NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Lina dan tedy saling bergandengan tangan. Mereka harap harap cemas saat dokter johan membuka berlahan perban yang menutupi kedua indra penglihatan putra tunggalnya marfel.

“Pah..”

“Sabar mah.. Marfel tidak akan kenapa napa. Marfel anak kita yang kuat.”

Tedy berusaha menenangkan hati istrinya. Sebelumnya dokter johan memang sudah memberitahu bahwa ada kemungkinan marfel akan mengalami gangguan dengan penglihatanya akibat benturan keras di kepalanya saat mengalami kecelakaan.

Lina menolehkan kepalanya mencari sosok cantik ariana.

“Kenapa mah?” Tedy bertanya bingung menatap istrinya.

“Mana ana?”

Tedy menghela nafas. Seharusnya memang ariana ada disana menemani marfel saat dokter membuka perban yang menutupi kedua mata pria tampan itu.

“Mungkin ana masih dalam perjalanan mah..” Jawab tedy miris.

Lina menggelengkan kepalanya. Lina tidak menyangka ariana terus menyibukan dirinya sedangkan marfel sedang tidak berdaya di brankar rumah sakit.

“Dia benar benar keterlaluan.” Gumam lina dengan kedua tangan mengepal.

“Mah.. Sudah. Jangan berpikir yang tidak tidak. Ana mungkin sedang banyak yang harus di tangani.”

Tedy sebenarnya juga merasa kecewa tapi tedy berusaha untuk berpikir positif pada menantunya. Tedy yakin ariana istri yang baik. Meskipun memang ariana tidak pernah ada waktu untuk menemani marfel selama beberapa hari ini. Tapi tedy mencoba maklum. Ariana mungkin sibuk, pikir pria baya itu.

“Anda bisa membuka pelan pelan kedua mata anda tuan.” Kata dokter johan setelah melepas perban juga mengambil kapas yang menutupi kedua mata marfel.

Marfel mengangguk pelan. Berlahan marfel membuka kedua matanya. Cahaya terang lampu langsung masuk ke retina matanya membuat marfel merasa silau. Marfel mendesis pelan kemudian menutup kembali kedua matanya.

Lina dan tedy yang berada di samping marfel tampak sangat cemas. Keduanya terus saling bergenggaman tangan menunggu apa yang akan di katakan oleh putra tunggalnya.

“Tuan.. Pelan pelan saja..” Titah dokter johan.

Dengan kedua mata terpejam marfel menganggukan lagi kepalanya.

“Baiklah. Semuanya di mulai. Mamah papah.. Maaf marfel harus membohongi kalian juga.” Batin marfel.

Marfel kembali membuka berlahan kedua matanya. Sosok pertama yang di lihatnya adalah dokter johan yang memang sudah marfel suruh untuk mengatakan bahwa marfel buta. Memang awalnya dokter johan menolak. Dokter johan tidak ingin membohongi keluarga pasienya, begitu alasanya.

“Bagaimana tuan?” Tanya dokter johan pelan.

Marfel menelan ludahnya. Di tolehkanya kepalanya ke kanan dan ke kiri. Marfel bisa dengan jelas melihat kedua orang tuanya yang sangat mengkhawatirkanya. Terutama sang mamah yang terus menatapnya seakan menahan tangis.

“Dokter bisa tolong hidupkan lampunya? Saya tidak bisa melihat apa apa. Semuanya gelap.” Kata marfel mulai menciptakan kebohongan yang memang sudah di rencanakanya.

“Ya tuhan...” Lina menutup mulutnya. Air mata yang sedari tadi di tahanya menetes meluncur dengan bebas di kedua pipinya.

“Mah.. Tenang..” Lirih tedy dengan suara bergetar.

Tidak ada satupun orang tua yang tidak terpukul jika melihat putra kesayanganya harus kehilangan penglihatanya, termasuk tedy dan lina.

Dokter johan menghela nafas. Ini pertama kali selama menjadi seorang dokter dirinya harus berbohong. Dan itu karna permintaan marfel. Tuan muda dari keluarga chandra yang terkenal cerdas dalam segala hal.

Dokter johan melirik lina yang menangis dengan tubuh meluruh. Jika saja tedy tidak menyangga tubuh wanita itu mungkin lina sudah terduduk di lantai dengan tidak berdaya.

“Tuhan.. Maafkan hambamu.” Batin dokter johan.

Marfel yang juga menyaksikan sendiri tangis pilu mamahnya merasa menyesal. Tapi marfel tidak punya cara lain. Hanya itu satu satunya cara untuk membongkar perselingkuhan istrinya.

“Dokter.. Apa itu suara mamah saya?” Tanya marfel dengan pandangan lurus ke depan.

Lina langsung menubruk tubuh marfel. Wanita baya yang masih terlihat cantik itu menangis meraung raung meratapi keadaan putranya.

“Mamah disini sayang.. Mamah disini. Mamah selalu ada di samping kamu..” Tangisnya.

Tedy menelan ludahnya. Hancur hatinya melihat putra kebanggaanya harus kehilangan penglihatanya. Tedy memejamkan kedua matanya. Saat itu air matanya ikut menetes membasahi pipi tirusnya. Tedy benar benar merasa lemah dan tidak berdaya sekarang. Kedua kakinya bahkan bergetar seperti tidak sanggup menahan bobot tubuhnya.

“Mamah kenapa nangis?” Tanya marfel memeluk tubuh bergetar mamahnya.

“Dokter tolong lampunya..” Kata marfel.

Dokter johan hanya diam. Pria itu enggan mengatakan apapun untuk menumpuk lagi kebohonganya.

“Nak.. Lampunya sudah menyala semua.” Tedy mengatakanya dengan hati hancur.

Marfel mengangkat sebelah alisnya. Suara tedy begitu bergetar dengan ekspresi sedih yang begitu kentara.

“Jadi?” Tanya marfel berpura pura.

Ceklek

Suara pintu yang terbuka membuat lina, tedy, juga dokter johan menoleh. Mereka terdiam menatap ariana yang berdiri dengan nafas tersengal di ambang pintu ruang rawat marfel.

“Marfel..” Lirih ariana.

Ariana langsung berlari menghampiri marfel yang duduk di brankar dengan lina yang menangis di pelukanya.

“Mamah.. Mamah kenapa nangis?” Tanya ariana dengan suara bergetar.

Dokter johan yang berdiri di samping ariana langsung menyingkir. Tugasnya sudah selesai. Dokter johan tidak ingin mengatakan apapun lagi.

Lina terus menangis di pelukan marfel. Wanita baya itu menggelengkan kepalanya tidak sanggup mengatakan bahwa putra satu satunya mengalami kebutaan.

“Pah..” Ariana beralih menatap tedy yang berdiri di samping lina.

“Marfel ana.. Marfel buta..” Jawab tedy pelan.

Ariana langsung menatap cepat pada suaminya. Ariana menggelengkan kepalanya dengan bibir bergetar serta air mata yang menggenangi kelopak matanya.

“Ap apa?” Tanyanya pelan.

Ariana berdecak setelah mengingat semuanya. Beruntung laura mau menerima tawaranya sehingga ariana tidak perlu repot repot mengurus marfel. Ariana tau kebutaan marfel akan menyebabkan hal besar. Buktinya saat ini hampir semua media sedang memberitakan tentang kecelakaan yang menimpa suaminya. Baik di berbagai stasiun televisi, media online, bahkan sampai ke surat kabar.

Ariana menghela nafas. Wanita berambut kurli itu mulai menghidupkan mesin mobilnya. Saat ini ariana berniat mengunjungi nenek laura sekaligus membayar semua administrasi rumah sakit seperti janjinya pada laura.

“Kenapa harus buta? Kenapa tidak amnesia aja?” Hela nafas ariana mempercepat laju mobilnya.

Ariana meraih ponselnya saat bunyi notifikasi terdengar. Kedua matanya membulat sempurna saat menerima pesan dari laura yang memberitahu tempat neneknya di rawat saat ini.

“Loh ini kan rumah sakit tempat marfel di rawat juga.. Jadi neneknya laura di rawat di rumah sakit ini juga?”

Ariana berdecak. Wanita itu menepikan mobilnya untuk membalas pesan dari laura berniat menanyakan dimana kamar rawatnya.

Ting

Satu notifikasi kembali masuk ke ponselnya. Dengan segera ariana membukanya.

“Apa?! Jadi kamar rawat neneknya tidak jauh dari kamar marfel sekarang?”

Ariana benar benar terkejut. Jika sampai kedua mertuanya melihat dirinya masuk ke dalam kamar rawat nenek laura itu bisa membuat tedy dan lina bertanya tanya bahkan curiga padanya.

”Handoko, aku harus minta tolong pada handoko.”

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!