NovelToon NovelToon
Bukan kupu-kupu malam

Bukan kupu-kupu malam

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:562.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ini SEQUEL dari MUTIARA DI BALIK LUMPUR.

"Kau pikir aku mau menjadikamu istriku? Tidak sudi! Kalau bukan karena untuk melindungi bosku mana mau ku menikahi wanita kupu-kupu malam sepertimu, murahan."

Aiden berusaha keras bersabar meski hatinya sakit di katai kupu-kupu malam. Karena memang dirinya bekerja di sebuah club malam. Namun ada hal yang tidak pernah mereka ketahui tentang siapa Aiden yang sebenarnya. Mereka hanya bisa menilai dari luar tanpa tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berasumsi sendiri tanpa tahu kenyataannya.

Billy Giovanno (27 tahun) memaksa wanita bernama Aiden Rosalina (25 tahun) menikah dengannya hanya karena Billy tidak ingin Aiden mengganggu rumah tangga majikannya. Billy juga beranggapan kalau Aiden merupakan wanita murahan sehingga membuatnya membenci wanita itu.

FB: Mmah Abidah / Goresan Tinta
Ig : @ai.sah562

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil pemeriksaan

Sedangkan Billy, pria itu baru saja menyelesaikan ritual mandinya keluar dengan hanya mengenakan kolor dan handuk di taruh di pundak. Langkahnya terhenti ketika hendak mengambil baju saat sudut matanya seakan melihat seseorang tengah tertidur di ranjangnya. Diapun menengok kesamping.

"Aiden?! Ngapain dia tidur di sini?" gerutunya menghampiri. Billy melirik pakaian yang ada dekapan wanita itu. Seketika ia memandang lekat wajah Aiden yang terlihat sangat damai di dalam tidurnya. Lama, Billy memperhatikan wajah cantik tanpa polesan make up itu seakan sulit berpaling hanya untuk melepaskan pandangannya.

Namun, dirinya di buat sedikit heran kala sudut mata wanita itu mengeluarkan air mata dengan raut wajah gelisah serta mengigau. "Mama.. jangan tinggalin aku, aku mau ikut Mama ketemu Papa di surga hiks hiks."

"Surga?! Apa maksud dari ucapannya? Siapa yang di surga? Mama, papa?" Billy seakan tak mengerti. Tapi, dia malah merangkak naik ke atas ranjang duduk di damping Aiden dengan tangan memegang keningnya. "Tidak panas."

Seketika, dia terdiam tangannya di genggaman Aiden yang masih dalam keadaan terlelap. "Mama.. Papa.." lirihnya membawa tangan Billy dalam dekapannya.

Sedangkan di alam mimpi, Aiden tengah memimpikan orangtuanya yang berpamitan padanya. "Nak, kamu jangan ikut kami. Ada hal yang harus kamu tuntaskan di sana. Kewajibanmu sebagai istri, mengetahui sebuah kebenaran. Tetaplah disana mendampingi suamimu. Lihatlah, suamimu berdiri menunggumu."

Aiden menoleh kebelakang melihat Billy tengah mengulurkan tangannya berharap dapat Aiden genggam.

"Pergilah bersama suamimu. Kelak, dia yang akan selalu membahagiakanmu dan menjagamu. Jangan tinggalkan dia dalam keadaan apapun. Tetaplah di sisinya meski suatu hari nanti ada masalah di dalam rumah tanggamu. Ini bukan tempatmu, tempatmu di sana bersama suamimu."

Aiden menoleh lagi ke kedua orangtuanya lalu menoleh lagi ke Billy. Tangannya menerima uluran tangan Billy lalu mendekapnya menyaksikan kedua orangtuanya hilang entah kemana. Billy tersenyum memeluk Aiden.

Sedangkan Billy tengah bingung ketika Aiden memeluk pinggangnya mendusel-dusel wajahnya membuat sesuatu berbeda muncul tiba-tiba. Billy ingin melepaskan dekapan itu tapi tidak bisa saking eratnya. Pada akhirnya, Billy lah yang merebahkan tubuhnya di samping Aiden terlentang memandangi langit kamar.

Dia menoleh kesamping dimana Aiden begitu terlelap memeluk tubuhnya begitu erat seakan tidak memberikan kesempatan untuk menjauh. Billy sampai melupakan pertemuannya dengan seseorang malam ini.

Sedangkan seseorang itu tengah menunddu kedatangan Billy di cafe sendirian. "Kemana dia? Bukankah tadi bilang akan menemuiku di sini." Dia sesekali melihat arah pintu masuk.

"Kalau bukan demi masa depanku yang cerah, tak akan mau menunggu di sini." Gerutunya kesal karena Billy tak kunjung datang.

*********

Di tempat berbeda, William tengah melakukan pembongkaran makam Linda di bantu beberapa orang. Dia ingin memastikan semuanya dan akan melakukan otopsi.

[ Jika benar Linda di bunuh seseorang tidak akan ku biarkan dia hidup dengan tenang. Akan ku berikan hukuman atas apa yang telah di lakukannya. Setidaknya, nyawa di balas nyawa. ] William mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, sorot matanya memancarkan kemarahan.

"Pak, tolong bawa jasadnya ke ambulance di sana!" Pinta William pada penggali kuburan di pemakaman itu.

"Baik, pak." Empat orang penggali makam tengah membawa kantung mayat menuju mobil ambulance. William pun mengikutinya lalu beranjak ke rumah sakit.

"Dok, berapa lama hasil autopsi kelur?" tanya William pada dokter yang menangani Linda.

"Proses autopsi awal yang memeriksa kondisi luar jenazah bisa hanya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Bila pada tahap ini tim ahli sudah menemukan penyebab kematian, maka autopsi akan segera diakhiri," jawab Dokter berjalan menuju ruangan khusus untuk melakukan tindakan autopsi.

William mengangguk-angguk. "Kalau begitu, saya harap hasilnya cepat keluar dan tabir misteri dapat di pecahkan."

"Doakan kami supaya kami bisa membantu Anda mengungkit semuanya." Dokter itupun masuk meninggalkan William.

Pria tua menolak tua itu duduk di bangku tunggu. Menunggu hasilnya keluar. Dia melakukan ini tanpa sepengetahuan Aiden dan juga di malam hari supaya tidak ada yang curiga. Dirinya sampai ketiduran menunggu hasilnya keluar.

Setelah beberapa jam kemudian, William terbangun dari tidurnya dan tak lama kemudian pintu dimana Linda berada di buka seseorang. "Dok, bagaimana hasilnya?" William sudah tidak sabar ingin mengetahui hasil pemeriksaan.

Dokter itu menatap William. Terlihat wajah lelah. Mungkin habis melakukan pekerjaannya. "Kita bicara di ruangan saya, Pak."

Kedua orang berbeda generasi itu tengah duduk saling berhadapan di halangi meja kerja.

"Menurut hasil autopsi, Nyonya Linda meninggal akibat Suntik mati. Ada racun dosis tinggi dalam tubuhnya. Entah bagaimana caranya ini terjadi kami tidak tahu." tutur dokter menjelaskan apa yang ia dapatkan dari hasil pemeriksaan sesuai fakta yang ia dapat.

Suntik mati adalah suatu tindakan menyuntikkan racun berdosis tinggi pada seseorang untuk menyebabkan kematian.

"Apa?! Suntik mati?!" William sangat syok tidak menyangka Linda beneran di lenyapkan.

[ Bajingaaan.. tidak akan ku ampuni kalian, bedebaaah.. anjiing siaaalann... ] Dada William bergemuruh hebat murka pada orang yang telah melakukan ini pada Linda.

"Benar, Pak. Protokol suntik mati yang umumnya dilakukan menggunakan tiga obat, yaitu pentobarbital, pancuronium bromide, dan potassium chloride. Namun, lembaga pemasyarakatan di daerah tertentu mengatakan pihaknya tidak pernah menyediakan obat-obatan itu lagi sejak 2013, ketika pasokan obat terakhir kedaluwarsa. Yang saya herankan adalah, darimana orang ini mendapatkan obat itu? Dan kenapa sampai tega mematikan seseorang?" Dokter yang menangani Linda juga terheran dan bingung. Baru kali ini dia mengalami kasus seperti ini selama bekerja.

Dokterpun tidak tahu, apalagi William yang juga bingung kenapa ini bisa terjadi pada Linda, adiknya. Dendam apa yang dimiliki orang itu sampai tega melenyapkan orang tidak bersalah. [ Aku janji akan menemukan orang itu dan akan menghukumnya seberat-beratnya. ]

"Dok, jika suatu hari nanti saya menemukan pelaku pembunuhan ini. Saya ingin Anda siap menjadi saksi di pengadilan nanti dan memberikan bukti-bukti hasil pemeriksaannya."

"Saya siap membantu Anda. Ini sudah menjadi tugas saya untuk membantu Anda. Pasti, dengan senang hati saya akan membantu Anda, pak." jawab Dokternya yakin, tegas, tidak akan menolak.

1
Lies Atikah
si mulut pedas dasar munafik
Lies Atikah
si Billy mah setan berbentuk manusia hati nya jahat sombong tak berperasaan ngerendahin dan menghina orang seenak nya semmoga ada balasan nya
Ruk Mini
penuh drama, emang slh oaham kadang fatal akibat y,vringan tpi berkesan sgt menghibur thor, tq d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Ruk Mini
ga jauh" ye thorr
Ruk Mini
telat bank...
Ruk Mini
gasssss
Ruk Mini
kurang ekstrim pembalasan mu bocil, kerjain bp mu
Ruk Mini
hemmm...drama
Ruk Mini
biasa deh slh org
Ruk Mini
apesssss lau nenk
Ruk Mini
golllllll
Ruk Mini
tolol.kau bil
Susi Sundari
cerita ok..suka..
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 wah malah langsung d nikahkan.. maunya bima itu
Dyah Oktina
kadang papa...kadang om...ah author nih ngak konsisten..😔
Dyah Oktina
dari atas cerita manggilanya papa..kok jd om ??????????
Dyah Oktina
Luar biasa
Siti Mujimah
helleh ud terjadi baru menyesal terlambat sudah
Siti Mujimah
aq bingung baca banyak kata aq ibu ayah bla bla..maaf Thor berputar ceritanya jadi puyeng
Siti Mujimah
biasanya walau mabuk masih ingat samar2 yg terjadi kalau di tmpt cerita lain begitu..ni koq enggak y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!