Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.
Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.
"siapa wanita ini?" tuan Adam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
Mau tak mau, Brisa pun harus menyapa Tuan Adam yang kebetulan berjumpa dengannya. Entah disengaja atau tidak, tapi Tuan Adam terlihat tenang saat berjumpa dengan Brisa. Berbeda dengan Brisa yang cukup terkejut, karena tidak menyangka akan bertemu dengan Tuan Adam di luar mansion.
"Apa yang Tuan lakukan di sini?" sapa bisa pada Tuan Adam hanya demi menjaga sopan santun pada tuannya.
"Aku kebetulan sedang ada urusan di sekitar sini. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu," timpal Tuan Adam. "Kamu sendiri sedang sibuk?" tanya Tuan Adam.
"Tidak, Tuan. Aku hanya memiliki urusan sebentar di sini."
Keduanya saling berbasa-basi sejenak di depan gedung tersebut. "Urusanmu sudah selesai? Kamu ingin pulang sekarang?" tanya Tuan Adam pada Brisa.
"Karena kita berjumpa di sini, kebetulan aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," sahut Tuan Adam.
Brisa hanya diam dan tidak terlalu menanggapi Tuan Adam. Gadis itu nampak tidak peduli pada ocehan Tuan Adam.
"Kamu ingin melihatnya?" tanya Tuan Adam lagi.
"Memangnya apa yang ingin Tuan tunjukkan padaku?" Brisa menanggapi Tuan Adam dengan malas.
"Kamu pasti akan terkejut!" Tuan Adam mengajak Brisa menuju tempat parkir dan menunjukkan sebuah kendaraan roda empat yang belum pernah dilihat oleh Brisa sebelumnya. Sepertinya Tuan Adam membeli mobil baru.
"Tuan ingin menunjukkan mobil baru?" tanya Brisa dengan dahi berkerut.
Brisa cukup yakin ia belum pernah melihat mobil tersebut berada di tempat parkir mansion milik Tuan Adam. Dilihat dari tampilan luarnya, mobil baru Tuan Adam ini cukup menawan dan memikat hati.
Sebenarnya, Tuan Adam sengaja memesan mobil ini khusus untuk Brisa. Hari ini pun Tuan Adam memamerkannya pada Brisa dan ingin menunjukkan kebolehan dari mobil mahal yang sebentar lagi akan ia hadiahkan pada Brisa itu.
"Bagaimana menurutmu mobil barunya?" tanya Tuan Adam.
Tuan Adam membeli mobil baru untuk Brisa, karena Tuan Adam tahu kalau Brisa tidak mau memakai satu pun mobil yang ada di mansion. Karena itu, Tuan Adam pun membeli unit baru dengan fitur canggih yang hanya akan digunakan oleh Brisa seorang.
"Mobilnya bagus," sahut Brisa memberikan komentar singkat. Namun, sinar mata tidak Brisa berbohong. Meskipun mulut gadis itu hanya melontarkan komentar sekenanya, tapi dalam hati, Brisa cukup takjub dengan kendaraan baru milik Tuan Adam itu.
"Dari luar mobilnya terlihat keren sekali," batin Brisa.
"Kamu baru melihat luarnya saja, kan? Kalau kamu melihat dalamnya, kamu pasti akan terkejut!" ujar Tuan Adam sudah tidak sabar ingin memamerkan mobil canggih itu pada Brisa.
Brisa dibuat takjub pada kendaraan roda empat itu begitu Tuan Adam menunjukkan fitur-fitur canggih. Salah satunya yaitu fitur autopilot yang terpasang dalam mobil itu. Dengan fungsi autopilot dalam mobil ini, Brisa tidak perlu lelah menyetir kendaraan.
"Bagaimana menurutmu? Fungsi autopilot di Mobil ini sangat canggih kan?" cetus Tuan Adam dengan bangganya pada mobil pilihannya.
Kali ini Brisa tidak dapat menyembunyikan kekagumannya. "Mobil ini benar-benar keren," puji Brisa tanpa sungkan.
"Tidak hanya itu, aku juga tidak memasang GPS dalam kendaraan ini," ujar Tuan Adam membuat Brisa semakin bersemangat.
Salah satu alasan yang membuat Brisa tidak mau menggunakan mobil di mansion, yaitu karena GPS yang terpasang pada semua kendaraan. Brisa tidak ingin dirinya dilacak oleh siapa pun dan Brisa tidak ingin orang lain tahu ke mana dirinya pergi. Namun, dengan kendaraan baru dari Tuan Adam ini, Brisa dapat pergi ke mana pun yang ia mau tanpa harus khawatir dilacak oleh seseorang.
Seolah dapat membaca pikiran Brisa, Tuan Adam memberikan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh gadis itu. Melihat wajah Brisa yang kegirangan, Tuan Adam pun memberikan izin bagi Brisa untuk mencoba kendaraan baru tersebut.
"Bagaimana kalau kita test drive bersama?" ajak Tuan Adam pada Brisa. "Kamu bisa mencobanya!"
"Aku boleh menyetir?" tanya Brisa.
"Tentu saja!" sahut Tuan Adam santai.
Brisa dan Tuan Adam pun mencoba berkendara bersama dengan mobil baru itu. Tuan Adam mengizinkan Brisa untuk menyetir mobil barunya dan membiarkan Brisa bersenang-senang dengan mobil canggih itu.
Brisa memegang kendali penuh kendaraan dengan penuh antusias. Gadis itu terus dikejutkan dengan performa kendaraan mahal yang begitu menakjubkan itu.
"Mobil ini benar-benar nyaman dikendarai," gumam Brisa mengoceh tanpa sadar di samping Tuan Adam.
"Aku benar-benar pintar memilih barang, kan?" sahut Tuan Adam dengan congkak.
Brisa mengangguk sembari menunjukkan wajah berseri pada Tuan Adam. "Tuan sangat ahli dalam memilih barang bagus!" puji Brisa.
Brisa melajukan mobil tersebut menuju ke arah danau dan beristirahat sebentar setelah ia dan Tuan Adam puas berkendara. "Ada keluhan yang ingin kamu sampaikan?" tanya Tuan Adam.
"Aku tidak mempunyai keluhan. Mobil ini luar biasa."
Tuan Adam lempar senyum licik pada Brisa. Sepertinya pria itu tengah memikirkan sesuatu untuk mendapatkan imbalan sebelum ia memberikan mobil tersebut pada Brisa secara cuma-cuma.
"Kamu ingin memiliki mobil ini?" tanya Tuan Adam.
"Apa Tuan akan memberikannya padaku?" tanya Brisa balik.
"Itu semua tergantung padamu!" sahut Tuan Adam.
Tuan Adam menatap Brisa dengan tatapan penuh maksud. "Aku akan memberikan mobil ini padamu, jika kamu bisa memuaskanku!" ungkap Tuan Adam kemudian.
Brisa sudah menduga jika gadis itu tidak akan mendapatkan mobil tersebut secara gratis dari Tuan Adam. Namun, permintaan Tuan Adam juga bukan hal yang sulit baginya. Jika hanya dengan satu malam saja ia bisa mendapatkan mobil canggih, tentu Brisa akan berusaha sebaik mungkin untuk memuaskan tuannya itu.
"Hanya itu saja? Setelah aku membuatmu puas dalam satu malam, aku bisa mendapatkan mobil ini?" tanya Brisa.
"Tapi kalau kamu benar-benar bisa membuatku puas. Jika kamu tidak berusaha lebih keras untuk menyenangkanku, aku tidak akan memberikan mobil ini padamu!"
Merasa tertantang, akhirnya Brisa pun menerima penawaran dari Tuan Adam. "Kalau begitu, jangan salahkan aku jika Tuan ketagihan malam ini!"
Keduanya pun segera bersiap untuk kembali melampiaskan hasrat. Kali ini, Tuan Adam dan juga Brisa akan melakukannya di dalam mobil agar lebih menantang.
"Kamu yakin kamu bisa membuatku puas?" tanya Tuan Adam yang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Brisa.
Bak wanita binal, Brisa langsung berhambur ke pelukan Tuan Adam dan membuka satu persatu kancing pakaian pria itu terlebih dulu. "Aku sudah banyak belajar dari Tuan," bisik Brisa di telinga Tuan Adam dengan suara sensual yang membuat Tuan Adam merinding.
Wanita itu benar-benar lihai menggoda pria dan berusaha keras membuat Tuan Adam jatuh ke dalam pesonanya. Untuk pertama kalinya, Brisa bertindak agresif pada Tuan Adam dan melakukan banyak hal demi menyenangkan hasrat pria itu.
"Demi mobil ini, aku akan melakukan apa pun!" batin Brisa mulai tenggelam dalam pergumulan panas bersama dengan Tuan Adam di dalam kendaraan tersebut.
Keduanya saling memadu kasih di dalam mobil yang bergoyang di pinggir danau, hingga malam pun menyambut dan mengakhiri aksi panas mereka. "Bagaimana, Tuan? Kemampuanku sudah meningkat pesat, bukan?" ujar Brisa pada Tuan Adam yang masih berada dalam pelukannya.
"Kamu lulus!" Tuan Adam melempar kuncinya pada Brisa dan disambut senyum sumringah gadis itu.
Tuan Adam dan juga Brisa pun kembali melanjutkan acara berkendara mereka hingga larut malam. Brisa tak menyangka ia akan mendapatkan hadiah keren dari pria kejam yang selalu saja menyiksanya.
****
kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
apa kabr smoyn
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya