NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Kebohongan Di Pagi Hari.

Keesokan harinya.

Tidak ada acara bulan madu bagi pasangan Serafina dan Ravin. Sehari setelah hari pernikahan, mereka pun kembali pulang ke rumah.

Bukan karena belum terbiasa dengan perjodohan mereka. Namun Ravin beralasan tidak enak hati mengambil cuti terlalu lama, saat dirinya baru beberapa bulan menjadi Direktur Utama.

Sera tak mempermasalahkan hal itu. Di rumah atau liburan, baginya sama saja. Asalkan bisa menghabiskan waktu bersama Ravin.

“Apa kegiatan kamu hari ini, Ra?” Tanya Ravin saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah orang tua pria itu.

“Membereskan pakaian aku di rumah papa dan membawanya ke rumah kakak.” Jawab Sera penuh senyuman.

Akhirnya setelah bertahun - tahun, ia akan tinggal satu kamar dengan pria pujaan hatinya.

Sera selalu menantikan hari itu tiba.

Dulu, bahkan masuk ke dalam kamar Ravin pun terasa sungkan. Pria itu tidak suka jika ada orang luar yang masuk ke dalam ruang pribadinya.

“Kita tinggal sehari di rumah papa. Setelah itu, pindah ke rumah kita sendiri.” Ucap Ravin.

Mata Sera berbinar mendengar ucapan sang suami. Ia pun menatap Ravin dengan serius.

“Kakak punya rumah sendiri?” Tanya gadis itu tak percaya. Sebab selama ini Ravin masih tinggal bersama orang tuanya.

“Hmm. Sudah lama aku ingin pindah. Tetapi, mama selalu melarang karena tidak mau aku sendirian. Sekarang sudah ada kamu. Mama pasti mengijinkan.” Ucap pria itu dengan penuh senyum.

Sera pun mengangguk paham. Ravin memang anak semata wayang orang tuanya. Pantas saja jika pria itu dimanjakan.

Sebenarnya, Ravin bukan anak tunggal. Tetapi ia memiliki seorang kakak laki - laki. Satu ayah beda ibu.

Namun, entah kemana perginya? Menghilang saat memasuki usia sepuluh tahun bersama sang ibu.

Sera pun tidak mengetahuinya karena keluarga Arthadipa tidak pernah membahas tentang anak itu lagi.

Ravin mengantar Sera hingga di depan rumah orang tua gadis itu. Ia tidak ikut masuk karena akan pergi ke kantor.

“Sampaikan salamku sama mama.” Ucap Ravin sebelum Sera keluar dari dalam mobil.

Yang ada di rumah pagi ini, pasti hanya mama Safina. Papa Bayu dan Sena pasti sudah pergi ke kantor.

“Apa kakak akan mampir ke rumah?” Sera melihat ke arah rumah sang mertua yang berada tepat di depan rumah orang tuanya.

“Tidak. Aku harus segera pergi.” Ucap pria itu.

Sera mengangguk paham. Ia pun pamit kepada sang suami.

“Hati - hati, kak.” Pesan Sera.

Ravin mengangguk pelan. Ia pun mengemudikan kembali mobilnya setelah sang istri berada di luar.

Tidak ada kecupan selamat tinggal. Sera menatap kepergian mobil sang suami dengan sendu.

“Sabar, Sera. Cepat atau lambat, kak Ravin pasti akan luluh sama kamu.” Gadis itu memberikan motivasi pada dirinya sendiri.

Setelah mobil Ravin menghilang di ujung pintu masuk perumahan elit itu, Sera pun masuk ke dalam kediaman mewah orang tuanya.

“Selamat pagi, non. Loh, kenapa pulang sendiri?” Tanya Bi Imah yang merupakan kepala pelayan di rumah itu.

“Hmm, kak Ravin harus pergi ke kantor, bi. Dimana mama?” Sera mengedarkan pandangannya.

“Nyonya ada di ruang makan, non. Baru selesi sarapan.”

Sera mengangguk paham. Ia pun menghampiri sang mama.

.

.

.

Sementara itu, di dalam perjalanan. Ravin tidak langsung pergi ke kantor. Namun ia singgah ke suatu tempat. Sebuah apartemen yang terletak tak jauh dari gedung Artha Mandiri Group.

Tiba di gedung apartemen itu, Ravin tidak langsung naik. Ia mampir membeli sarapan di kafe yang tersedia dekat dengan lobby.

Setelah mendapatkan dua porsi roti isi daging, dan dua kopi hitam, Ravin pun pergi ke lantai tujuh.

Unit nomor 707 adalah tujuan Ravin. Pria itu tidak mengetuk pintu. Namun ia menempelkan sebuah kartu akses. Kemudian menekan beberapa kombinasi angka.

Dan pintu pun bisa di buka. Sebuah apartemen satu lantai, namun cukup luas. Memiliki dua kamar tidur, ruang tamu dan dapur yang terpisah.

Apartemen itu milik Ravin yang dulu di hadiahkan oleh sang mama saat ia lulus kuliah dengan nilai terbaik. Namun sangat jarang Ravin tempati.

“Ran, aku datang.” Ucap Ravin setelah menutup kembali pintu.

Terdengar suara langkah kaki dari dalam ruangan.

Rania Kalila.

Gadis yang merupakan mantan kekasih Ravin. Hubungan mereka tak mendapatkan restu, karena perbedaan setatus sosial.

Rania hanya seorang putri dari asisten rumah tangga yang bekerja di rumah keluarga Arthadipa.

Ravin dan Rania berpacaran saat mulai kuliah. Awalnya hubungan mereka bahagia. Layakanya pasangan muda - mudi pada umumnya.

Namun, ketika mama Irene mengetahui Ravin berpacaran dengan Rania. Wanita paruh baya itu mengirim Rania keluar kota.

Berbagai ancaman di lontarkan mama Irene. Mulai dari memecat hingga menyingkirkan kedua orang tuanya.

Rania pun menyerah dan memilih patuh pada perintah mama Irene.

Namun meski berada di luar kota, Ravin dan Rania masih berhubungan secara diam - diam, bahkan hingga perjodohan Ravin dan Sera tercetus.

Dan ketika mengetahui Ravin akan menikahi Sera, Rania mencoba untuk melarikan diri. Membuat Ravin sempat frustrasi. Dan meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan gadis itu.

Setelah seminggu menghilang, akhirnya semalam Rania pun ditemukan. Dan menjadi alasan Ravin meninggalkan Sera sendiri di kamar hotel.

Untuk sementara, Ravin akan membiarkan Rania tinggal di apartemen. Dan akan membelikan rumah, sebelum sang mama menyadari keberadaan gadis itu.

“Aku membawa sarapan.” Ucap Ravin sembari menunjukan paper bag di tangannya.

Rania melangkah mendekat.

“Bagaimana dengan istri kamu, Vin?” Tanya Rania.

Ravin menghela nafas kasar. “Bisa ‘kan, tidak membahas orang lain saat kita sedang bersama?”

Gadis itu menipiskan bibirnya. Itu artinya, Ravin mengutamakan dirinya bukan Sera.

“Kamu sudah sarapan?” Tanya Rania kemudian.

Ia meraih paper bag dari tangan Ravin lalu membawanya ke dapur.

“Belum.” Dusta Ravin. Ia tidak mungkin mengatakan kalau dirinya sudah sarapan bersama Sera.

Rania pasti merasa sedih.

“Aku akan meminta orang mengirim bahan makanan kemari. Untuk sementara, tidak apa - apakan kalau kamu hanya berdiam diri di apartemen?” Tanya Ravin dari meja makan.

“Tidak apa - apa, Vin. Aku akan mencari pekerjaan sampingan di internet. Jadi, aku tidak terlalu merepotkan kamu.” Ucap Rania.

Ravin menghela nafas pelan. “Aku tidak merasa di repotkan, Ran. Semasih aku bisa, aku akan selalu ada untuk kamu.”

Rania kembali tersenyum. Ia membawa dua piring berisi roti isi ke meja makan.

“Terima kasih, Vin. Kamu memang yang terbaik di hidup aku.”

Rania tau, apa yang mereka lakukan saat ini adalah kesalahan. Namun, cintanya kepada Ravin tak bisa di hilangkan begitu saja.

Semasih bisa bersama pria itu, Rania tidak akan memperdulikan apapun.

1
sunaryati jarum
Raditya itu Wira yang menyamar sebagai sopir Sera, ternyata suruhan mamanya.Mama Sera tahu siapa Raditya.Sehs
Seharusnya dia pewaris sebenarnya, sungguh menarik
Naufal Affiq
bagus sera,selidiki terus suami mu yang tukang bohong itu,jadi jangan percaya lagi sama omongannya,ikuti aja alur cerita suami mu itu
sunaryati jarum
Bagus Serta, jangan lemah Wira sepertinya saudara Ravin, ibunya Ravin pelakor.
Naufal Affiq
bagus sera,jangan diam aja seperti orang bodoh,ikutin aja permainan si ravin itu,
dyah EkaPratiwi
bagus sera
Noviie 🍃🍃
Fix nih Wira itu kakaknya Ravin.. tp kenapa namanya bisa ganti y??
Noviie 🍃🍃
Tuh kan.. ini Wira pasti mirip papanya waktu muda.. makanya pada ga asing sama wajahnya..
Noviie 🍃🍃
Kayaknya Wira ini kakaknya Ravin deh…
Noviie 🍃🍃
Siapakah Wira ini???
Noviie 🍃🍃
Ooo kamu ketahuan Ravin….
Noviie 🍃🍃
Recommended ❤️❤️
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
dyah EkaPratiwi
nah gitu Ra harus tegas
dyah EkaPratiwi
ravin bener2 kurang ajar
dyah EkaPratiwi
wah Wira berarti raditya
dyah EkaPratiwi
gemes banget sama Sera aja coba selidiki ra
dyah EkaPratiwi
betul mama mu Sera cinta boleh bodoh jangan
dyah EkaPratiwi
sera please jangan bodoh😭
dyah EkaPratiwi
jahat banget ravin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!