NovelToon NovelToon
ISTRI BERCADAR MAFIA

ISTRI BERCADAR MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Saniaa96

ISTRI BERCADAR MAFIA

​Jakarta. Di bawah guyuran hujan yang meradang.
​Di dalam dinding mansion mewah bergaya Eropa, takdir dua dunia yang bertolak belakang baru saja disatukan oleh paksaan dan ancaman. Ini bukan kisah cinta, melainkan kisah pengorbanan di ujung moncong pistol.

​Alaska Ravendra. Nama itu adalah sinonim dari kekuasaan, kegelapan, dan kekejaman. Sebagai pemimpin Black Vipers, kelompok mafia yang paling ditakuti di Asia Tenggara, ia hidup dalam hukumnya sendiri, yang kuat memakan yang lemah. Di tangan dinginnya, pistol Beretta perak hanyalah mainan, dan nyawa manusia adalah alat tawar menawar.

​Di hadapannya berdiri Sania Humairah, seorang gadis sederhana yang jiwanya berhias iman dan raga terbungkus cadar hitam—simbol dari kehormatan yang ia jaga melebihi nyawanya.

Sania dipaksa menjadi "bayaran" atas hutang ayahnya kepada Alaska.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saniaa96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTRI BERCADAR MAFIA

​Bab 20: Istana Kaca dan Perisai Sutra.

​Mentari pagi baru saja merayap naik, membasuh dinding beton The Fortress dengan warna keemasan yang menipu. Di dalam, suasana masih mencekam. Alaska baru saja selesai mendapatkan jahitan pada luka di bahunya. Ia duduk di kursi kebesarannya, kemeja hitamnya tersampir di bahu, memperlihatkan perban yang mulai merembeskan warna merah.

​Di sudut ruangan, Sania tetap diam. Ia adalah kontradiksi di tengah ruangan yang penuh senjata dan teknologi canggih itu. Dengan gamis hitam yang berdebu dan cadar yang tak sedetik pun bergeser dari posisinya, ia tampak seperti oase yang tenang di tengah padang peperangan.

​Ketenangan itu pecah saat gerbang utama terbuka secara paksa melalui akses otoritas tinggi. Langkah kaki yang tajam dan berirama—suara sepatu hak tinggi yang menghantam marmer—bergema di aula utama.

​Elina masuk dengan dagu terangkat tinggi. Di sampingnya, seorang wanita muda bernama Clarissa berjalan dengan gaya seorang model catwalk. Clarissa mengenakan gaun merah sutra yang sangat minim, memamerkan lekuk tubuh dan kulitnya yang dipoles perawatan mahal. Aroma parfum perancis yang menyengat segera berperang dengan bau antiseptik di ruangan itu.

​"Alaska! Apa-apaan ini?" Elina berseru tanpa salam. Matanya menyapu ruangan dengan jijik, melewati barisan pengawal hingga berhenti tepat pada sosok Sania.

"Aku mendengar tempat ini diserang karena kau sibuk mengurusi wanita ini di dermaga. Lihat dirimu! Kau terluka demi sesuatu yang tidak berharga!"

​Alaska mengeritkan gigi, menahan nyeri.

"Ma, jangan sekarang. Aku sedang tidak ingin berdebat."

​"Justru sekaranglah waktunya kau sadar!" Elina mendekat, jarinya yang dihiasi cincin berlian menunjuk kasar ke arah Sania.

"Lihat dia, Alaska. Dia hanya benalu. Dia beban yang membuatmu lemah. Musuh-musuhmu tahu kau memiliki titik lemah berupa 'pajangan' kuno ini. Dia tidak memberikanmu keuntungan apa pun, baik secara politik maupun bisnis!"

​Clarissa ikut melangkah maju, berdiri di samping Alaska dengan sikap posesif. Ia menatap Sania dari balik bulu mata palsunya yang lentik.

"Tante benar, Alaska. Seorang pria di posisimu membutuhkan wanita yang bisa berdiri tegak di sampingmu dalam pesta dansa atau pertemuan dewan direksi. Bukan wanita yang... maaf, tampak seperti bungkusan kain hitam yang hanya bisa diam dan merepotkan."

​Clarissa tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan kaca.

"Katakan padaku, Sayang," ucap Clarissa pada Sania dengan nada merendahkan, "apakah di balik kain itu kau sebenarnya menyembunyikan luka atau wajah yang tidak layak jual? Mengapa kau begitu takut menunjukkan jati dirimu? Di dunia kami, penampilan adalah kartu nama. Dan kau... kau tidak punya kartu apa pun untuk ditunjukkan."

​Sania, yang sejak tadi menunduk sambil memutar tasbihnya, perlahan mengangkat kepalanya. Pandangan matanya yang tenang bertemu dengan tatapan tajam Clarissa. Meski wajahnya tertutup, aura martabat yang terpancar dari sikap tubuhnya membuat Clarissa sedikit terdiam.

​Sania berdiri perlahan, gerakan tubuhnya begitu anggun hingga membuat Elina sekalipun terpaku sesaat.

​"Nyonya Elina yang terhormat."

Suara Sania terdengar jernih, mengalun tanpa getaran ketakutan.

"Anda menyebut saya benalu karena saya tidak menghasilkan angka di dalam buku kas Anda. Namun, izinkan saya bertanya... sejak kapan nilai seorang manusia disamakan dengan barang dagangan? Jika saya dianggap beban karena Tuan Alaska harus melindungi saya, maka itu bukan karena saya lemah, melainkan karena ada kehormatan yang sedang ia jaga. Dan kehormatan itu tidak pernah murah harganya."

​Sania kemudian beralih menatap Clarissa. Tatapannya lembut namun menghujam.

​"Dan untuk Anda, Nona yang cantik... Anda berkata penampilan adalah kartu nama. Memang benar, dunia seringkali hanya melihat kulit luar. Namun, permata yang paling mahal sekalipun tidak akan dibiarkan tergeletak di etalase yang terbuka untuk disentuh setiap tangan yang lewat. Ia disimpan di dalam kotak beludru, di balik kaca antipeluru, hanya untuk mereka yang sanggup membayar harganya dengan komitmen, bukan sekadar pujian mata."

​Sania melangkah satu tindak lebih dekat, tidak gentar dengan tatapan jijik Clarissa.

​"Anda memamerkan segalanya agar diakui, namun secara tidak sadar, Anda sedang menurunkan nilai Anda sendiri menjadi sekadar tontonan gratis. Saya menutup diri bukan karena saya takut, tapi karena saya tahu bahwa apa yang saya miliki terlalu berharga untuk menjadi konsumsi publik. Kebebasan sejati bukan saat kita bisa memperlihatkan segalanya, tapi saat kita memiliki kuasa penuh untuk menentukan siapa yang berhak melihat jati diri kita."

​Wajah Clarissa memerah padam.

"Kau... kau menyindirku murahan?!"

​"Saya hanya berbicara tentang prinsip," jawab Sania tenang. "Jika Anda merasa tersindir, mungkin itu adalah suara hati Anda sendiri yang sedang berbicara."

​Elina meledak marah. "Cukup! Kau hanyalah wanita asing yang masuk ke hidup putraku dan membawa sial! Alaska, usir dia sekarang juga! Clarissa jauh lebih berguna untuk masa depanmu!"

​Alaska bangkit berdiri, mengabaikan rasa perih di bahunya. Ia melangkah ke samping Sania, secara simbolis menunjukkan di mana ia berdiri.

​"Mama," suara Alaska berat dan penuh otoritas. "Clarissa mungkin bisa menemaniku di pesta, tapi Sania adalah satu-satunya yang mendoakan jiwaku saat aku berada di neraka dermaga tadi pagi. Mama menyebutnya beban, tapi bagiku, dia adalah jangkar yang membuatku tidak berubah menjadi iblis sepenuhnya. Jika Mama menghina dia, itu artinya Mama menghina pilihanku. Silakan pergi!"

​Elina terperangah. Ia tidak pernah melihat putranya seberani ini menentangnya demi seorang wanita. Dengan perasaan malu dan marah yang meluap, ia menarik tangan Clarissa.

​"Kau akan menyesal, Alaska! Kau akan hancur bersama keyakinan konyol wanita ini!"

Elina menghentakkan kakinya dan berjalan keluar dengan penuh amarah.

​Aula kembali hening. Sania menghela napas panjang di balik cadarnya, tangannya sedikit gemetar namun hatinya tetap kokoh.

​"Kau terlalu berani, Sania," ucap Alaska pelan, menatap wanita di sampingnya.

​Sania menatap pintu yang tertutup itu.

"Tuan, kejujuran memang seringkali terasa seperti serangan bagi mereka yang hidup dalam kepalsuan. Saya hanya tidak ingin mereka berpikir bahwa diamnya seorang wanita beriman adalah tanda bahwa ia tidak memiliki taring untuk menjaga harga dirinya."

​Alaska terdiam, menyadari bahwa penjara yang ia buat untuk Sania sebenarnya adalah benteng yang justru melindungi berlian yang paling berharga dalam hidupnya.

​__Kecantikan yang dipamerkan kepada setiap mata akan kehilangan nilai eksklusivitasnya, layaknya bunga di pinggir jalan yang layu karena terlalu banyak disentuh. Namun, kecantikan yang dijaga di balik tabir adalah sebuah misteri yang hanya akan terpecahkan oleh ketulusan, bukan oleh nafsu atau sekadar pandangan mata__

​Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!