NovelToon NovelToon
Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Berondong / CEO / One Night Stand / Beda Usia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Three Ono

FOLLOW IG AUTHOR 👉@author Three ono

🔥🔥🔥
Harap bijak, banyak adegan me-sum di dalam novel ini.
Hanya imajinasi author semata, jangan cari di dunia nyata.

"Menikahlah denganku, aku akan bertanggung jawab," ujar Daniel.

"Kita sudah sama-sama dewasa, hal itu wajar bagi orang dewasa. Mari lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa." Mia menolak tawaran menikah dari Daniel.

Mia Khalisa, seorang sekretaris CEO perusahaan Star company. Penampilannya jauh dari kata cantik dan seksi. Siapa sangka kalau dibalik penampilannya yang kuno, tersembunyi sesuatu yang sangat luar biasa dan memiliki sejuta pesona.

Pencinta serial drama merapat 🙈🙈 yuk masuk dalam dunia drama author ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Mia dan Keluarga

°°°

Pulang dari kantor Mia langsung menuju apartemennya yang sekarang menjadi tempat tinggalnya beserta ibu dan satu adiknya yang masih kuliah.

Sudah Lima tahun Mia dan keluarga tinggal di sana. Setelah sebelumnya tinggal dengan berpindah-pindah tempat agar tidak diketahui ayahnya. Akhirnya Mia menemukan apartemen itu dengan keamanan yang ketat, setidaknya keluarganya akan aman bila tinggal di sana. Meskipun harga yang harus dibayar tidaklah murah, tapi itu sepadan dengan keamanan yang tinggi dari pihak apartement.

Mia menempelkan ibu jarinya pada gagang pintu sebagai sandi masuk ke apartemennya.

Klik

"Aku pulang," ujar Mia setiap kali ia baru saja masuk ke dalam apartemen nya. Dia melepaskan sepatu hak tingginya terlebih dahulu dan menggantinya dengan sandal rumahan.

"Kau sudah pulang nak, cucilah tanganmu. Kita makan bersama," ujar sang ibu yang bernama Emma.

Mia pun meletakkan tas kerjanya kemudian menuju tempat cuci tangan. Menuruti perintah sang ibu.

"Apa Felice sudah pulang, mah?" tanya Mia seraya mengeringkan tangannya dengan kain lap yang ada di dekat wastafel.

"Sudah, adikmu ada di kamar. Kamu panggilkan dia untuk makan," ujar ibu Emma yang sedang menata piring di atas meja makan.

Mia berjalan ke arah kamar adiknya, di depan pintu kamar yang bertuliskan Felice si anak manis itu, Mia berhenti saat mendengar suara cekikikan dari dalam kamar adiknya. Tanpa mengetuk pintu, Mia menerobos masuk dan tentu saja hal itu membuat si pemilik kamar protes keras.

"Kakak! Kenapa nggak ketuk pintu dulu," protes Felice seraya menyembunyikan ponselnya ke bawah bantal.

"Sedang apa kau tadi?" tanya Mia dengan tatapan penuh selidik, curiga dengan apa yang adiknya lakukan.

"Aku sudah besar Kak dan tidak perlu melaporkan apa saja yang aku lakukan pada kakak, aku juga butuh privasi." Felice tidak mau memberitahu kakaknya.

Mia menyipitkan matanya dan menatap adiknya, dia sadar kalau saat ini adiknya sudah mulai beranjak dewasa. Semakin dikekang maka akan semakin berontak, Mia harus bisa mendekati adiknya sebagai teman agar sang adik mau terbuka padanya.

"Keluarlah, mamah sudah menunggu di meja makan," ujar Mia kemudian dia keluar dari kamar adiknya. Salahnya yang terlalu sibuk bekerja sampai tidak punya waktu untuk sekedar menemani adiknya untuk berbagi cerita. Padahal diusianya sekarang, sang adik pasti sedang gampangnya mempunyai perasaan dengan lawan jenis.

"Sebentar lagi aku keluar," ujar Felice, dia kembali mengambil ponselnya yang tadi sempat ia sembunyikan.

Mia sudah bergabung bersama ibunya di meja makan. Dia yang sudah lelah dan lapar berniat ingin makan lebih dulu tanpa menunggu adiknya yang tak kunjung keluar dari kamarnya.

"Tunggulah adikmu, biar kita makan bersama," ujar ibu Emma pada putri tertuanya dan Mia pun kembali meletakkan sendok dan garpu yang sudah sempat ia pegang.

Tanpa rasa bersalah sudah membuat orang menunggu, gadis manis itu baru keluar dari kamarnya. Duduk di sebelah Mia dan langsung mengambil makanan di depannya.

Merasa sedang diperhatikan, Felice pun menoleh.

"Kalian tidak makan," ujarnya tanpa dosa.

"Kau datang terlambat lalu makan duluan mendahului kami. Sangat tidak sopan," sindir sang kakak yang sudah kelaparan sejak tadi.

"Hehe... maaf." Felice tersenyum memamerkan gigi kelincinya.

"Sudah sudah, ayo kita mulai makan," ujar ibu Emma menengahi kakak beradik itu.

Mereka akhirnya makan tanpa bersuara hingga selesai, hanya suara denting sendok dan garpu yang bersahutan.

Selesai makan, Mia membantu ibunya membereskan meja makan dan mencuci piring. Selelah apapun Mia, dia tetap tidak tega membiarkan ibunya melakukan pekerjaan rumah sendirian. Ya berbeda dengan Felice yang lebih cuek.

"Sampai kapan kau akan seperti ini nak?" tanya ibu Emma pada putrinya yang sedang mengelap piring yang telah dicucinya tadi.

"Seperti ini bagaimana mah, aku baik-baik saja dan aku cukup bahagia dengan seperti ini." Mia tau arah pembicaraan ibunya yang pasti mau membahas masalah pendamping hidup.

"Kau tidak mungkin seperti ini selamanya, carilah pria yang baik untuk menjaga kalian nantinya. Mamah tidak mungkin selamanya berada disisi kalian." Ibu Emma selalu mengkhawatirkan putri-putrinya, dia tau penyakitnya tidak mudah disembuhkan dan dia hanya berharap mempunyai waktu lebih lama untuk melihat putri-putrinya menikah.

"Mah, jangan membahasnya lagi. Aku sudah bilang kalau mamah pasti akan sembuh seperti sedia kala. Mamah akan selalu bersama kami selamanya." Mia meletakkan piring terakhir dan meninggalkan dapur, setiap kali berdua dengan ibunya pasti berakhir dengan membahas pasangan dan kematian.

Ibu Emma menatap putrinya dengan nanar, dia selalu merasa bersalah pada putri tertuanya. Karena dirinya sang putri harus bekerja keras bahkan terkadang pulang larut malam. Semua itu untuk biaya berobat dan terapi ibunya yang tidak murah. Sebenarnya ada opsi lain yaitu dengan jalan operasi tapi dokter di negara itu masih belum mumpuni untuk melakukannya.

,,,

Di dalam kamar Mia melepaskan jas dan kemeja nya, menyisakan baju mini nya saja dengan satu tali. Terlihat jelas tubuhnya sangat body goals, dengan bagian daaa da yang besarnya melebihi ukuran normal dengan perut yang kecil dan bo*ko ongnya yang padat berisi.

Aneh memang, dia lebih memilih untuk menutupi keindahan tubuhnya saat keluar dari rumah. Lebih memilih menggunakan kemeja yang ia kancing hingga leher dan jas yang kebesaran, ditambah rok yang panjangnya dibawah lutut. Sangat disayangkan wanita dengan tubuh indah seperti itu harus menutupi semuanya.

Ya sebenarnya bukan tanpa alasan, dulu Mia pernah berpacaran dengan teman sekantornya. Namun, dia selalu menatap ingin pada Mia yang dulu tidak berpenampilan seperti itu. Akhirnya Mia memilih untuk menutupi bagian tubuhnya yang mengundang gaa airah laki-laki.

Sayangnya si pria itu, lebih memilih wanita lain yang terlihat sek si dan mau menyerahkan tubuhnya. Padahal saat itu Mia dan pria itu sudah hampir menikah. Dengan teganya pria itu berselingkuh dengan alasan Mia terlalu sibuk dan kuno, karena tidak mau melakukan hubungan ba* daaan sebelum menikah.

Mia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, jika mengingat hal itu bukannya marah karena telah dikhianati tapi marah pada dirinya sendiri yang sudah buang-buang waktu dan uang untuk berhubungan dengan laki-laki seperti itu. Mia malah bersyukur karena tak jadi menikah dengan pria itu.

Jika mengingat perkataan ibunya, Mia selalu gundah gulana. Ia sudah berjuang sejauh ini, ia tak akan membiarkan ibunya meninggalkan mereka dengan cepat. Mia terus mencari informasi mengenai dokter ahli bedah di negara itu. Mungkin bisa ke luar negeri, tapi uang yang Mia kumpulkan belum cukup kalau untuk hidup di luar negeri. Belum lagi adiknya sedang kuliah.

"Ayo Mia semangat... kamu pasti bisa mengumpulkan uang untuk mamah."

to be continue...

°°°

Jangan lupa tap love, like dan komen 😍😍

Sementara visual aku hapus dulu sampai lolos kontrak ini novel.🙏🙏

...Ini Mia Khalisa kalau lagi di rumah 😍😍...

...Beda lagi kalau lagi di kantor ya....

...Umurnya memang 35 tapi wajahnya baby face aslinya dan bodynya jelas adu hai 😘...

1
Sonia pramita
hai Thor cerita nya bagus dan menarik, semoga karya mu sukses selalu 😁😁😁😁
FollowIG👉 author Three Ono: terimakasih kak🙏🙏
total 1 replies
Sonia pramita
asek 🤭🤭🤭🤭
Sonia pramita
hai Thor jadi kepo ni 😄😄😄😄😄
Murny
hehe
Erni Widi Iyut
baguss
Joshua Joshua
waow ceritax bagus banget
ArgaNov: Hai, Kak, mau coba ke ceritaku di Noveltoon? Dijamin nggak nyesel☺️

Silakan singgah di Tukar Jiwa, Istri Rahasia Bos Galak, dan Hello, Tampan!
total 1 replies
yani sllu wollez
panas
putri_selako
😍😍😍😍😍😍😍😆😆😆😆😆
Trestyna Sari
👍❤
Debora Novrina Samosir
baik
Marwan Mustofa
Daniel tetap akan menikahi Mia, apapun yg terjadi sebagai bentuk pertanggungjawaban
Marwan Mustofa
iyaaa iyaaa iyaaa iyaaa iyaaa
betul-betul-betul
👍👍👌👌👌
Marwan Mustofa
Daddy dan Daniel sebagai laki-laki harus bertanggungjawab apapun yg terjadi
Marwan Mustofa
Daddy dan Mommy berdebat siapa yg patut dipersalahkan, Daniel dan Mia salibgvbwroandangan tdk tahu jalan pikiran Daddy yg ingin menikahkan merek dg kesalahan Pada Diane karena sebagai laki-laki hrs bersikap kesatria. Mommy harus menanyakan kpd mereka jangan sampai mereka terpaksa menjalani perkawinan nanti
Marwan Mustofa
Daddy menyerahkan Tab agar mereka lihat dan komentari, menurut kalian apa yang terjadi. Daniel dan Mia pasti tidak bisa menghindar, Daniel ceroboh akan ada CCTV. Mereka pasrah karena memang itu yg terjadi tak ada yang perlu ditutup-tutupi
Marwan Mustofa
Makan malam bersama akan dimulai, Mia juga diajak makan malam bersama tapi Mia menolak merasa gak pantas makan bareng bersama Bos, istri dan anaknya
Apakah kali ini Deddy dan Mommy membiarkan Moa tidak ikut makan? Lanjuuut Thor
Semanhaaaaaaat...💪💪💪💪😊💝😁
Marwan Mustofa
Mommy Tania tdk tahu ada mslh apa sebenArnya sampai serius ini. Tunggu nanti keduanya datang, dua, siapa? Penjaga memberi kabar Sekretaris Bos Alex menghadap dan tak lama kemudian DAniel juga telah datang. Bos Alex minta istrinya menyiapkan mAkan malam
Marwan Mustofa
Karena ancaman papanya serius Daniel pun akhirnya pulang dengan malas
Marwan Mustofa
Daniel sedang asyik melamun dan merenung slm ruang kerjanya, tanpa mengetuk pintu si borokokok masuk dan mengagetkan Daniel. Tanpa sungkan minta diajak memeriksa pasien kamar 116
Daniel tak menanggapi permintaan Daren. Karena urusannya hanya soal wanita. Tapi kalau berkaitan dg medis pasti Daniel tak segan mengantarnya.
Akhirnya Daniel pun mengusirnya krn sdh muak dg gayanya yg sok keren
Daniel dpt telepon dari mamanya, saat diangkat ternyata suara Daddy-nya yang mengancam akan menutup RS kalau tdk pulang sekarang, dengan malas Daniel pulang kerumah
Marwan Mustofa
Setelah ngompor-ngompori Mei dan ngomong ngalur ngidul tiba waktu nya pulang, Kenan merapikan mainan dimasukkan ke dalam tas. Sebelum pulang Catty berjanji akan mencarikan jodoh buat Mei segera, dalam tempo yang sesingkat singkatnya sambil tertawa, diikuti tawa bu Emma. Felicia dan Mia kebingungan apa yg ditertawakan mereka berdua, tapi kakak beradik itu lebih bahagia melihat wajah ceria ibunya
Mia berpamitan mengantar Catty dan Kenan sekalian ada sedikit keperluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!