NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Orang Asing Yang Pernah Menjadi Rumah

Pagi ini berjalan seperti biasanya disambut dengan udara yang sejuk dan juga langit cerah, setelah sekian lama kini terlihat ketenangan dalam hidup Ayah Nayla. Melihat sang putri perlahan membuka hati untuk kehidupan masa depannya, membuat beban sang Ayah kini terasa lebih hangat dan ringan.

Nayla mulai kembali senyum dan tertawa riang, menjalani kehidupannya yang berjalan normal tanpa dihantui masa lalu yang biasa menjadi pengganggu. Sebagai seorang Ayah tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu.

" Ayah, Nayla berangkat kerja dulu ya" pamit sang anak.

" Iya, hati-hati dijalan nya dan jangan lupa makan siang" Ayahnya tersenyum hangat.

" Iya Ayahku sayang" kini ungkapan cinta itu tidak sungkan di ucapkan oleh Nayla.

Nayla mencium punggung tangan sang Ayah dengan lembut sebelum keluar rumah, sampai akhirnya terdengar suara klakson mobil yang sudah tidak asing.

" Sudah ditunggu tuh sama Arsen" goda sang Ayah yang kini tersenyum, Arsen memang selalu datang tepat waktu.

Arsen selalu memperlakukan Nayla dengan baik, membuat Ayah Nayla semakin percaya jika Arsen menepati janjinya.

Setelah mobil mereka menghilang diujung jalan, Ayah Nayla kembali masuk kedalam kamar untuk mengambil dompetnya. Hari ini ia berniat berbelanja kebutuhan rumah mereka, sesuatu yang biasa ia lakukan setiap Minggu namun dilakukan dihari kerja agar tidak terlalu ramai.

Sesampainya di supermarket Ayah Nayla mendorong troli perlahan, tangannya dengan cekatan mengambil beberapa kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, buah-buahan, semuanya berjalan normal seperti biasa.

Sampai akhirnya langkah kakinya terhenti, tubuhnya mendadak membeku jantungnya seperti lupa cara berdetak. Terlihat beberapa meter di depannya berdiri seseorang yang sangat ia kenal, seseorang yang pernah menjadi bagian terbesar dalam hidupnya.

Mantan istri sekaligus ibu kandung Nayla, beberapa detik ia hanya berdiam diri tidak ada pergerakan, tidak ada suara namun tatapannya jatuh pada wanita itu lalu perlahan bergeser ke arah laki-laki disampingnya yaitu suami barunya. Kemudian ada seorang anak perempuan kecil tang sedang tertawa riang dengan tangan menggenggam tangan mantan istrinya.

Anak mereka dan entah kenapa dadanya terasa sesak kali ini, bukan karena cemburu atau rasa cinta yang masih ada. Melainkan karena satu hal anak itu tumbuh dalam keluarga yang utuh sementara Nayla... Tidak.

Ingatannya mendadak kembali pada waktu lampau, dimana bertahun-tahun kebelakang dimana malam-malam ketika Nayla kecil menangis mencari sang ibu.

" Ayah, apa ibu sudah tidak sayang dengan Nayla?" pertanyaan itu keluar dari mulut sang putri kecil dengan mata yang sembab.

Sebagai seorang Ayah, ia tidak pernah tahu apa yang harus diucapkan sebagai sebuah jawaban atas ucapan sang anak karena dirinya sendiri sama terluka.

" Mama.... Lihat!!"

Suara anak perempuan itu membuat Ayah Nayla kembali pada kenyataan, dan tepat saat itu mata mantan istrinya bertemu dengan tatapan dirinya. Wanita itu membeku sama terkejutnya, beberapa detik berlalu dalam sebuah keheningan yang terasa sekali canggung sampai akhirnya suami wanita itu tersenyum sopan.

" Hai, sudah lama kita tidak bertemu"

" Benar.." Ayah Nayla menjawab singkat dengan anggukan pelan, namun udara di antara mereka terasa sangat berat.

" Bagaimana kabar kalian?" tanya laki-laki itu.

" Baik" hanya itu jawaban Ayah Nayla.

" Aahhh syukurlah, kamu juga baik" jawab laki-laki itu.

Ayah Nayla hanya mengangguk kepalanya lagi tanpa jawaban apapun, tatapannya datar, sopan namun terlihat sekali dingin. Karena ia tidak tahu harus berbicara apa kepada orang-orang yang pernah menjadi alasan putrinya menangis selama bertahun-tahun.

" Bagaimana kabar Nayla?" pertanyaan itu datang dari mantan istrinya yang terdengar biasa saja.

Dan itu justru yang membuat dada Ayah Nayla terasa nyeri, karena wanita itu bertanya seolah dirinya memiliki hak untuk tahu. Seolah-olah tidak pernah pergi dan meninggalkan luka, Ayah Nayla tersenyum tipis namun senyuman itu tidak sampai ke mata.

" Bukankah kalian bertemu dia beberapa waktu di rumah sakit, kan? Harusnya sudah tahu kabarnya" jawab Ayah Nayla.

Mantan istrinya terlihat sedikit terkejut, kalimat itu terdengar tenang namun cukup membuat suasana berubah. Wanita itu terlihat diam sedangkan suami barunya terlihat tidak nyaman.

Ayah Nayla sebenarnya tidak ingin memperpanjang semuanya, ia sudah berusaha menerima dan mencoba melupakan. Namun setiap kali mengingat wajah Nayla setelah pertemuan itu, ia tidak bisa menahan rasa kecewanya.

Ketika putrinya pulang sambil menangis, setelah bertahun-tahun penyebab dari rasa sakit hati itu kini kembali berdiri dihadapannya.

" Aku dengar dia sudah menjadi dokter yang hebat sekarang" ucap sang mantan istri.

" Tentu saja dan bukankah kamu sudah melihatnya sendiri?" Ayah Nayla mengangguk.

" Jujur aku bangga padanya" ucap sang Mantan istri.

Kalimat jawaba itu membuat sesuatu dalam diri Ayah Nayla runtuh, Bangga? Bagaimana bisa?.

Bagaimana seseorang bisa merasa bangga pada anak yang tidak ia temani tumbuh kembangnya? Anak yang ia tinggalkan begitu saja, pada anak yang berjuang sendiri mengobati lukanya sendiri.

" Dia menunggu satu kata " untuk pertama kalinya Ayah Nayla menatap wanita itu lurus.

Sunyi ....

" Satu kata maaf"

Jantung wanita itu seperti berhenti sesaat, sementara suami barunya hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa ingin ikut campur terlalu jauh.

" Apak kamu tahu bagaimana dia pulang dihari itu? Dia menangis untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun" suara Ayah Nayla tetap tenang namun justru itulah yang membuat semuanya terasa lebih menyakitkan.

Mata mantan istrinya memulai berubah namun bukan penyesalan, hanya ketidaknyamanan dan itu membuat hati Ayah Nayla semakin hancur.

" Aku rasa tidak perlu meminta maaf" kalimat itu akhirnya keluar membuat dunia seolah berhenti sesaat.

Ayah Nayla tidak langsung menjawab karena untuk sesaat ia benar-benar kehilangan kata-katanya.

" Aku hanya memilih hidupku dan itu hakku, aku tidak pernah berniat menyakiti siapapun" wanita itu melanjutkan.

" Pilihanmu menghancurkan keluarga dan perasaan kami, pilihanmu membuat seorang anak kehilangan kasih sayang ibunya" Ayah Nayla tertawa pelan.

Perasaan Ayah Nayla mulai tidak terkontrol, bukan karena marah tapi karena sedih sangat sedih.

Anak perempuan kecil disamping wanita itu terlihat bingung, tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dan saat melihat anak itu ayah Nayla langsung berhenti, Karana anak tersebut tidak bersalah ia tidak pantas mendengar luka orang dewasa.

" Sudahlah... Tidak ada gunanya juga membicarakan tentang hal ini" Ayah Nayla menghela nafasnya panjang lalu tersenyum tipis dengan tatapan penuh kelelahan.

Wanita itu terdiam sedangkan suami barunya terlihat ingin mengatakan sesuatu, namun tidak jadi.

" Aku harap anakmu tidak pernah merasakan apa yang dirasakan oleh Nayla, meskipun semesta selalu memberikan balasan yang adil untuk manusia yang bersalah" Ayah Nayla menoleh untuk terkahir kalinya.

Kalimat itu menghantam lebih keras dari pada amarah apapun, Ayah Nayla pergi meninggalkan mereka sebagai masa lalu, sebagai luka yang selama ini berusaha ia kubur.

Namun ternyata beberapa luka memang tidak pernah benar-benar hilang.

Sesampainya dirumah setelah pulang dari supermarket... rumah terasa sepi, ayah Nayla duduk sendirian di ruang tamu dengan lampu menyala hanya sebagian menciptakan bayangan panjang di lantai.

Tangannya memegang sebuah foto lama, dirinya, mantan istri, dan Nayla kecil. Keluarga yang dulu pernah ia kira akan bertahan selamanya.

Perlahan ... Air matanya jatuh buka karena ia merindukan wanita itu, tapi ia mengingat Nayla kecil yang harus menanggung luka yang seharusnya tidak pernah menjadi miliknya.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!