NovelToon NovelToon
Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Karena kakaknya kabur tepat hari pernikahan demi bersanding dengan musuh bisnis tunangannya, Aruna terpaksa mengambil alih posisi yang bukan miliknya. Ia menikah dengan Argan, seorang pengusaha muda yang tampan, kaya raya, namun lumpuh dan duduk di kursi roda akibat kecelakaan. Dianggap sebagai pengganti sekaligus pelampiasan, Aruna tetap bertahan dengan kesabaran dan ketulusan. Ia tak hanya menuntun langkah kaki Argan yang perlahan pulih, namun juga menyembuhkan luka hatinya yang sempat membeku akibat pengkhianatan. Di antara kebohongan yang memulainya, tumbuh kasih sayang yang perlahan menyatukan dua jiwa yang saling melengkapi — hingga akhirnya mereka menyadari, pernikahan yang dipaksakan itu justru adalah takdir terindah yang pernah Tuhan berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Cahaya Setelah Badai

Matahari pagi menyelinap lembut lewat celah tirai, menyentuh permukaan lantai yang berkilau. Udara terasa segar dan bersih, seolah tersuci habis oleh badai yang baru saja berlalu. Tak ada lagi keresahan yang menyelimuti, tak ada lagi tuduhan yang menghujam. Kebenaran telah berdiri tegak, dan nama baik Argan serta perusahaan Adhyaksa kembali bersih bahkan lebih terhormat dari sebelumnya.

Argan sudah terjaga sejak subuh. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap kedua kakinya dengan pandangan yang penuh harap. Rasa sakit yang sempat melanda kini jauh berkurang, digantikan oleh semangat yang tak pernah surut. Saat Aruna masuk membawa segelas air putih dan senyum yang selalu menyambutnya setiap pagi, ia menatap gadis itu lekat-lekat, seolah ingin memastikan bahwa semua kebahagiaan yang ia rasakan kini bukanlah sekadar mimpi.

“Selamat pagi, Argan,” sapa Aruna lembut. “Anda terlihat jauh lebih tenang hari ini.”

“Karena hatiku tenang,” jawab Argan tulus. “Badai telah berlalu, Aruna. Dan yang tersisa hanyalah kedamaian yang kubangun bersamamu.”

Hari itu, kabar gembira datang beriringan. Pengadilan telah menetapkan tuduhan yang disebarkan Dimas dan Aisyah adalah pemerasan dan pencemaran nama baik. Surat perintah penahanan telah dikeluarkan untuk keduanya. Mereka tak akan bisa lagi bersembunyi di balik kebohongan; kini mereka harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan jahat yang telah dilakukan.

Mendengar berita itu, Aruna tak merasa gembira berlebihan. Ia hanya menghela napas panjang, lalu menatap Argan dengan mata yang berkaca namun tenang. “Kakak saya... ia telah memilih jalannya sendiri. Saya berharap suatu saat ia menyadari bahwa kebahagiaan tak bisa dibangun di atas penderitaan orang lain.”

Argan merangkul bahu gadis itu perlahan, mendekapnya erat. “Kau bukan dia. Dan kebaikan hatimu tak akan pernah ternoda oleh perbuatannya. Biarlah keadilan yang berbicara. Kita melangkah maju, meninggalkan masa lalu yang kelam itu di belakang.”

Siang harinya, Argan kembali mencoba berdiri. Dengan bantuan penyangga dan dukungan Aruna di sampingnya, ia menapakkan kakinya ke lantai. Kali ini rasa sakit tak seberat biasanya. Ia berdiri tegak, menahan napas sejenak, lalu perlahan melangkah—satu langkah kecil, lalu langkah berikutnya. Tak jauh, hanya beberapa langkah di dalam kamar. Namun bagi mereka berdua, itu adalah kemenangan yang luar biasa.

“Anda melakukannya!” Aruna berseru pelan, air mata bahagia menetes di pipinya. “Anda melangkah kembali!”

Argan tersenyum lebar, napasnya terengah namun matanya berbinar penuh harapan. Ia menoleh ke arah Aruna, lalu merentangkan tangannya. “Karena kau yang menuntunku. Kau yang memberiku alasan untuk bangkit dan melangkah kembali.”

Aruna melangkah mendekat, membiarkan dirinya didekap erat dalam pelukan Argan yang masih sedikit goyah namun penuh kehangatan. Di sana, di antara detak jantung mereka yang berpacu menyatu, mereka merasakan satu hal yang tak bisa dirampas oleh siapa pun—kebersamaan yang lahir dari ketulusan, diuji oleh kesulitan, dan diperkuat oleh kesetiaan yang tak pernah berpaling.

Sore harinya, mereka duduk berdampingan di beranda belakang, menikmati senja yang memancarkan cahaya keemasan begitu indah di ufuk barat. Angin berhembus lembut membelai rambut Aruna, dan Argan membiarkan kepala gadis itu bersandar di bahunya.

“Dulu aku berpikir kecelakaan itu adalah akhir dari segalanya,” ucap Argan pelan sambil menatap matahari yang perlahan turun. “Aku merasa Tuhan telah mengambil segalanya dariku. Namun ternyata... Ia justru menyelamatkan yang terbaik untukku di saat yang paling tak terduga. Ia mengirimkanmu.”

Aruna tersenyum lembut, menggenggam tangan Argan erat. “Dan aku... aku bersyukur tak pernah pergi. Karena di sampingmu, aku belajar arti keberanian, kesabaran, dan cinta yang tulus.”

Argan menoleh, menatap wajah Aruna lekat-lekat, lalu berkata dengan suara yang penuh kesungguhan dan kasih sayang yang mendalam:

“Terima kasih, Aruna. Terima kasih telah datang menggantikan tempat yang bukan milikmu, lalu mengubah segalanya menjadi milik kita selamanya. Terima kasih tidak pergi saat dunia memaksamu untuk menyerah. Terima kasih telah menjadi cahaya bagiku, setelah sekian lama aku hidup dalam kegelapan.”

Matahari akhirnya terbenam sepenuhnya, digantikan langit yang bertabur bintang begitu terang. Badai telah berlalu, kebenaran telah menang, dan di hadapan mereka kini terbentang masa depan yang cerah—masa depan yang akan mereka jalani bersama, langkah demi langkah, berpegangan tangan erat, hingga rambut mereka memutih dan napas mereka berakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!