NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 19

HAPPY READING 🌙

.

.

..."Akan ada saatnya yang licik akan kalah."...

...Nessa Damian Fillbert....

.

.

.

"Alan lo gak papakan? ada yang sakit? mana yang sakit?" Tanya Calista beruntun, dan dibalas gelengan oleh Alan.

Viola terlonjak kaget mendengar pertanyaan beruntun Calista, "Ekhm, yang modus mah beda." Ucap Viola menaik turunkan alisnya.

"Eh Calista harusnya pertanyaan lo kasih ke Leo noh! dia yang paling parah, Alan mah cuman asal gebukin anak orang aja." Cerocos Bastian.

"Dahlah, duduk dulu." Ajak Ben membuat semua langsung terduduk rapi ditempat masing-masing.

"Jujur gue curiga sama Leo? gak mungkin dia mau aja sama tuh cabe! secarakan Adek gue orang yang paling dia cinta." Ucap Alan to the point, membuat semua langsung berpikir keras.

"Nessa! Nessa mana?" Tanya Ben tiba-tiba ketika tersadar bahwa geng Alana tinggal satu orang yang tak ada, dan itu adalah gadis yang selama ini ia....

"Apaan sih lo! kalau kangen sono samperin, lagi serius juga." Kesal Bastian, kenapa Ben saat ini mendadak jadi geser?

"Bukan itu yang gue maksud sat!"

"Terakhir Nessa nggak masuk waktu Alana diskor selama dua hari semenjak itu pun Nessa gak ada kabar sama sekali, padahal udah gue Chat sampe bejibun tapi nggak ada satu pun yang dibales." Jawab Viola yang mulai berpikir lagi.

"Mu mungkin Nessa ada kaitannya sama geng Clara sama Zia secarakan mereka benci sama Alana?" Ucap tiba-tiba Calista yang sedari tadi diam menyimak.

Semua nampak menoleh kearah Calista lalu mulai saling pandang. Senyuman lebar dari mereka semua terbit dibibir masing-masing. Memang orang pintar mah beda~

"Nah! pinter lo Calista." Puji Alan, membuat pipi Calista memerah mendengarkannya.

Yess dipuji sama Alan! aaaa senengnya Batin Calista senang, ia harus mencatatnya didear diarynya nanti!

Perlahan teka-teki mereka terpecahkan, tinggal nunggu bertindak saja, dan itu pasti tak akan lama lagi.

CCTV! Batin Alana yang sedari tadi diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun karena ia terlarut dalam pikirannya.

Brakkk.

Tiba-tiba saja Alana mengebrak meja hingga semua kaget, dan menatap binggung ke arah Alana.

"Gue cabut." Pamit singkat Alana lalu pergi menuju mobilnya untuk ke markasnya, meninggalkan para sahabatnya yang masih penuh tanda tanya besar dikepalanya.

"Ikuti dia geng." Suruh Alan lalu berjalan mengikuti kembarannya.

"Pakek apa? mobil gue gak ada bensinnya!" Jawab Bastian, padahal tak ada satu pun yang menanyainya.

"Dahlah ikutin aja dugong berkaki." Ucap Ben lalu mengikuti Alan diikuti Calista, Viola, dan terakhir Bastian tentu saja dengan gaya mager ala Bastian.

"Siapkan gue mobil, antar ke AIHS." Suruh Alana kepada anak buahnya dari sebrang telepon setelah sampai ditempat sepi menurutnya?

"Baik miss." Jawab anak buah Alana sopan.

Hela nafas terdengar dari mulut gadis itu, "Kenapa kamu gak jujur aja?" Monolog Alana.

Lima menit berlalu.

"Ini miss kunci mobilnya." Ucap sopan anak buah Alana sambil menyerahkan kunci mobil Ferarri berwarna merah pekat langsung saja Alana mengambil kunci tersebut, dan mulai memasuki mobilnya.

Tek.

Alana menekan tombol untuk mendengarkan musik, berharap galaunya hilang tentu saja sambil mengendarai mobilnya dengan keceparan penuh, namun....

Ku ingin marah, melampiaskan tapi ku hanya sendiri disini....

Ingin ku tunjukan pada siapa saja yang ada...

Bahwa hati ku kecewa....

"Apa-apaan lagunya!" Kesal Alana lalu kembali menekan tombol ganti.

Aku menangis karena sayang pada mu...

Aku bersedih takut kehilangan mu...

Disini ku menunggu, dan menunggu...

"Udah gila nih mobil!" Kesal Alana lagi mencoba tuk bersabar. Sekali lagi! pasti kali ini musiknya pas.

Lumpuhkan lah ingatan ku hapuskan tentang dia...

Hapuskan memory ku tentangnya...

Hilangkanlah ingatan ku jika itu tentang dia...

Ku ingin ku lupakannya...

"Anj*ng, dahlah biarin sunyi!" Kesal Alana lagi, dan lagi. Dia minta musik Dj malah yang keluar musik yang menandahkan..... emmm dia saat ini.

Hening.

Ternyata hening itu tak terlalu enak.

Aish, punya mobil gini amat. Batin Alana, ingatkan dia untuk menjual mobil ini nantinya!

"Siapa?" Gumam Alana ketika melihat mobil yang nampak asing baginya dari kaca spion mobil miliknya.

Alana langsung menancapkan gasnya dengan kecepataan penuh menuju jalan raya besar tapi tetap saja mobil asing itu masih mengikutinya.

"Let's play." Gumam Alana tersenyum simrik lalu mulai menyalip beberapa mobil hingga mobil asing menurut Alana hilang tanpa jejak.

"I'm the winner!" Mudah saja mengalahkan orang asing itu! pemula seperti dia masih bisa kah dibandingkan Alana yang statusnya Queen Racing.

Sementara ditempat lain yaitu didalam mobil milik Bastian yang mulai mengoceh tak karuan.

"Alan lo bisa nyetir mobil gak sih! lambat bener!" Kesal Ben padahal dia yang tengah memegang stir mobil.

Viola mendelik tajam ke arah Ben, "Lo yang nyetir ogeb ngapain nyalahin Alan!" Sewot Viola.

"Harusnya gue yang bilang gitu nyed ke lo!" Timpal Alan.

"Sudah-sudah jangan berantem." Lerai Calista, memang dia yang paling normal diantara mereka.

"Jadi ketinggalan jejakkan!" Tambah Bastian membuat Ben hanya nyengir-nyengir gak jelas sembari bergumam "Sorry!"

"Loh ini kenapa woyy! kok tiba-tiba berhenti?" Bingung Ben ketika mobil Bastian berhenti secara mendadak ditengah jalan pula alhasil mobil mereka diklasoni banyak orang bahkan ada yang menyumpai mereka secara terang-terangan.

"Lo pada sih gak dengerin gue! kan gue udah bilang jangan pakek mobil gue! ngotot sih!" Kesal Bastian mengingat ucapannya tadi hanya dianggap angin lalu oleh teman-temannya kecuali Calista yang mengucapkan kata sabar ke Bastian.

"Emang ada apa dengan mobil lo?" Tanya Viola menatap tajam Bastian, jangan sampai hal-hal yang tak diinginkan mereka keluar dari bibir tak suci itu!

"Jangan bilang bensinnya habis!" Timpal Ben yang juga menatap tajam Bastian, dan dibalas anggukan kepala dari Bastian membuat semua langsung mendengkus kesal.

"Bagosss, mobil doang yang bagus tapi bensin gak ada." Tambah Alan lalu memutar bola matanya malas.

"Ba to the cot! apaan sih pada nyalahin gue! ya udah yok dorong." Kesal Bastian, mengapa dirinya merasa terpojok?

"Ogah mending kita-kita naik angkot aja." Ucap kompak semua kecuali Calista yang sedari tadi diam menyimak, gadis kalem itu tak tau arah pembicaraan teman-temannya.

"Jahat lo pada, mana ditengah jalan pula! malu gue! mau ditaruh dimana muka Bastian yang imuet ini."

"Najis." Jawab kompak mereka.

"Udah-udah mending kita dorong, kasihan Bastian." Lerai Calista, lagi-lagi Calista yang melerai perdebatan unfaedah ini.

"Nah itu, sayang Calista." Ucapan Bastian sukses membuat Alan menatap tajam dirinya, "Eh ralat maksud gue sayang sebagai teman gitu." Jelas Bastian menelan susah payah salivanya.

...🌠TAMBAHKAN KE FAVORIT 🌠...

"Miss." Sambut anak buah Alana dengan membungkukan badannya, sebagai tanda hormat setelah melihat Alana keluar dari mobil Ferrari berwarna merah milik Alana.

"Hack semua cctv yang ada didunia ini setelah selesai bawah ke ruangan gue, sekarang!" Suruh Alana tegas ke anak buahnya sambil berjalan menuju ruangannya berada.

"Baik miss." Jawab serempak semua anak buah Alana.

Empat menit berlalu.

"Ini miss." Panggil sopan anak buah Alana ketika sampai diruangan khusus milik Alana.

"Hmm, perlihatkan." Ucap Alana, membuat anak buah Alana yang ditugaskan bagian hacker yang handal langsung memperlihatkan rekaman cctv dari penjuruh dunia, tak ada satu pun yang terlewatkan.

Alana dengan sabar mengecek satu persatu cctv dihadapannya karena terdapat beribu-ribu rekaman.

"Tunggu." Ucapan Alana yang mampu membuat anak buah Alana dengan sigap menjeda rekamana cctv tersebut, "Gue minta rekaman itu, dan jangan lupa perbesar volumenya." Suruh Alana, dan dituruti langsung oleh anak buah Alana.

Satu menit berlalu.

"Ini miss." Ucap anak buah Alana.

Lalu terlihatlah Leo, dan Zia tengah berbicara dilayar monitor yang kini telah diperbesar Alana. Ternyata memang benar itu Leo.

"Bang*at! lepasin Adek gue anj*ng!"

"Awalnya sih gue gak berniat untuk melukai Adek kecil lo tapi perkataannya yang tidak sopan membuat gue mengajarinya apa arti sopan dengan benar."

"Gue kan udah bilang! lo putus dengan jala*g itu atau bisa disebut Alana lalu berhubungan lah dengan Clara, gampangkan?"

"Ya."

Tepat pada rekaman terakhir Alana menggenggam erat tangannya sendiri, pertanda ia mulai kesal sekaligus kecewa yang amat mendalam.

Kenapa Leo tidak memberitau ini sejak awal kepadanya? apa Leo menganggap semua wanita itu sama saja emm maksudnya lemah? pikir Alana, padahal dirinya bisa saja membantu laki-laki itu dengan bantuan mafianya jika saja Leo mau berdiskusi dengannya lalu mulai menyusun rencana yang pas agar geng cabe rawit itu musnah tanpa adegan baku hantam.

Brakkk.

Seseorang mendobrak paksa pintu ruangan pribadi milik Alana, membuat Alana buru-buru menghapus paksa air matanya yang hendak turun membasahi pipinya kembali. Alana langsung menatap datar anak buahnya yang kini telah dipenuhi keringat.

"Miss." Lelaki itu nampak membungkukan badannya, "Mafia dari Redmoon menyerang markas kita dengan pasukan yang kira-kira seribu." Ucapan itu sukses membuat Alana membulatkan matanya, bagaimana bisa? dia tak pernah mencari gara-gara dengan mafia itu! namun sekarang?

Waktu ini tak cocok sebenarnya! tapi apa boleh buat?

"Siapkan anak buah gue jangan sampai dia masuk markas kita, I coming." Ucap Alana lalu memakai jubanya, dan berjalan untuk keluar dengan jubanya yang berkibar.

"Baik miss." Jawab anak buah Alana lalu pergi untuk melaksanakan tugasnya.

BERSAMBUNG~

YOKK BAKU HANTAM LAGI😂

LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE, DAN TAMBAHKAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA😟

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!