NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Darah haid

"aku mau yang ini aja mas"ucapku menunjuk sepeda ontel berwarna pink itu.

Kami pun bernego dengan penjual sepeda itu dan akhirnya ia pun mah memberikan harga sesuai dengan budget kami.

Dari rumah ibuku kerumahku yang memakan waktu setengah jam,aku membawa sepeda itu dengan sangat hati hati,mas Bram yang mengikutiku dari belakang beberapa kali memberikan tanda agar aku tetap di tepi jalan mengendarai sepeda itu.

Sudah sangat lama terakhir aku mengendarai sepeda saat aku masih kecil,berlatih disuruh hari agar bisa mengimbanginya.

Dan sekarang aku nekad menggunakan sepeda lagi setelah sekian lama sampai aku dewasa,rasanya jantungku hampir copot setiap kali menggoes dengan banyaknya pengendara di jalanan tapi dengan semangatku aku bisa membawanya sampai rumah kami.

Lega rasanya...sekarang sepeda ini menjadi saranaku untuk kemana mana.

Pagi itu terdengar suara pesan masuk dari handphoneku,aku yang baru saja selesai memasak segera melihatnya.

"Kak lagi dimana,aku dan ayah lagi dirumah pak Muhsin...kakak nyusul ya kesini!"

Tanpa banyak bertanya aku pun segera pergi mengunci rumah dan menutup pagar,dengan berjalan kaki beberapa menit saja aku tiba disana.

Tampak ayah mertuaku dan Fara yang sedang serius berbicara dengan pak Muhsin.

"ini tanda terimanya Pak...sebentar lagi rumah anak anak bapak akan selesai dibangun tinggal beberapa persen lagi!"ucap pak Muhsin memberikan sebuah kwitansi kepada ayah mertuaku.

"Bram enggak ikut Vay?"tanya ayah mertuaku melihatku datang sendirian.

"enggak yah,mas Bram sedang cari uang diluar.."jawabku pelan.

Ayah mertuaku membuka tas kecil yang ia bawa dan memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada Fara.

"ayah pulang dulu far...rumah kamu dan kakakmu sudah ayah lunasi,kasih uang itu ke istrinya saja!"seru ayah mertuaku beranjak bangun dan pulang dengan mobil Fadil yang menunggunya di depan.

"Pak Muhsin kami pulang dulu ya..terima kasih!"seru Fara bergegas pergi bersamaku.

"Ini dari ayah kak ...!"seru Fara memberikan lima lembar uang ratusan ribu kepadaku.

"terima kasih Far tlong bilangin sama ayah...!"ucapku merasa senang sambil menerima uang itu.

"yaudah aku pulang dulu ya kak...aku juga mau beres beres bentar lagi kan rumah kita selesai"ucapnya pamit kepadaku.

Aku pun segera pulang dan menyimpan uang pemberian ayah didalam lemari bawah pakaian.

"hmm..daripada bete mendingan aku kerumah ibu sekarang pake sepeda baruku!"gumamku dalam hati meminta izin pada mas Bram lewat pesan .

Setelah mendapatkan jawaban dari mas Bram aku mengunci seluruh ruangan rumah dan mengendarai sepeda dengan hati hati.

Untuk pertama kalinya aku pergi jarak jauh dengan sepedaku.

"Assalamualaikum Bu...!"seruku memberi salam saat tiba dirumahnya.

Ibuku yang sedang duduk santai melihatku merasa heran datang sendiri tanpa mas Bram.

"loh Vay mana suamimu?kamu kesini naik apa?"tanyanya.

"mas Bram lagi narik Bu,aku pake sepeda kesininya!"sahutku pelan.

"hah serius kamu pake sepeda itu...kan jauh vay ..Berani kamu pake itu"ucap ibuku merasa heran.

"berani dong .daripada naek angkutan umum nyambung berkali kali kan!"sahutku .

"ya enggak apa apa si kamu pake sepeda cm jangan sering sering nanti kamu kecapean yang ada!".

"iya Bu...tenang aja!".

Sore hari aku kembali pulang kerumah,khawatir mas Bram sudah pulang,tubuhku lumayan berkeringat menggoes pedal sampai kerumah."kalau begini terus aka bisa langsing nih"gumamku dalam hati merasa senang.

Hari demi hari berlalu,aku sudah terbiasa bersepeda merasakan berat badanku berkurang namun tidak dengan haid dihari pertamaku.

Aku merasakan darah menetes dari ujung pangkal pahaku dengan deras,aku merabanya dan melihat lumuran darah ditanganku .

Seketika aku terkejut dan buru buru ke kamar mandi untuk mengganti celanaku yang dipenuhi darah.

"tidak biasanya aku seperti ini!"ucapku sambil mencuci celanaku sampai bersih.

"Mungkin saja karena hormonku lagi enggak stabil"ucapku dalam hati.

Belum sejam aku merasa darah itu membanjiri celanaku lagi sampai tembus,hari ini sudah beberapa kali aku mengganti pembalut,gumpalan gumpalan darah berwarna agak hitam itu keluar membuatku terasa lemas.

setelah mengganti pembalut kesekian kali aku merebahkan tubuhku dikasur,merasa kepalaku sedikit pusing .

"kamu kenapa sayang?"tanya mas Bram menghampiriku penasaran .

"kepalaku sedikit pusing mas...haid aku keluar banyak..enggak seperti biasanya...!",ucapku pelan sambil meringkuk lemas.

"kok bisa...mau berobat?"tanyanya menawarkanku untuk pergi kedokter.

"gak usah mas...nanti juga berkurang,oh ya apa karena aku sering pakai sepeda ya jadi haidku begini?"

"aku juga kurang tahu,bisa jadi ..kamu kecapean mungkin kemana mana pake sepeda"ucap Mas Bram .

Aku hanya diam,mungkin inilah efek jika aku terlalu sering menggunakan sepeda kemana mana sampai berpengaruh ke haidku.

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!