NovelToon NovelToon
Song Qian

Song Qian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Akademi Sihir / Romansa / Ahli Bela Diri Kuno / Xianxia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bella Kristy Cecilia

Song Qian adalah keturunan Dewa Leluhur Qing Tian yang lahir dari Menara Qian Kun setelah Tiga Alam diciptakan pada 70 ribu tahun yang lalu. Kelahirannya dianggap sebagai berkah bagi Tiga Alam. Song Qian berguru kepada Qian Gu untuk menguasai tiga elemen kekuatan semesta yang sudah ia miliki sejak lahir.

Namun, Qian Gu dan Song Qian tidak tahu apa saja rintangan yang akan menghampiri mereka di masa depan. Seiring berjalannya waktu, mereka berdua mulai jatuh cinta. Banyaknya rintangan membuat mereka harus berjuang bersama-sama untuk terus bersatu dan melindungi Tiga Alam bersama dengan Dewa Agung lainnya serta melindungi cinta di hati mereka.

Apakah Song Qian dan Qian Gu dapat mencapai tujuan mereka untuk melindungi Tiga Alam sekaligus cinta di hati mereka atau mereka harus mengorbankan segalanya untuk memberikan kedamaian bagi Tiga Alam? Ikuti terus kisahnya!

Dilarang menjiplak novel ini!!!

IG : @bellakristyc_
E-mail : bellakristyc@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Kristy Cecilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Qian Gu

Janji Kue Plum dan Pertemuan Pertama Sang Mahadewa

Sinar fana matahari pagi baru saja menerobos celah-celah pilar giok di Istana Chang Yuan. Sisa-sisa embun surgawi masih menggantung manis di atas dedaunan tatkala Dewa Agung Zhi Jie sudah duduk menyendiri di kursi batu halaman istana. Wajahnya yang biasa tanpa ekspresi tampak menatap lurus ke arah gerbang utama, seolah sedang menghitung detak waktu.

Langkah kaki tegap memecah keheningan. Bai Yuan melangkah mendekat seraya membetulkan jubah emasnya.

"Zhi Jie, kenapa kau sudah bertamu ke Istana Chang Yuan sepagi ini?" tanya Bai Yuan, alisnya terangkat heran.

Zhi Jie menghela napas panjang, mengalihkan pandangannya pada Sang Dewa Perang. "Waktu berlari tanpa kita sadari, Bai Yuan. Tak terasa lima ratus tahun telah berlalu sejak hari kelahiran bayi itu. Hari ini... sudah saatnya Song Qian pergi berguru kepada Qian Gu di Istana Chao Sheng."

Bai Yuan tertegun sejenak. Ingatannya melayang pada sosok anak laki-laki yang tumbuh dalam bimbingannya selama setengah milenium terakhir.

"Ah, benar juga," bisik Bai Yuan lembut, senyum tipis terukir di bibirnya. "Aku hampir lupa bahwa hari ini adalah jadwal mengantarkannya. Kalau begitu, tunggu sebentar. Aku akan membangunkan anak nakal itu dulu."

Bai Yuan melangkah cepat menyusuri lorong istana menuju kamar tidur Song Qian. Di dalam ruangan bermandikan cahaya keemasan itu, Song Qian masih terlelap menggulung diri di balik selimut sutra. Di usianya yang kini secara fisik tampak seperti pemuda remaja berparas elok, ketenangan wajahnya saat tidur masih menyisakan kepolosan masa kecil.

"Song Qian, bangunlah," panggil Bai Yuan seraya menggoyangkan pelan lengan kanan pemuda itu. "Zhi Jie sudah menunggu di luar. Kau harus bersiap menuju Istana Chao Sheng sekarang juga."

Song Qian mengeliat pelan. Ia membuka matanya yang berbinar jernih, lalu menguap lebar. "Ada apa, Kak? Bukankah matahari baru saja terbit?"

"Sudah saatnya kau pergi dan berguru kepada Mahadewa Qian Gu," sahut Bai Yuan seraya mengulurkan tangan kanannya ke hadapan Song Qian.

Melihat uluran tangan itu, Song Qian tersenyum manis. Ia menggenggam erat jemari Bai Yuan lalu menarik tubuhnya sendiri hingga bangkit berdiri. Song Qian memiliki satu kebiasaan yang sangat unik sejak kecil: ia tidak akan pernah mau bangun dari tempat tidur sebelum ada seseorang yang rela mengulurkan tangan untuk ditariknya. Dan selama lima ratus tahun ini, hanya Bai Yuan yang selalu setia mengulurkan tangan untuknya.

Setelah berganti jubah putih bersulam benang perak dan merapikan barang-barang pribadinya, Song Qian melangkah mantap mendampingi Bai Yuan menuju halaman depan.

"Dewa Agung Zhi Jie, apakah kau yang akan mengantarkanku ke Istana Chao Sheng hari ini?" tanya Song Qian ramah saat melihat sosok sang pelindung Tiga Alam.

"Benar. Apakah kau sudah siap?" jawab Zhi Jie dengan nada suara yang datar namun penuh perhatian.

"Aku sudah sangat siap, Dewa Agung!" sahut Song Qian penuh percaya diri.

Zhi Jie mengangguk pelan lalu memegang lengan kiri Song Qian. Namun sebelum formasi sihir perpindahan diaktifkan, Song Qian memalingkan wajahnya menatap Bai Yuan. Matanya yang jernih mendadak berkaca-kaca.

"Kakak Bai Yuan..." bisik Song Qian puitis. "Terima kasih banyak sudah merawat dan mendidiku selama lima ratus tahun ini. Dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku ingin meminta maaf jika selama ini aku sering merepotkanmu, merusak perabotan istana, atau membuatmu kesal karena kenakalanku. Terima kasih sudah selalu bersabar dan tiada henti menyemangatiku untuk berlatih ilmu spiritual."

Mendengar ucapan tulus itu, dinding ketegasan Bai Yuan luluh seketika. Ia mengulurkan tangannya, mengelus lembut rambut Song Qian dengan penuh kasih sayang seorang kakak.

"Song Qian, tidak sekalipun aku merasa kau merepotkanku," tutur Bai Yuan hangat. "Terima kasih sudah mewarnai Istana Chang Yuan yang dingin ini selama lima ratus tahun. Ke depannya, aku berjanji akan sering berkunjung ke Istana Chao Sheng untuk melihat perkembanganmu... dan tentu saja membawakan Kue Plum hangat kesukaanmu."

Mata Song Qian seketika berbinar terang. "Benarkah?! Kakak tidak sedang berbohong, kan?"

"Aku berjanji," balas Bai Yuan tersenyum lebar. "Bahkan jika hasil latihanmu memuaskan dan kelak kau berhasil diangkat menjadi Dewa Agung sejati, aku akan menghadiahkan artefak paling berharga yang kumiliki untukmu."

"Terima kasih, Kak! Kau adalah Dewa Agung terbaik, tertampan, dan paling baik hati di seluruh alam semesta!" seru Song Qian antusias seraya menghambur memeluk tubuh Bai Yuan erat-erat.

Di samping mereka, Zhi Jie berdehem cukup keras. Sebagai pemimpin yang paling disegani, ia sedikit berharap mendapat pujian manis yang sama dari pemuda berbakat itu. Namun sayang, Song Qian sama sekali tidak menghiraukan batuk buatan Zhi Jie dan tetap memeluk Bai Yuan.

Bai Yuan terkekeh pelan, menepuk bahu Song Qian. "Sudahlah, Anak Nakal. Kau harus segera menemui Qian Gu. Belajar dan berlatihlah dengan sungguh-sungguh di bawah bimbingannya."

"Baik, Kak. Aku berangkat!" pamit Song Qian melepaskan pelukannya.

"Bai Yuan, kami pergi dulu," timpal Zhi Jie seraya menepuk pundak Bai Yuan.

Dalam sekejap mata, pendar cahaya emas melingkupi tubuh Zhi Jie dan Song Qian. Sosok mereka memudar dan lenyap dari Istana Chang Yuan, menyisakan Bai Yuan yang menatap hampa sudut halaman yang kini terasa sepi.

BZZZZT!

Hanya dalam satu helaan napas, Song Qian dan Zhi Jie telah memijakkan kaki di pelataran luas Istana Chao Sheng.

"Song Qian, tumpukan dokumen Tiga Alam di mejaku sudah menumpuk. Aku harus segera mengurusnya. Kau tunggulah di sini sampai Qian Gu datang," ucap Zhi Jie dengan raut wajah yang kembali kaku dan datar.

"Baik, Dewa Agung," sahut Song Qian patuh. Tanpa menunggu balasan, tubuh Zhi Jie melesat menghilang dalam kilatan cahaya, meninggalkan Song Qian sendirian di tengah kemegahan istana asing tersebut.

Song Qian, yang pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, mulai mengedarkan pandangannya. Istana Chao Sheng berdiri sangat megah. Pilar-pilar raksasa yang menopang atap bertakhtakan emas murni dan batuan giok putih yang berkilauan. Namun, ada satu hal yang mengusik batin Song Qian.

"Aneh sekali..." gumam Song Qian heran. "Istana ini begitu megah, tapi kenapa suasananya terasa begitu sunyi, gelap, dan sangat dingin?"

Melangkah lebih jauh ke area taman, perhatian Song Qian teralih oleh sebuah pohon Plum raksasa yang tumbuh di sudut halaman. Buah-buahnya yang ranum menggantung cantik, memancarkan aroma harum yang menenangkan. Song Qian mendekat, mengagumi keindahan buah tersebut dengan mata berbinar.

Tiba-tiba, helian angin dingin berhembus lembut. Pendar cahaya putih surgawi membumbung tinggi di angkasa, diiringi kepakan sayap megah seekor burung feniks berbulu emas-merah.

Dari atas punggung feniks tersebut, sesosok dewi bergaun putih turun dengan gerakan yang begitu anggun. Mahkota giok putih menghiasi rambutnya yang hitam berkilau, memancarkan aura keagungan yang tiada tanding. Dialah Qian Gu, didampingi hewan spiritualnya, Feng Ri.

"Siapa kau? Kenapa kau bisa berada di area dalam istanaku?" tanya Qian Gu dengan nada suara yang tenang namun berwibawa.

Song Qian mendongak. Saat matanya menangkap paras jelita Sang Mahadewa Semesta, jantungnya berdesir hebat. Rasa hormat dan takjub melingkupi jiwanya. Dengan refleks cepat, Song Qian membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, menundukkan kepala hingga tak berani menatap langsung sorot mata indah milik Qian Gu.

"Namaku Song Qian... Maafkan aku jika kedatanganku telah mengganggu ketenangan Yang Mulia," jawab Song Qian sembari memberi hormat dengan menundukkan kepalanya.

Qian Gu menatap pemuda di hadapannya dengan pendar mata yang sulit diartikan. "Berdirilah. Song Qian... apakah Bai Yuan yang menyuruhmu datang ke sini?"

"Benar, Yang Mulia. Tadi Dewa Agung Zhi Jie yang mengantarkan aku kemari," sahut Song Qian seraya tetap menunduk. "Apakah... apakah kau adalah Mahadewa Qian Gu yang akan menjadi guruku?"

Song Qian sengaja bertanya untuk memastikan. Dalam hatinya, ia teringat pada bisikan gosip yang pernah tidak sengaja ia dengar dari para dewi di gerbang Istana Chang Yuan mengenai hubungan masa lalu antara Kak Bai Yuan dan Mahadewa Semesta.

Ternyata Mahadewa Semesta memang sangat anggun dan agung... Pantas saja harus dipanggil dengan sebutan Yang Mulia, batin Song Qian kagum.

"Menurutmu bagaimana?" balik tanya Qian Gu seraya menyunggingkan senyum tipis. Ia mengibaskan jubah putih mewahnya. "Apakah aku sama sekali tidak terlihat seperti seorang Mahadewa Semesta?"

Mendengar teguran halus itu, Song Qian seketika membungkuk sembilan puluh derajat, memberikan hormat paling mutlak. "Song Qian memberi hormat yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia!"

"Cepat berdiri. Tidak perlu formalitas berlebihan seperti itu," perintah Qian Gu lembut namun tegas.

"Terima kasih, Yang Mulia," sahut Song Qian seraya kembali menegakkan tubuhnya yang tegap.

Qian Gu melangkah satu tapak mendekati Song Qian. Sorot matanya menajam, menguji mentalitas pemuda tiga elemen di hadapannya. "Song Qian, jika kau benar-benar bertekad untuk menjadi muridku, kau harus membuktikan nilai dirimu dan kualitas kemampuanmu terlebih dahulu. Aku tidak menerima murid yang lemah."

Mendengar tantangan terbuka itu, bukannya takut, mata Song Qian justru menyala oleh kobaran semangat. Cerdas dan berani, Song Qian tersenyum percaya diri.

"Yang Mulia, bagaimana jika kau memberiku sebuah tantangan?" usul Song Qian berani. "Jika aku berhasil menyelesaikan tantangan tersebut dengan sempurna, maka kau harus menerima diriku sebagai murid kau yang resmi!"

Qian Gu tertegun sejenak. Anak ini... ternyata cerdas dan sangat percaya diri, persis seperti yang sering diceritakan Bai Yuan, puji Qian Gu dalam hati.

"Tantangan?" Qian Gu menyilangkan tangannya di dada, tatapannya mengusik. "Lalu... bagaimana jika kau gagal menyelesaikan tantangan dariku?"

Song Qian mengangkat dagunya, menatap langsung ke dalam manik mata Qian Gu tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Jika aku gagal menyelesaikan tantangan dari Yang Mulia, maka aku akan kembali ke Istana Chang Yuan dan melatih diri seribu kali lebih keras sampai aku memiliki kemampuan yang pantas untuk menjadi satu-satunya muridmu!" tegas Song Qian mantap.

Tantangan berbahaya apakah yang akan diberikan oleh Mahadewa Qian Gu untuk menguji keberanian dan batas kemampuan Song Qian? Akankah Song Qian sanggup bertahan saat dikirim ke wilayah asing yang dihuni oleh makhluk-makhluk ganas suku Siluman?

Bersambung.......

Halo semuanya, terima kasih sudah mampir ke novel ini. Kalau kalian suka dengan ceritanya, boleh kasih like, vote, tips, dan tambahkan novel ini ke favorit ya. Kalau ingin memberikan kritik dan saran, silakan tulis di kolom komentar ya. Ikuti terus kisah Song Qian sampai selesai.

1
Sopheliaren
Semangat kak lanjutin ceritanya!!
Bella: makasihh ya udah baca, semoga suka sama ceritanya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!