NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:401.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alfiina nurul

Zahra gadis berusia 21 Tahun yang tengah kuliah jurusan ekonomi pada semester akhir.Ia seorang gadis cantik, ceria, pandai dan enerjik, namun sedikit ceroboh. Hari-hari menyenangkan bersama teman-temannya terusik ketika mendapati kabar usaha ayahnya mengalami keterpurukan.

Kesedihan Zahra terbaca oleh Vino sahabatnya di fakultas yang sama. Vino yang berpenampilan awut-awutan ala anak band, slengehan, humoris namun penuh perhatian. Iapun menawarkan sebuah pekerjaan untuk zahra di sebuah cafe di dekat kampus.

Zahra dengan penuh perjuangan menghadapi calon bosnya yang dingin, arogan, disiplin bernama reyhan. Akhirnya ia dapat di terima di cafe tersebut paruh waktu.

Belakangan zahra mengetahui bahwa Vino adalah adik kandung reyhan. Perjalanan cinta Zahra di mulai ketika kedua saudara tersebut berebut perhatian dan cinta Zahra.

Siapakah diantara mereka yang harus di pilih Zahra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiina nurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema

Zahra dan keluarganya tiba di cafe, sontak saja rekan-rekan di cafe D' Amor memberi selamat padanya. Ia masih memakai kebayanya. Beberapa temannyapun sempat meledekinya.

" Cantik sekali Kak Zahra, pantas saja Mas Bos kepincut," ujar Bella.

" Selamat Zahra untuk kelulusanmu, juga buat keberhasilanmu memikat kedua bos muda. Awas ya jangan sampai dua pangeranmu bertarung merebutkan mu cinderella," ledek Gita lirih.

" Ah Mbak Gita bisa saja," balas Zahra.

Bu Fatma mempersilahkan keluarga Zahra duduk, lalu memesankan banyak makanan dan minuman. Pak Rohman membawa satu kardus apel untuk di serahkan pada Bu Fatma. Lalu meminta tolong Zahra mengambilkan kardus lainnya untuk di bagikan kepada rekan-rekan kerjanya.

Ia berkata pada anaknya itu, " Zahra, tolong bagikan apel untuk teman-temanmu, sisakan juga dua kardus untuk keluarga Keyla dan Nella."

" Iya Ayah, trimakasih ya, sudah perhatian dengan teman-teman Zahra. Kok Zahra tidak tahu Ayah bawa apel sebanyak itu di kursi belakang?"

" Bagaimana kamu bisa tahu, sejak keluar dari salon, kamu menatap ponselmu, foto-foto sendiri terus."

Bu Fatma, Reyhan dan Vino tertawa, membuat Zahra tersipu malu. Zahra pun beranjak dari duduknya di ikuti Reyhan dan Vino. Mereka membantu mengeluarkan kardus-kardus apel dari mobil dan membawanya ke dapur.

"Doni tolong di bagi rata ke teman-teman ya." pinta Reyhan.

"Iya mas, trimakasih," jawab Doni.

Zahra, Reyhan dan Vinopun kembali ketempat duduknya tadi. Di meja sudah terhidang berbagai makanan. Bu Fatma mempersilahkan Zahra dan kedua orang tuanya untuk makan.

Zahra duduk di samping Ayahnya, sedangkan Reyhan dan Vino duduk di samping Bu Fatma.

Mereka makan siang bersama, sembari mengobrol panjang lebar.

Bu Fatma dan kedua orang tua Zahra asyik mengobrol mengenang masa lalu dan saling bertanya kabar selama puluhan tahun tidak bertemu, sedangkan anak-anak mereka menjadi pendengar setia.

Vino dan Zahra sering saling beradu pandang. Zahra terlihat sedih begitu juga dengan Vino. Zahra merasa berhutang penjelasan pada Vino, sedangkan Vino sudah tidak sabar mendengar penjelasan darinya.

" Wah kita jadi besanan dong?" tiba-tiba percakapan antara Bu Fatma dan Bu Maryam sampai di puncaknya yang membuat Zahra, Vino dan Reyhan berhenti memasukkan suapan nasi kemulutnya dan saling berpandangan. Zahra, Reyhan tersenyum, sedangkan Reyhan terlihat cemberut.

"Sepertinya itu ucapanmu dulu yang jadi doa," ujar Bu Maryam

"Kok bisa?" tanya Bu Fatma

"Masak kamu lupa, terakhir kamu kerumah, waktu itu kira-kira Zahra umur 4 Tahun, kamu gemas sekali menggendong Zahra dan bilang mau membawa pulang Zahra, katamu pengen anak perempuan." ujar Bu Maryam.

Keduanyapun tertawa mengenang kebersamaan mereka di masa lalu. Ketika Itu anak-anak mereka masih kecil. Keluarga Bu Fatma dan mendiang suaminya sering menghabiskan waktu liburan di Batu. Mereka menginap di Villa Anggrek miliknya dan sering msmpir kerumah Bu Maryam.

"Reyhan masak kamu tidak ingat, dulu kamu yang selalu melerai Vino dan Zahra waktu bertengkar," tanya Bu Fatma.

" Tidak ingat ma," jawab Zahra

" Berarti Vino jahilin Zahra sejak kecil ya Bu? sampai kuliahpun Vino masih suka jahilin Zahra," ujar Zahra

"Ah masak Za, maafin anak Ibu ya. Vino memang suka jahil dan yang selalu bikin heboh di rumah, tapi anak Ibu baik semua kok."

Vino yang dari tadi cemberutpun tertawa mendengar Zahra mengadu pada mamanya. Iapun berkata, " Soalnya Ma, Zahra ini cewek tergalak di kampus."

" Dan kamu cowok terplayboy di kampus," balas Zahra.

Merekapun tertawa mendengar Zahra dan Vino beradu mulut.

Selesai makan keluarga Zahra berpamitan, mereka akan kembali ke kos-kosan Zahra.

" Fatma jangan lupa kerumah, sudah lama sekali kamu tidak mampir?"

"Insyaalloh, saya sejak Ayahnya anak-anak meninggal sudah tidak pernah ke Villa lagi.

Ya nanti kerumahmu sekalian melamar Zahra dengan keluarga besar dong," jawab Bu Fatma. Merekapun tertawa bahagia.

***

Keluarga Keyla dan Nella masih berkumpul di teras depan kamar mereka. Pak Rohman menenteng kardus berisi apel, satu lagi di bawa Zahra lalu menyerahkannya pada Keyla dan Nella.

"Mumpung disini monggo mampir ke Batu," pinta Pak Rohman.

" Kami nanti sore mau balik Pak, kapan-kapan saja kalau Bapak mantu Zahra," ujar Ayah Keyla.

" Bisa saja Bapak ini, masih lama kayaknya," jawab Pak Rohman tertawa.

" Trimakasih Pak apelnya, pokoknya kalau ada yang mantu jangan lupa undang-undang ya, biar silaturohim kita terjaga," sahut Ayahnya Nella.

***

Sore hari keluarga Zahra, Nella dan Keyla sudah pulang. Mereka berencana pulang belakangan, ingin menghabiskan waktu bersama dulu sebelum mereka berpisah.

Vino datang menemui Zahra di rumah kos, "Zahra aku mau bicara."

"Vino!" Zahra terkejut, kedua temannyapun masuk ke kamar meninggalkan mereka. Suasan kos-kosan sudah sepi, hanya tinggal beberapa orang saja. Kebanyakan mahasiswa yang lulus bareng Zahra sudah langsung pulang bersama keluarganya.

Mereka masih berdiri saling berpandangan.

"Apa betul kamu sudah jadian dengan Kak Reyhan? Kenapa kamu merahasiakannya padaku? kamu membuat aku tetap berharap padamu. Aku kecawa pada mu Zahra," ujar Vino berapi-api.

"Maaf Vino aku masih menunggu waktu yang tepat, bukankah aku sudah sering bilang padamu jangan berharap padaku."

" Tapi waktu di pantai kamu meminta waktu untuk jawabanmu, dan apakah ini jawabanmu, kamu diam-diam sudah menjalin hubungan dengan Kakakku!" Vino berlalu meninggalkan Zahra.

" Vino tunggu!" Zahra mengejar Vino, namun Vino tidak menghiraukannya. Vinopun bergegas mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.

Tidak terasa air mata Zahrapun mengalir. Ia tidak menyangka respon Vino seperti itu. Vino kecewa dan marah padanya.

***

Hari berlalu Vino tidak sekalipun menemui Zahra lagi. Sementara itu Bu Fatma mengundang keluarga besarnya, Paman dan Bibinya Reyhan, untuk membicarakan acara lamaran. Tiba-tiba Vino datang dan berkata,

" Ma saya tidak setuju Kak Reyhan menikah dengan Zahra. Zahra itu milikku Ma, Kak Reyhan merebutnya dariku."

" Apa maksudmu Vino?" Bu Fatma terkejut dengan perkataan Vino.

" Jaga bicaramu Vino, saya tidak merebutnya, bukankah Zahra sudah menolakmu dan kamu sudah punya pacar," sanggah Reyhan.

" Asal kakak tahu demi Zahra aku sudah putuskan hubunganku dengan pacar-pacarku."

Semua mata memandang kearah kakak dan adiknya itu. Paman dan bibinya jadi penasaran secantik apa gadis yang bernama Zahra itu, hingga membuat kedua ponakannya itu merebutkannya.

" Sudah kalian jangan bertengka," ujar Bu Fatma melerai kedua anaknya itu.

Akhirnya rencana lamaran di tunda. Paman dan Bibi mereka pun pulang. Bu Fatma meminta kedua anaknya untuk duduk tenang dan menasehati keduanya. Namun Vino masih belum menerima kekalahannya.

" Reyhan, Vino Mama hanya punya kalian saat ini, janganlah kalian bertengkar hanya masalah wanita."

" Maaf ma, selama ini saya selalu mengalah untuk apapun dengan Vino. Namun kali ini haruskah saya mengalah lagi ma? Kami saling mencintai," ujar Reyhan.

" Sebelumnya dia mencintaiku, namun Kakak merebutnya," balas Vino

" Saya tidak merebutnya, bukankah kamu sendiri yang membawa Zahra kepadaku."

" Vino, mama harap kamu bisa menerima kenyataan, Zahra memilih kakakmu, Nak. Masih banyak gadis lain yang lebih dari Zahra yang bisa kamu dapatkan."

"Tidak ma, aku maunya Zahra!" tegas Vino.

Vinopun beranjak dari duduknya keluar dari rumah.

" Maafkan Mama Reyhan, selama ini kamu sudah bekerja keras. Mungkin Mama yang salah terlalu memanjakannya, menuruti semua kemauannya."

Bu Fatma menitihkan air mata memeluk Reyhan yang terpaku. Reyhan tidak menyangka Vino akan kekanak-kanakan seperti itu. Hatinya sedih memikirkan hubungannya nanti dengan Zahra.

1
Aqiyu
ngidamnya di bagi 2
Alfiina Nurul: Kak @Aqiyu🤩🤩🤩 Terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
Aqiyu
trus tar amnesia gitu si Reyhan
Aqiyu
itu anak ART nya x
Aqiyu
ya yg terjadi maka terjadilah....
Aqiyu
ayo cari bukti dong tentang Vanesa
Aqiyu
seharusnya kalo Rey ga sadarkan diri/pingsan ga mungkin tuh burung mau menggeluat nyari sarang.bisa jadi itumah jebakan Vanesa aja
Aqiyu
Zahra...
Aqiyu
😀😀
ʀ𝖍𝒚𝖓𝖆
Halo kk author, izin dubber novelnya yah kk😊, mohon masukannya bila ada yg dirasa kurang🙏🏻😊
ʀ𝖍𝒚𝖓𝖆: iy kk gpp😁, makasih udah diberi izin🙏
total 2 replies
Maya Sari Msi
😭😭😭😭😭😭
sediiih bgeeet u tuk sebuah cinta yg sebenar nyaa
Fiki Septiadi
wis cucok m pokoke 👍👍👍🥰🥰🥰🥰
Alfiina Nurul: Terimakasih sudah mampir. 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fiki Septiadi
senengnya jadi Zahra 🤭😍😍😍😍😍😍😍
Fiki Septiadi
👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hamzasa
semangat zahra...
Mawar Berduri
diawal nyengir terus...pas Ahir meleow...berpisah sama sahabat kaya sodara itu sedih banget....semngat thor..
Suka Cinta
mampus lo zahra jgn terllu egois
Fitra Anwar
kok kayak ngegantung gitu sich thor cerita nya 🤔
Velza
penantian yg berbuah manis😊😊
Yeni Lestari
plis Thor Nabila sama vino aja,kasian vino
Velza
baru tahu aku kalo nama REZA kyak perempuan😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!