NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Princess Kaori

Alex selalu bertanya dimana Kaori, ia paling

menyayangi cucunya yang satu itu. Sejak Kaori tinggal bersama mereka, bisnis

dan investasi Alex berkembang sangat pesat. Investasi apapun yang ia lakukan

pasti menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.

Rava tidak jadi duduk, ia berjalan cepat ke kamar

Kaori. Satu-satunya kamar anak di lantai bawah hanya kamar Kaori. Rava mengetuk

pintu kamar itu sebelum membukanya.

“Kaori.”panggil Rava.

“Yes, uncle.”saut Kaori yang sedang duduk di

mejanya. Ia sedang mendengarkan musik berbahasa Inggris.

“Let’s eat.”kata Rava. “I’m standing at the door.

Be careful.”

“Okey, uncle.”kata Kaori sambil mematikan mp3-nya

dan melangkah ke pintu dengan tongkatnya.

Rava membiarkan Kaori berjalan sendiri menuju meja

makan. Ia hanya menjaga agar Kaori tidak menabrak sesuatu di depannya. Ketika

Kaori sampai di meja makan, Alex menarik kursi untuknya. Alex menggenggam

tangan Kaori, mengajaknya mengobrol menggunakan bahasa Inggris. Kaori sangat

terampil berbicara dengan bahasa asing yang satu itu. Sejak Kaori mulai bisa

bicara, Alex selalu mengajaknya bicara menggunakan bahasa Inggris.

Karena buta, Kaori tidak bersekolah seperti

anak-anak lainnya di rumah Alex. Alex mendatangkan guru khusus untuk Kaori yang

akan datang setelah jam makan siang. Guru itu mengajari Kaori membaca huruf

braille, mengenal benda, dan mengenali wajah seorang. Ada juga guru lain yang

mengajari mata pelajaran untuk SMP kelas dua. Kalau bersekolah normal, Kaori

seharusnya sudah duduk di bangku kelas dua SMP.

Alex memotong udang untuk Kaori sesekali menyuapi

cucunya itu. “Princess Kaori, suka makan udangnya?”

“Yes, grandpa. Grandma, dimana aunty Renata?”tanya

Kaori.

...Flash back on...

Mia yang mengira dirinya tidak jadi hamil karena

mendapat haidnya ternyata kembali terlambat bulan berikutnya. Ketika ia

memeriksakan dirinya ke dokter, ternyata Mia sudah hamil 2 bulan. Alex tentu

saja sangat senang sekaligus sangat stress karena rumah besar mereka belum

selesai. Tapi semua bisa mereka lalui sampai akhirnya lahirlah putri cantik

mereka berdua yang diberi nama Renata.

Saat Alex memberi kejutan di ulang tahun pernikahan

mereka berdua di rumah baru, mereka ingin berfoto bersama juga dengan semua

anak dan cucu mereka berdua. Mia celingukan mencari keberadaan si kembar Rava,

Reva dan si cantik Renata. “Mana mereka?”tanya Mia.

Alex menunjuk ke samping mereka. Ketiga anak Mia

tampak sedang berdiri mengelilingi Kaori. Mereka terlalu asyik mengobrol sampai

mengabaikan pesta yang sedang berlangsung. Renata terus- menerus merapikan

rambut Kaori, sementara Rava dan Reva menggodanya.

Mereka berempat tidak menyadari kalau kamera sudah

mengarah pada mereka. “Rava, Reva, Renata, Kaori, sini nak.”panggil Mia. “Kita

foto dulu ya.”

Renata menuntun Kaori maju ke depan. Kaori berdiri

didepan Mia dan Alex. Mereka berpose bersama tersenyum ke arah kamera.

“Sekarang sama cucu. Mana nich anak-anak kalian?”tanya Mia pada Rio, Rara, dan

Riri.

”Eits, mau tahu berapa tambahan cucu Alex dan Mia,

tunggu terus update CINTA KEMBARKU.”

...Flash back off...

“Aunty Renata masih dijemput mama Gadis, sayang.

Ayo, lanjut makannya. Rava, Reva, habis ini kalian jangan ke kamar dulu. Ada

yang mau kami bicarakan.”kata Mia.

Si kembar hanya mengangguk-angguk. Flora muncul

dari dapur membawakan pencuci mulut untuk mereka semua.

“Loh, ini siapa?”tanya Alex yang belum sempat

ketemu dengan Flora.

“Mas, ini Flora, ponakannya mb Roh. Dia bantu

bersih-bersih disini.”kata Mia.

“Oh, masih muda sekali ya. Masih sekolah?

Dimana?”tanya Alex bertubi-tubi.

“Saya sekolah di SMA deket sini, tuan. Kelas

tiga.”saut Flora sambil menghidangkan pencuci mulut di meja makan.

“Kak Flora?”panggil Kaori, ia meraba-raba mencari

keberadaan Flora.

“Ya, nona.”saut Flora sambil memegang tangan Kaori.

“Hai, aku Kaori, kak. Panggil Kaori aja.”kata Kaori

ramah.

“Hai, Kaori. Aku Flora.”balas Flora sopan.

Kaori mencium tangannya setelah menjabat tangan

Flora. Ia tersenyum mencium wangi yang menempel di tangannya.

“Kak, do you put on hand cream?”tanya Kaori

keceplosan memakai bahasa Inggris saat bicara.

“Yes, I do. Do you like the fragnance? I made it

myself.”saut Flora dengan santai.

Reva menyemburkan air yang barusan ia minum. Uhuk!

Uhuk! Rava melempar napkin padanya. “Lo kenapa sich?”tanya Rava bingung.

“Keselek. Dia bisa ngomong Inggris lancar gitu

ya.”saut Reva tidak percaya.

Flora mengabaikan Reva meskipun ia senang juga

mendengar Reva keselek. Biar kapok.

”Udah cantik, pinter bahasa Inggris lagi. Apalagi

kelebihanmu, Flora.” batin Reva yang melihat senyuman manis Flora saat bicara

dengan Kaori.

Ketika mereka sudah selesai makan siang, Gadis baru

pulang bersama Renata dan si kembar Reymond dan Reyna. Mereka bersekolah di SMP

yang sama dan sekarang sudah kelas satu SMP.

“Hai, kalian udah pulang ya. Gimana di

sekolah?”sapa Mia pada anak dan cucunya.

“Oma, aunty Renata tadi dike...”kata Reymond

mengadu pada Mia tapi terpotong karena Renata sudah membekap mulutnya.

“Jangan berisik, Rey. Nanti aunty gak bantu buat PR

loh.”anca Renata sambil senyum manis pada Mia. “Gak ada apa-apa, mah. Kita mau

ganti baju dulu.”

Renata menggeret kedua ponakannya ke lantai atas

untuk ganti baju sebelum makan siang. Gadis bergabung dengan Kaori dan Mia yang

masih duduk di meja makan. Sementara si kembar Rava dan Reva sudah beranjak ke

ruang kerja bersama Alex. Mia menyusul beberapa saat kemudian. Alex menggelar

beberapa kertas di hadapan mereka.

“Ini apa, pah?”tanya Rava.

“Kalian kan udah mau magang kerja. Ayo, pilih mau

magang dimana.”kata Alex.

Rava mengambil kertas itu, ia membacanya bersama

Reva. Ada perusahaan milik Arnold dan Rara. Bahkan setelah berlalu masa untuk

pengalihan jabatan Direktur, Arnold tidak juga mengambil jabatan itu dari Rara.

Justru ia bekerja sebagai wakil direktur sekarang.

Ada juga perusahaan Jodi, perusahaan Elo,

perusahaan Jelita, sampai perusahaan Bianca juga. Rava tertarik melihat hotel

milik Alex dan Ronald. Ia memisahkan aplikasi magang untuk hotel itu dan

menyerahkan sisanya pada Reva.

“Pah, yang paling deket sama rumah yang mana?”tanya

Reva.

“Ya, perusahaan papa.”saut Alex.

“Yang itu aja.”saut Reva mengambil aplikasi magang

perusahaan Alex.

Alex dan Mia saling pandang, kedua putra kembar

mereka wajahnya saja yang sama tapi pemikirannya sangat jauh berbeda. Sejak

kecil Reva lebih suka segala sesuatu yang gampang dan menguntungkan buatnya. Sedangkan

Rava lebih suka sesuatu yang menantang dan belum pernah ia lakukan.

“Jadi Rava pilih yang mana?”tanya Alex.

“Hotel di pusat kota ini kayaknya cukup menantang.

Siapa GM-nya, pah?”tanya Rava.

“Tante Katty.”saut Alex.

“Wah, seru tuch. Pasti tamunya banyak terus

ya.”kata Rava semangat.

“Ya, begitulah. Occupancy-nya seratus persen terus

di high session.”kata Alex.

Rava langsung bertanya istilah yang disebutkan

papanya itu. Keduanya terlibat pembicaraan seru yang tidak dimengerti Mia dan

Reva.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

Visual Kaori

Visual Renata

Visual si kembar Reymond dan Reyna

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!