kejutan2..penulis yg hebat.salut aku👍
tik.31
ceritanya bagus
Al Fatih
mengapa hrs ad part seperti ini 😭😭😭😭
Agus Tino
bagus
Dafila Nurul
bagus. seru ceritanya
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih kakak
total 1 replies
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
otw🤭🤭🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
untung cuma di batin,,,cobaklo di ucap dpt Bogeman mentah dr Darren 🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
amaaarrrr🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
gagal maning🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣 Mayan dpt mini Cooper 😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
selalu ada saja kesempatan yg di ambil 🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
jiwa jomblo meronta-ronta 🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣🤣 bisanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!