NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asem

"Kyyaaaaa!! Ibuuuuuuu!" teriak Rey meminta tolong, dia meronta mendorong kepala Olivia yang menggigit bahunya persis seperti serigala yang kelaparan.

"Ampun ampun ampun, baiklah aku minta maaf" Olivia merasa puas setelah mendengar permintaan maaf dari Rey, perlahan ia melepaskan gigitannya.

"Awww!!" Rey menarik kaos pada bagian pundaknya, dia ingin melihat dampak atas gigitan tunangannya itu, memang meninggalkan jejak bentuk gigi dan kemerahan.

"Kau!! lihat perbuatanmu!" Rey berbicara sambil membelalakan matanya.

"Kenapa? itu salahmu karena berani mengintip celana dalamku!"

"Aku bilang kan bukan mauku! itu karena tiupan angin, lagipula kejadian tadi adalah rejeki bagi kaum laki-laki, mubadzir kan kalau tidak di lihat" Sontan Olivia mengangkat tangannya ingin memukul Rey.

"Kau tidak ada kapoknya!" refleks Rey melindungi kepalanya memakai bantal yang ada di dekatnya namun rupanya Olivia urung ia bahkan tidak menyentuh tubuh Rey sedikit pun dan malah menghela napas.

"Sudahlah sekarang cepat mandi dan sarapan! salahku juga tadi tidak memakai shorts" Olivia berdiri dan beranjak pergi, ia melanjutkan kegiatannya menjemur sisa pakaian yang telah di cucinya. "Kamar mandinya ada di pojok dapur jika kau akan memakainya" teriaknya dari arah balkon.

Rey mencebikkan bibirnya, masih merasai rasa sakit pada bagian bahunya, dia tidak menyangka tunangannya akan sebuas itu. Rey tidak ingin mencari masalah lagi, dia menurut dan segera menyiapkan peralatan mandi serta pakaian ganti yang di bawanya, tubuhnya memang terasa sedikit bau dan lengket.

Setelah selesai dengan jemurannya, Olivia bergegas membuatkan sarapan untuk Rey, kini ia merasa sedikit bersalah mungkin tindakannya tadi agak keterlaluan, bukankah seharusnya ia memperlakukan Rey dengan baik karena tunangan kecilnya itu sudah datang dari jauh hanya untuk menemuinya. Mungkin ini bisa jadi sesi latihan untuknya yang nanti akan berumah tangga dengan Rey, bukankah suatu hari nanti mereka akan tinggal bersama?.

Ceklek

Rey keluar dari dalam kamar mandi, dia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Gaya penampilannya yang hanya menggunakan kaos dan celana pendek membuat Olivia terkikik.

"Kau benar-benar menganggap apartemenku ini rumahmu ya? pakaianmu santai sekali" ucapnya sambil membuat sesuatu.

"Memang! rumah tunanganku adalah rumahku juga, aku rasa kita harus mulai membiasakan diri mungkin tahun depan kita benar-benar sudah tinggal bersama dan resmi menikah" mendengar ucapan Rey membuat kedua pipi Olivia memerah, dirinya masih belum bisa membayangkan kehidupannya nanti sebagai seorang istri.

"Kau membuat apa?" tanya Rey membuyarkan lamunannya, dia sudah duduk manis di kursi depan meja makan.

"Ini makanan untukmu" Olivia menaruh sebuah mangkuk dan segelas air putih. Rey tersenyum mendapatinya karena perutnya memang sangat lapar namun beberapa detik kemudian senyuman itu hilang.

"Kenapa kau memberiku ini?" Rey mengaduk sereal berbentuk bintang yang sudah di beri susu, dia enggan memakannya.

"Itu sarapan sehat untukmu adik kecil" nada bicara Olivia meledek.

"Jangan memanggilku begitu! sebentar lagi aku akan jadi lelaki dewasa" protesnya tak terima.

"Benarkah? uuhhh aku sangat menantikan cebolku ini jadi pria perkasa" Olivia masih mengolok-oloknya, gadis itu mendudukan dirinya di samping Rey, ia memakan roti dengan selai coklat.

"Ngomong-ngomong masalah pria perkasa, kenapa tidak kita buktikan sekarang saja? jika kau sangat menantikannya, kau tahu burung pipit ini sudah bertransformasi menjadi burung elang" lirik Rey menyerai, dia memberi tembakan balik atas perkataan Olivia, tiba-tiba saja tunangannya yang sedang makan itu tersedak.

Uhukkk Uhhhuuk

Olivia menepuk-nepuk dadanya, sungguh ia terkejut dengan perkataan Rey yang masih belia.

"Kau belajar dari mana mengucapkan hal-hal mesum seperti itu! kau belum cukup umur!"

"Aku bilang sebentar lagi aku akan cukup umur" makanan yang tadinya dia tidak mau makan malah dia habiskan, ternyata makan sereal untuk anak-anak tidak terlalu buruk, pikir Rey daripada tidak makan sama sekali. Olivia masih memandang Rey dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Oia aku ingin meminta bantuanmu" ucap Rey setelah menyuput air putihnya.

"Bantuan? bantuan apa? jangan meminta yang macam-macam"

"Begini sepertinya pelayan yang merapikan pakaian untuk bekalku kemari melupakan sesuatu, ini sangat penting, aku tidak bisa hidup normal tanpanya" Rey memandang Olivia lekat.

"Jangan berbelit-belit cepat katakan apa yang kau butuhkan"

"Kau tahu, aku belum ganti celana dalam sejak kemarin"

"A-apa?????" Olivia membulatkan matanya.

"Jika setelah mandi kau tidak mengganti pakaian dalammu dengan yang baru rasanya jadi tidak nyaman, aku rasa kau pun mengerti?"

"Tidak tidak tidak, jangan samakan diriku dengan dirimu, aku selalu menggantinya secara teratur"

"Tolong belikan aku celana dalam baru, rasanya sangat aneh memakai celana yang sama sampai di dua negara" Rey mengatup keduanya tangannya dan memelas.

"Hhaaahhh, memangnya kau tidak memeriksa isi kopermu lagi sebelum berangkat kemari?"

"Tidak, sekarang sudah terlambat. Jadi cepat belikan beberapa celana untukku" Olivia nampak berpikir.

"Kita akan membeli online" gadis itu mengeluarkan ponselnya.

"Tidak boleh! kalau beli online maka celana itu akan datang besok, aku tidak mau! rasanya sekarang saja aku tidak tahan ingin menggantinya"

"Lalu kau mau apa?"

"Antar aku ke toko pakaian dalam ya, please" Rey memegang lengan Olivia, berusaha merayunya. Tunangannya tersebut awalnya bersikap acuh namun kemudian ia pasrah karena tak tega.

"Baiklah tapi aku akan menunggunya di luar toko, kau pilih sendiri celana yang mana cocok untukmu"

"Iya, terima kasih" kini senyuman manis mengembang dari bibir Rey, dia membangunkan dirinya dan mengambil sebuah celana panjang, Rey akan menggantinya di kamar mandi. Dua bola mata Olivia memandangnya heran, sesaat setelah Rey melewatinya ia melihat Rey nampak menggaruk dan membenarkan posisi celana dalam yang di pakainya.

"Iiisshhh, jijik! pasti rasanya gatal dan bau asem" Olivia merasakan bulu kuduknya yang meremang.

***

Beberapa saat kemudian, Olivia dan Rey kini sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan, mereka sempat berkeliling dan akhirnya menemukan toko pakaian dalam yang di peruntukan hanya untuk laki-laki, Rey enggan masuk ke toko yang menjual pakaian dalam wanita meski di dalamnya menjual pakaian dalam untuk lawan jenis.

"Masuklah, aku tunggu di sini" Olivia berdiri di depan pintu kaca.

"Tidak, aku tidak bisa membelinya sendiri. Kau harus menemaniku" Rey memegangi tangan Olivia.

"Eh tapi tadi kau sudah berjanji mengijinkanku untuk menunggu di luar"

"Aku bilang temani ya temani! ini juga pembelajaran untukmu, setidaknya kau harus tahu ukuran celanaku"

"Waaaaa, tunggu!!" di dalam toko tersebut memang ada beberapa perempuan tetapi kebanyakan adalah ibu-ibu. Dengan sangat terpaksa Olivia menuruti permintaan Rey, ia mengingat kembali setidaknya perjuangan Rey untuk sampai ke sini. Olivia mengeluarkan kacamata hitam dan memakai sebuah masker.

Kini mereka sedang berkeliling, melihat banyaknya manequin dan gambar-gambar lelaki seksi yang hanya mengenakan celana dalam membuat wajah Olivia merona.

"Bukankah yang ini modelnya terlalu kekar" ucapnya pelan mengomentari sebuah poster yang terpajang di dinding, dalam hati ia merasa suka melihatnya.

Rey sedang sibuk memilih celana yang akan di belinya, Olivia berinisiatif tetapi lebih condong untuk mengerjai.

"Bagaimana aku rasa yang ini cocok untukmu, hahaha" Olivia menyodorkan sebuah celana dalam bergambar ultraman.

"Kau!! sudah diam saja tidak usah memilihkan untukku!" Rey melanjutkan kembali kegiatannya.

Olivia sempat pergi lalu kembali.

"Yang ini apa cocok dengan seleramu?" Olivia menyodorkan celana dalam yang di hias jadi belalai gajah, ia memberikan itu sambil tertawa.

"Kau harus serius Olivia!!" ini kali pertama Rey menyebut namanya dengan benar.

"Baik, maaf tuan" ledeknya membungkukan badan. Olivia kemudian menunjuk sesuatu. "Yang ini?"

"Terlalu besar"

"Yang ini?" ia membawa satu kotak kecil celana dalam pada Rey.

"Warnanya terlalu cerah"

"Haaahhh" Olivia menghela napas, cukup sulit rupanya untuk mengetahui selera Rey meski itu hanya sebuah underware.

"Lihat, ini ukuranku dan merk yang selalu aku pakai" akhirnya Rey memperlihatkan celana yang akan di pilihnya.

"Iiihhh jauhkan benda itu dariku!" hardik Olivia merasa malu.

"Aku akan membayarnya, sekarang kau boleh tunggu di luar" ucap Rey sambil tersenyum senang. Olivia pergi melangkahkan kakinya.

"Apa benar dia sudah tumbuh besar? berikut burung pipitnya? kira-kira sekarang sebesar apa ya? eh! sadar Olivia kenapa kau jadi mesum sekali!" Olivia memukul-mukul kepalanya sendiri. Rey memandangnya dari jauh sepertinya dia tahu apa yang Olivia pikirkan.

***

Semoga terhibur ya 💕

Maafkan kalau ceritanya terlalu halu 😄

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!