NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 : TENTANG ANIN

Hari-hari berlalu begitu saja, rumah tangga Bimo dan Dwini pun terlihat adem ayem terlihat dari pemandangan orang-orang di luar sana.

Hanya Bimo dan Dwini yang tau bagaimana rumah tangga mereka sesunguhnya.

Dua purnama mereka lewati bersama dalam satu atap yang sama, namun pada dua ranjang yang terpisah.

Dwini tampak dengan tegar menerima perlakuan dingin suaminya di rumah tangga mereka.

Semua keperluan Bimo di layani dan di atur Dwini dengan baik. Bak istri yang sempurna memanjakan suaminya. Tetapi tidak dalam urusan ranjang.

Dalam ruamh itu pun sangat jarang terjadi komunikasi, mereka seolah seperti tinggal dalam sebuah kost putra daan kost putri. Yang terlihat sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing.

Bahkan Dwini senungguhnya bingung pada suaminya, betapa tidak menariknyakah ia di hadapan suaminya. Sampai menyentuhnya pun ia seolah tidak bergeming.

Seluarbiasa apakah, wanita sebelum ia hadir. Sampai sampai ia mampu membuat suaminya ini menjadi seorang pria kaku dan bagai mati rasa.

Dwini mulai jengah bermain dengan waktu, dalam menunggu perubahan suaminya agar dapat menoleh sedikit saja padanya.

Sesempurna apakah wanita itu, sampai segala bakti yang ia lakukan dalam rumah tangga mereka selama ini pun tidak di hargai.

Sesungguhnya aku istri atau pembantu...?

Tidak sekali pertanyaan itu muncul dalam pikiran Dwini saat ia sendiri.

Semua makanan ia sediakan, pakaian semua ia cuci dan siapkan. Rumah sudah pasti ia bereskan. Oh Tuhan... seorang pasca sarjana Psikolog. Ketika berumah tangga tak ubahnya bekerja seolah sebagai asisten rumah tangga.

Inikah balasan bagiku yang begitu memujanya. Bahkan aku memutuskan untuk menutup hatiku pada setiap lelaki yang mendekatiku. Demi seorang Bimo yang ku inginkan menjadi suamiku. Tetapi... apakah ini benar hanya cinta sepihak saja...?

Semua pikiran berkecambuk itu ada dalam pikiran Dwini. Membuatnya sulit untuk berpikir jernih. Dan mulai menyalahkan dirinya, mengapa harus mencintai Bimo dengan seluruh jiwa dan raganya.

Bahkan ayah dan ibu pun pernah ingin membatalkan perjodohan ini, tetapi demi Bimo yang telah terpatri dalam hatinya. Dwini lah yang bersikeras untuk tetap memujanya, dan tetap Bimo adalah pilihan hatinya. Cinta pertamanya yang akan ia jadikan sebagai cinta terakhirnya.

Aku wanita, aku memang harus menunggu. tetapi waktu terus berpacu yang tentu mengantar usianya uang tentu tidak semakin muda.

Selain pada Tuhan dan diarynya, kini Dwini ingin mulai mencurahkan isi hatinya pada seseorang yang bisa ia ajak berbagi.

Namun, ia malu. Takut jika saja itu akan menjadi aib rumah tangganya yang mungkin saja kan tersebar menjadi kinsumsi publik.

Namun, Dwini telah meraasa tidak sanggup menyimpan rasa itu sendiri. Sehingga ia memutuskan untuk me;akukan pendekatan saja pada Winda istri Jovan. Mungkin ia bisa tau lebih banyak akan wanita sebelumnya.

"Mas...ijin. Boleh saya ke rumah mbak Winda. Bosan di rumah sendiri." Pamitnya lewat pesan singkat ke ponsel suaminya.

"Iya silahkan, hati-hati di jalan. Pakai saja motorku mbak." Balas Bimo dengan cepat.

Tak memerlukan waktu lama. Kini Dwini tampak sudah bertengger di teras bersama Dwini di waktu yang mulai beranjak sore menjemput senja.

"Mbak Dwi... belum isi?" tanya Winda membuka obrolan saat melihat perut Dwini yang masih terlhat langsing.

"Boro-boro isi, pecah saja belum." Batin Dwini.

"Sepertinya belum mbak." jawab Dwini pelan.

"Sabar saja mbak... kami dulu juga kosongnya 3 bulan, baru isi."

"Oh... gitu. Mungkin kami begitu juga kali ya. semoga...semoga." Terawang Dwini.

"Amin. Mbak... maaf saya boleh tanya hal agak pribadi tidak...?" tanya Winda agak serius.

"Tanya saja... soal apa sih?"

"Itu... soal hubungan mbak dengan pak Bimo. Apa benar kalian di jodohkan mbak...?" tanya Winda dengan penuh hati-hati, takut menyinggung perasaan istri atasannya.

Dwini tampak mengumbar senyumnya terkebih dahulu.

"Mbak Winda... juga tau soal itu?" tanya nya

"Ga tau banget siih mbak. Hanya menebak saja."

"Kok nebaknya bisa pas gitu...?" pancing Dwini.

"Maaf ya mbak. Soalnya, pak Bimo sebelumnya kan pacaranya sama Anin, adiknya mas Jovan." Ujar Winda lebih pelan lagi.

"Oh... namanya Anin." Jawab Dwini.

"Apa mbak juga tau tentang Anin?"

"Sedikit tau. Mas Bimo pernah bilang. Kalau dia sudah punya kekasih, dan sempat serius ingin menikahinya. Tetapi, entah mengapa tidak jadi. Apa mbak Winda tau penyebabnya?"

"Sebenarnya saya tidak persis tau sih mbak. Karena Anin juga tidak pernah jujur menceritakan secara detail mengapa mereka putus. Tapi hubungan mereka tidak lama kok mbak. Mereka berkenalan saat kami menikah di bulan desember tahun lalu. Ayah dan Anin memutuskan untuk bertahan di Desa ini, karena Anin baru saja berhenti dari pekerjaannya. Jadi seolah ia sedang ingin berlibur dengan segala urusannya di ibu kota. Lalu di berkenalan dengan Pak Bimo. Ga tau kapan persisinya... tiba-tiba kabarnya jadian saja."

"Waw... kilat juga ya. terus?" Dwini makin penasaran.

"Anin dan ayah tinggl di sini sampai akhir bulan januari. Selanjutnya Anin pulang ke Surabaya. Ya... sejak itu pak Bimo sering boolak balik Surabaya menemui Anin. Tapi itu tidak berlangsung lama, sebab pada pertengahan Maret Anin pergi melanjutkan studinya di Paris. Setelah itu kami tidak tau apakah mereka putus atau tidak. Yang past pada bulan apa... gitu. Ada pria yang datang melamar Anin pada ayah."

"Siapa...?" tanya Dwini makin penasaran.

"Emil. Itu bulan kemaren mereka bertunangan. Mungkin akhir tahun ini mereka menikah." Jawab Winda.

Dwini menganggukkan kepalanya.

"Emil tinggal di Paris juga...?" tanya Dwini.

"Tidak, ia tinggal di Bandung. sebelumnya mereka saling kenal saat Emil bekerja di Surabaya."

"Berarti saat lamaran itu, mereka saling jauhan ya mbak...?'

"Iya... Emil minta ijin sama ayah di desa ini, saat Anin masih di Paris. Mereka bertunangan, hanya di masa-masa libur studinya saja."

"Atau mungkin sejak di Surabaya mereka memang telah saling menjalin hubungan yang dekat kali ya mbak Win..." Tebak Dwini.

"Bisa jadi. Kalo tidak salah. Entah itu hanya bercanda. Maaf, Anin memang pernah sedikit bercerita. Katanya, pak Bimo pernah mengajaknya ke Solo sebelum ia ke Paris. Karena mau di ajak nikah sebelum berangkat, tetapi Anin tidak mau ikut ke sana. Lalu mereka berkenalan via online saja. Dan di situ, ibunya pak Bimo bilang. Kalau pak Bimo sudah punya calon istri, pilihan orang tuanya. Mungkin itu mbak Dwini ya...?" tanya Winda dengan polosnya.

Dwini mengurut runut cerita yang Winda sampaikan, sepertinya cocok dengan permintaan Bimo saat itu, yang memintanya menolak perjodohan karena ia telah memiliki kekasih, dan wanita itu tidak mau di ajak bertemu orang tuanya. Cocok... hasilnya cocok.

"Ia mbak Win. Pernikahan kami terjadi karena perjodohan dari orang tua kami. Yang saling kenal sejak mereka di tempat tugas yang sama saat bertugas, seperti kita sekarang." Jawab Dwini dengan nada datar dan tampak termenung.

"Apakah ada cinta dalam pernikahan kalian mbak?" Winda memberanikan diri menelisik rumah tangga atsannya tersebut.

Bersambung...

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!