lanjutan novel Tuan Tiada Tanding
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tendangan si Arjuna
"Mengapa!!!" Pada saat ini Bolo Srewu berteriak dengan sangat lantang. Namun karena dia sekarang adalah monyet teriakannya hanyalah monyet biasa.
Bolo Srewu kembali memandangi Arjuna dengan tatapan marahnya. Dia kembali ingin menyerang Arjuna.
Namun Arjuna sudah mengantisipasi hal ini, "monyet ini adalah monyet agresif yang gila! Meski pun tampak unik dan langka karena rambut merahnya, namun monyet ini sangat agresif dan senang menyerang orang! Akan sangat berbahaya apabila ada orang datang kemari dan langsung di serang monyet ini!"
Sebagai seseorang yang sering mendengar berita penyerangan monyet liar, tentu saja Arjuna tidak akan membiarkan monyet liar ini menyerang manusia.
Bolo Srewu kembali melompat ke arah Arjuna, namun dengan cepat Arjuna mengayunkan kakinya ke arah Bolo Srewu.
Membuat Bolo Srewu terlempar dengan sangat menyedihkan.
***
Sesaat sebelum pertarungan antara Arjuna melawan Bolo Srewu, terlihat 4 orang yang sedang merangkak di tanah dengan kondisi yang sangat menyedihkan sekali. Mereka ini adalah Tuan Harsono dan ketiga muridnya.
Mereka akhirnya bisa bertahan hidup setelah di lindas para jim setan primpayangan yang melintas.
Mereka berempat tampak duduk, memandangi villa reot itu dengan tatapan bersyukur.
Mereka tidak menyangka bahwa mereka masih bisa bertahan hidup.
"Guru! Kita masih hidup!" Ucap Gumilar.
Tuan Harsono menganggukan kepalanya, "asalkan kita masih hidup kita masih memiliki waktu untuk membangun tempat tinggal kita!"
Reza berucap, "guru, sepertinya para baju barat jim setan primpayangan tidak berniat menyerang kita maupun pemukiman, mereka ternyata sama sekali tidak memiliki niat membunuh!"
Reza kemudian memasang wajah serius, "sepertinya mereka lari karena di kejar kejar oleh sesuatu!"
Tuan Harsono terdiam ketika mendengar hal ini, kemudian Tuan Harsono berucap, "kalian sendiri sudah pernah mendengar legenda Buto Bolo Srewu bukan? Sepertinya dia sudah bangun dari tapanya!" Ucap Tuan Harsono.
Ketika Tuan Harsono mengucapkan hal ini, Gumilar, Antika, dan Reza terlihat menghela nafas panjang, mereka tentu saja sudah pernah mendengar legenda Buto Bolo Srewu yang legendaris dan sangat mengerikan! Mereka juga sangat setuju dengan ucapan Guru mereka hanya Bolo Srewu yang mampu menakuti semua makhluk halus yang ada di taman ghaib itu.
Baru saja mereka membicarakan Bolo Srewu tiba-tiba mereka mendengar teriakan yang sangat menggelegar.
Seketika itu juga keempat orang ini saling berkumpul dan memeluk, tubuh mereka bergetar tidak terkendali dengan keringat deras mengucur di tubuh mereka.
Ini adalah teriakan tang sangat menggelegar, mengandung teror dan ketakutan tertentu.
"Gu.. guru! Pada saat ini kita benar-benar harus pergi!"
"Benar guru! Teriakan ini pastinya Bolo Srewu yang ingin mengamuk!"
Ketiga muridnya benar benar berharap Tuan Harsono ingin segera pergi dari tempat ini.
Karena mereka hampir mati di lindas ribuan makhluk halus dan kini mereka harus menghadapi Bolo Srewu yang sepertinya sudah bangkit dan akan mengamuk.
Sementara Tuan Harsono sudah tidak memiliki nyali untuk tetap di sini, tekad api pendekar di dalam jiwa pendekarnya sudah padam, "ayo! Ayo pergi dari tempat ini!"
Ketika mereka bertiga mendengar guru mereka mau pergi tempat ini jelas mereka bertiga sangat bahagia.
"Ayo guru! Cepat kita pergi dari tempat ini!"
Mereka berempat mencoba untuk berdiri meskipun dengan susah payah, akhirnya setelah mereka berempat berhasil berdiri mereka berjalan terseok-seok untuk meninggalkan tempat ini.
Tuan Harsono sebelum pergi menoleh ke arah villa bobroknya, kemudian Tuan Harsono berucap dalam hatinya, "istriku, maafkan aku yang tidak bisa menjaga harapanmu.." Tuan Harsono kemudian kembali menatap ke arah jalanan. Dengan langkah kaki berat dia dan ketiga muridnya segera pergi.
Namun sayang seribu sayang baru saja mereka menempuh jarak beberapa belas meter sebuah bayangan terlihat menutupi jalanan dan langit, melintas begitu saja dan langsung menuju ke villa bobrok itu.
Duargh!
Ledakan super dahsyat terjadi begitu saja ketika tubuh Bolo Srewu menghantam villa bobrok milik Tuan Harsono.
Baik Tuan Harsono maupun ketiga muridnya tidak bisa berkata apa apa lagi ketika melihat tubuh raksasa Bolo Srewu melintas dan langsung menabrak villa milik guru mereka.
Tubuh raksasa kulit hitam legam, taring yang sangat panjang serta rambut merah menjuntai. Tidak salah lagi sosok raksasa ini merupakan Buto Bolo Srewu yang legendaris.
Keempat orang ini langsung terhuyung huyung kebelakang sebelum akhirnya mereka jatuh ke tanah begitu saja.
"Bolo Srewu guru! Itu adalah Bolo Srewu!"
"Guru, apakah kita akan mati?!"
Ketiga murid Tuan Harsono bertanya kepada Tuan Harsono. Ketiga orang ini sudah sangat putus asa ketika melihat tubuh dari sosok yang sangat mereka takuti.
Tuan Harsono sendiri juga sama seperti muridnya, dia ketakutan setengah mati melihat sosok legendaris Bolo Srewu yang sangat dia takuti.
"Apakah ini adalah akhir dari kami?!" Tanya Tuan Harsono dengan lemas.
Tiba tiba Tuan Harsono menyadari satu hal, "tu.. tunggu muridku!" Teriak Tuan Harsono ketika melihat posisi Bolo Srewu terlentang dengan mata yang terpejam seolah sekarat.
"Bolo Srewu sekarat!" Ucap Tuan Harsono dengan kaget.
Ketika mendengar hal ini ketiga murid Tuan harsono langsung melebarkan matanya dan mencoba melihat Buto Bolo Srewu. Mereja sudah melebarkan matanya namun ketika melihat sosok bolo srewu yang sekarat mereka semakin melebarkan matanya. Bahkan mereka langsung menutup mulut mereka dengan tangan mereka saking kagetnya.
"Bagaimana mungkin?!" Ucap ketiga orang ini.
Dengan cepat Tuan Harsono, Reza, Antika dan Gumilar langsung menghirup udara dalam dalam.
Kini ada satu pertanyaan baru yang menyelimuti hati mereka, siapakah sosok mengerikan yang membuat bolo srewu sekarat? Seberapa kuatnya sosok itu?
Mereka juga langsung memikirkan para baju barat jim setan primpayangan yang berlarian sebelum ini, apakah mereka kabur ketakutan karena ada pertarungan mengerikan? Atau jangan jangan mereka berlarian sebab ketakutan dengan sosok yang membuat bolo Srewu sekarat seperti ini?
Di saat keempat orang ini masih kebingungan para makhluk halus dan jim setan primpayangan yang sedang bersembunyi di sekitaran villa pada saat ini terlihat ketakutan dan lemas.
"Sinuwun Bolo Srewu telah kalah!"
"Manusia mengerikan itu sudah mengalahkan Sinuwun Bolo Srewu!"
"Ayo cepat pergi dari tempat ini! Sebelum kita bernasin sama seperti Sinuwun Bolo Srewu!"
Semua makhluk halus yang tersisa segera melesat pergi mereka tidak ingin terkena amukan manusia mengerikan itu.
***
Sementara itu di taman Bunga, Arjuna terlihat clingak-clinguk mencoba mencari di mana monyet itu terlempar.
"Mengapa tidak ada?" Tanya Arjuna sambil clingak-clinguk mencari cari keberadaan monyet agresif itu
"Segarusnya dia terlempar kebawah, namun di mana ya? Kok tidak ada?"
"Jangan sampai monyet itu lolos! Aku harus memberinya pelajaran! Kalau malam ini dia berhasil lolos mungkin aku tidaka akan bisa menemukannya dan malah meneror warga!" Ucap Arjuna dalam hatinya.
Arjuna kemudian mengambil sebuah ranting yang cukup besar di atas tanah. Arjuna kemudian berjalan sambil menggendong ranting layaknya Sun wukong.