NovelToon NovelToon
Mafia Kejam Dan Gadis Culun

Mafia Kejam Dan Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fara Dela Sandi

Kisah rumit terjalin saat kepergian gadis culun menjadi TKI gelap ke Texas. Memulai dengan cara yang salah. Hingga membawa ia pada sebuah pertemuan dengan seorang Mafia Kejam. Pria yang memberikan kehidupan penuh kerumitan. Ia benci suara tembakan dan aroma alkohol yang ikut memasuki kehidupan nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18.SIAPA DIA?

Dara sangat kagum dengan pesta yang di rayakan oleh Alex. Gadis culun ini berpikir yang akan datang ke pesta yang di lakukan oleh Bos Mafia kejam itu adalah para Bos Mafia dengan wajah sangar dengan tato menakutkan. Apa yang ada di otak Dara malah tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Ada banyak orang yang datang dengan visual yang memukau. Hanya beberapa saja yang terlihat seperti orang jahat.

"Minum!" Seruan lembut dengan gelas yang di sodorkan ke arah Dara.

Dara melirik gelas berisi red wine yang di sodorkan padanya. Kepalanya mengeleng kecil pertanda menolak pemberian pria tampan itu.

"Tidak. Aku tidak minum minuman beralkohol," tolak Dara.

"Hah?" Juan mengerutkan dahinya.

Gadis di depannya ini tidak mengonsumsinya alkohol? Itu terkesan mustahil bagi Juan.

"Apa nona Dara tengah hamil?" tanya terdengar sedikit ragu.

"Hamil?" ulang Dara dengan wajah tak percaya.

Patah-patah Juan mengangguk. Dara mengulas senyum geli. Apakah ia seperti seorang yang tengah hamil? Sangat jelas dia adalah perawan tingting. Bagaimana bisa dia di nilai hamil hanya karena tidak minum red wine?

"Kenapa tuan Juan berpikir aku hamil?" Dara balik bertanya.

"Karena kebanyakan wanita yang telah menginjakkan kaki di Texas. Tidak ada yang tidak mengecap minuman beralkohol," jawab Juan jujur.

Dara mengangguk paham akan hal itu."Ya, aku tau. Tapi aku seperti nya pengecualian nya. Aku tidak minum beralkohol hanya karena tidak suka saja," jelas Dara.

Juan meletakan kembali gelas yang ia bawa ke atas meja. Tak jauh dari mereka, terlihat kakak beradik Felton itu tengah bercengkrama dengan beberapa petinggi Texas.

"Maaf soal tadi," ujar Juan pelan.

"Soal apa?"

Juan menyesap minumannya. Sebelum mengulas senyum."Jenni emang seperti itu. Tapi di balik itu dia adalah wanita yang baik," ucap Juan.

"Semua saudara selalu menganggap saudara mereka baik. Meskipun mereka melakukan hal buruk," balas Dara cukup sarkas.

Juan terkekeh serak."Begitukah?" Juan tersenyum.

"Ya, tentu saja."

"Aku tidak berpikir begitu," imbuh Juan.

Dara hanya mengangkat ke dua sisi bahunya acuh. Manik mata madu itu melirik Alex dari jauh. Pria itu tampak begitu gagah. Ah! Ingin sekali Dara mendekati mereka. Hanya saja, ia berpikir akan membosankan mendengar pembicaraan orang-orang itu.

"Apakah kau benar-benar kekasih Alex?" tanya Juan kembali.

"Harus berapa kali aku mengulangnya?" tukas Dara pendek.

"Itu..."

"Sudahlah. Bisa jadi Alex merasa bosan dengan wanita yang cantik dan bertubuh seksi. Karena itu mendapat mainan baru seperti ini. Dia mereka antusias, jadi tidak usah terlalu banyak bertanya padanya, Juan!" Jenni berseru mendekati mereka bersama Alan.

Wah! Ini benar-benar mengesalkan. Wanita cantik ini sangat di sayangkan. Padahal wajah nya sangat cantik. Tapi sayang cantik di luar belum tentu cantik di dalam.

"Jenni!" panggil Juan memperingati.

Jenni menoleh menatap saudara kembarnya dengan pandangan bertanya. Apa yang salah dengan perkataan nya. Dara melipat tangannya di depan dada. Dagunya di angkat tinggi, tak lupa senyum pongah ikut tercetak.

"Aku memang tidak cantik. Jauh darimu," ujar Dara memberikan jeda. Jenni tersenyum angkuh mendengar pengakuan Dara,"sayang nya, aku bisa mengalahkan gadis cantik sepertimu dan yang lainnya di atas ranjang. Apa gunanya cantik dan seksi. Tapi tidak bisa melayani di atas ranjang. Kalau soal cantik mah, manekin panjang di Mall juga cantik dan bertubuh bohai!" lanjut nya memukul telak kembali Jenni.

Dengan mata hijau Alan menatap Dara dengan pandangan kagum. Ia tak menyangka lidah Dara sangat licin. Mudah bagi Dara bersilat lidah. Memukul telak lawan tanpa harus main tangan. Juan terkangga mendengar jawaban Dara Margaretha.

Dara tersenyum semakin pongah. Ke dua sudut bibirnya di angkat semakin tinggi. Hembusan napas hangat menerpa leher jenjang nya. Pelukan hangat membuat tubuh Dara menegang.

"Pembicara kalian terdengar begitu menarik," suara bariton Alex mengalun.

Glek!

Sejak kapan Alex Felton berada di belakang tubuh nya? Yang gadis ini ingat adalah Alex masih di tempat perkumpulan petinggi Texas yang cukup jauh dari posisi nya berdiri. Senyum kaku di umbar oleh Dara. Kala merasakan pelukan perut nya semakin mengerat.

"Kekasihmu selalu memukau, Alex!" Alan bersuara.

Alex melirik Dara. Ia tau tubuh Dara terasa tegang. Ia menarik sebelah gadis bibir nya. Tersenyum menyeringai pada ketiga nya.

"Tentu saja, apa yang menjadi miliki selalu memukau!" Alex berujar tak lupa ia mengecup sudut bibir Dara.

Bluss!!

Dara merona mendapatkan kecupan dari Alex. Jantungnya berdebar keras. Ia menoleh ke samping kanan. Pipinya memanas melihat bagaimana senyum yang di layangan oleh Alex untuk nya.

Jenni mengepalkan ke dua tangan di ke dua sisi tubuh nya. Alex Felton tidak boleh bahagia di atas penderita dan luka kehilangan nya. Betapa murka nya wanita cantik ini karena senyum yang di kembangkan oleh Alex. Pria itu hanya boleh menderita dan terus menderita. Sampai Alex bersujud padanya meminta maaf atas kematian kekasihnya. Tidak jauh berbeda dari Alex. Alan pun merasakan perasaan yang sama.

Dia datang ke pesta Alex malam ini bukan untuk melihat kebahagiaan dari seorang Alex Felton. Harusnya kehidupan Alex Felton si Mafia kejam ini tidak seperti ini. Setelah membunuh adiknya, sang pembunuh mampu tersenyum dan tertawa dengan bebas. Alan Lewis tidak akan pernah bisa membiarkan hal ini.

"Oh, iya. Aku dengar Tessa akan kembali ke Texas bulan besok," suara Jenni terdengar. Wanita ini mengalihkan pembicaraan.

Manik mata Alex bergetar kala nama wanita itu di sebutkan. Ia melepaskan pelukannya dari tubuh Dara. Sebelah tangan nya menggenggam tangan Dara. Sebisa mungkin raut wajah itu terlihat begitu biasa.

"Apa urusannya denganku?" balas Alex dengan nada dingin.

Dara melirik raut wajah Alex. Otot wajah Alex tampak menegang. Raut wajahnya tampak begitu dingin. Jenni tersenyum miring.

"Aku masih ingat betapa kau mencintai Tessa. Kau yang mengejar-ngejar Tessa. Tapi malah di campakkan olehnya begitu saja. Aku tidak tau apa yang membuat Tessa memutuskan hubungan kalian. Kau terlihat begitu kasihan. Karena patah hati, kau memutuskan memilih wanita yang bukan tipemu," cibir Jenni dengan senyum penuh kepuasan.

Dara menengadah melirik wajah Alex kembali. Genggaman tangan Alex terasa begitu erat di tangannya.

...***...

"Hoam!!!" Mark menguap lebar kala menuangkan air hangat di gelasnya.

"Kau tidak ke kantor?" tanya Dara. Sebelum kembali melakukan kegiatan nya membumbui ikan yang akan di goreng.

Mark melangkah duduk di mini bar. Menghadap langsung ke kitchen set.

"Tidak. Tidak ada yang penting untuk di lakukan saat ini. Lagipula laporan pendapatan Mall bisa nanti aku cek melalui email," balas Mark pelan.

Kepalanya cukup pening saat ini. Karena tubuh nya terlalu banyak mengonsumsi alkohol tadi malam. Dara melirik Mark dengan wajah sedikit ragu.

"Mark! Kau tau siapa Tessa?" tanya Dara menatap intens wajah Mark.

Byurr!!!

Mark baru saja menyesap air hangat. Menyembur begitu saja keluar. Dara merasakan perasaan tak enak hati. Ia tak berani bertanya pada Alex setelah pesta berakhir. Mark mengusap air yang membasahi dagunya.

"Dari mana kau mendengar kan nama Tessa?" tanya Mark dengan wajah pemanasan.

"Itu..."

"Kau tidak perlu mengetahui hal yang tak harus kau ketahui, Dara!" suara Tom mengalun memotong perkataan Mark. Dari nada suaranya seakan penuh peringatan.

Dara dan Mark menoleh ke arah Tom yang berdiri tak jauh dari mereka.

1
Arfanacaina_w
kak kenapa ya tidak ada saat aku mencarinya
Nana comel
tidak rela sudah tamat cerita nya😭😭😭😭😭
Komala Sari
Lumayan
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
Rifana Sitorus
Luar biasa
Winda Putri
😁😂
Arfanacaina_w
selalu suka adegan ini sih
romantis banget
Arfanacaina_w
kakak punya instagram tidak sih
untuk karya² kakak
Arfanacaina_w
candu banget sih ceritanya pen terus baca.
S
kak ga ada niat buat bikin lapak buat Zain sma Jennie kisah cinta mereka di lanjutin pengen tahu kelanjutan nya pliss😭
S
kupikir bakal ada lanjtan cerita Jennie huaa pda hal udh Penasaran sma kelanjutan cintanya kembali😭
Winsulistyowati
Mulai ada Ulernya Dara ni. Is Tessa
Winsulistyowati
Waduh..ada aja TDK Berperi keBurungn..Hhhh 😀🤭
Winsulistyowati
Dara...Dara..Braninya Ngerjain Mark adek Mafia..😀😀
Winsulistyowati
Lucu n Ngeri juga
Winsulistyowati
Nyimak aku Thor
トウジさんの奥さん💐❤️
wih ada Manurius nih😁💐
nuning 29
psikolog beda dengan psikiater.
tidak ada dokter psikologi.

S1 psikologi itu mrnjadi psikolog.

sedangkan psikiater, itu sekolah S1 Kedokteran.
setelah lulus, mengambil spesialist/S2 psikiater.
Fitra Susanti
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!