NovelToon NovelToon
Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: mei risqia

Semenjak meninggal nya sang Ayah lima tahun yang lalu.

Asyifa gadis cantik manis dan berkulit putih ini semakin dingin saja. Meskipun banyak pemuda yang mendekati namun belum ada satupun yang dapat mencairkan hati es nya. Adakah seseorang yang dapat meluluhkan hati es nya? dan mengobati trauma nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mei risqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.

Keluarga Al-Husein sudah pulang, Reyyan mengendarai mobil nya dengan membawa Opa dan Oma nya, sedangkan Annisa pulang ke rumah nya bersama Asyifa.

"Kenapa Bunda ngizinin aku untuk ikut Bima waktu di pesta tadi?" tanya Syifa saat dalam perjalanan pulang di dalam mobil.

"Kenapa memang nya?" bukan nya menjawab tapi Bunda nya itu malah balik nanya sembari mata nya fokus pada jalanan.

"Ya nggak biasa nya saja Bunda memberikan izin sama orang asing begitu" ujar Asyifa lagi.

"Kan masih dalam pengawasan Bunda, lagi pula Bima anak nya baik kok, Bunda sudah kenal lama sama dia" jawab nya.

"Ya tapi kan Bunda tahu, kalau aku nggak suka sama dia" Syifa sedikit mengeraskan suara nya.

"Sama Malik dan Danish saja tidak apa-apa" Annisa sedikit melirik putri nya itu.

"Ya...Ya itu beda lah Bun"

"Apa beda nya?"

"Ya beda dia kan baru aku kenal"

"Malik awal nya juga baru kenal, sekarang malah bisa ngobrol sama kamu, apa beda nya" tanya Annisa menggoda.

Annisa melirik lagi putri nya itu, dan tak biasa nya juga putri cantik nya itu sedikit terlihat gugup.

"Tahu ah, debat sama Bunda nggak bakal kelar" kesal Syifa.

Bunda nya itu hanya terkekeh saja melihat Syifa ngambek.

Setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun masuk ke dalam. Amier sudah melipat kedua tangannya di atas perut nya dengan wajah yang di tekuk.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikumusalam" Amier menjawab dengan ketus.

"Anak Bunda belum tidur?" tanya Annisa pada Amier yang tak mau menatap nya.

"Ngambek, ngambek, gitu doang ngambek" cibir Syifa sembari meraup wajah sang adik.

"Ih... Kakak, ngeselin banget sih" marah Amier.

"Apa?, mau marah sama Kakak?" tantang Syifa membuat Amier mendengus kesal.

"Anak Bunda yang tampan ini kenapa,hum?" Annisa menanyakan dengan mengusap kepala Amier.

"Kenapa aku nggak di ajak sama kalian, aku kesal sama kalian" ngambek nya.

"Ngapain ngajakin kamu, kalau ngajakin kamu yang ada itu pesta bakalan hancur tahu nggak" ketus Syifa.

"Aku nggak mau tahu, sebagai kompensasi nya aku malam ini tidur nya sama Bunda"

"Heleh, bilang saja pengin di kelonin, segala banyak tingkah. Nggak boleh, malam ini Bunda tidur sama aku" ucap Syifa dengan tatapan tajam nya.

"Masa Kakak terus, aku nya kapan?!" Amier mulai bertambah kesal.

Annisa menggelengkan kepala dan memijat nya melihat kedua anak nya itu merebutkan diri nya.

"Stop!" seru Annisa membuat kedua anak nya itu menghentikan perdebatan nya dan menoleh pada sang Bunda.

Annisa berjalan cepat meninggalkan kedua nya. Amier dan juga Syifa bingung.

"Bunda mau tidur sama Nenek!" seru Annisa dengan berlari.

"Bundaaaaa" teriak mereka membuat Annisa tergelak kencang.

💢💢💢💢

Hari ini, Reyyan terlihat begitu senang. Entah apa yang membuat nya senang hanya dia saja yang tahu.

"Hey bro. Kenapa nih, kelihatan nya lagi happy?" Malik menepuk bahu temannya itu yang sedari tadi tidak mendengar apa yang dia bicarakan.

"Kemarin aku ketemu sama gadis cantik waktu di pesta" ujar nya masih dengan senyuman nya.

"Siapa tuh, itu paku nya masih nempel pasti. Kalau nggak, kamu bakalan lari terbirit-birit" cibir Malik dan tergelak.

"Kurang ajar!" seru Reyyan tak terima tapi tertawa juga.

Dari kejauhan terlihat seseorang yang tidak asing di mata mereka berdua. Malik mengepal kuat dan Reyyan hanya menggeleng saja.

Bima, satu nama yang bisa membuat Malik geram. Dan sekarang dia sedang menunggu siapa?, apa Syifa yang dia tunggu?, Malik masih bergelut dengan pikiran nya. Dan orang yang di kejar oleh Bima pun menjadi jawaban dari pertanyaan nya.

"Saingan kamu kayak nya agak berat bro" ujar Reyyan yang pandangan nya masih tertuju pada Syifa dan Bima.

"Aku juga nggak tahu harus lawan dia bagaimana Rey" frustasi Malik.

"Jangan patah semangat lah, aku bakalan dukung kamu bro. Karena aku yakin kamu bisa menjaga Asyifa lebih baik dari aku" ujar Reyyan.

Malik menoleh pada teman nya itu dan tersenyum. Benar juga, sebelum janur kuning melengkung dia masih ada kesempatan. Jangankan janur kuning, bendera kuning saja masih bisa ada kesempatan, pikir nya lucu.

Malik terkekeh geli dengan pikiran nya sendiri. Apa-apaan itu yang dia pikirkan, Reyyan melihat itu pun bergidik ngeri, temannya masih sehat kan yah?.

"Sehat kan bro?" Reyyan menyentuh kening Malik dan di tepis oleh siempu nya.

"Sehat Rey" saut nya.

Asyifa pun menghampiri mereka dan memberi kode pada Reyyan untuk mengantar nya pulang.

"Syi, kamu di cariin sama Oma" ujar Reyyan memberi celah.

Syifa mengangguk dan berlalu bersama Reyyan, Bima yang ingin mengejar di cekal oleh Malik.

"Getol banget kamu" cibir Malik.

Bima menepis kasar tangan Malik yang mencekal nya.

Bima berlalu meninggalkan Malik tanpa menggubris, dia berbalik kembali ke arah mobil nya yang ada di parkiran. Malik tersenyum miris.

💢💢💢💢

Asyifa dan Reyyan masuk kedalam rumah besar Al-Husein, niat nya hanya untuk menghindari Bima tapi malah beneran mampir ke sana.

"Kak Syifa!" seru Adiba yang berlari ke arah

Syifa.

"Hai Diba" sapa Syifa.

"Kak Bian nggak ikut Kak?" tanya Diba celingukan mencari sosok Bian.

Asyifa mengernyit bingung, kenapa sepupu nya itu malah mencari Bian, pikir nya.

"Nggak, kenapa memang nya?" Syifa penasaran.

"E,,,,enggak kok, cuma tanya doang" jawab nya gugup dan bersemu merah.

Asyifa memicingkan mata nya melihat aneh sepupu nya itu. Beberapa detik kemudian dia paham apa yang di maksud.

"Tante, Diba sudah berani pacaran!" seru Asyifa menggaung di rumah itu.

"Kak Syifa jangan teriak-teriak dong, rese banget sih!" seru Adiba kesal membuat Syifa menjulurkan lidahnya meledek.

Syifa tersenyum miring, dan melipat kedua tangannya di atas perut melewati Diba yang kesal itu.

Dia masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati nya bila menginap di sini.

Dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata nya.

Tiba-tiba air mata nya mengalir dari mata terpejam nya. Dia meringkuk memeluk lutut nya.

Dia merasakan usapan lembut di kepala membuat nya membuka mata dan melihat bayangan yang dia rindukan.

"Anak Ayah kenapa nangis?" tanya nya lembut.

"Kangen" jawab Syifa singkat.

"Syifa, sampai kapan kamu akan terus begini nak, bangkit lah nak, jangan menyiksa diri mu seperti ini sayang, Ayah akan selalu ada di hati kamu dan tidak akan kemana-mana. Selalu bersama kamu dimana pun, dan kapan pun" ucap nya dan tersenyum perlahan dia menghilang dari pandangan Syifa.

"Enggak!, enggak!, jangan tinggalkan aku. Ayahhhh!!" teriak Asyifa menggema di kamar itu.

"Hiks..Hiks... Hiks, Ayah..." tangis nya.

YAH..NANGIS LAGI DEH😢

TETAP SEMANGAT NGUMPULIN POIN NYA YAH😁

1
hasbi ombi
cerita nya bagus.
Nara
Keren
mahliatus sariroh
bagus alut ceritanya tapi malik kok masih adamantane yaah semoga tidak mengecewakan asyifa
Hera sasuwe
jadi tetep bersama aditya sama anisa love uu buat be2 ya
Hera sasuwe
nyeseek jg rasanya
Hera sasuwe
happy ending yess
Hera sasuwe
gemes debay nya
Hera sasuwe
semakin kesini ceritanya lucu jg yaa
Hera sasuwe
nice visualnya
Hera sasuwe
ini banyak tokoh dalam ceritanya jadi harus nyimak bener nih
Flower: Uuuhh Thank you kakak sudah mampir 😁
total 1 replies
Resta Diana
😭😭😭
Dalban ID Food
terus kembangkan kreasimu... 🤗
Enok Jubaedah
kembarnya mana visualnya thor..
Flower: Ada kok, nanti di part-part setelahnya, kalo mau liat full nya di IG ya😅
@Risqia16
total 1 replies
Enok Jubaedah
lanjut thor.. kapan giliran bima bahagai. greget..dgn bima yg baik hati
Flower: Baca sampai akhir kak🤗
total 1 replies
Enok Jubaedah
reyyan ko hampir smaa dgn kisah zidan dan anissa
Enok Jubaedah
sedih.. thor. bacanya jd baper
Enok Jubaedah
nyesek dan newek nich thot..
Enok Jubaedah
plasback vita di kamar barang2 zidan ikut baper sedih.. author aduk2 perasaan nich.. tp ok lanjutkan author ceritanya
Flower: wkwkkwk makasih udah mau baca
total 1 replies
Adelio Pratama
aku yg seorang laki² entah kenapa air mata ini jatuh.ketika mendengarkan atas nama alam.Zidan😭
Flower: sabar ya🤧
total 1 replies
za_syfa
sedih sama kisah adel jadi ingat kisah sendiri kehilangan calon anak rasanya gak karuan sedih,sakit,marah,kecewa semua jadi 1 anak yg diharapkan nambah kebahagiaan tp Allah lebih dulu mengambilnya tanpa sempat menggendong tanpa sempat menimang hanya sempat melihat wajahnya karena dia harus lahir di usia kandungan 5 bulan hanya berselang 2 jam setelah lahir dia pergi
Flower: Masya Allah, sabar ya kak. Insya Allah jadi ladang pahala nanti di akhirat, Aamiin 🤲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!