Aku seorang Kapiten! Mempunyai pedang panjang! Kalau berjalan prok prok prok....
Aku seorang Kapiten!
-Albert Anderson-
*****
Nana menikah dengan Albert tapi pernikahan itu ditentang oleh keluarga besar Albert hingga rencana besar disusun mereka untuk menyingkirkan Nana.
Mereka membuat Nana kecelakaan hebat hingga Nana dinyatakan meninggal.
Tapi tanpa mereka tahu jika Nana selamat dan ditolong oleh seorang pria bernama Kevin.
Saat Nana membuka mata ternyata dia mengalami amnesia dan lebih parahnya dia tengah mengandung anak Albert.
Hingga drama pernikahan palsu dibuat Kevin untuk melindungi Nana dan bayinya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membayar Hutang
🍂🍂🍂
Dilain sisi, Kevin masih setia mendampingi Nana di rumah sakit. Setelah keadaan Nana stabil, keluarga Kevin memindahkan Nana ke rumah sakit lain karena tidak ingin ada media yang tahu.
Nana masih belum sadarkan diri, Kevin yang melakukan kebohongan pada orangtuanya dirundung kecemasan jika Nana membuka matanya. Pasti kebohongannya akan terbongkar, tapi dia lakukan ini demi melindungi Nana dan bayinya.
"Nana, kau pasti aman bersamaku! Jangan takut, aku akan melindungimu!" ucap Kevin dengan menggenggam tangan Nana.
Bersamaan dengan itu tangan Nana mulai bergerak yang mana membuat Kevin panik. Kevin langsung memencet tombol emergency di kamar itu. Dan tak lama Dokter datang untuk memeriksa keadaan Nana.
Kevin menunggu diluar ruangan dengan cemas sampai akhirnya Dokter keluar.
"Kita perlu bicara, Tuan!" ucap Dokter yang diangguki Kevin.
Dokter itu membawa Kevin ke ruangannya untuk membicarakan kondisi Nana. Dokter itu memperlihatkan hasil CT scan di kepala Nana sebelumnya.
"Saya sudah menduga ini, karena pasien sebelumnya mengalami gegar otak jadi itu mempengaruhi ingatan pasien," jelas Dokter.
"Maksud Dokter apa?" tanya Kevin yang tidak mengerti.
"Pasien mengalami amnesia. Jadi, dia melupakan kejadian yang menimpanya sebelumnya dan juga dia melupakan siapa dirinya!"
"Apa? Amnesia?"
"Tapi tenang karena gegar otak yang dialami pasien termasuk ringan, memorinya akan kembali perlahan asal rutin melakukan terapi!"
Kevin yang mendengar itu langsung terduduk lemas itu artinya dia memang harus memulai drama pernikahan palsunya dengan Nana.
Saat Kevin kembali ke ruangan Nana dirawat, Nana tengah bersender dengan mengusap-ngusap perutnya yang masih rata.
"Hai," sapa Nana saat melihat Kevin masuk.
Kevin mendekati Nana dan duduk disampingnya yang mana membuat Nana langsung memegang tangan Kevin dan menaruhnya di perutnya.
"Dokter sudah menceritakan semuanya. Jadi aku hamil? Dan kau pasti suamiku kan?" tanya Nana.
"Kevin, namamu Kevin kan! Nama yang tidak asing bagiku!" tambah Nana dengan senyum cantiknya.
Kevin berdehem. "Apa kau tidak apa-apa?" tanya Kevin khawatir dengan sikap Nana yang tampak ceria. Dia sudah membayangkan jika Nana akan terpuruk nantinya.
"Awalnya aku bingung karena tidak bisa mengingat aku siapa tapi Dokter menjelaskan semuanya apalagi aku tengah hamil jadi tidak boleh setres. Aku mengabaikan semuanya demi bayiku!" ucap Nana dibuat setenang mungkin.
Yang mana membuat Kevin bernafas lega, dia mengelus rambut Nana.
"Aku pasti menjagamu dan bayi kita!" ucap Kevin dengan tulus.
"Maafkan aku yang tidak mengingatmu, Kevin!" balas Nana.
"Tidak apa-apa! Yang penting kau dan bayi kita sehat!" sahut Kevin lagi.
"Jadi ceritakan, kenapa aku bisa mengalami kecelakaan? Apa aku istri yang buruk?" tanya Nana penasaran.
"Kau ngidam kue cucur yang dibuat di pasar karena tidak sabaran menungguku, kau pergi sendiri tanpa pamit padaku! Makanya jangan bandel sama suami!" ucap Kevin agar Nana tidak terlalu memikirkan kecelakaannya.
"Lantas apa hubungannya dengan kue cucur?" tanya Nana yang masih tidak mengerti.
"Ya karena tragedi kue cucur itu taksi yang kau tumpangi oleng! Mungkin supir taksinya mupeng ngelihat kue cucur itu sampai hilang konsentrasi akhirnya terjadilah kecelakaan itu," jelas Kevin.
Nana terkekeh geli mendengarnya, entah yang dikatakan Kevin benar atau tidak tapi sekarang yang ada dipikirannya adalah bayinya.
Sementara Kevin yang melihat tawa Nana hanya bisa membatin. "Maafkan aku Nana, aku terpaksa melakukan ini! Aku pasti bisa menemukan pelakunya! Untuk sekarang ikutlah berkontribusi di dalamnya!"
"Akhirnya aku bisa membayar hutangku," tambah Kevin.
🍂🍂🍂
❤❤❤❤
yg ada pas lahir..
palanya kotor parahhh..
❤❤❤❤❤