NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 plus

Hari sudah malam Olivia dan Rey baru saja tiba di apartemennya, setelah membeli pakaian dalam untuk Rey tadi mereka memilih untuk berkeliling dan makan malam di sana, karena Olivia sendiri jarang bahkan tidak bisa memasak, maklum saja Olivia lahir di keluarga yang cukup berada sehingga segala kebutuhannya selalu ada yang menyiapkan meski sebelumnya ekonomi keluarga Olivia sempat mengalami kemerosotan tetapi sekarang keadaannya sudah jadi lebih baik, ini berkat bantuan om Alex, rupanya perjodohan ini memang membawa berkah tersendiri untuk keluarga Olivia.

Gadis berambut panjang itu membukakan pintu apartemennya, mereka berdua masuk secara bersamaan. Rey langsung menuju kamar mandi, dia merasa butuh membersihkan diri juga mengganti pakaiannya, terlebih salah satu area sensitifnya sudah merasa tidak nyaman di dalam sana, kain yang membalutnya mungkin sudah kadaluarsa dan si burung meronta ingin sarungnya segera di ganti.

Ya Rey keluar dari kamar mandi dengan segarnya, sedangkan tunangannya yang bertubuh cukup tinggi itu sedang asyik menonton televisi tanpa mandi dan hanya berganti pakaian dengan kaos dan celana panjang membuat Rey jadi menggelengkan kepala. Olivia menyilangkan kakinya di atas sofa duduk manis sambil mengunyah snack yang nampaknya cukup lezat dan berbunyi kriyuk, sesekali ia juga terlihat menyeruput sebuah minuman soda dalam kemasan botol. Gadis itu dengan cueknya memperhatikan layar di depannya tanpa menegur dan menyapa Rey yang sedang sibuk membereskan kembali pakaiannya yang cukup berantakan di dalam koper. Setelah selesai dengan kegiatannya Rey beralih menjatuhkan dirinya tepat di samping Olivia, tunangannya itu sempat terkejut namun segera mengembalikan fokus penglihatannya.

"Film apa ini?" tanya Rey, matanya tertuju ke depan namun tangannya berangsur mengambil sisa makanan yang ada di tangan Olivia.

"Film thriller kau pasti akan suka, coba tontonlah" jawab Olivia acuh.

"Sudah setengah jalan begini mana bisa aku mengerti"

"Mau aku ceritakan?" kini pandangan Olivia tertoleh pada lelaki muda di sampingnya, kedua pasang mata itu saling berpandangan karena jarak duduk mereka yang sangat dekat. Olivia tak tahan menatapnya lebih lama ia segera mengalihkan pandangannya.

"Ceritakanlah" pinta Rey dengan pipinya yang kemerahan, ini pertama kalinya dia bersama seorang gadis berada di dalam satu rumah, hanya berdua tentunya tidak akan ada yang mengganggu juga ya!! Rey tak tahu apa yang harus di lakukannya nanti, bukankah pikiran lelaki normal memang selalu bertraveling jika di hadapkan dengan kekasihnya, namun hubungan dan Olivia tidak seintens itu. Mereka memang telah bertunangan dan sepakat untuk menikah tapi tidak ada ungkapan sayang bahkan cinta dari keduanya. Kembali pada aktifitas mereka.

"Aku sebenarnya baru saja menonton film ini jadi menurut yang aku tangkap dari prolog yang sudah aku lihat lelaki pemilik kasino ini sedang mengalami perang bathin, dia merasa ada kepribadian lain dalam dirinya dan merasa sedang di ikuti oleh seseorang bla bla bla bla (Olivia dengan seriusnya mengoceh menjelaskan cerita awal pada film itu, film korea berjudul Real tahun 2017 )" Rey sendiri mulai menyimak baik melalui indera penglihatannya maupun indera pendengarannya.

"Cukup menarik" komentar Rey setelah mendengar penjelasan Olivia yang panjang lebar, kini keduanya sangat fokus memperhatikan layar segiempat di depannya, adegan demi adegan mereka lihat dengan seksama, film thriller ini memang di bumbu sedikit cerita romansa di dalamnya dan tiba-tiba sebuah adegan dewasa terjadi.

Olivia dan Rey terkejut dengan mulut menganga, sepersekian detik kemudian Olivia tersadar, lelaki muda di sampingnya ini belum cukup umur. Tontonan ini belum layak di nikmati oleh Rey. Refleks Olivia menutup kedua mata Rey dengan satu telapak tangannya.

"Eh apa yang kau lakukan!" berontak Rey berusaha membuka tangan Olivia yang menyergapnya.

"Diam! kau masih kecil, ini tontonan untuk dewasa. Kau tidak boleh melihatnya" tegas Olivia belum mau melepas tangannya.

"Hentikan! aku tahu tapi ini terasa sakit, kau mendorong wajahku terlalu keras"

"Tidak tidak, kau pasti berbohong. Aku menutup matamu tadi dengan perlahan. Bilang saja kau ingin menontonnya!" Olivia dengan gigihnya masih menghalau penglihatan Rey.

"Arrgghh lepas Olivia!"

"Tidak akan aku lepas! adegannya belum selesai"

"Lalu kau akan menontonnya sendiri?" pertanyaan itu membuat Olivia terdiam.

"Bu-bukan begitu" Olivia merasa wajahnya mulai terasa panas.

"Oh jadi kau ini ternyata cukup mesum ya, ternyata tontonanmu seperti ini, kau suka menonton film dewasa" goda Rey, berharap tangan Olivia mengendur setelah di godanya namun sepertinya tenaga Olivia belum berkurang.

"Ti-tidak! aku tidak tahu akan ada adegan seperti ini di filmnya! lagipula aku ini sudah dewasa, wajar saja bagiku untuk melihatnya berbeda denganmu! kau bahkan belum berusia 17 tahun" ujar gadis ini mencari alasan.

"Aku sudah berusia 17 tahun"

"Tidak mungkin! A-apa!!" Olivia tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

"Aku sekarang sudah cukup umur, sudah terbilang dewasa, sudah bisa memiliki ktp dan sim untuk mengendarai kendaraan yang aku mau, termasuk batasan serial televisi yang sudah berubah, aku boleh menonton film dengan genre 17+" lirihnya menjelaskan.

"Se-sejak kapan?" Olivia menjadi gelagapan.

"Malam ini, baru saja beberapa menit yang lalu" Olivia melirik pada jam yang terpajang di dindingnya, tepat pukul 00.10 malam. Rupanya Rey sedang berulang tahun dan Olivia tidak mengetahuinya. Adegan pada film itu pun sudah berganti, Olivia perlahan menurunkan tangannya kini nampak jelas tatapan sendu dari netra hitam milik tunangannya.

"Kau tidak mau mengucapkan sesuatu?" tanya Rey, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Olivia.

"Se-sesuatu? ekhem!" Olivia menelan salivanya dan menjauhkan wajahnya perlahan, ia terlalu gugup.

"Selamat ulang tahun" ucapnya dengan nada suara mengecil seperti berbisik.

"Apa? kau bilang apa? aku tidak dengar?" Rey mendekatkan telinganya.

"Se-selamat ulang tahunnn!!" teriak Olivia cukup keras membuat Rey terkekeh meski akhirnya telinganya mendengar suara dengung.

"Hadiahnya?" pandangan itu kembali, entah mengapa Rey semakin merapatkan tubuh dan wajahnya pada Olivia, insting kelaki-lakiannya mulai muncul.

"Aku tidak punya hadiah apa pun untuk di berikan padamu, itu karena aku tidak tahu bahwa ulang tahunmu terjadi hari ini" kilah Olivia sambil memundurkan bokongnya menghindar dari jeratan tubuh Rey yang semakin dekat dan hampir mendekap. Lelaki itu terus tersenyum, senyumannya menyerangai.

"Kau tentu bisa berpikir, ada sesuatu yang bisa di berikan olehmu meski itu tidak berupa barang"

"A-apa maksudmu?" detak jantung Olivia semakin tidak karuan, lelaki muda ini masih saja mendorongnya jauh hingga ke ujung sofa, dia bahkan menarik satu sudut bibirnya ke atas.

"Seperti ini" tangan Rey berusaha memegang tengkuk leher Olivia namun dengan gerakan cepat Olivia menepis dan berdiri.

"Besok pagi, besok aku akan memberikan hadiah untukmu untuk itu sebaiknya kau segera tidur saat bangun nanti hadiah itu akan ada di depan meja" ucapnya terburu-buru dan mulai melangkahkan kaki akan meninggalkan Rey tetapi pemuda itu tidak tinggal diam. Dia menarik pergelangan tangan Olivia dengan cukup keras hingga membuatnya ambruk.

Duggghh

Lagi-lagi Olivia terkejut di buatnya, kini kedua tangan Rey melingkar mulus di pinggang Olivia yang duduk di pangkuannya.

"Aku tidak mau besok, aku ingin menghabiskan malam penambahan usiaku denganmu sekarang sampai fajar menanti, aku juga tidak membutuhkan barang" wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, mendengar hal yang di ucapkan Rey membuat Olivia membulatkan mata dan menelan ludahnya hingga terdengar suara yang cukup keras dari tenggorokannya.

"Apa yang ingin si cebol ini lakukan???" gumam Olivia bertanya-tanya dalam hati.

***

Hai author datang lagi

terus dukung author ya 💕

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!