NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Masuk rumah sakit

Tengah malam terdengah rintihan dari kamar Bu Nora. Saat itu, Ribka hendak ke dapur mengambil air minum. Sebab dia sering kehausan saat tengah malam.

"Ibu kenapa?" Ribka melihat Ibu mertuanya tengah merintih, sembari memegangi perutnya.

"Perut Ibu sakit, mulas dan melilit." rintih Bu Nora.

"Ibu pasti makan makanan pedas saat pergi dengan Khaty ya?" selidik Ribka. Sepertinya asam lambung Ibu mertuanya kambuh.

"Ibu cuma makan seporsi bakso." Bu Nora mengaku makanan apa yang dia makan saat diajak keluar. Usai acara makan bersama di rumah. Dengan dalih mengajak jalan-jalan sehubungan ulang tahun Bu Nora.

Ribka menolak ikut. Karena dia yakin nantinya hanya jadi pengasuh Ibu mertuanya. Mending dia membersihkan peralatan masak dan cuci piring. Setelah itu istirahat, karena dia sudah lelah seharian ini.

Ketika suami dan Ibu mertuanya pulang ke rumah. Ribka sudah nyenyak tidur. Dia terjaga tengah malam karena haus. Ketika melintas di depan kamar Ibu mertuanya Ribka mendengar rintihan dari dalam.

"Ibu kan tidak boleh jajan makanan sembarangan. Jadinya sakit kan?" dengus Ribka. Lalu mengambil obat dari kotak P3K. Bergegas ke dapur mengambil air minum hangat. "Minum dulu Bu." Ribka mengangsurkan obat dan segelas air hangat. Bu Nora meminumnya.

"Sekarang Ibu istirahat lagi. Semoga obatnya manjur." Ribka meletakkan gelas di atas nakas. Dan bermaksud keluar kamar. Kembali melanjutkan tidurnya.

"Huek!" tiba-tiba Bu Nora malah muntah. Muntahnya di atas tempat tidur pula.

"Astaga! Ibu! Kok malah muntah?" Ribka menutup hidungnya, karena aroma muntahan ibu mertuanya membuatnya mual.

"Ibu makan apa saja sih di luar tadi?" Ribka melihat sisa makanan yang terserak di atas tempat tidur. Menjijikkan sekali. Ribka lantas keluar dari kamar. Membangunkan suaminya yang tidur nyenyak.

"Bang, kalian kasih apa saja sih sama Ibu tadi? Sudah tau Ibu tidak boleh makan makanan sembarangan. Sekarang lihat, Ibu sudah muntah-muntah di kamarnya!" gerutu Ribka kesal.

"Trus, kamu suruh aku yang bersihkan, gitu?" bentak Raymond kesal. Karena tidurnya terganggu.

"Ayo bawa Ibu ke rumah sakit. Sebelum semakin parah!" Ribka kembali bergegas ke kamar mertuanya. Raymond terpaksa mengekor. Benar saja, dilihatnya ibunya yang sudah lemas di atas tempat tidur.

"Ibu kenapa, Bu?" Raymond menggosok punggung ibunya. Mengolesinya dengan minyak gosok.

"Pasti karena makanan yang dimasak Ribka!" tuduhnya jahat pada menantunya itu.

"Ibu kenapa malah menyalahkan masakanku. Selama ini Ibu tidak ada masalah dengan masakanku. Karena aku memasaknya sesuai anjuran dokter. Ibu sendiri yang ngaku makan bakso tadi di luar." bantah Ribka kesal.

"Alah, baru juga sekali ini Ibu makan bakso. Gak mungkin langsung ngaruh." Raymond membela ibunya.

"Buktinya selama ini Ibu sehat kan? Ibu drop setelah kalian ajak jalan-jalan."

"Aduh, perut Ibu sakit sekali Ray. Ibu tidak tahan lagi." keluh Bu Nora. Karena perutnya terasa melilit lagi.

"I-iya Bu, kita segera ke rumah sakit. Aku keluarkan mobil dulu Bu, dari garasi." Raymond panik. Bergegas dia menuju garasi.

"Ibu kenapa Kak?" Alisya terjaga saat mendengar suara ribut di kamar ibunya.

"Ibu muntah dan sakit perut katanya." sahut Ribka datar seraya menyiapkan pakaian mertunya.

"Tadi kan sudah aku larang Bu. Jangan makan sembarangan. Sekarang semua jadi repot! Dih, muntahan Ibu bau sekali!" Alisya menutup hidungnya.

"Sudah Bu. Ayo kita pergi ke rumah sakit. Alisya, cepat bawa perlengkapan Ibu." perintah Raymond.

"Aku jaga rumah saja deh. Masih ngantuk." tolak Alisya menguap panjang.

"Ya, sudah. Jangan lupa bersihkan tempat tidur Ibu." Ribka menjinjing tas tempat pakaian mertuanya. Mengikuti langkah suaminya menuju mobil.

"Dih, Ibu benar-benar menjijikkan sekali." gerutu Alisya sepanjang membersihkan kamar tidur ibunya.

Setelah tiba di rumah sakit, Bu Nora dibawa masuk ke ruang IGD. Dokter memeriksa Bu Nora secara intensif. Memasang selang infus. Kondisi Bu Nora drop karena muntah mencret.

"Dokter, Ibu saya kenapa?" tanya Raymond setelah selesai memeriksa Bu Nora. Wajah Bu Nora tampak pucat. Tubuhnya lemas.

"Ibunya makan apa? Kenapa makanan yang beliau komsumsi tidak diperhatikan?" dokter dengan tag nama Bayu, malah balik bertanya dan menatap tajam ke arah Raymond.

"Maksud dokter?" Raymond sedikit bingung.

"Orang tua seperti Ibu saudara makanannya harus lebih diperhatikan, Pak. Tidak boleh makan sembarangan! Ribka hanya tersenyum tipis mendengar ucapan sang dokter. Raymond diam. Teringat saat Khaty mengajak mereka jalan-jalan usai acara makan siang di rumah.

Mereka makan malam di restoran seafood. Khaty yang traktir. Ibunya senang sekali saat dihidangkan kuliner berbagai makanan. Dia sampai lupa kalau makanan ibunya harus dijaga asupan gizinya sejak menderita stroke.

Ibunya begitu menikmati bakso dari daging udang.

"Makanannya enak sekali. Makasih Nak Khaty telah membawa Ibu kemari. Ibu sudah bosan dengan makanan sajian Ribka. Yang itu itu trus." ucap Bu Nora sumringah.

"Iya, Bu. Silahkan dinikmati. Mari," Khaty sangat senang mendengar pujian itu. Raymond juga bangga karena secara tidak langsung telah membuat ibunya bahagia. Sehingga lupa aturan dokter kalau makan yang dikomsumsi ibunya harus dijaga ketat.

Raymond mendekati ranjang ibunya. Bu Nora sedang terlelap karena dosis obat. Selama tiga tahun terakhir ini ibunya sudah terlihat sehat. Semua itu karena istrinya yang merawat ibunya dengan telaten.

Namun, dalam semalam ibunya drop karena salah makan. Mengira membuat ibunya bahagia malah berakhir di ranjang rumah sakit.

"Gimana Bang. Masih menyalahkan masakanku ya. Selama tiga tahun ini kondisi ibu sudah stabil. Hanya karena jajan sekali di luar langsung membuatnya drop." tohok Ribka membuat Raymond tidak berkutik.

"Ya, iya, iya tau. Nyolot baget sih!" sahut Raymond kesal. "Tapi kamu juga, masak untuk Ibu menunya itu itu terus. Membuat Ibu bosan. Begitu liat makanan lain, langsung kalap."

"Harusnya Ibu tahu sendiri kan kondisi kesehatan beliau. Dan kalian juga wajib mengingatkan. Bukan malah menuruti kemauan Ibu."

"Kan cuma sesekali. Semalam Ibu bahagia banget saat menikmati makanan pesanan Khaty. Dia sangat perhatian sama Ibu. Tidak seperti kamu. Sering buat Ibu kesal."

"Hah? Bahagia? Apa sebanding dengan yang dialami Ibu sekarang!" Ribka geleng kepala tidak habis mengerti dengan jalan pikiran suaminya. "Abang tau, gak. Aku yang paling direpotkan kalau keadaan ibu sudah seperti ini. Kalian mana ada yang mau peduli. Cuma di mulut saja, tapi tidak ada yang bertindak."

"Oh, kamu sekarang keberatan ya, mengurus Ibu, gitu?" delik Raymond menatap tajam istrinya. Heran dia kenapa istrinya begitu cerewet akhir-akhir ini. Biasanya dia diam dan patuh saja.

"Aku tidak bicara tentang keberatan. Yang kumau itu kalian sebagai anak-anak Ibu juga harus peduli dong. Jangan cuma menimpakan beban itu padaku sendirian, Bang!"

"Kamu kan menantu dan tidak bekerja. Sudah selayaknya kamu yang ngurus Ibu. Dasar gak tau bersyukur!"

"Apa Bang?!" ***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!