"WHAT?! QUEEN MAFIA!!!"
MAFIA, satu kata yang tak pernah terlintas dalam pikiran seorang gadis berparas cantik yang mendapat julukan badgirl di sekolahnya. Lalu, apa yang membuatnya terjerumus dalam dunia bawah? Bahkan harus menjadi Queennya.
Apa yang kalian pikirkan tentang seorang Tentara? Datar? Cuek? Serem? atau Sangar? Ohh... Salah besar, Karena tentara satu ini cukup humoris tapi jika saat di depan musuh, seketika sifat humorisnya hilang dan berubah menjadi dingin serta memiliki aura yang sangat kuat dengan sorot mata yang tajam.
Tentara tampan itu di perintahkan untuk menjalankan misi tertentu dan membuat kehidupannya berubah drastis karena dirinya terpaksa harus menyamar, Sungguh cobaan yang sangat berat baginya.
"Aku tidak akan berubah, karna ini jalan hidupku." Seru sang badgirl
"Sungguh diluar pemikiranku. Misi ini membuatku rasanya ingin mati." Kesal tentara tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Lengah
Mereka mendapati dua orang laki laki dan dua orang perempuan sedang berjalan menghampiri mereka dengan langkah sedikit santai. Mereka berjalan dengan menggandeng pasangan masing masing.
"Hallo Om, tante, Bang Genta, kak Shifa." Sapa Yuki dan Via tersenyum ramah menatap mereka semua
"Hallo juga." Balas mereka semua dengan tersenyum manis
"Kak Shifa sama bang Genta pulang kapan?" Tanya Yuki karena memang Olive belum menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya itu
"Baru tadi malam Yuk." Balas wanita yang bernama Shifa
"Emang gak capek? Baru pulang langsung dateng kesini." Kini Via yang bertanya
"Capek sih. Tapi pengin kesini aja." Balas Shifa dengan santainya
"Kalo capek ya gak usah di paksa kali kak." Ujar Yuki
Belum sempat Shifa menjawabnya, sudah di sela oleh seseorang terlebih dahulu.
"Biasalah, dibilangin kalo capek gak usah ikut malah ngeyel. Emang keras kepala dianya." Balas pria yang berdiri di samping Shifa. Dia tak lain adalah Genta, suaminya.
"Ihh.. Apaan sih. Aku tuh bosen di mansion sendirian, mendingan juga disini. Ramai, banyak temennya lagi. Iyakan Liv?" Ujar Shifa meminta pendapat Olive, adik iparnya
"Bener banget kak Shifa. Aku aja gak bisa kalo cuma berdiam diri di mansion, penginnya refreshing terus." Timpal Olive tersenyum merekah
"Kamu ini, bukannya belain abangnya malah bela yang lain." Tukas Genta
"Eiittss.... Kak Shifa kan juga kakak aku. Jadi aku belain kak Shifa dong." Balas Olive dengan santainya
"Tuh, dengerin adik kamu. Dia sekarang berpihak padaku." Seru Shifa berniat mengejek Genta sembari merangkul Olive dengan lembut
"Pasti dong kak. Kita kan soulmate." Timpal Olive yang juga merangkul Shifa kemudian mereka ber tos ria
"Huffttt... Gak adik, gak istri sama aja. Sebelas dua belas, gak ada bedanya." Gerutu Genta saat tidak ada yang membela dirinya
"Biarin." Balas Olive dan Shifa berbarengan dengan nada ketusnya
"Gini nih. Selalu aja di asingkan kalo lagi kumpul bareng. Nasib... Nasib." Gerutu Genta terus menerus sembari mengelus dadanya sendiri
"Hahaha..." Tawa mereka seketika saat melihat kekesalan Genta
"Kalian ini kayak anak kecil aja. Kalau lagi bareng selalu aja ribut." Ucap Okta terkekeh melihat tingkah anak anaknya
"Bang Genta tuh mom yang mulai. Masa iya Olive gak boleh belain kak Shifa." Seru Olive mengadu dengan menyalahkan Genta
"Idiihh... Ngadu lagi. Lagian siapa yang gak ngebolehin coba? Abang biasa aja tuh." Elak Genta
"Tadi barusan apa?!" Tukas Olive
"Kan tadi..."
"Sudah sudah jangan mulai lagi. Lebih baik sekarang kita duduk, acara sebentar lagi akan di mulai." Lerai Adam dengan cepat memotong ucapan Genta agar kedua anaknya tidak ribut lagi
"Iya Dad." Balas Olive dan Genta bersamaan
"Aku maunya duduk disamping kak Shifa, gak mau sama bang Genta." Pinta Olive sembari merangkul tangan Shifa
"Siapa juga yang mau duduk sama kamu." Balas Genta sedikit ketus
"Udah ah... kamu ini, sama adik sendiri aja gak mau ngalah." Ujar Shifa mengomeli Genta, suaminya
"Wlekk... Kak Shifa belain aku kan." Ejek Olive sembari menjulurkan lidahnya pada Genta
"Hufftt... Sabar... sabar..." Ucap Genta setelah meenghembuskan nafasnya kasar
Memang begitulah keluarga Olive, sangat harmonis dan penuh dengan kasih sayang. Meski Olive dan Genta sering ribut kecil, tapi mereka melakukan itu hanya untuk bercanda saja karena mereka juga saling menyayangi satu sama lain. Usia Olive dan Genta terpaut lima tahun, Genta juga sudah menikah dengan Shifa satu bulan yang lalu. Meski Olive dan Shifa statusnya hanya ipar, tapi mereka sudah sangat dekat seperti saudara kandung.
Setelah itu, mereka semua pun langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan yaitu di kursi paling depan karena mereka merupakan tamu spesial. Jadi kursi paling depan urutan dari paling kanan adalah :
Orang tua Yuki dan Via - Kepala sekolah - Tuan Adam - Nyonya Okta - Bang Genta - Kak Shifa - Olive - Yuki - Via ( Kedua sahabat Olive memang memilih kursi yang dekat dengan Olive alasannya tentu agar bisa ngobrol bareng)
Sedangkan dibelakangnya adalah para guru dan tamu yang lainnya seperti donatur, wali murid dan paling belakang adalah semua siswa di sekolah tersebut.
"Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat siang semuanya..." Sapa MC yang sudah menaiki panggung dengan menggunakan mic sebagai pengeras suaranya
"Wa'alaikumsalam wr.wb." Balas mereka semua karena memang disana muslim semua
"Pertama tama saya selaku mc acara mengucakan terimakasih kepada tuan dan nyonya Adam karena sudah berkenan menghadiri acara ini. Dan tak lupa pula saya mengucapkan terimakasih kepada semua para tamu undangan yang turut hadir dalam memeriahkan acara ini. Bla... bla... bla..." Ucap MC itu panjang kali lebar
"Sebelum di mulai, mari kita dengarkan sambutan dari bapak kepala sekolah. Kepada bapak Gunawan, waktu dan tempat saya persilahkan." Ujar MC mempersilahkan kepala sekolah untuk naik ke atas panggung
Prok... prok... prok...
Tepuk tangan riuh saat kepala sekolah tersebut berjalan untuk menaiki panggung dan memberikan sebuah pidato. Di saat kepala sekolah sedang berpidato, Olive dkk hanya mengisi waktunya untuk berbincang ringan.
"Liv, apa mereka masih ngikutin kamu?" Tanya Yuki tiba tiba kepada Olive dengan sedikit berbisik tapi masih di dengar oleh Via
"Masihlah, padahal aku sering menyuruh mereka berhenti ngikutin aku. Tapi mereka tetap bersikeras pada pendiriannya." Balas Olive yang juga sedikit berbisik kepada kedua sahabatnya agar tidak dapat di dengar Shifa yang duduk disampingnya
"Jadi maksudnya mereka juga ada disini? Di sekolah ini?" Tanya Via memastikannya
"Iya. Malahan mereka tuh nyamar jadi wali murid disini agar bisa mengawasi aku dari jarak dekat, ngeselin banget kan? Awalnya aku melarang keras, tapi kalian tahu sendirikan kalo mereka tuh keras kepala. Dan mereka juga mengatakan kalo disini ramai, jadi mereka takut jika ada yang berniat mencelakai aku. Padahal kalau di pikir-pikir, mana ada yang mau mencelakai aku. Secara aku tidak punya musuh, apalagi disini lagi ada acara jadi gak mungkin kan kalo ada yang berbuat macem macem." Ujar Olive berterus terang
"Bener juga sih yang kamu katakan, mereka itu over protektif banget. Tapi kalau boleh jujur, aku salut sama mereka karna sepertinya mereka sangat melindungi kamu sebaik mungkin agar tidak terluka. Padahal kamu bukan siapa siapa mereka." Ucap Yuki menimpali ucapan Olive dan mendapat anggukan setuju dari Via
"Tapi tetap aja, permintaan mereka sangat mustahil bagi aku untuk menerimanya." Ucap Olive sedikit lesu
"Terima kasih bapak kepala sekolah atas sambutannya. Sekarang saya persilahkan pemilik yayasan sekolah ini yang tak lain adalah tuan dan nyonya Adam agar naik ke atas podium untuk memberikan sepatah dua kata. Waktu dan tempat saya persilahkan." Ujar MC itu lagi
Prok... prok... prok...
Lagi dan lagi tepuk tangan riuh diberikan semua tamu undangan ketika Adam dan Luna hendak menaiki panggung untuk memberikan pidatonya.
"Assalamu'alaikum wr.wb. Selamat siang..." Sapa Adam memulai pembicaraan
"Wa'alaikumsalam wr.wb." Balas mereka serempak
"Saya dan istri saya selaku pemilik dari sekolah ini sangat berterimakasih atas antusias kalian dalam menyambut ulang tahun sekolah yang ke tiga puluh tahun. Bla... bla... bla..." Ujar Adam berpidato panjang lebar, sedangkan Okta hanya menyimak dengan berdiri disampingnya sembari merangkul tangan suaminya
"Kenapa tiba tiba perasaanku tidak enak yah? Ada apa sebenarnya?" Batin Olive yang kini merasa gelisah, entah itu karena apa.
*****
"Ger, kamu merasa ada yang aneh gak?" Tanya Cakra pada Gerry yang duduk di sampingnya. Saat ini mereka duduk di kursi paling samping di barisan ke empat agar bisa mengawasi Olive lebih dekat
"Ku kira cuma aku aja yang merasa aneh, ternyata kamu juga." Timpal Gerry
"Oh yah, aku lupa memberitahu kamu sesuatu. Tadi saat aku ke toilet, aku tidak sengaja menemukan ini dekat panggung." Lanjut Gerry sembari memberikan sebuah benda yang ia temukan kepada Cakra. Memang benar, tadi dia pergi ke toilet yang berada tak jauh dari belakang panggung tersebut.
"I-Ini..." Ucap Cakra sedikit terkejut sembari menerima benda tersebut dan menatap Gerry penuh keterkejutan
Ternyata benda itu adalah sebuah gelang hitam yang disana terdapat bandul berbentuk binatang Kalajengking dan bertuliskan TSK.
"Ya, ini tanda pengenal mafia The Scorpion King. Aku rasa mereka ada disini, entah apa yang akan mereka perbuat disini. Padahal mereka juga tidak tahu jika kita adalah mafia." Ujar Gerry berpendapat dengan berbisik agar tidak ada yang mendengarnya
"Berarti dugaanku benar, jika ada yang tidak beres disini." Ucap Cakra mulai was was
"Kita harus awasi Queen, jangan sampai lengah." Ucap Gerry yang di angguki Cakra
*****
"Baiklah, terimakasih kepada tuan dan nyonya adam atas sambutannya." Ucap MC ketika Adam dan Okta selesai berpidato dan saat ini mereka hendak turun dari panggung.
"Sekarang kita lanjutkan dengan...."
DWWAARRR.....
"AAAAAAA......"
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...
Playboy abal abalan,udah kepergok juga masih gak mau ngaku 😏😏
masa iy dh tamat aj critanya
ngk seru lu mah 🙄🙄