Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Air Mata Dan Kebohongan
Lorong timur kembali dipenuhi ketegangan karena kejadian itu.
Lunaria Vareinne masih gemetar di pelukan Duke Cedric Vareinne, sementara para pelayan mulai berdatangan setelah mendengar keributan.
Beberapa terlihat panik, beberapa lainnya justru tampak ketakutan.
Karena semua orang tahu sesuatu yang buruk benar-benar sedang terjadi di mansion Vareinne.
“Ayah…” suara Lunaria bergetar. “Aku takut…” kata Lunaria.
Duke Cedric mengusap bahu Lunaria itu secata perlahan. “Kamu aman sekarang.” kata Duke Cedric.
Namun suara Duke Cedric berbeda dari biasanya, nada suaranya tidak lagi selembut dulu.
Seperti ada jarak tipis di dalamnya, jarak yang tercipta karena rasa keraguan.
Dan Lunaria menyadari sikap Duke Cedric yang tidak khawatir atas kejadian yang menimpa dirinya.
Mata Lunaria itu langsung bergerak cepat ke arah Arcelia Vareinne. Seolah tahu semua ini berubah sejak Arcelia mulai melawan.
“Ayah akku ingin kembali ke kamar…” bisik Lunaria pelan.
Duke Cedric mengangguk singkat. “Ayah akan mengutus pengawal dan akan menjaga pintumu.” kata Duke Cedric.
Ucapan Duke Cedric justru membuat wajah Lunaria sedikit berubah meskipun sangat kecil, tetapi Arcelia menangkapnya.
"Hmm.. Sepertinya Lunaria menyadari dan tidak suka diawasi." batin Arcelia sambil tersenyum sinis.
Layar biru transparan kembali muncul,
[Kebohongan terdeteksi aktif.]
[Kecemasan meningkat.]
Di lantai dekat rak tua, Auriel mengendus udara perlahan, kemudian telinganya bergerak.
“Ada dua aroma yang berbeda disini." kata Auriel.
Mata Arcelia langsung menyipit, “Dua?” katanya,
“Lunaria… dan seseorang dari luar.” Auriel berjalan mendekati dinding belakang gudang dan bulunya mulai sedikit bercahaya.
“Dan orang itu memakai racun yang sama.” lanjut Auriel.
Tatapan Arcelia berubah tajam, "Berarti Black Serpent memang masuk ke mansion ini tadi malam." kata Arcelia.
"Dan Lunaria kemungkinan bertemu langsung dengan mereka." jawab Auriel kemudian menoleh ke arah Lunaria dengan tatapan tajam.
“Ayah.” panggil Arcelia.
Duke Cedric menoleh dan menatap Arcelia, "ada apa Arcelia?." tanya Duke Cedric.
“Aku ingin memeriksa gudang ini apa boleh?." tanya Arcelia.
Lunaria langsung tampak panik. “H-Hanya gudang tua…” kata Lunaria gugup.
Duke Cedric menatap Lunaria dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.
“Itulah kenapa sangat menarik,” jawab Arcelia tenang.
Tatapan kedua saudari itu bertemu dan Lunaria terlihat tidak mampu mempertahankan senyum lembutnya.
Duke Cedric memandang mereka bergantian sebelum akhirnya berkata, “Pengawal,! Cepat periksa semua tempat ini." Perintah Duke Cedric.
Beberapa pengawal segera masuk lebih dalam ke gudang untuk memeriksa setiap jengkal.
Ruangan itu sangat sempit dan dipenuhi perabot lama yang tertutup kain putih penuh dengan debu.
Setelah beberapa saat,
“Yang Mulia!” Seorang pengawal berseru. “Sepertinya ada sesuatu di sini!” katanya.
Semua orang langsung mendekat dan di balik lemari kayu tua terdapat pintu kecil tersembunyi.
Mata Arcelia langsung menyipit. "Rahasia lagi, semakin lama semakin menarik sekali." gumam Arcelia pelan.
Duke Cedric mendorong lemari itu dengan wajah suram, pintu sempit tersebut perlahan terbuka.
Dan detik berikutnya bau menyengat langsung keluar dari dalam.
Lilian menutup hidungnya. “Apa itu…” tanya Lilian.
Ruangan rahasia kecil terlihat di balik pintu. Di dalamnya terdapat meja kayu, botol-botol kaca kecil dan bubuk hitam yang sangat familiar.
"Racun." Wajah Duke Cedric langsung berubah gelap.
Sementara Lunaria mendadak pucat pasi. “A-Aku tidak tahu apa itu!”
Tidak ada yang menjawab dan tidak ada yang berbicara saat itu.
Karena sekarang semua bukti mulai muncul sedikit demi sedikit.
Arcelia berjalan masuk perlahan. Matanya mengamati seluruh ruangan kecil tersebut.
Lalu sesuatu menarik perhatiannya. Sebuah surat setengah terbakar di atas meja.
Kemdian ia mengambilnya pelan dan mulai membaca meskipun tulisan di atasnya sudah rusak sebagian.
“…Festival Kekaisaran…”
“…Putra Mahkota…”
“…pastikan gadis itu mati sebelum malam pesta…”
Ruangan mendadak menjadi dingin dan suasana berubah jadi menakutkan.
Tatapan Duke Cedric langsung berubah sangat menakutkan.
“Lunaria.” Suara Duke terdengar sangat menakutkan sekarang.
“Ayah aku tidak tahu apa-apa!” kata Lunaria dan mulai menangis karena panik.
“Aku hanya disuruh untuk diam!” Lanjut Lunaria.
Arcelia langsung menoleh ke arah Lunaria cepat. "Disuruh? Berarti benar ada seseorang yang mengendalikan semuanya." batin Arcelia.
“Siapa?” tanya Duke Cedric tajam.
Tubuh Lunaria langsung gemetar hebat dan tatapannya bergerak panik rasa takut dan ragu menjadi satu.
Dan tepat saat itu Auriel mendadak berdiri tegak dan bulunya mengembang. “Awas!! Bahaya!” kata Auriel memberitahu Arcelia.
Tiba-tiba
CRASH!
Jendela gudang pecah dan sebuah anak panah hitam melesat cepat ke arah Lunaria.
“Awas!” kata Duke Cedric langsung menarik Lunaria mundur.
Namun panah itu tetap mengenai bahunya. “AAAH!” Jeritan Lunaria memenuhi ruangan.
Para pengawal langsung bergerak panik. “Cari penyerangnya!” teriak salah satu pengawal.
Leonard yang baru saja tiba langsung segera melompat keluar jendela tanpa ragu. Sementara Arcelia menatap panah hitam itu dengan mata tajam.
Di ujung panah itu terukir simbol ular melingkar.
"Black Serpent baru saja mencoba membungkam Lunaria." batin Arcelia.
Tangan Arcelia mengepal sangat keras hingga urat-uratnya terlihat.