seorang gadis berumur 16 tahun Grizelle Michael Alexandra . hidupnya Penuh rahasia tanpa orang lain tahu, ia sudah lulus kuliah S3 karena kejeniusannya
dari umur 8 tahun ia sudah tinggal di Jerman . ia tinggal bersama kakek dan nenek nya . dan waktunya telah tiba ia pulang ke indonesia menjalin hidup bersama keluarga
Grizelle seorang leader Black wolf , mulai di sinilah ia menjadi kejam , dingin kepada siapapun .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19
kevan pov
saat gw berkumpul bersama keluarga gw dan gadis gw, gw suka banget mainin rambutnya yang halus dan sampo yang digunakan Ell membuat gw tenang.
saat asyik-asyiknya berbincang, Ell menerima telepon entahlah dari siapa gue nggak tahu tapi saat menerima panggilan itu mimik wajah berubah dan auranya pun membuat gue merinding seketika.
setelah memutuskan sambungan panggilan itu, Ell segera memberi Adel ke gue dan dengan cepat berlari ke lift.
"Aku ada urusan penting" ucap Ell kepada gue saat dia sudah kembali dan mencium pipi Adel dalam gendongan gue.
belum sempat gue bicara Ell sudah berlalu dari hadapan gue.
kepergian Ell membuat ruang dihati gue merasa kosong. siapa yang menelpon l? laki-laki kah? urusan apa yang sangat penting itu? dia tidak memikirkan gue atau setidaknya anak-anak yang dia tinggal? bagaimana kalau gue ingin bersamanya nanti sedangkan kontaknya gue gak punya.
segala pertanyaan terlintas di pikiran gue sampai mendengar suara Rey yang memanggil gue.
"ahya Ada apa Son?" tanya gue lembut ke Rey yang sekarang dia berdiri di hadapan gue yang duduk di sofa.
"Daddy mommy mana? " tanya ke gue sambil melihat sekitar berharap mendapatkan yang dia cari.
" ah mommy, mom-my mommy beli mainan buat Ray sama Rey"ucap gue asal.
"owhh , tapi mami pulang lagi kan dad? "tanya Ray yang ikut nimbrung.
"Iya mami pulang kok sayang, sekarang kalian tidur ya istirahat sama kayak adik nih tidur" ucap gue dan menyuruh mereka tidur agar tidak bertanya keberadaan Ell lagi.
"oke daddy, ayo bang" ucapan kemudian menarik tangan Ray untuk ke kamar mereka.
"kamu sudah minta nomornya Grizelle belum son? "tanya mommy yang sedari tadi hanya diam bersama Daddy disampingnya yang merangkul posesif istrinya.
"belum mom Kevan lupa "ucap gue menatap bumi sendu, 'huh kalau gue rindu gimana dong ah bodohnya kau kevan' rutuk gue dalam hati
"gak papa sayang nanti kalau dia kesini lagi minta aja nomornya" ucap Daddy mengedipkan sebelah matanya ke gue.
"sekarang mending kamu tidur ini ada di kamarnya, nanti kalau dia cari mommynya kamu yang urus " ucap mami ke gue,
tega banget sih mom! batin gua.
"ya udah deh" ucap gue dan berdiri dari sofa lalu pamit sama mommy dan Daddy yang bermesraan di depan gue,.
' uhhhh sabar nanti ada waktunya kok' batin gue.
setelah tidur Kan Adel di kamarnya gue melangkah kembali ke kamar gue .
mengistirahatkan pikiran gue sejenak
" kenapa kau begitu mudah mengambil hatiku Ell? padahal sikapmu selalu dingin dan putus kepadaku tapi kenapa kau begitu mudah menarik hatiku? kamu tahu kamu adalah wanita ketiga yang bisa merubah sikapku yang dingin dan kejam setelah mommy, Amel dan kamu hanya kepada kalian aku bersikap lembut. aku merindukanmu Ell, padahal baru beberapa menit kamu pergi tapi kenapa aku sudah begitu merindukanmu. entah kenapa di dekatmu aku merasa begitu nyaman, tenang dan sangat takut kehilangan , kenapa jantungku terus memompa dengan cepat saat bersamamu? tapi aku suka itu. semoga kamu wanita terakhir untukku Ell semoga, aku akan melakukan apapun untuk bisa membuatmu menjadi milikku Ell"monolog gue saat sudah berbaring di kasur kamar gue sambil menatap langit-langit kamar gue dan mengingat saat gue bersama Ell.
other side
Grizellr pov
sekarang gue sudah berada di mention Alexandra sedang bermain bersama bang vano dan bang Vino di ruang keluarga,.
"oh iya dek kamu ngapain aja di mansion keluarga kert" tanya bang Vino sambil main PS
"kert? kayak pernah denger abang nama itu "ucap banfanu mengingat-ingat orang bernama kert.
"itu loh bang, kolega bisnis Dedi keluarga terkaya nomor 10 di dunia itu "ucap bang Vino tanpa mengalihkan tatapannya dari PS
"oh iya abang udah ingat, emang kamu ngapain di sana ? " tanya bang vano melihat gue dengan tatapan penasaran.
"bang Vino belum cerita ke bang vano ?" tanya gue menatap bang vino yang tengah bermain PS dengan temannya dan bergantian menatap bangsa no dibalas dengan gelengan pelan.
"kemarin waktu aku di taman tuh kan aku mau jalan pulang nah terus waktu nyampe parkiran Ell nggak sengaja dengar suara bayi nangis ya Ell cari dong terus nemu deh dua bocah laki sama perempuan nangis dekat pohon enggak ada yang nemenin, ya udah Ell bawa pulang aja tapi takut pulang ke sini nanti Daddy marah makanya Ell bawa ke apartemen Ell " ucap gue kebanyakan bohongnya tapi untunglah gue sudah sedikit bisa menutupi kalau gue sedang bohong.
"makanya Ell pulang tapi Ell udah bilang kok ke bang vino kalau nginep di apartemen "lanjut gue saat melihat wajah bang vano yang masih penasaran.
"oh tapi mommy sama Daddy bisa tahu tuh kamu sama bocah itu" ucap Vino menatap gue .
"ya karena pas pagi kalian sudah berangkat ke sekolah gak lama Ell dateng gandeng bocah laki-laki sama gendong bayi perempuan mungil nan imut, terus ceritain sama mommy sama Daddy"ucap Daddy yang tiba-tiba datang menjelaskan ke bang Vano dan bang Vino bersama mommy dan duduk di sofa. tak lupa mengedipkan sebelah matanya ke gue, gue balas dengan senyuman manis.
"oh iya kamu kan nginep di sana sayang kamu ngapain aja, mereka Gak nuduh kamu yang enggak kan? karena mommy pernah nonton di TV gitu terus orang yang nemu anak itu dituduh yang nggak bener sama orang tua aslinya malah dilaporin ke polisi "ucap mommy membuat gue cekikikan.
"enggak kok mommy, mereka ramah banget sama Ell malah nyuruh Ell manggil Oma sama opanya bocah 2 itu dengan sebutan mommy sama Daddy padahal Ell ke mereka itu ketus terus gak pernah senyum, tapi yang nyebelin tuh daddynya bocah itu mom buat Ell kesel terus selalu nempel sama Ell bikin Ell risih "cerita gue kan mereka disambut dengan kekehan mommy sama Daddy dan gelengan bang twins.
"kayaknya dia suka deh sama kamu sayang "ucap mommy mengedipkan sebelah matanya membuat gue mengerucutkan bibir gue.
"ih mommy mah, oh iya pas bang vano nelpon Ell malam-malam itu kan Ell sama mereka lagi kumpul terus ya dia dengan semua percakapan Ell sama bang vano, dia marah-marah gak jelas gitu sama Ell ya udah Ell pura-pura pingsan aja terus dia malah nangis dia pikir Ell pingsan beneran bakalan ninggalin dia, mom. aneh kan Ell aja nggak ngerti sama dia "cerita gue lagi dengan sedikit berbohong malu lah gue kalo cerita pas pingsan deh cium cium gue.
author POV
"hahaha kayaknya dia beneran suka deh sama kamu sayang atau mungkin udah cinta kali ya" ucap mommy terkekeh begitupun dengan yang lainnya .
"gimana nanti abang kerjain aja dia kalau dia beneran suka sama kamu, kita buat dia cemburu" ucap bang Fano dengan kekehan.
"dia nggak boleh sama Ell kalau hanya sekedar suka harus cinta dan melindungi Ell membuat Ell bahagia baru boleh sama Ell" ucap bang Vino tegas.
"ya kan cuman ngerjain dia doang bang biar seru gitu dan ekspresinya gimana, lagian juga Vano kepo sama bocah itu beneran imut gak" ucap bang vano
"emang kamu bakal ke sana lagi sayang?"tanya mumi setelah menetralkan kekehan nya dan Daddy cuman menjadi penonton setia saja.
"Iya mom nanti malam El mau ke sana, pasti mereka nyari-nyari elmu tadi aja pulangnya Ell diam-diam mom tahu sendiri lah mereka lengket kayak lem sama Ell" ucap l, sebenarnya sih Ell sudah menidurkan Adel dan Abang abangnya yang selalu manja ke Ell
" abang ikut ya "ucap bang Vano.
"tapi dengan syarat kamu nggak boleh deket-deket sama dia itu Van jagain Ell" ucap bang Vino dengan posesif.
"siap bos" seru banget vano dengan lagak hormat ke bang Vino membuat kita tertawa.
skip
sekarang Ell dalam perjalanan menunju mansion kert bersama vano.
di dalam mobil Ell dan Vano bernyanyi mengikuti musik dihidupkan oleh vano.
hihihi maaf ya gantung
jangan lupa like and comment gua butuh support dari kalian
tapi ad baiknya juga sih, jadi mereka jera alnya itu hal yg sangat memalukan