NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19

Pintu ganda perpustakaan pribadi berukir jati itu didorong kasar hingga membentur dinding dengan dentuman keras.

Pendar keemasan dari lampu gantung kristal menyinari sosok Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo yang berdiri di ambang pintu. Jas mewahnya telah terlepas, kemeja putihnya tergulung acak hingga siku, dan rahang tegasnya mengeras rapat. Aura pekat dari rasa cemburu yang membakar dan kelelahan emosional membuncah dari netra kelamnya, membekukan ketenangan di dalam ruangan beraroma kayu tua tersebut.

Lilianne, yang sedang menyandarkan tubuh anggunnya di sofa kulit dekat perapian, tidak terlonjak sedikit pun. Jemari lentiknya yang memegang buku sastra klasik hanya berhenti membalik halaman. Netra hijaunya mendongak perlahan, menatap presensi suaminya dengan dingin dan tak tersentuh.

Brak!

Arya melangkah membelah ruangan, mengikis jarak tanpa ampun, lalu melempar gumpalan kertas mahal yang telah remuk tak berbentuk tepat ke pangkuan gaun sutra champagne gold milik Lilianne.

"Bisa kamu jelaskan ini, Ajeng Lilianne?" suara Arya meluncur teramat rendah, begitu berat dan sarat akan ancaman dominan yang sanggup menggetarkan dinding perpustakaan.

Lilianne menatap gumpalan kertas di pangkuannya sejenak tanpa rasa takut. Alih-alih gemetar atau menangis seperti malam kelam itu, Lilianne justru menghembuskan napas pelan seraya meletakkan bukunya di meja. Dengan keanggunan seorang bangsawan, jemari lentiknya melebarkan gumpalan kertas yang telah kumal tersebut.

Manik hijau jernih Lilianne menyapu deretan kalimat bertuliskan tangan dalam bahasa Inggris di atas kertas porselen tersebut.

> “To my dearest Lilianne,

> I hope this rare edition finds you well in Jakarta. Distance and high walls may keep us apart for now, but memories of Hyde Park never fade. Until we can speak freely again.

> Yours always, J.”

>

Sudut bibir Lilianne yang dipoles lipstik merah tipis perlahan terangkat. Bukan senyuman panik, melainkan sebuah senyuman miring yang teramat sinis dan penuh kemenangan yang dingin.

Sebagai seorang lulusan sastra dari universitas terkemuka di London sekaligus pengoleksi buku-buku antik dunia, Lilianne hanya membutuhkan waktu sepuluh detik untuk menguraikan kepalsuan di balik lembaran kertas tersebut.

"Mas Arya..." panggil Lilianne halus, mengangkat kertas itu di antara dua jarinya seraya mendongak menatap Arya yang berdiri tegap mengurungnya. "...kamu menembus pintu perpustakaan ini dengan amarah meluap hanya demi selembar kertas sampah seperti ini?"

Arya menyipitkan matanya tajam, dada tegapnya naik turun menahan gumpalan cemburu. "Surat itu datang bersama paket edisi langka dari London atas namamu, Lilianne! Tulisan 'J' di sana..."

"Julian?" potong Lilianne cepat, lalu tertawa kecil—suara tawa berkelas yang terdengar teramat mengejek di telinga Arya.

Lilianne berdiri dari sofa kulitnya, mengikis jarak hingga aroma harum mawar dan melati mewahnya beradu dengan aroma woody berpadu tobacco milik Arya.

"Dengar baik-baik, Pak Arya Sena yang terhormat," ujar Lilianne tegas, matanya menatap lurus ke dalam manik kelam suaminya tanpa berkedip. "Jika aku memang bermaksud menjalin hubungan gelap atau bermain gila dengan Julian di belakangmu, apa menurutmu aku akan sebodoh ini? Apa menurutmu aku akan menyuruhnya mengirim surat romantis terang-terangan ke alamat mansion Soerjoatmodjo, agar bisa ditangkap dengan mudah oleh suamiku yang posesif?"

Arya membeku di tempatnya. Kalimat itu menghantam logika Arya bagai pukulan telak.

Lilianne melangkah satu digit lebih dekat, menunjuk deretan tulisan di kertas itu dengan ibu jarinya yang dihiasi berlian.

"Julian adalah pria bangsawan keturunan Inggris murni, Mas. Dia tidak akan pernah menggunakan struktur kalimat 'Distance and high walls may keep us apart' untuk percakapan informal. Itu adalah gaya bahasa kaku hasil terjemahan harfiah dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris oleh orang awam yang sok paham!" tutur Lilianne menohok.

Ia kemudian mendekatkan kertas itu ke hidungnya, lalu terkekeh sinis. "Dan jenis tinta ini... Ini adalah tinta ballpoint berbasis minyak murahan yang diproduksi secara lokal, bukan tinta pena fountain berformula zat besi yang biasa digunakan oleh kalangan terpelajar di London untuk merawat kertas porselen antik."

Lilianne melempar kembali kertas remuk itu ke dada tegap Arya hingga berserakan di lantai marmer.

"Gunakan otak cerdasmu itu, Mas Arya!" tegur Lilianne menohok, suaranya naik satu nada penuh penekanan. "Jika aku mau berselingkuh, aku akan melakukannya secara terencana, rapi, dan tak tersentuh di London atau Paris. Kenapa aku harus menggunakan trik murahan yang sangat amat kekanak-kanakan seperti ini?"

Ruangan mendadak hening seratus derajat.

Arya Sena berdiri terpaku di tengah perpustakaan mewah itu. Pria yang biasanya memimpin negosiasi bisnis bernilai belasan triliun rupiah dan sanggup membaca setiap langkah musuh politiknya, kini mendadak bungkam. Logikanya yang terkenal tajam dan dingin seolah lumpuh total hanya karena diselimuti oleh cemburu buta dan rasa takut kehilangan Lilianne yang berlebihan.

Lilianne menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Arya dengan pandangan menilai yang sarat akan rasa prihatin dan sindiran tajam.

"Sungguh ironis, Mas Arya..." gumam Lilianne dengan nada suara yang tenang namun mematikan. "...kamu terbiasa menggunakan taktik, analisis dingin, dan logikamu untuk memimpin dinasti Soerjoatmodjo Holding yang raksasa ini. Tapi hanya untuk masalah sampah seperti ini, kamu justru bisa dipedaya dan dimainkan dengan mudahnya oleh seorang pelayan rendah di rumahmu sendiri."

Arya mendongak cepat, netra kelamnya bergetar tipis tatkala menyadari arah ucapan istrinya. "Widya...?"

"Siapa lagi di rumah ini yang punya akses menahan paket di foyer, memiliki rasa dengki yang begitu mendalam padaku, dan cukup nekat memanfaatkan kecemburuan gila suamiku?" balik Lilianne tajam. "Aku bahkan tidak perlu memanggil tim forensik untuk tahu siapa yang memasukkan amplop itu ke dalam paket bukuku."

Arya mengepalkan tangannya rapat-rapat di samping tubuhnya. Rasa malu yang amat sangat, perpaduan antara gengsi tinggi pria dominan yang baru saja ditelanjangi kebodohannya dan kekesalan karena telah dipermainkan oleh bawahannya sendiri, membakar dada Presdir Soerjoatmodjo itu seketika.

Lilianne merapikan lipatan gaun sutra champagne gold-nya, merapikan helai rambut blonde yang jatuh di bahunya dengan gerakan yang teramat anggun dan tidak tersentuh.

Ia menatap Arya untuk terakhir kalinya malam itu—tatapan dingin bertabur senyum miring yang menandakan bahwa benteng silent treatment-nya belum akan runtuh dalam waktu dekat.

"Perbaiki caramu berpikir, Mas Arya. Dan selesaikan sampah di rumahmu sendiri sebelum kamu berani menuduh Nyonya Soerjoatmodjo lagi," tutur Lilianne halus, memberikan bungkukan kesopanan yang mematikan.

Lilianne berbalik arah, melangkah anggun membelah ruangan perpustakaan. Dentang high heels-nya berbunyi teratur di atas marmer, menyertai langkah kakinya yang keluar melewati pintu ganda, meninggalkan Arya Sena yang berdiri mematung sendirian di tengah ceceran kertas fitnah dan penyesalan yang kian menghimpit dadanya.

Bersambung....

1
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
Arix Zhufa
Liliane apa gk takut dosa ya, tidak mau menjalAnkan kewajiban sbg seorang istri
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
cuma 1 bab...kurang kakak 😍
Heresnanaa_: stay tune ya kak 🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
semangat up nya thor...karya mu luar biasa 👍👍
Arix Zhufa
Arya ini jangan² udah lama suka istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!