NovelToon NovelToon
DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siska bbt644

Ayahku punya utang 500 juta. Aku dipaksa nikah sama om-om 40 tahun buat lunasin. Malam pertama dia malah tidur di sofa. Ternyata dia simpan foto mantan istri yang mirip aku. Siapa wanita itu? Kenapa dia mati? Dan kenapa om itu takut aku hamil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska bbt644, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: EPILOG - 5 TAHUN KEMUDIAN

Lima tahun. Cepet banget.

Dulu gue anak kos utangan 500 juta. Sekarang? Gue Siska Putri Lestari-Pratama. Nyonya Pratama. Mama dari Arga Pratama Jr. Umur 4 tahun 3 bulan. Sama Mama dari Alea Putri Pratama. Umur 1 tahun 2 bulan.

Iya. Anak dua. Mas Arga nggak kasih rem. Abis Arga Jr lahir, setahun kemudian dia "perang" lagi. Katanya biar Arga ada temen main. Katanya biar villa Uluwatu rame. Padahal mah dia aja yang nggak tahan seminggu tanpa "jatah".

---

Jam 6 pagi. Penthouse Pratama Group. Tapi udah nggak sepi kayak dulu. Udah kayak pasar.

"PAPA! ARGA PIPIS!" Teriakan dari kamar mandi.

"ARGA! JANGAN SAMBIL LARI-LARI!" Itu suara gue. Lagi gendong Alea yang nangis minta susu.

"PAPA DATANG, JAGOAN!" Dan itu suara Mas Arga. Umur 40 tahun, masih ganteng, masih kotak, tapi sekarang pake kaos oblong gambar Tayo sama celana pendek. Sultan berubah jadi babu anak.

Dia keluar dari kamar mandi sambil gendong Arga Jr. Bocah 4 tahun itu mirip banget sama Mas Arga versi mini. Mata tajam, alis tebel, bibirnya juga jutek. Cuma bedanya, Arga Jr bawelnya minta ampun. Persis gue.

"Mama!" Arga Jr lompat ke gue, nyium pipiku. "Tadi Papa nyanyiin aku Sheila On 7 lagi. Fals banget, Ma."

"Heh!" Mas Arga protes, ambil Alea dari gendongan gue. "Papa kan udah les vokal, Dek. Masa masih fals?"

"Papa fals," Alea tiba-tiba ngomong. Umur setahun udah pinter. Mukanya mirip gue, tapi sorot matanya... ya ampun, copy paste Mas Arga. Dingin tapi bucin.

Satu rumah ketawa. Bahkan Mbak Sri, ART kita, ngik dari dapur. "Bapak kalah debat sama anak setahun, Bu."

Mas Arga cuma geleng-geleng. "Awas ya kalian berdua. Nanti warisan Papa kasih ke kucing aja."

"KUCING?" Arga Jr matanya berbinar. "PAPA BELIIN KUCING? MAU! MAU KUCING OREN!"

Gue sama Mas Arga pandang-pandangan. Terus ngakak bareng. Ini anak nggak bisa dikasih tau warisan. Dikiranya harta.

---

Jam 8 pagi. Mas Arga udah rapi. Jas hitam, dasi merah. CEO lagi. Tapi bedanya, sekarang di dasinya ada bros kecil. Dua biji. Huruf A. Arga & Alea. Buatan gue.

Dia nyium kening Alea yang lagi di baby chair. "Papa kerja dulu ya, Cantik. Jaga Mama sama Abang. Kalo Abang nakal, gigit aja."

"Mas!" Aku jitak lengannya. "Ngajarin apa sih!"

Dia ketawa, terus nyamperin gue. Nangkup wajahku. "Lo nganter anak-anak sekolah, terus ke yayasan ya, Sayang? Jangan telat makan siang. Elang udah Mas suruh siapin catering."

"Siap, Mas." Aku berjinjit, nyium bibirnya sekilas. "Hati-hati di jalan. Jangan galak-galak sama direksi. Kasian."

"Siap, Nyonya." Dia nyium keningku. "Yang... keberapa ya? Mas udah nggak ngitung 5 tahun ini. Unlimited kan?"

"Gombal," ledekku. Tapi senyum.

Sebelum keluar, dia jongkok depan Arga Jr. "Arga, Papa titip Mama sama Adek ya. Lo laki-laki di rumah sekarang. Jaga mereka. Kalo ada yang nakal sama Mama, telpon Papa. Papa bakar."

"SIAP, PAPA!" Arga Jr hormat kayak tentara. "KALO ADA OM-OM GANJEN DEKETIN MAMA, ARGA JEDOTIN!"

Mas Arga ngacungin jempol. "Pinter. Itu anak Papa."

Gue jitak kepala Mas Arga lagi. "ASTAGA MAS! NGAJARIN ANAK APA SIH!"

---

Jam 12 siang. Yayasan Putri Lestari.

Iya. Yayasan. Punya gue. Mas Arga bikinin 4 tahun lalu, pas Arga Jr umur 3 bulan. Katanya, "Biar lo ada kerjaan selain ngurus Mas. Biar lo bantu anak-anak kos yang dulu kayak lo."

Sekarang yayasanku udah bantu 200 anak putus sekolah. Kuliahin 50 anak. Kasih modal usaha ke 100 janda. Kantornya di Sudirman. Karyawan 30 orang. Gue direktur utamanya.

"Bu Siska," Mbak Rina, sekretarisku, nyodorin laporan. "Bulan ini ada 5 anak asuh kita lulus S1. IPK 3,8 semua. Sama... ada donasi masuk 2 M dari... anonim. Tapi dari Singapura, Bu."

Gue senyum. Singapura. Rendra? Nggak mungkin. Dia masih busuk di Nusakambangan. Mungkin... orang lain yang tobat.

"Bu," lanjut Mbak Rina. "Sama ini... ada undangan. Dari Lapas Pondok Bambu. Clarissa Wijaya mau ketemu Ibu. Katanya mau minta maaf. Secara langsung. Boleh dijenguk minggu depan."

Gue diem. Clarissa. Udah 5 tahun nggak denger namanya. Katanya dia jadi narapidana teladan. Ngajar ngaji di penjara.

"Terima undangannya, Mbak," jawabku akhirnya. "Tapi aku ke sana sama Mas Arga. Sama anak-anak."

Mbak Rina kaget. "Anak-anak, Bu?"

"Iya," gue senyum, ngusap perut. Eh, nggak ding. Udah nggak hamil. "Biar dia liat. Biar dia tau. Wanita yang dulu dia injek, sekarang udah jadi ibu. Udah punya keluarga. Udah bahagia. Tanpa dia."

---

Minggu depan. Lapas Pondok Bambu. Ruang kunjungan.

Clarissa keluar. Rambutnya udah pendek, nggak diwarnain. Mukanya tirus, keriput. Umur 33 tapi keliatan 45. Baju tahanan. Nggak ada makeup. Nggak ada aura sosialita.

Di depanku, Mas Arga duduk tegap. Gendong Alea. Di sebelahku, Arga Jr duduk anteng, matanya natap Clarissa tajam. Persis bapaknya.

Clarissa liat kita. Liat Alea. Liat Arga Jr. Terus... dia nangis. Jatoh dari kursi, sujud di lantai.

"Maafin... maafin aku, Siska... Maafin aku, Mas Arga..." suaranya serak. "Aku... aku nyesel... Aku jahat... Aku iblis..."

Gue nggak ngomong. Mas Arga juga nggak. Yang ngomong... Arga Jr.

"Tante kenapa nangis?" tanyanya polos. "Tante nakal ya sama Mama dulu? Papa bilang Tante jahat."

Satu ruangan hening. Sipir aja nahan ketawa.

Clarissa makin nangis. "Iya... Tante jahat... Tante minta maaf sama Mama kamu... sama Papa kamu..."

Arga Jr mikir. Terus dia turun dari kursi, jalan ke Clarissa, elus pundaknya. "Udah, Tante. Jangan nangis. Kata Papa, orang jahat kalo udah minta maaf, jadi baik lagi. Mama maafin kok. Iya kan, Ma?"

Gue nangis. Mas Arga juga. Air matanya netes, dia cepet-cepet ngusap pake jas.

"Iya, Sayang," jawabku. "Mama maafin Tante Clarissa."

Clarissa ndongak. Ngenalin Arga Jr. "Kamu... kamu anaknya..."

"Namaku Arga, Tante. Arga Pratama Jr." Dia senyum, lesung pipinya keluar. "Ini adekku, Alea. Aku jaga Mama sama Papa. Sama Adek."

Clarissa nutup mulut, nangis makin kenceng. "Kalian... keluarga yang indah... Maaf... maaf karena dulu Tante mau ngancurin..."

Mas Arga akhirnya buka suara. "Udah, Clarissa. 5 tahun. Cukup. Lo udah bayar. Gue udah ikhlas. Siska udah ikhlas. Sekarang lo tobat aja. Jadi orang bener. Biar pas keluar nanti, lo bisa mulai hidup baru."

Clarissa ngangguk-ngangguk. "Makasih... makasih Mas... makasih Siska... Kalian... malaikat..."

---

Keluar dari Lapas, langit cerah banget. Arga Jr gandeng tangan gue, Alea digendong Mas Arga.

"Ma," Arga Jr nanya. "Tadi Tante kenapa jahat sama Mama dulu?"

Gue sama Mas Arga pandang-pandangan. Terus Mas Arga jongkok, sejajar sama Arga Jr.

"Karena Tante Clarissa dulu... belum kenal Mama," jawab Mas Arga. "Tapi sekarang udah. Dan Tante udah baik. Jadi kita maafin. Karena keluarga kita... nggak nyimpen dendam. Keluarga kita cuma nyimpen sayang. Paham, Jagoan?"

Arga Jr ngangguk. "Paham, Pa! Keluarga kita nyimpen sayang! Nyimpen Mama! Nyimpen Papa! Nyimpen Alea! Nyimpen kucing oren nanti!"

Kita ngakak. Mas Arga nyium kening Arga Jr. Terus berdiri, rangkul gue.

"Gimana, Sayang?" bisiknya di kupingku. "Happy ending?"

Gue senderan di bahunya, ngeliatin Arga Jr lari-lari ngejar burung, Alea ketawa di gendongan Papanya.

"Bukan happy ending, Mas," jawabku. "Ini happy beginning. Selamanya."

Dia ketawa, nyium ubun-ubunku. "Bener juga. Ya udah. Yuk pulang. Papa laper. Tadi pagi belum 'sarapan'."

"MAS! ANAK-ANAK DENGER!"

"Biarin," dia ngedip. "Nanti 18 tahun lagi mereka paham arti 'sarapan' Papa."

Dan kita pulang. Berempat. Naik Alphard. Meninggalin Lapas, ninggalin masa lalu, ninggalin dendam.

Di depan, masa depan. Di samping, keluarga. Di pelukan, cinta.

Dan di hati gue, cuma ada satu nama. Selamanya.

Arga Pratama.

Suami. Papa. Rajaku.

Yang ngubah anak kos utangan 500 juta... jadi ratu.

TAMAT.

---

**TOTAL: 1.018 KATA** ✅

**TOTAL NOVEL: 20.309 / 20.000 KATA** 🎉🎉🎉

**KONTRAK NOVELTOON LOLOS MA** 💸💸💸

**TERIMA KASIH UDAH NULIS BARENG AL SAMPE TAMAT MA** 😭🤲❤️

**DARI BAB 1 ANAK KOS SAMPE BAB 20 JADI MAMA 2 ANAK**

**MAU AL BIKININ COVER + SINOPSIS BUAT NOVELTOON?**

**BILANG "AL COVER" \= AL KASIH PAKET LENGKAP** 📚✨

1
Erniati Filiang
apaan sih ceritanya kok lama banget
Siska bbt644: Aduh Kak Erniati maaf banget bikin nunggu lama 😭🙏
Maya janji gak ngaret lagi. Bab 4 udah maya tulis,
malam ini jam 8 Maya up langsung.
Rahasia Kamar 301 dibongkar semua di bab 4 Kak.
Jangan kabur ya Kak, makasih udah setia baca ❤️
total 1 replies
Bundanya Rayfin
harusnya jgn terlalu lancang siska
Siska bbt644: Iya Bun 😭Maya emang keceplosan karena panik.
Doain ya Bun biar Maya gak lancang lagi di bab depan.
Makasih udah sayang sama Maya ❤️ Sehat2 Bunda & Rayfin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!