NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Marmer dan Hantu Kesepian

Marie berjalan di depan, memimpin jalan menuju ruang makan utama yang katanya terletak di sayap timur mansion Hartfield.

"Lewat sini, Nona," katanya sopan, meski aku bisa merasakan dia sesekali melirik curiga ke arahku, seolah takut aku bakal tiba-tiba kayang di tengah jalan.

Begitu kami keluar dari area kamar tamu, aku baru benar-benar menyadari betapa gilanya rumah ini.

Hartfield bukan sekadar rumah. Ini adalah monumen kesombongan yang dibangun dari marmer dan uang pajak rakyat jelata. Koridornya begitu lebar sampai-sampai kamu bisa main futsal lima lawan lima di sini tanpa perlu khawatir menyenggol vas bunga.

Lantainya dilapisi marmer hitam-putih yang mengkilap, memantulkan bayangan kami seperti cermin air yang tenang. Di sisi kiri dan kanan, pilar-pilar batu raksasa menjulang menopang langit-langit yang dihiasi lukisan malaikat gemuk sedang main harpa. Indah sih, tapi...

"Marie," panggilku, suaraku bergema memantul di dinding-dinding batu. "Kenapa rumah segede ini sepi banget? Apa mereka ngirit listrik? Atau sengaja digelapin biar hantunya betah?"

Marie hampir tersandung roknya sendiri. "Nona! Jangan bicara sembarangan. Mansion ini memiliki sejarah ratusan tahun. Keheningan adalah tanda keagungan keluarga Hart."

"Keagungan apanya," cibirku pelan. "Ini mah open space concept yang kebablasan."

Serius, suasananya suram bukan main. Jendela-jendela besar di sepanjang koridor memang membiarkan cahaya masuk, tapi tirai-tirai berat berwarna merah marun menyaring cahaya itu menjadi rona kemerahan yang agak... gothic. Belum lagi patung-patung leluhur Hart yang dipajang di setiap sudut. Semuanya adalah patung pria tua berjenggot dengan tatapan menghakimi. Ada satu patung yang matanya melotot tajam, seolah dia tahu aku pernah nyolong mangga tetangga waktu SD.

"Siapa tuh?" tunjukku pada patung pria botak yang memegang pedang.

"Itu Duke Hart ke-4, Nona. Beliau terkenal karena memenangkan perang di perbatasan utara."

"Mukanya kayak orang lagi nahan sakit gigi," komentarku jujur.

Marie memilih untuk pura-pura tuli dan mempercepat langkahnya.

Kami melewati sebuah atrium besar dengan tangga melengkung ganda yang ikonik—tempat di mana biasanya tokoh utama wanita turun dengan gaun berkilauan sementara tokoh utama pria menatap terpesona dari bawah. Tapi sekarang tangga itu kosong melompong. Hanya ada debu yang mungkin lebih mahal dari harga diriku.

Saat kami berbelok di koridor menuju ruang makan, mataku menangkap sosok familiar di kejauhan.

Itu Bianca.

Dia sedang berjalan sendirian, sekitar dua puluh meter di depan kami. Tapi dia tidak sekadar berjalan. Dia... beratraksi. Punggungnya tegak lurus seolah ada papan setrika yang ditempel di tulang belakangnya. Dagunya terangkat sedikit, langkah kakinya kecil-kecil dan teratur, tangannya terlipat anggun di depan perut. Gaun paginya yang berwarna kuning gading terlihat sempurna, tanpa satu lipatan pun yang salah.

Bahkan saat tidak ada orang yang melihat (kecuali aku dan Marie di belakang), dia tetap mempertahankan postur sempurnanya.

"Gila," bisikku takjub sekaligus miris. "Itu manusia atau robot Boston Dynamics versi bangsawan?"

Aku ngebatin betapa capeknya jadi Bianca von Rouge. Bayangkan harus on point 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak boleh bungkuk, tidak boleh nguap lebar-lebar, tidak boleh garuk pantat kalau gatal. Di kepalanya pasti ada alarm yang bunyi kalau derajat kemiringan kepalanya salah satu milimeter saja.

Di duniaku yang asli, kebahagiaan tertinggi adalah pulang kerja, lepas bra, ganti celana training belel, lalu rebahan di sofa sambil makan keripik pedas sampai remahannya jatuh ke dada. Bianca pasti tidak pernah merasakan nikmat duniawi itu. Kasihan.

"Nona Bianca selalu menjadi contoh teladan etiket bagi semua wanita muda di Kekaisaran," kata Marie bangga, mengikuti arah pandanganku.

"Ya, dan mungkin dia butuh tukang pijat punggung tiap malam," sahutku. "Jalan kayak gitu pasti bikin encok di usia 30."

Bianca berbelok masuk ke sebuah pintu ganda raksasa yang dijaga dua pelayan berseragam rapi. Pintu itu terbuat dari kayu ek hitam dengan ukiran singa mengaum—lambang keluarga Hart.

"Itu ruang makannya?" tanyaku.

"Benar, Nona. Mohon dijaga sikapnya di dalam," Marie memperingatkan, kali ini dengan nada memohon yang tulus. "Grand Duchess Victoria sangat ketat soal tata krama meja makan."

Aku mengangguk-angguk, merapikan sedikit kerah gaunku. "Tenang aja, Marie. Saya bakal bersikap manis. Semanis gula biang."

Marie menatapku ragu, tapi dia tidak punya pilihan selain membukakan pintu.

Suara engsel pintu yang berat terdengar halus saat terbuka. Wangi roti panggang dan kopi mahal langsung menyerbu hidungku. Tapi di balik aroma lezat itu, aku mencium aroma lain yang lebih kuat: aroma kepalsuan, tekanan darah tinggi, dan ego bangsawan yang membumbung tinggi.

"Ayo," bisikku pada diriku sendiri. "Waktunya sarapan bareng psikopat."

1
yulia asihta
Aaaaa lucuuu bgttt MAKASIHH YA AUTHORR UDAH TULISS CERITAA YANG GAK KLISEEE🎀❣️
Leel K: aaaa... makasih udah suka 😘
total 1 replies
yulia asihta
yaampuunn sampaii kuperagakan lohh keadannn Damian yang menyedihkan ini wkwkwk😭
Leel K: Kakak effort banget 😭😭
total 1 replies
yulia asihta
WKWKWK INI KOMEDI BGTTT....SARANKU JANGAN BACA WAKTU MAKAN BISA2 KALIAN TERSEDAK DAN TRANSMIGRASI JUGA KE NOVELL😭😂
shabiru Al
seriusan tinggal dua atau tiga bab lagi... padahal penasaran sama vivienne
Leel K: Aku bakal lanjutin kak, di season 2 tapi bikin novel baru 😢. Atau... apa aku gabung aja ya?
total 1 replies
shabiru Al
vivienne adalah sutradara terbaik
shabiru Al
benar2 konyol🤣
shabiru Al
ternyata damian semenjijikan itu ya... duke apaan itu hiiii
yulia asihta: jujur aja kakk dulupun aku baca2 novel kerajaan meromantitasi kelakuan Duke yang kayak gitu tpi pas baca di novel ini, sama aja aku meromantitasi kan kelakuan pelecehan seksual pada pekerja/ wanitaaa🥹🙂 jujurrr iyuh bgtt liat Damian dri sisi novel ini
total 1 replies
shabiru Al
gila,, ide vivienne benar2 outof the box dan yang lebih gong nya kagi bianca ikut serta😄
shabiru Al
waduh,, bener2 ya vivienne menjadikan damian sebagai komoditas dagang 😄
shabiru Al
vivienne benar2 cerdik,, pintar mencari peluang😄
shabiru Al
berhasil... giamana ya kalo viviane sendiri yang berhadapa dengan damian
shabiru Al
doktrin yang bagus👍
shabiru Al
what,, zebra nyasar terus minta rokok 🤣🤣
dunia isekai
lucuuu
dunia isekai
halo kak! ceritanya lucu banget! Mau saling mampir like dan komen di cerita masing masing? Mampir di ceritaku The Legend Of Roseanne ya!
takeru lukcy
lanjut thorrrrrr kl gak lanjut aku samper nihh kerumah🤭🤭bagusss 👍
takeru lukcy
baguss cokk bacaa ajaa dehh dijamin gak bakal nyesel
takeru lukcy
thorrr lanjutin gak bagus lohhh😍😍gak bosen aku bacanyaaa
Leel K: aaaa makasih bangetttt 😆😍
total 1 replies
takeru lukcy
lanjut thor
takeru lukcy
anjayy otw bacaa sampe habis nihh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!