Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penglihatan sebuah Keluarga Cemara
Setelah terik matahari yang panas akhirnya senja pun perlahan mulai datang, setelah terbangun dan siap siap mengenakan kembali busananya, datang seorang Prajurit memberikan surat dari sang Raja,
"Selamat Sore tuan Ethan, maaf menganggu waktunya, saya kesini bermaksud memberikan surat yang dikirim sang Raja kepada tuan Ethan" Prajurit pembawa Pesan
"Surat? Berikan kepada ku, terimakasih ya" Ethan
"Sama sama tuan, kalau memang tidak ada tugas lagi saya saya izin pamit tuan, selamat Sore"
"silahkan silahkan, (Surat dari yang mulia, semoga sesuatu hal yang baik)"
Ethan kemudian membuka perkamen surat tersebut dan mulai membacanya
Ethan, aku telah menemui Sang Guardian Nova, pertemuan ini lebih dari sekedar permasalahan planet ini, ini adalah permasalahan seluruh umat manusia, di masa depan sang Guardian Nova melihat pertempuran yang sangat besar datang dari luar Planet Nova, Entitas ini berusaha untuk mengambil semua Energi Planet ini, Entitas mereka sudah ada yang berkeliaran disini, sebagai antisipasi Guardian Nova telah memberikan sedikit kekuatan dia untuk di bagikan ke semua manusia di Planet Nova, oleh karena itu aku mungkin tidak bisa pulang lebih awal, untuk cerita detailnya ketika aku sudah tiba di Central, ku beri amanat untuk segera membuka perekrutan prajurit besar besaran, tetap berikan pelatihan selayaknya prajurit, dan tolong sampaikan ke kedua putri ku kemungkinan Ayah akan lebih lama kembali ke Kerajaan, aku titipkan kerajaan Central padamu.
Nexalion Ars
Raja Central
"(ini sangat gawat, kalau misal ini beneran kejadian, kiamat umat manusia di depan mata, tenang Raja aku pasti akan menjaga Central, aku akan laksanakan tugas yang kau perintah, eh Entitas yang berkeliaran? Apakah mereka? Sial aku harus menjaga setiap perkataan ku, kalau ada mereka diantara kita, bagaimana aku bisa membedakannya ya?)" ucap Ethan di dalam hati bingung dan gundah
"oh ya area penyelidikan itu aku harus kesana"
Ditengah jalan lorong kerajaan dia berpapasan dengan tuan Putri Kirana,
"selamat sore Pak Ethan, maaf apakah ada kabar terbaru dari Ayah Pak Ethan" Tanya Kirana
"Selamat Sore, maaf tuan Putri, saya baru saja mendapatkan kabar bahwa sang Baginda masih mempunyai beberapa urusan dengan Kerajaan lain, kemungkinan beberapa hari kedepan baru pulang kembali ke kerajaan, saya juga gak bisa memastikan Tuan Putri, apakah ada yang dibutuhkan Tuan Putri Kirana? Jika saya masih sanggup tanyakan saja kepada saya?" Ethan menjelaskan
"(Cih Ayah ternyata masih lama, lama lama jadi gak betah berduaan dengan si pembunuh itu, semoga aku tidak pernah bertemu dengannya) gak kok Pak Ethan saya hanya bertanya saja" Kirana merengut
"baiklah tuan Putri, saya Ijin pamit dulu, ada beberapa pekerjaan yang saya harus kerjakan, selamat Sore tuan putri," Ethan bergegas pergi
"selamat Sore, (kayaknya Pak Ethan sibuk banget)"
Ethan pun kemudian bergegas menuju tempat penyelidikan dengan beberapa pengawalnya
"semoga aku bisa menemukan jawaban disana"
....
Suara pintu gagang yang mulai mencoba dibuka perlahan dari luar, perlahan ketukan di luar pintu mulai terdengar, dan ternyata Alexius lah yang mengetuk pintu tersebut, Alexius baru saja pulang dari perkebunan terheran kenapa rumahnya terkunci tetapi terlihat sepi, sambil mengetuk pintu berusaha ada yang membukakan pintu
*tuk *tuk*
"hallo apakah ada orang di rumah? (Sepi sekali rumah, apa Xhana lagi keluar ya, atau mungkin lagi tidur?)" Alexius heran
disaat itu Disaster yang berubah ke wujud Tedy kembali mulai berubah menjadi bentuk Alexa, Alexa pun turun untuk membukakan pintu tersebut
"yaaa, sebentar aku datang"
*Pintu terbuka*
"lah Alexa? Kamu sudah pulang? Gimana liburan mu seru gak?" Alexius antusias
"Eh ayah, ayo masuk dulu yah"
"oke oke, ayah pulang"
Mereka berdua akhirnya masuk dan duduk di kursi ruang tamu
"gimana gimana liburan nya, ceritakan dong ke ayah?"
"seru yah, Alexa disana banyak menjelajahi area Kerajaan, seperti Taman Kerajaan, Altar Kerajaan, Kamar Tuan Putri Kirana, Aula Kerajaan, Perpustakaan Kerajaan, aku di dampingi Putri Kirana, aku juga di suguhi makanan enak enak ko yah, Tuan Putri Kirana baik banget" Sahut Alexa
"wah seru banget, apakah kau bertemu dengan anggota Kerajaan yang lainnya?" tanya Alexius
"anggota Kerajaan lain lagi sibuk ayah, sang Raja lagi pergi ke Luar daerah Central, adiknya Tuan Putri Kinanti lagi pergi berlibur ke gunung Eclipse"
"bagus deh, ayah cuman titip pesan ke kamu jangan pernah mengecewakan Tuan Putri Kirana, dia sudah baik ke kamu, kalau bisa kau harus terus berada disisinya ketika dia berada di titik terendahnya, oke?" pesan Alexius kepada Alexa
"siap Pak"
"oh ya mama kemana Alexa?"
"mama lagi beli beberapa sayuran"
"tumben sekali kau mengunci pintu? Ada apa memangnya?"
"ini amanat dari mama, soalnya katanya sekarang sedang banyak bandit berkeliaran, kemarin di ujung sungai terjadi perampokan bandit, lihat aja yah disana para prajurit sedang melakukan penyelidikan" jawab Alexa
"bagaimana kalau kita menjemput mama?"
"ayo yah"
Mereka berdua berangkat pergi menjemput mama yang sedang berbelanja ke pasar
......
menteri Ethan akhirnya sampai di tempat penyelidikan, tempat itu ramai warga yang antusias melihat penyelidikan itu
"selamat datang tuan Ethan" hormat salah satu Prajurit
"ya, jadi bagaimana apakah ada temuan lagi?" tanya Ethan
"sejauh ini kami belum menemukan apapun selain barang perhiasan yang di curi oleh bandit itu tuan, kami juga sudah bolak balik mengecek sungai, tidak ada satupun petunjuk yang mencurigakan, kami juga sudah tanya beberapa Orang di sekitar sini rata rata mereka bilang hanya mendengar suara lolongan, awal mereka ingin melihat, tapi karena takut itu adalah jebakan Bandit mereka akhirnya mengurungkan niatnya" Jawab Rinci Prajurit
"baiklah, aku akan mengamati area ini dulu"
Ethan mulai mengamati area sekitar pertarungan tersebut, mulai mensimulasikan beberapa pertarungan dengan tanda bekas pertarungan yang berusaha di rangkai
"hmmm, pertarungan ini lumayan sedikit tebasan nya berarti yang dilawan bandit bukanlah seseorang yang biasa,"
Alexius dan Alexa yang pergi untuk menjemput mamanya, tanpa sengaja Alexius tertarik dengan proses penyelidikan itu
"disitu tempat penyelidikannya Alexia?" menunjuk ke arah kerumunan warga
"ya Ayah"
"ayah penasaran, ayo kita lihat sebentar"
Mereka akhirnya menonton penyelidikan itu, Alexius bertanya ke beberapa warga di sekitar itu sudah seberapa jauh penyelidikan itu
"maaf pak, ini beneran lagi ada penyelidikan ya? Kalau boleh tau penyelidikan ini tentang apa ya?" tanya Alexius ke salah satu Warga
"ini pak, kemarin sore kan ada bandit yang merampok toko di sebelah sana, nah bandit nya itu kabur ke arah sini, terus kabarnya ada seseorang yang mengejar bandit tersebut dan langsung membantai bandit tersebut disini, yang membantai bandit itu masih gak tau siapa dia," jawab seorang warga
"hmm iya sampai menteri Ethan yang datang kesini loh." sahut Alexius
"kami juga penasaran, kalau bisa keungkap siapa pembantai bandit itu kami sih para warga sudah sepakat akan berterimakasih ke dia" ucap salah satu warga
Ethan yang bingung mencoba melihat ke arah kerumunan warga mencoba melihat Mikro Ekspresi mereka, disaat itu Ethan tanpa sengaja melihat kembali Alexa yang kali ini datang bersama ayahnya menyaksikan penyelidikan tersebut,
"(anak itu, hmm, kayaknya memang dia adalah Entitas itu, tunggu apa itu hanya firasat ku saja atau, aku sebenarnya ini mencari apa sih, padahal bandit sudah menerima hukuman mereka, aku sebenarnya mengejar apa, yah aku harus tutup penyelidikan ini, aku harus fokus ke tugas ku merekrut prajurit baru, dan mencoba untuk mencari entitas itu)" gelisah bingung di hati Ethan
Ethan kemudian berbicara dengan prajurit untuk membubarkan penyelidikan dan menganggap penyelidikan ini akan di tutup,
"baiklah ku rasa penyelidikan ini buntu, kita harus menutup area penyelidikan ini, perketat area hutan dan gerbang masuk keluar kerajaan Central, bila menemukan ciri ciri bandit tersebut segera tangkap, bubarkan para warga, kembalikan barang bukti ke warga, dan kremasikan jenazah bandit yang ada di ruang penyelidikan" perintah ke prajurit
"Siap" serentak para prajurit
Ethan yang masih terus menatap aliran sungai meyakinkan keputusan nya benar atau tidak
Prajurit pun menghampiri para warga dan mengucapkan bahwa kasus itu sudah tertutup, lalu membubarkan penyelidikan
para warga pun dengan kompak menanyakan apakah Menteri Ethan sudah mengetahui superhero yang membantai bandit tersebut.
"heei pak Prajurit bagaimana dengan penyelidikan nya? siapakah superhero yang telah membantai para bandit?"
"kami masih belum pasti, untuk itu jika kami telah mengetahuinya kami pasti akan mengumumkan kepada masyarakat"
Setelah penyelidikan itu dibubarkan Alexius pun mengajak Alexa untuk kembali menjemput mamanya, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Xhana.
"ayo Alexa kita cari mama lagi, kayaknya dia lagi dipasar"
"hei ayah lihat itu mamah?"
"eh ya itu mamah"
"heeii mahhh" Alexa memangil
"heeii Ayah, Alexa, kalian sedang apa?" tanya Xhana
"ini kami tadi menonton penyelidikan Area pembantaian bandit, sekarang sih sudah selesai"
"eh jadi gimana? Siapa orang yang telah membantai bandit itu?"
"mereka masih belum memastikan" ujar Alexius
"ehm yaudah, ayo kita pulang mamah mau masak makanan kesukaan kalian nih" ajak Xhana
"ayo" sahut Alexa Riang
Mereka akhirnya pergi pulang, dari kejauhan Ethan yang sedang bersiap-siap kembali ke Kerajaan melihat keluarga yang begitu harmonis Alexa, kembali mempertanyakan apakah firasat dia ini salah? apakah rasa yang mengganjal di hati nya hanyalah sebuah efek letih dari pekerjaannya?