NovelToon NovelToon
Married By Arrangement, Love By Fate

Married By Arrangement, Love By Fate

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Tidak update harian!!

Zalina Asyara, seorang gadis muda yang harus menelan pahit kehidupan setelah ayahnya jatuh bangkrut dan terlihat hutang pada seorang rentenir. Ibunya memilih lari, meninggalkan ayahnya yang sudah jatuh bangkrut itu juga dirinya.

Zalina terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran, untuk membantu ayahnya membayar hutang.

Namun, suatu hari, sepasang suami-istri kaya membawa sebuah lamaran pernikahan untuk Zalina.

mereka adalah kenalan lama ayahnya. Dulu, ayahnya pernah membantunya di saat mereka sedang kesulitan. Kini, saatnya mereka datang untuk membalas Budi.

Apakah Zalina akan menyetujui lamaran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangga mahal.

Di gedung Velora Foods Group.

Seorang pria paruh baya sedang bicara serius dengan asistennya, juga seorang wanita paruh baya.

"Novatex Global ditutup?" tanya pria itu, tampak memastikan. Dahinya berkerut dalam, menatap istrinya dengan penuh keterkejutan.

"Bukankah itu pabrik tekstil milik Reyhan?" tanya istrinya.

"Ya, itu memang pabrik milik Reyhan." pria itu, Zafran Pradipta, tampak memegang dahinya, lalu menggeleng pelan. Merasa tak percaya dengan berita yang baru saja ia dengar dari asistennya.

"Pabrik itu mengalami kebangkrutan total setahun yang lalu. Rumah Pak Reyhan Aditya juga sudah di sita oleh bank karena tidak sanggup membayar hutang yang menumpuk." lanjutnya memberi laporan.

"Bagaimana dengan Reyhan? Apa kau mendapatkan kabar tentangnya? Atau... di mana mereka tinggal sekarang?" cecar Zafran pada asisten kepercayaannya itu.

"Saya dengar, kini mereka tinggal di sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Saya juga sudah mendapatkan alamat pastinya, Tuan." Bima, menyerahkan amplop coklat ke hadapan Zafran.

Sebuah amplop yang berisi data terbaru Reyhan dan putrinya, juga alamat rumah tempat tinggal mereka sekarang.

Belinda, istri Zafran tampak berkaca-kaca ketika mendengar kabar itu. Ia benar-benar tidak menyangka, bahwa orang yang berjasa besar pada keluarganya, kini harus merasakan keterpurukan yang sempat mereka rasakan dulu.

Roda kehidupan memang selalu berputar, tanpa kita tahu kapan akan berhenti. Tapi, kenapa harus orang baik seperti Reyhan yang merasakannya.

"Kita harus segera menolong mereka, Mas." ucap Belinda tajam.

"Ya, kau benar. Kita harus secepatnya menemui mereka." sahut Zafran, penuh keyakinan."

*

*

Sementara itu, di kafe, tempat Zalina bekerja.

Sore ini, kafe sedang ramai. Banyak anak muda dan juga para pekerja yang menghabiskan waktu sore mereka di kafe ini. Suasana kafe yang nyaman, dengan akses Wi-Fi tanpa batas, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Lokasi kafe ini memang cukup strategis, terletak di pusat kota dan dekat dengan perkantoran juga universitas.

"Hei, kenapa malah melamun di sini?" tanya Diandra, mengejutkan Zalina yang tampak mematung di meja kasir.

"Aku tidak sedang melamun." jelasnya, menoleh singkat ke arah Diandra.

Gadis itu menyerahkan segelas kopi dingin untuknya. "Nah, minumlah dulu."

Zalina menyambut uluran gelas kopi itu. "Terima kasih."

Ia lalu menghela napas pelan sejenak, kembali menatap anak-anak muda yang tengah asyik bercengkrama di meja tamu.

"Aku hanya teringat, pernah berada di posisi anak-anak muda di meja itu." ucapnya lirih. "Minum kopi di kafe sambil mengerjakan tugas kuliah, bersenang-senang tanpa memikirkan besok apa yang harus ku masak, atau kapan aku gajian." ia tertawa hambar.

"Kehidupan seseorang memang tidak bisa ditebak. Rasanya seperti bangun dari mimpi yang indah."

Diandra tentu saja mengerti bagaimana perasaannya. Ia tahu bagaimana kehidupan gadis itu dulu. Ia hidup dalam kemewahan, namun dalam sekejap harus bekerja keras untuk bertahan hidup.

Namun, Zalina bukanlah gadis manja yang hobi menghamburkan uang. Ia juga suka menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu anak-anak kurang mampu yang ia temui di jalan.

Kenapa orang-orang baik, selalu diuji dengan kesusahan? Tapi, ia yakin jika Zalina sanggup menghadapi semua ini, karena ia bukan gadis yang lemah.

"Bersabarlah." ucap Diandra, menyemangatinya.

Zalina hanya mengangguk.

"Bagaimana kabar ibumu? Apa dia... pernah menelponmu?" tanya Diandra, tampak hati-hati.

Zalina hanya mengangkat bahu singkat. "Aku tidak tahu. Ibu tidak pernah sekali pun menghubungiku setelah saat itu."

"Oh, begitu." sahut Diandra, tak bisa berkata-kata.

Mengapa ibunya tega meninggalkan Zalina dan ayahnya di saat-saat seperti ini. Padahal, yang ia tahu, ibunya adalah seseorang yang berhati lembut dan penyayang. Uang bisa mengubah segalanya dalam sekejap.

*

*

Reyhan pulang ke rumah dengan wajah yang lelah. Zalina yang sudah pulang lebih dulu dari ayahnya, menyambut kedatangan pria itu dengan senyum lebar yang menenangkan hati.

Raut wajah Reyhan seketika menjadi cerah kembali. Ia tahu, putrinya masih ada bersamanya.

"Ayah sudah makan?" tanya Zalina, merangkul tangan ayahnya itu.

"Sudah, Nak. Ayah sudah makan di tempat kerja." jawabnya. Ia lalu menyerahkan sebungkus sate ayam bumbu kacang kepada putrinya. "Tadi bos ayah mengadakan syukuran kelahirannya, ia membelikan sate ayam untuk seluruh pekerja. Karena satenya masih tersisa banyak, jadi ayah minta sebungkus untuk di bawa pulang." jelasnya tampak antusias.

Namun, Zalina tahu kalau ayahnya tidak pandai berbohong. Sate ini jelas bukan sisa makanan, namun sate bagiannya yang sengaja ia bawa pulang agar Zalina bisa memakannya.

Zalina menatapnya sekilas, lalu menghela napas sejenak. "Zalina juga baru saja selesai makan, Yah. Zalin tidak akan sanggup kalau menghabiskan semuanya seorang diri. Hmm... kita makan berdua saja, ya?" usulnya pada Reyhan.

Reyhan tersenyum. Ia tahu bagaimana sifat putrinya itu. Ia lalu mengangguk mengiyakan.

Senyum lebar yang tulus seketika mengembang di wajahnya.

Mereka lalu makan sate itu sepiring berdua. Pemandangan yang sederhana, namun kehangatan di antara mereka terasa seperti sebuah kemewahan yang tidak bisa dibeli dengan uang, sebanyak apapun.

🥀🥀🥀

Keesokan harinya, Reyhan berangkat kerja seperti biasa. Namun sebelum ia pergi ke kantor, ia lebih dulu singgah di ATM untuk membayar cicilan hutangnya.

Ia tak pernah sekalipun telat untuk membayar, karena itu mungkin akan beresiko dan membuat Zalina mengetahui hal tersebut.

Reyhan lalu melanjutkan perjalanan menuju tempatnya bekerja. Namun, sebuah sepeda motor yang kebut-kebutan dari arah belakang, menabrak sepeda motornya hingga membuat Reyhan jatuh ke aspal.

Darah segar mengalir dari tangan dan kakinya. Pandangan pria itu mulai tampak mengabur, hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya.

*

*

Di rumah, Zalina tampak bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Ia baru saja selesai mandi dan mengganti pakaiannya.

Setelah itu, ia pergi bekerja seperti biasa dengan ojek online. Tak sampai lima belas menit. Ia tiba kafe, seperti biasa.

Namun lagi-lagi, ia menabrak seseorang karena melangkah dengan tergesa-gesa.

"Kau... sepertinya memang sengaja ingin menabrakku, nona." suara bariton seorang pria yang terdengar familiar, membuat Zalina langsung mendongak.

Ternyata pria itu adalah pria yang sama, yang ia tabrak kemarin.

"Serangga mahal." gumam gadis itu tanpa sadar.

Pria itu tampak mengernyit halus. "Kau bilang apa?" tanyanya, karena tidak mendengar perkataannya dengan jelas.

Zalina berdeham pelan, setelah menyadari perkataannya. "Maksud ku... aku benar-benar minta maaf, Tuan. Aku tidak sengaja dan tidak bermaksud untuk menggodamu." ucapnya dingin tanpa berkedip sedikit pun. "Aku tidak punya waktu untuk itu."

Pria itu lalu tersenyum tipis ke arahnya, bukan senyum hangat, melainkan senyum yang terlihat seperti meremehkan.

"Hah... semua wanita sama saja."

Ia lalu berlalu dari hadapannya tanpa menunjukkan sikap yang jelas.

Zalina benar-benar merasa geram dengan sikapnya yang aneh itu. Ia bahkan terlihat melayangkan sebuah tinju ke udara tepat mengarah ke punggung pria itu yang menghilang di balik pintu butik di samping kafe.

"Apa dia pegawai butik itu? Tapi... pakaiannya tampak mahal. Mungkin dia owner?" tebaknya. Ia lalu mendengus kesal dan langsung masuk ke dalam kafe.

Zalina lalu bekerja seperti biasa. Namun, ketika ia sedang melayani pelanggan yang datang, ia mendapatkan sebuah telepon dari nomor yang tidak di kenal. Ia tidak segera menjawab, ia malah mengabaikan dan kembali melayani pelanggan.

Setelah siap dengan pesanan pelanggan tersebut, ponselnya kembali berdering. Ia dihubungi oleh nomor telepon yang sama, dengan penelepon sebelumnya.

"Siapa, ya?" tanyanya. Lalu, ia menjawab panggilan itu karena mengira mungkin itu sebuah panggilan yang penting.

Ketika ia menjawab panggilan tersebut, ekspresi wajahnya seketika berubah pucat. Ia membeku sejenak di tempatnya.

🥀🥀🥀

1
Xlyzy
dia terlalu serius jadi ga denger saat di panggil
Xlyzy
Malu nya ketahuan lagi stalking di depan orang nya langsung
Cimol krispy
kalau memang itu satu satunya jalan, dicoba aja dulu Zal
Cimol krispy
dengar penjelasan ayahmu dulu Zalina.
Mingyu gf😘
lailahaillah 1 m😭😭
Mingyu gf😘
Ayahmu berhutang zal, dan bakal jatuh tampo 2 hari lagi😭
ginevra
yahh nggak ada adegan malam pertama donk. padahal nungguin banget nih 🤭🤭
ginevra
yakin? nanti juga lama2 kalian saling jatuh cinta. kalau si kai normal loh ya
Filan
lho... ortumu normal lho... hubungan mereka harmonis. kamu bukan dari keluarga broken. Padahal biasanya anak lihat ortunya.
-Thiea-: dia punya pandangan sendiri sepertinya.😅
total 1 replies
Filan
ga usah mengendalikan diri kalau sama istri 😌
Filan
syukurlah kalau dia normal 😅
Three Flowers
terasa berat karena itu dialami sendiri oleh keluarganya
Three Flowers
berarti Kaiden ada nafsu juga pada wanita, ya?
Miu.Nuha
ibumu backgraundny udh tajir Zal, jadi diajak susah gk mau kan, hiks... kepekaan hatinya kurang itu...
Miu.Nuha
malah makin penasaran ya Diandra
ini ya si pria yang merangkul kaiden kemarin ☺ centil juga orangnya...
Ali
ga sopan nih anak, cabein aja bu itu bibir anaknya
Myz Pena
ini seperti menukar diri dengan sesuatu yang berharga.. kalau di dunia nyata bisa saja beruntung kalau menemukan orang yang tepat dan bisa saling mencintai.. 🤧
Myz Pena
wkwkwkwm pura pura lupa 🤣🤣🤣
Xlyzy
udah biar kan aja kaiden cari cuan
Xlyzy
bilang aja sekarang mau sarapan pagi karna ada istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!