NovelToon NovelToon
The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Wuxia / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:226.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Den

Apakah ini jalan takdirku? Harus menjadi yatim piatu dari bayi. Disaat anak-anak seusiaku bermain dengan teman-temannya atau bercanda gurau dengan keluarganya, aku terasingkan!

Apakah salah jika aku menuntut keadilan? Apakah salah jika aku menghukum mereka yang menyebabkan kondisiku seperti ini?

Dengan sebuah senjata ditanganku, aku menaruhkan hidupku melawan ketidakadilan dan membasmi kejahatan.

Inilah takdirku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siluman dalam Legenda

YingXiong mengajak Mu Rong meninggalkan tempat itu setelah semuanya berakhir. Ia membawa gadis kecil tersebut untuk mencari penginapan karena malam akan segera tiba.

"Selamat tinggal nona Shen, kuharap kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan!" YingXiong berpamitan lalu meninggalkan Shen Yue.

"Kuharap juga begitu!" Gumam Shen Yue setelah YingXiong berada cukup jauh. Tidak menunggu lama, Shen Yue juga meninggalkan tempat itu.

*****

Tanah belum terlihat dengan jelas saat YingXiong tiba-tiba membuka matanya yang sedang bermeditasi. Bukan tanpa alasan, itu disebabkan ia mendengar suara teriakan yang cukup keras. Bukan hanya satu suara, melainkan ia mendengar sahut menyahut dari luar penginapan.

"Tolong!"

"Tolong!"

Karena penasaran, YingXiong berdiri dari tempat duduknya. Ia memandangi Mu Rong beberapa saat dan menemukan gadis kecil itu sedang tertidur pulas. Ia lalu meninggalkan tempat itu dan keluar penginapan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

YingXiong berjalan beberapa saat, ia berhasil menemukan sumber suara tersebut berasal dari pelabuhan. YingXiong kemudian mempercepat langkah kakinya.

Setelah tiba di pelabuhan, YingXiong menemukan setidaknya separuh dari warga kota. Ia juga melihat semua orang menatap ke arah tengah sungai. Saat YingXiong mengalihkan pandangannya ke arah tersebut, ia bisa melihat sebuah ombak besar yang sedang terhempas dan perlahan mendekat ke tepi sungai.

YingXiong mendekat ke antara para warga, ingin mencari tahu lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi.

"Kami juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tuan pendekar?" Jawab beberapa warga saat ia tanyai. Mereka terlihat menghormati YingXiong karena mereka ikut menonton pertarungan YingXiong dengan petarung Gong kemarin.

YingXiong mengangguk, ia kemudian menelisik ke arah lain, berharap bisa menemukan orang yang bisa menjawab pertanyaannya.

Akhirnya mata YingXiong terhenti setelah melihat petarung Gong tidak jauh darinya. Pria raksasa itu juga terlihat sedang berbincang dengan seorang pria lainnya. Ia terlihat sepuh dan berwibawa.

Selain itu, ia juga melihat seorang pemuda yang sedang bersujud diantara mereka sambil menangis dan terlihat ketakutan. YingXiong memutuskan untuk mendekati mereka, berpikir bisa menemukan sesuatu.

"Tuan Pendekar?!" Petarung Gong menyadari kedatangan YingXiong, ia memberi hormat kepada pemuda itu.

YingXiong mengangguk, tanpa basa-basi ia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi disini.

"Orang ini memberitahu pada kami bahwa saat sedang memancing semalam, ia melihat para nelayan dalam jumlah yang cukup besar memasuki area terlarang." Petarung Gong menjelaskan.

"Area terlarang? Bisa kau jelaskan lebih rinci?" YingXiong menjadi penasaran mendengarnya.

"Aku tidak terlalu banyak mengetahuinya, tapi kau bisa mendapatkan penjelasan yang lebih baik dari walikota Yan." Petarung Gong lalu mengenalkan kepada YingXiong seseorang yang berada di dekatnya sebelumnya.

Walaupun walikota Yan adalah seorang pemimpin dan memiliki pengaruh di kota tersebut, tapi ia tetap saja manusia biasa. Identitasnya tidak terlalu berpengaruh terhadap pendekar, sebab itulah petarung Gong terlihat biasa saja.

YingXiong lalu mengalihkan perhatiannya kepada pria berbadan buncit di sampingmu petarung Gong. Pria itulah walikota Yan.

"Area terlarang adalah tempat yang paling misterius di sungai ini. Secara turun-temurun, tempat itu tidak boleh dimasuki oleh manusia, karena ada bahaya besar di dalamnya. Semua warga mengetahui bahwa tempat itu tidak boleh dimasuki, aku tidak mengerti kenapa para nelayan itu begitu nekad memasukinya." Jelas Walikota Yan.

"Lalu apa masalahnya?" YingXiong mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti apa yang menjadi masalahnya. Penjelasan walikota Yan belum menjawab pertanyaan tentang ombak besar yang semakin mendekat ke arah mereka itu.

Walikota Yan bisa melihat perubahan raut wajah YingXiong, dia kemudian kembali menjelaskan.

"Masalahnya, setelah mereka memasuki tempat itu. Sebuah ombak besar tiba-tiba menghantam kapal mereka dan setelahnya, kapal mereka hilang tanpa jejak."

"Bukankah itu adalah sebuah fenomena alam biasa?" Menurutnya YingXiong, ombak yang besar seringkali terjadi dalam beberapa waktu dan tidak sedikit yang menjadi korban.

"Tidak sesederhana itu tuan. Itu bukanlah ombak biasa, ataupun terbuat dari fenomena alam. Pemuda ini melihat sesuatu yang sangat besar menghantam kapal para nelayan yang dilihatnya."

YingXiong kemudian mengalihkan pandangannya ke pemuda yang sedang berlutut.

"Benarkah demikian?" Tanyanya meminta penjelasan.

"Be... Benar tuan pendekar. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Setelah melihatnya, aku mendayung perahuku dengan cepat menjauhi tempat itu, berharap bisa menyelamatkan diri. Ku kira aku bisa lolos tanpa ketahuan, tidak menyangka sosok itu akan..." Belum sempat pemuda itu menyelesaikan kata-katanya. Tiba-tiba semua orang berlari berhamburan sambil berteriak, "Lari, selamatkan nyawa kalian!"

YingXiong mengalihkan perhatiannya ke arah laut, begitu juga dengan petarung Gong dan yang lainnya.

Saat itulah mulutnya terperangah, matanya melotot tak percaya.

"Siluman?" Gumam YingXiong. Ini baru pertama kali ia melihatnya, tapi YingXiong yakin sosok itu adalah seekor siluman.

Ternyata sosok dibalik ombak besar itu adalah seekor hewan raksasa. Tubuhnya terlihat seperti seekor buaya, tapi tidak seperti buaya kebanyakan. Selain tubuhnya yang sangat besar, di kepalanya juga memiliki dua buah tanduk. Saat buaya itu mengangkat ekornya dan menghantamkannya ke air, YingXiong bisa melihat pada ujung ekor buaya tersebut berbentuk bulat dan memiliki duri-duri yang menancap.

"Crocorhinosaurus!" Gumam pelan walikota.

"Apa itu walikota Yan?" Tanya YingXiong penasaran.

"Itu adalah nama makhluk tersebut. Siluman dalam legenda yang sering diceritakan leluhur. Awalnya ku kira ini adalah dongeng belaka agar kami tidak memasuki area terlarang. Ternyata hewan ini benar-benar ada." Walikota Yan menjelaskan. Sekarang ia mengerti alasan kapal para nelayan bisa hilang dalam sekali gelombang saja.

"Menjauh dari tepi sungai, bersembunyi dan selamatkan diri kalian!" Walikota berseru memberi perintah.

"Pendekar, apa yang harus kita lakukan. Jika kita membiarkannya saja, aku takut siluman itu akan menghancurkan kota." Walikota menatap penuh arti ke arah YingXiong dan petarung Gong.

"Aku tidak mengetahuinya. Dengan kekuatanku sekarang, aku sedikit pesimis bisa mengalahkannya." YingXiong menyampaikan kebenarannya.

"Kalau pendekar Ying saja tidak bisa melakukan apa-apa. Jangan berharap aku bisa melakukannya." Petarung Gong tersenyum kecut.

"Jadi apa yang akan kita lakukan, kita tidak bisa membiarkannya menghancurkan kota." Walikota Yan panik.

"Aku tidak mengatakan bahwa aku tidak akan melakukan apa-apa. Tapi aku tidak bisa menjamin bisa mengalahkannya. Sebaiknya kau ajak para warga meninggalkan tempat ini. Aku akan menahan sosok itu." YingXiong tidak ingin terlalu percaya diri. Walaupun kemampuannya cukup tinggi, tapi ia tidak yakin bisa mengalahkan Crocorhinosaurus.

Bagaimanapun sosok itu adalah seekor siluman. Apalagi usianya sudah lebih dari seratus tahun. Siluman yang umurnya sudah melebihi seratus tahun memiliki kekuatan yang besar.

Tanpa banyak pilihan, walikota Yan mengajak para warga meninggalkan lokasi tersebut. Sementara YingXiong maju bersama petarung Gong untuk menghadang siluman itu. YingXiong hanya berharap ada pendekar lain disana dan membantu situasinya.

Benar saja, akhirnya pendekar lain bermunculan, tapi YingXiong tidak merasa lega karena tidak ada diantara mereka yang lebih kuat darinya. YingXiong menggerutu dalam hatinya. Ia menyadari ini akan menjadi pertarungan yang mempertaruhkan nyawanya. Ia tidak menyangka, belum lama ia melakukan pengembaraan tapi sudah cukup banyak mendapat masalah.

1
Coba saya lanjut tapi jika Mcnya mlempem sama cewe2 berarti berakhir sdh
Kalau Mcnya sdh dekat dekat cewek itu yg bikin bosen apalagi ceweknya suka main paksa
Mantap dan keren
Shiiiiiiiiiiipppp
Baaaantaaai saja ketua ke 8
NICE
Siapa sosok yg mesterius itu
Maaantaaap tor
👍👍👍👍
Mantap👍👍💪💪💪💪
Lanjutkan
Keren sdh tau gunanya cincin itu
Maaaantaaapp
Keren dan keren
Laaaaaanjuuuuut
Sungainya apa seperti lautan hingga ada perampok
Lebih baik jika Mcnya terus cuek sama cewe2 biar reader tetap semangat
Jadilah 💪💪💪💪
NICE
Teruskan tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!