NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:750
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Transfer Kekuatan

Kiano berjalan menuju pintu kamar, lalu melongokkan kepalanya ke koridor luar. "Tapi sebelum mulai latihan, kita harus tanya si Dharma dulu. Investigasi dia soal bokapnya sepupu si Wirasada—siapa tadi, Ki Belut? Ah, Ki Pesut maksud gue! Kita harus tahu perkembangannya sudah sampai mana."

Beberapa saat kemudian...

Akhirnya Dharma, sang pengawal sekaligus asisten pangeran yang asli, datang ke kamar untuk menemui Kiano dan Ki Saron.

"Gimana perkembangannya? Lo udah nemuin apa aja tentang Ki Pesut itu?" tanya Kiano penasaran.

"Saya sudah mencari tahu dan mendatangi keraton tempat kediaman Nyi Ratu Asih Buana, adik dari Prabu Raksa Buana, ayah Anda—eh, maksud saya ayah Pangeran Wirasada," ucap Dharma serius. "Nampaknya Ki Pesut sedang tidak ada di sana. Salah satu pengawal mengatakan jika dia memang jarang berada di kediamannya. Di sana hanya ada Nyi Ratu Asih dan juga Pangeran Arshaka."

Kiano tampak kecewa, begitu pula dengan sang Tengkorak Hideung alias Ki Saron.

"Kira-kira lo tahu enggak dia perginya ke mana?" tanya Kiano lagi.

"Kalau itu, saya juga tidak tahu," balas Dharma lesu.

"Apa kamu punya lukisan Ki Pesut, Dharma?" tanya Ki Saron menimpali. "Aku hanya ingin memastikan apakah wajah temanku itu masih sama seperti dulu."

"Tidak punya. Tapi kalau di kediamannya, ada banyak," jawab Dharma enteng.

Kiano menjentikkan jarinya. "Oke. Kayaknya kita harus main ke tempat si Arshaka-Arshaka itu deh. Gue juga penasaran sama tampangnya. Gantengan dia apa gue?"

"Pangeran Arshaka juga memiliki wajah yang tak kalah tampan seperti kamu, Kiano," ucap Dharma polos tanpa ekspresi.

Kiano langsung mendelik sinis, merasa harga dirinya sebagai cowok ganteng Jakarta Barat tahun 2050 agak tercoreng.

"Alah, palingan gantengan juga gue ke mana-mana! Mata lo aja kali yang rabun. Mana ada pangeran di negeri ini yang bisa melebihi ketampanan Pangeran Jungkook versi Jakarta Barat ini," ucap Kiano penuh percaya diri sembari menyugar rambutnya.

"Jika Anda tidak percaya, mari kita buktikan. Malam ini kita bertiga akan ke sana," ucap Dharma menantang flat.

Kiano langsung menghentikan pose kerennya, lalu menatap Dharma dan Ki Saron bergantian dengan sangsi. "Tapi gimana caranya? Kita bakalan ketahuan enggak? Kalau lo berdua sih gue yakin bakalan bisa sembunyi dan nembus tembok. Lah, gue? Gue kan manusia biasa, bukan sebangsa jin kayak kalian!"

"Untuk itu, Anda harus menerima transfer kekuatan dari saya sekarang juga, Tuan. Kali ini tidak bisa ditunda-tunda lagi," ucap Ki Saron dengan nada rendah yang berwibawa. "Musuh kita, Nini Kalingking, sudah mulai menampakkan diri. Sementara itu, kita juga harus cepat-cepat menemukan Pangeran Wirasada yang asli."

Mendengar hal itu, Dharma sontak terkejut. "Nini Kalingking?! Apa maksud kalian?"

"Ah, lo mah ketinggalan berita hot! Lo enggak tahu gue barusan hampir dilecehin nenek kisut alias Nini Kalingking? Ah, pokoknya ceritanya panjang! Kalau diceritain enggak bakalan kelar sampai besok juga. Nah, sekarang mending lo buruan transfer sekarang juga, gue siap kok, Ki!" ucap Kiano semangat. Ia melangkah maju, lalu mengambil posisi membelakangi Ki Saron.

Namun, sebelum ritual dilakukan, Ki Saron menoleh ke arah Dharma terlebih dahulu. "Dharma, kamu jaga ruangan ini. Jangan sampai ada yang masuk agar semua prosesnya lancar tanpa gangguan."

"Baik, Ki Saron." Dharma hendak melangkah keluar, namun Kiano mendadak mengangkat tangannya.

"Eits, tunggu dulu! Gue mau tanya, nama panjang Pangeran Wirasada itu apaan, ya? Lo tahu enggak?"

Dharma mengerutkan kening heran. "Tentu saja saya tahu. Nama panjang beliau adalah Raksa Buana."

"Lah? Itu mah nama bapaknya! Maksud gue, nama si pangeran!" ucap Kiano gemas.

"Iya, memang benar. Namanya Pangeran Wirasada Raksa Buana," jelas Dharma. "Nama tengah dan belakangnya menggunakan nama Yang Mulia Prabu, ayahnya sendiri. Kenapa kamu mendadak menanyakan hal itu?"

"Enggak ada apa-apa. Udah, lo pergi sana. Jaga di luar! Jangan sampai ada dayang istana yang masuk ke sini, apalagi kalau ada dayang kisut gadungan itu masuk lagi ke sini lo harus siap siaga," ucap Kiano ketus sambil mengibaskan tangan, memberi isyarat mengusir.

Dharma mengangguk patuh. Tanpa menjawab lagi, ia segera melangkah keluar untuk melaksanakan tugasnya.

"Anda sudah siap, Tuan?" tanya Ki Saron memastikan.

"Siap!" balas Kiano mantap.

"Baiklah. Sekarang tarik napas lalu embuskan secara perlahan. Setelah itu, Anda pejamkan mata dan fokuslah. Singkirkan pikiran-pikiran kotor di kepala Anda. Karena jika pikiran Anda tidak bersih, maka akan memengaruhi kekuatan sihir yang masuk ke tubuh Anda nantinya. Bisa dibilang tidak akan sempurna," nasihat Ki Saron panjang lebar.

"Iya, bawel banget sih! Nih, gue mulai," gerutu Kiano.

Kiano menuruti perintah Ki Saron tanpa banyak protes. Ki Saron pun mulai mengarahkan kedua telapak tangannya ke punggung Kiano, lalu ia berkomat-kamit membaca mantra hingga kumis panjang melintangnya berkedut-kedut macam mbah dukun.

"Bismillah... Aki neda kasaktian, kasaktian ti alam gaib... Cur-cor, brot-brot, maceuh siah jurig leuweung... Jampe-jampe harupat, geura cageur geura lumpat, ari hitut diudar-udar, anu mulas geura waras... Bul kukus kaluhur, nu kasep ulah olo-olo, nu lieur geura nginum jamu, kakuatan gajah meta asup kana harigu si kasep Kiano... Jagat keder, beuteung kembung, huapkeun sampeu na luhur hulu... Sah! Sah! Plok!"

Kiano sedikit mengernyit ketika mendengar bacaan mantra itu. Tubuhnya yang semula tegang kini bergetar hebat—bukan karena limpahan energi magis yang dahsyat, melainkan karena ia sudah tidak kuat lagi menahan tawanya.

Sebagai cowok yang punya darah Sunda dari garis ayahnya, Kiano sangat mengerti ucapan Ki Saron barusan.

'Sialan, ini mantra sakral bunian atau mantra ngobatin anak masuk angin pasca-boker, sih?! Pakai ada acara hitut diudar-udar segala!' batin Kiano menjerit kocak, mati-matian menahan agar tawanya tidak meledak dan merusak ritual.

Kiano yang sudah tidak sanggup menahan tawa pun bertanya dengan wajah memerah padam menahan geli. "Udah belum, Ki? Kok lama banget?"

"Sabar, Tuan. Ini masih permulaan. Kekuatannya baru masuk dua puluh persen. Saya harus membacakan kembali mantra lain yang lebih panjang lagi sampai kekuatannya berhasil mencapai seratus persen alias sempurna," sahut Ki Saron dengan nada yang teramat sakral dan berwibawa.

"Buset!"

"Tetap diam dan tutup mulut Anda!"

Ki Saron kembali menarik napas dalam-dalam. Kali ini, ia mengangkat satu kakinya, berdiri dengan gaya bangau sakti sembari menggoyang-goyangkan kumis baplangnya.

Mulutnya kembali komat-kamit merapal mantra lanjutan:

"Aki neda kasaktian tingkat tinggi... Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok... Batuna boga si mamat, jurig jarian geura mabal... Ka kulon manggih huut, ka wetan manggih belut, kakuatan si kasep Kiano sing kuat jiga hulu leutak... Ari dahar hayang loba, ari digawe hayang sare... Modar siah laleur hejo, leungit siah korong badak... Plok, plok, plung, jleg! Sempurna!"

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!