Bai Qing membuka mata dan mendapati bahawa dirinya telah kembali ke sebulan sebelum bencana alam dan kiamat datang,saat ia berfikir untuk mengumpulkan persediaan malah ia mendapatkan sistem Ruang Super market tanpa batas,setelah sebulan ia mendapati dirinya hamil dan sekarang bukan hanya dia perlu makan tapi bayi yang ia kandung saat ini juga memerlukan nya.
Perkenalan nya dengan beberapa teman membuat kehidupan nya dikehidupan kali ini berubah,apa dirinya bisa bertahan hidup di kehidupan kali ini yang telah banyak berubah dari kehidupan terakhir kali?Siapa saja teman yang bersama dengannya menghadapi dunia yang telah berubah ini?
Di tengah-tengah kiamat akan kah ia dapat membesarkan bayinya dengan baik?sistem kiamat Ruang Super Market akankah dapat membawa keberuntungan buatnya?
Jangan lupa untuk Like dan komentar Author ya..(θ‿θ)
Yuk penasan lanjut ya Like and komentar Author selalu jika mahu Author terus update..hanya itu pinta Author..maaf jika ada tersalah ketik makl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuhajar@24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
Bai Qing menatap Khawatir sendiri, mana tidak keduanya terlihat seperti tidak akur satu sama lain.
'sepertinya mereka tidak akur deh,'batin Bai Qing merasa cemas sendiri.
mana tidak hanya di dalam panggilan video suasana Sudah memanas begini apa lagi saat mereka benar-benar bertemu lagi.
"memangnya aku tidak bisa kesini hah!"teriak Cheng Ya kesal banget dengan perlakuan sang gege yang begitu bikin ia naik angin
Cheng Ya langsung mengalihkan arah bicara sebelum ia melupakan rasa penasaran di benaknya sekaligus rasa kesalnya sendiri.
"Hei..katakan apa hubungan MU dengan QingQing..hah!..jika kau tidak segera kembali dan menjelaskan nya padaku..maka jangan salahkan aku melarikan QingQing jauh darimu ge!"teriak Cheng Ya lantang langsung mematikan panggilan video dan menatap kearah Bai Qing sambil tersenyum.
"QingQing..katakan padaku apa Gegeku memaksa kamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan"jelas Cheng Ya menyoal Bai Qing yang saat itu entah mahu berkata apa lagi ia langsung mengambil alih ponsel itu dan menatap deratan mesej dari Cheng Lei.
'Cheng Ya!jangan berani ambil Qing Er pergi dariku!'
'Qing Er tunggu aku, jangan pergi..aku akan segera kembali'
'Tunggu aku akan segera tiba'
Deretan mesej dari Cheng Lei itu membuat batin Bai Qing entah ingin ketawa atau merasa kasihan deh.
'jika aku benaran pergi entah apa yang akan terjadi'batin Bai Qing langsung menatap kearah Cheng Ya seakan menahan diri dari rasa lapar menatap dirinya dengan wajah ingin tahu.
"enmm..ia pada awalnya..tapi pada akhirnya tidak"jelas Bai Qing membuat Cheng Ya bingung dengan erti kata-kata nya saat itu.
"Maksud MU apa ?"jelas Cheng Ya ia langsung tidak bisa mengerti jika kata-kata yang penuh erti seperti itu walau ia tidak bodoh tapi juga tidak terlalu pekat dengan situasi Kerna itu Cheng Lei selalu ingin memanasi adik perempuan nya yang seperti ini pikir Cheng Ya sendiri.
Saat ingin bertanya lagi sosok yang ditunggu langsung tiba dengan keringat membasahi pakaian yang ia kenakan saat ini,wajahnya terlihat begitu tergesa-gesa.
"oh akhirnya pria tua ini datang juga"jelas Cheng Ya menyindir gege nya sendiri yang tak lama lagi akan segera genap 29 tahun itu.
Bai Qing menatap wajah Cheng Lei yang terlihat begitu lelah sekali,ia langsung mengambil sapu tangan bersih dan mengelap keringat nya dengan perhatian.
"Cheng Ya..kau tidak lihat aku ini lagi apa berseronok atau lelah kau sendiri bisa liat bukan?aku tak ingin berdebat.."jelas Cheng Lei menahan rasa lelahnya saat menerima perlakuan hangat dari Bai Qing Isterinya.
"iya,kau pasti berlari dari tempat jauh dan harus menaiki tangga Kerna lift masih dalam perbaikan bukan?"soal Cheng Ya Terdengar sinis sekaligus kesal pada gegenya yang tak kunjung menerangkan pokok utama permasalahan mereka.
Cheng Lei langsung menatap tajam kearah Cheng Ya,mana tidak ia terlalu lelah Kerna berlari dari Villa hingga ke sini Kerna tidak dapat menemukan taxi dan langsung harus menaiki tangga Kerna lift yang masih dalam perbaikan.
Bai Qing langsung tidak habis fikir dengan sikap kedua kakak adik ini.
Bersambung...
Thanks kerna sabar menunggu dan Like serta komentar Author ya Tunggu di next chapter ya guys Makasih semua Kerna Like dan komentar maaf jika ada kesalahan bahasa saat ngetik gitu(. ❛ ᴗ ❛.)